Selasa, 28 April 2020

Pelayanan Ormas Dan Firman Jaya Daeli Berbagi Atas Keresahan Warga Akibat Covid-19

JAKARTA, GELORA HUKUM - Makna pelayanan kemanusiaan melalui penyerahan dan pembagian sumbangan partisipasi dalam bentuk paket bahan makanan ("sembako") dilaksanakan kembali lagi oleh sejumlah komunitas ormas dan paguyuban bersama Firman Jaya Daeli. Perihal ini dilaksanakan lagi setelah sebelumnya telah berlangsung penyerahan dan pembagian paket Sembako dalam beberapa kali gelombang tahapan. Komunitas ormas dan paguyuban (Relawan Bersatu Indonesia Maju, FKNO, PPN, GEMONI, Owo Voice) bersama Firman Jaya Daeli menyerahkan dan membagikan paket sembako kepada warga masyarakat di kawasan Jabodetabek. Sumbangan partisipasi yang berbentuk paket Sembako ini sejumlah ratusan paket yang berisikan sejumlah komponen bahan paket bagi kebutuhan keluarga-keluarga selama beberapa hari lamanya.

Formulasi dan artikulasi makna pelayanan yang merupakan tugas dan tanggungjawab bersama ini, jumlahnya sungguh-sungguh tergolong amat kecil, sedikit, dan terbatas bahan komponen dan paket sembakonya. Namun kita semua berpengharapan semoga bahan dan paket Sembako ini bermanfaat bagi warga masyarakat yang amat membutuhkan. Komunitas ormas dan paguyuban (Relawan Bersatu Indonesia Maju, FKNO, PPN, GEMONI, Owo Voice) bersama Firman Jaya Daeli, memohon maaf kepada warga masyarakat yang telah menerima karena paket yang sudah dan akan diserahkan dan dibagikan, masih tergolong dalam jumlah kecil, sedikit, dan terbatas. Memohon maaf juga kepada warga masyarakat yang masih belum menerima paket Sembako. Kemudian juga, sedang atau tengah melaksanakan program penyerahan dan kegiatan pembagian paket bahan Sembako ; dan perangkat perlengkaoan Alat Perlengkapan Diri (APD) di beberapa wilayah lain selain di kawasan Jabodetabek.

Sejatinya kita sebagai warga masyarakat dan sesama umat manusia mesti terpanggil dengan sadar dan peduli untuk melakukan pelayanan. Pada gilirannya, ada sejumlah bentuk, wujud, pola, dan metode pelayanan dari beberapa kalangan. Tentu ada juga bahkan sedang berlangsung kebijakan dan program kegiatan dari Pemerintah Nasional dan jajaran untuk mengatasi dan menangani covid-19 dan dampak sosial dan ekonomi akibat dari covid-19/virus corona. Sumbagan partisipasi yang bersifat tugas panggilan pelayanan pada hakekatnya menjadi bermakna dan sangat diharapkan ketika terjadi dampak sosial dan ekonomi serta ada keterbatasan bahan Sembako. Dengan demikian, harus segera diatasi dan secepatnya ditangani. Kalangan masyarakat dan berbagai jajaran pada dasarnya terpanggil untuk berbagi Kasih Dan Berkat dalam rangka peduli dengan pergumulan kemanusian. Perspektif inilah yang menjadi dan yang memaknai hakekat pelayanan komunitas ormas dan paguyuban (Relawan Bersatu Indonesia Maju, FKNO, PPN, GEMONI, Owo Voice) bersama Firman Jaya Daeli melaksanakan pelayanan sebagai tanggung moral dan tugas sosial bersama. 

Dampak sosial dan ekonomi akibat dari covid-19 pada dasarnya melanda secara universal dunia internasional ; dan pada umumnya melanda masyarakat, bangsa, dan negara Indonesia. Program keberlanjutan dan kegiatan kebermaknaan dari pelayanan ketika melaksanakan penyerahan dan pembagian bahan Sembako yang jumlahnya kecil, sedikit, dan terbatas maka tentu mengalami dinamika menejemen. Dinamika muncul dan terjadi ketika masih banyak warga masyarakat yang membutuhkan. Perspektif dan prinsip yang dibangun adalah pilihan pada landasan etik prioritas dan hukum skala prioritas kemanusiaan. Prinsip pilihan adalah diserahkan dan dibagikan kepada warga masyarakat yang sungguh-sungguh amat sangat membutuhkan. Warga masyarakat yang sungguh-sungguh amat sangat membutuhkan, mesti berbasis keluarga yang memang terdampak langsung secara ekonomi akibat covid-19. Kemudian rumusan kategori ini meliputi basis keluarga terdampak langsung yang hanya "sebatangkara" yang sama sekali tidak mempunyai famili dan tidak memiliki sanak saudara dekat, dan lagi pula yang sama sekali tidak pernah sekalipun menerima paket Sembako sebelumnya.

Masyarakat dan bangsa Indonesia bertekad kuat untuk bersatu dan bersemangat tinggi untuk bergotong royong melawan dan menangani covid-19. Secara hakiki dan sejatinya, virus penyakit ini sama sekali tidak pilih kasih dan tidak pandang bulu, juga tidak memetakan obyek sasaran yang ditulari berdasarkan latar belakang. Sehubungan dengan itu, kita semua mesti selalu dan terus berpartisipasi secara bertahap dan berkesinambungan dalam rangka melakukan pelayanan kemanusiaan secara teratur dan terkoordinasi. Harapan dan kebahagian bersama akan tumbuh dan terbangun jika sudah ada dan bila akan semakin bertambah lagi berbagai elemen ormas dan paguyuban yang terpanggil dan peduli untuk Barbagi Kasih Dan Berkat. Justru kita semua menyambut baik dan menghormati ketulusan dan kesediaan tersebut yang tentu tanpa formalitas dan tanpa semata. Intisarinya adalah kepedulian, kemauan, ketulusan, kejujuran, dan kebersamaan.

"Salam Kemanusiaan, Salam Kerakyatan, Salam Kebangsaan", tandas Bung Firman Mengakhiri. (Tim/red)

Label:

Senin, 27 April 2020

Wabup Nias, Imbau Masyarakat Bersatu Dan Bergotongroyong Lawan Covid-19

NIAS, GELORA HUKUM - Wakil bupati nias Arosokhi Waruwu, SH.MH mengapresiasi kegiatan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Nias yang mendistribusikan bantuan  berupa, thanky cuci tangan, masker kepada warga di beberapa titik di Kabupaten Nias untuk mencegah covid-19. (22/04/2020).

Pada penyampaian Ketua PMI Kabupaten Nias Fanolo Laoli A.md.SE mengatakan, bantuan ini disalurkan karena PMI sebagai organisasi kemanusiaan dan menjalankan mandat Undang-Undang Nomor 1 tahun 2018 tentang Kepalangmerahan dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 tahun 2019, dan juga bantuan yang dibagikan ini, disponsori oleh Bank Sumut, Bank BRI, Perum Pasar Yaahowu, Perum PDAM Kabupaten Nias.

Fanolo Laoli juga menambahkan, PMI harus berperan aktif dalam berbagai kegiatan pelayanan kemanusiaan dalam segala kondisi. Baik dalam kondisi damai, terjadi bencana maupun membantu masyarakat yang sedang menghadapi masalah Pandemi, Virus Covid-19.

Fonaolo Laoli juga menjelaskan, PMI Kabupaten Nias telah memulai kegiatan ini, sejak hari Jumat yang lalu. PMI Kabupaten Nias membagikan atau menyerahkan beberapa bantuan berupa tempat cuci tangan seperti tampungan air dibeberapa Kecamatan di Kabupaten Nias, tepatnya pekan Idanogawo, Bawolato dan Sogaedu, untuk menjaga kesehatan warga dengan rutin melakukan cuci tangan, sekaligus membagikan Masker secara simbolis, kerumah-rumah warga di sekitar Desa Tetehosi Kecamatan Idanogawo Kabupaten Nias, guna mencegah penyebaran virus covid-19."Jelasnya.

Dalam arahan wabup Nias Arosokhi Waruwu menyampaikan, kami sangat mengapresiasi kegiatan palang mareh indonesia (PMI) ini dalam rangka pembagian tempat tampungan air cuci tangan serta masker yang di bagikan di beberapa wilayah kabupaten nias. Maka kami berharap kepada masyarakat untuk bersatu dan bergotongroyong melawan wabah pandemik Covid-19 ini, karna virus ini tidak pandang bulu serta tidak memilih dan memilah latar belakang yang di tularinnya."Ucap Arosokhi

Arosokhi juga menghimbau, untuk mencegah penyebaran wabah virus Covid-19 ini harus jaga jarak dan barisan yang rapi, dan juga kepada seluruh masyarakat agar selalu waspada terhadap virus corona ini dengan pola hidup yang sehat dengan cara sering cuci tangan serta pake masker."imbaunya. (Makmur Gulo)

Label:

Arief Budiman Dan Pembangunan Demokrasi Berkemanusiaan Dan Berkeadilan

(Alm) Prof. Dr. Arief Budiman
Catatan Firmna Jaya Daeli Menghormati (Alm) Prof. Dr. Arief Budiman

GELORA HUKUM - Ketika usia SMA, saya mulai biasa membaca sejumlah majalah, koran, buku-buku pengetahuan umum dan relatif sedikit bacaan "pergerakan". Tentu membaca juga buku standar mata pelajaran sekolah sebagai bacaan wajib pendidikan formal. Tradisi membaca ini turun dari kebiasaan orangtua (ayah) saya yang banyak menyimpan, mengoleksi, dan terbiasa membaca buku dan media cetak. Materi dan sasaran bacaan terutama buku pengetahuan umum dan pergerakan. Perihal ini mungkin karena berkaitan dengan latarbelakang orangtua saya yang pernah menjadi pimpinan Gerakan Pemuda Marhaen, pimpinan Persatuan Tani Nasional, pimpinan Lembaga Kebudayaan Nasional tahun 1950-an dan menjadi salah seorang Pimpinan Partai Nasional Indonesia (PNI) tahun 1960-an di daerah saat itu. Selama proses membaca dan dalam beberapa bacaan, muncul nama Arief Budiman, sehingga saya mulai mengenali, mengetahui. Dan juga mendengar dari berbagai pihak mengenai sosok Arief Budiman. Sejak itu, saya sepertinya sudah "berkenalan" dengan Arief Budiman padahal belum berkenalan benaran. Terminologi berkenalan dalam konteks ini menjadi penting. Arief Budiman berkategori figur yang relatif paripurna dengan kekuatan kapasitas dan keragaman atribusi yang dimiliki di antara akademisi lain. Arief Budiman adalah akademisi, intelektual, cendekiawan, budayawan, sastrawan, filsuf, pemikir, penulis, demonstran, pejuang, dan aktifis sepanjang hayat. 

Kami baru bertemu langsung sembari berdiskusi ketika saya menjadi mahasiswa di Yogyakarta pertengahan tahun 1980-an. Arief Budiman sudah menetap beberapa tahun sebelumnya di Salatiga, Jateng menjadi Dosen Tetap di Kampus Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) yang merupakan sebuah Perguruan Tinggi (Universitas) terkenal, ternama, kredibel, dan berkualitas, yang turut dibesarkan Arief Budiman. Sosok Arief Budiman berpembawaan sederhana, bersahaja, humanis, egaliter, familiar, lugas, kritis obyektif-jernih-terukur dan solutif, "tajam menggigit", juga arif dan budiman sebagaimana nama yang disandang. Perihal ini merupakan sifat luhur mulia dan kepribadian kuat teguh yang melekat di dalam keseluruhan dinamika pergerakan dan dialektika perjuangan Arief Budiman. Saya merasakan betul sifat dan kepribadian kemanusiaan yang dibumikan dan watak keadaban yang dipraxiskan Arief Budiman.

Ada sedikit momen evaluatif dan kesempatan reflektif yang saya saksikan dan alami berkaitan dengan Arief Budiman. Tentu masih amat banyak lagi berbagai kalangan, para aktifis dan senior-sesepuh lain yang pasti lebih sering dan lebih banyak lagi mengalami momen pergerakan dan perjuangan bersama Arief Budiman. Demikian pula sahabat-sahabat dan handai taulan/sanak famili Arief Budiman. Suatu ketika di akhir tahun 1980-an atau di awal tahun 1990-an, diselenggarakan sebuah Seminar Nasional di Yogyakarta. Seminar berlangsung atas kerjasama informal Senat Mahasiswa sejumlah kampus, yang diselenggarakan di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) sekarang Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga. Ada juga aktifis dan jurnalis pers mahasiswa yang tergabung dalam komunitas Majalah Arena (UIN Sunan Kalijaga). Pembicara Utama adalah Arief Budiman. Sebelum dan setelah seminar berlangsung, Arief Budiman dan saya berdiskusi dengan hangat dan dinamis yang berintikan pada penguatan kerakyatan dan kebangsaan menuju perubahan politik. Arief Budiman mengajak dan mengundang saya datang ke Salatiga melanjutkan diskusi secara khusus karena belum selesai diskusi kami berdua ketika di kampus UIN Sunan Kalijaga tersebut.

Seminar Nasional tersebut turut didukung dan didorong oleh Forum Komunikasi Mahasiswa Yogyakarta (FKMY). Organ FKMY adalah satu-satunya elemen gabungan kalangan aktifis mahasiswa dari berbagai kampus Pergururuan Tinggi di Yogyakarta di era tahun 1980-an sampai di awal era tahun 1990-an. FKMY senantiasa dan terus menerus melakukan aksi pendampingan dan pembelaan rakyat dan yang menjadi korban massal dan struktural akibat dari kebijakan represif dan perlakuan diskriminatif dari sistem dan struktur kekuasaan rezim ketika itu dengan topangan bangunan politik otoritarian orba. Saya saat itu selain sebagai salah seorang Ketua Senat Mahasiswa, juga sebagai salah seorang Ketua Presidium FKMY, sehingga saya terlibat dan hadir dalam penyelenggaraan Seminar Nasional tersebut. 

Ketua-Ketua Presidium FKMY saat itu selain saya yang bergantian dengan Heroe (Nongko) Waskito, juga adalah : Johnsony Tobing (Pencipta Lagu "Darah Juang") ; Brotoseno ; Burhanudin bergantian dengan Ngatawi Al-Zastrow ; Hendra Budiman bergantian dengan (Alm) M. Yamin ; Aam Sapulete ; Sugianto bergantian dengan Yudi. Kepemimpinan dan keanggotaan ini merupakan representase strategis dari beberapa kampus utama yang merupakan basis pergerakan dan perjuangan aktifis mahasiswa saat itu. Ada dari kampus Universitas Gadjah Mada (UGM), IAIN/UIN Sunan Kalijaga, Institut Seni Indonesia (ISI), Universitas Islam Indonesia (UII), Universitas Janabadra (UJB), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW), dan beberapa kampus lain lagi. Organ FKMY selain membangun aliansi taktis dan strategis dengan sejumlah organ pergerakan dan perjuangan mahasiswa di beberapa kota/daerah di Jawa dan di Indonesia pada umumnya, juga memiliki relasi emosional kuat secara mandiri dan independen dengan Arief Budiman dan sejumlah simpul pergerakan dan perjuangan lainnya yang seide, segagasan, senafas, dan segerakan.

Arief Budiman dalam sebuah kesempatan lain, pernah diundang dan bersedia datang menghadiri Sarasehan Kebangsaan sebagai salah seorang Pembicara. Sarasehan tersebut diselenggarakan oleh organisasi kemahasiswaan yang tergabung dalam Kelompok Cipayung tingkat nasional (GMNI, HMI, GMKI, PMII, PMKRI), di awal pertengahan tahun 1990-an. Ada sejumlah Pembicara lain selain Arief Budiman. Ada beberapa fungsionaris penanggungjawab dan pengarah penyelenggara gabungan, selain saya tentunya, yaitu : Ayi Vivananda, Ahmad Basarah, Arief Wibowo, Abidin Fikri, Taufik Hidayat, Anas Urbaningrum, Viva Yoga Mauladi, Saan Mustafa, Immanuel Blegur, Audy WMR Wuisang, Daniel Yusmik Pancastaki FoEkh, Febry Calvin Tetelepta, Abdul Muhaimin Iskandar, Refra, Syaiful Bahri Anshori, Khatibul Umam Wiranu, Antonius Doni, Riza Primahendra, dan lain-lain. Ada satu sesi dalam sarasehan yang menghadirkan dua orang Pembicara, yakni Arief Budiman dan Enggartiasto Lukita (mantan Menteri Perdagangan RI). Saya menjadi moderator dan berperan memandu dan memimpin sesi kunci sarasehan tersebut. 

Sesi kunci sarasehan pada dasarnya relatif representatif dan strategis. Selama sesi berlangsung, terbangun dialog kritis dan dinamis bahkan sampai pada tingkat perdebatan keras dan sengit di antara kedua Pembicara. Silang pendapat kreatif dan solutif yang tumbuh terbangun, sempat menyita sebagian waktu alokasi untuk sesi berikut, sampai-sampai Prof. Dr. Emil Salim bersama Pembicara lain mesti menunggu beberapa saat di ruangan lain. Hakekat dan intisari dialog dan perdebatan terletak pada pemikiran strategis dan pernyataan analitis kedua Pembicara dalam menilai dan membedahi mengenai "bangunan sistem dan struktur kekuasaan kepemimpinan nasional dan tatanan politik orde baru terhadap kondisi dan masa depan Indonesia". Perspektif pemikiran dan hakekat pernyataan kedua Pembicara berbeda dan amat diametral walau masih dalam bingkai Indonesia Raya. Pada akhirnya sesi kunci tersebut selesai, dan saya sebagai moderator mengakhiri dengan menyampaikan catatan umum dan kesimpulan sementara khusus untuk sesi tersebut. Meski kedua Pembicara terpaut usia minimal sepuluh (10) tahunan lebih, namun kedua Pembicara sesungguhnya sama-sama aktifis. Arief Budiman adalah aktifis sejak kuliah sampai akhir hayat sebelum sakit serius. Enggartiasto Lukita juga adalah aktifis sejak kuliah, pernah menjadi Ketua Dewan Mahasiswa IKIP Negeri Bandung, pernah menjadi salah seorang Pengurus Pusat GMKI dan aktifis Kelompok Cipayung pada zamannya. Bedanya adalah Arief Budiman menjadi akademisi kawakan dan cendekiaran besar serta tetap menjadi aktifis ; dan Enggartiasto Lukita menjadi pengusaha sukses dan politisi handal sampai menjadi Anggota DPR-RI dan Menteri. Saya sebelumnya sudah kenal lama dan kenal baik dengan kedua Pembicara. 

Forum Kelompok Cipayung mengusulkan dan memutuskan mengundang kedua-duanya menjadi Pembicara selain para Pembicara lain. Saya turut mengusulkan Arief Budiman menjadi Pembicara. Sungguh-sungguh ada banyak calon Pembicara dan Pembicara cadangan yang diusulkan dan dibicarakan di forum untuk dipilih, yang pada akhirnya diputuskan setelah dibahas secara kritis, analitis, evaluatif, dan dinamis. Arief Budiman relatif diterima dan diletakkan sebagai Pembicara yang secara simbolik amat kuat melambangkan etos semangat pergerakan dan perjuangan serta melambangkan watak kuat perubahan Indonesia. Aura lingkungan dan suasana kebatinan tersebut memiliki relasi ideologis dengan mainstream Kelompok Cipayung, dan arus utama atau aspirasi umum Indonesias saat itu yang sedang menguat dan melembaga untuk melakukan perubahan mendasar dan menyeluruh. Saya sebagai salah seorang Komite Pengarah Penyelenggara seminar/sarasehan, menghubungi Arief Budiman untuk menjadi Pembicara. Saya saat itu sudah keluar dari Yogyakarta dan tinggal di Jakarta sambil persiapan melanjutkan studi di Program Pascasarjana (S2) di Universitas Indonesia (UI). 

Ketika sejak kuliah sampai beberapa bulan setelah wisuda, saya sering ke Salatiga karena berbagai kegiatan kemahasiswaan, tugas pergerakan, dan tanggungjawab perjuangan. Saya justru amat jarang bahkan tergolong sangat lama tidak ke Salatiga lagi setelah saya sudah menetap di Jakarta di pertengahan tahun 1990-an. Juga di awal tahun 2000-an, meski saat itu, saya menjadi Dewan Pengawas Yayasan Bina Darma di Salatiga namun saya tidak atau kurang aktif sebagai Dewan Pengawas karena kesibukan ekstra sebagai Anggota DPR-RI dan salah seorang Pimpinan Fraksi PDI Perjuangan serta Anggota Panitia Khusus Pembahasan sejumlah RUU dan revisi UU serta Panitia Khusus Penyelidikan beberapa kasus. Juga ada kegiatan di alat kelengkapan DPR-RI dan kegiatan kunjungan ke lapangan. Saya jauh sebelumnya masih sering ke Salatiga di awal tahun 1990-an ketika suatu masa terjadi dinamika pergolakan dan konflik pertarungan di internal Kampus Satya Wacana (UKSW) Salatiga. Saya ke Salatiga dalam era suasana tersebut tetapi dalam kegiatan dan urusan lain tentunya. Saya tidak dalam posisi berpendapat dan menilai mengenai issue sentral dan konten pokok beserta keseluruhan permasalahan saat itu. Saya hanya mengikuti dan mengamati secara umum sebagai orang luar yang sedang menunaikan tugas dan tanggungjawab lain di Salatiga meski saya juga sering bertandang ke dalam kampus UKSW jika kebetulan diundang berdiskusi dalam urusan tematik lain. Saya juga tidak hanya sekali saja menyaksikan ketika ada aksi demonstrasi dari para pihak dan elemen berkaitan dengan dinamika dan konflik internal tersebut.

Meskipun saya sedikit mengetahui secara umum dan normatif tetapi saya hanya mau mengatakan bahwa di antara elemen yang berkonflik dan bertarung maupun yang tidak terlibat tersebut adalah warga UKSW sendiri. Dan sebelumnya saya sudah kenal lama dan mengenal baik di antara sebagian para pihak tersebut. Saya mengenal Arief Budiman dan sejumlah dosen di sekitar lingkungannya beserta elemen mahasiswa, antara lain Erry Sutrisno, Dermawan Zagoto, dan lain-lain. Saya juga mengenal John Titaley (mantan Rektor UKSW) dan sejumlah dosen di sekitar lingkungannya beserta elemen mahasiswa, antara lain Neil Rupidara (kini Rektor UKSW), Theo F. Litaay, Jhon Theodore Weohau, dan lain-lain. Saya juga kenal Rektor UKSW saat itu John (JOI) Ihalauw dan Ketua Yayasan UKSW saat itu Prof. Dr. Ir. Haryono Semangun (Guru Besar UGM). Point saya adalah bagaimana sebuah dan serangkaian pergumulan tersebut sungguh berdampak amat luas jauh dan berakibat sangat tajam dalam - terhadap perkembangan kampus UKSW selanjutnya walau sekarang sudah stabil kembali serta semakin berkembang bagus dan maju pesat. Menurut saya, Arief Budiman sungguh-sungguh merindukan dan menyayangi Kota Salatiga beserta Indonesia. Arief Budiman juga sangat merindukan dan menyayangi keberadaan dan "kebesaran" UKSW karena Arief Budiman sangat proaktif secara langsung dan terlibat maksimal secara serius "membangun dan membesarkan" UKSW bersama pihak lain tentunya.

Arief Budiman di kemudian waktu bermukim di Australia karena menjadi Dosen dan Guru Besar di Universitas Melbourne, Australia. Namun kadang kala berkunjung ke Indonesia, sampai akhirnya menetap di Salatiga setelah pulang dari Australia. Suatu ketika di awal tahun 2000-an, saya diundang menjadi peserta aktif sekaligus menjadi narasumber aktif bersama peserta lain yang mengikuti Forum Group Discussion (FGD). Penyelenggara saat itu mengundang dalam kapasitas dan atribusi saya secara informal meski saya juga Anggota DPR-RI dan Anggota MPR-RI. Ada beberapa peserta aktif yang diundang dalam jumlah terbatas karena format FGD, datang menghadiri dan menyampaikan pemikiran dan berdialog. Peserta berasal dari berbagai lintas profesi, kultural, dan latar belakang. Ada pengamat, akademisi, cendekiawan, budayawan, politisi, jurnalis, aktifis, dan lain-lain. Salah seorang di antaranya adalah Arief Budiman. Jajaran Pemerintahan Nasional NKRI saat itu di bawah kepemimpinan Presiden RI K.H. Abdurrahman Wahid (Gusdur) dan Wakil Presiden RI Hj. Megawati Soekarnoputri. FGD menjadi sangat berkualitas dan bermakna. Arief Budiman menyampaikan pemikiran segar jernih, bernas kontekstual, dan relevan visioner. Juga berbicara jelas dan tegas tentang masa transisi demokrasi dan penguatan Indonesia berbasis kualitas keadilan, kesejahteraan, dan kemakmuran. 

Arief Budiman selalu berpendirian kukuh, teguh, dan konsisten untuk bergerak dan berjuang dalam berbagai ruang lingkup dan skala kesempatan dengan keluasan dan kedalaman spektrum kebeningan hati nurani dan kejernihan akal budi. Keseluruhan ini ditumbuhkan dan diabdikan Arief Budiman melalui materi-materi tematik : Pembangunan Demokrasi Berkemanusiaan Dan Berkeadilan. Arief Budiman telah meninggalkan kita tetapi Arief Budiman juga amat banyak dan sangat beragam "meninggalkan" kebersahajaan, kebersamaan, kebajikan, keadaban, dan sejumlah nilai-nilai "keluhuran, dan kebesaran" lainnya. Inilah warisan monumen kehidupan berkelas tak terbatas dan tak terhingga yang berguna bagi kebangkitan dan kemajuan masyarakat dan bangsa Indonesia bahkan kawasan regional dan internasional. Kita kehilangan Arief Budiman tetapi kita "tidak kehilangan" kebaikan, kesederhanaan, ketulusan, keteguhan, kejuangan, dan kehangatan yang telah dibumikan, dipraxiskan, dan akhirnya ditinggalkan Arief Budiman untuk kita. Kemudian untuk kita transformasi dan maknai dalam tugas panggilan dan tanggungjawab pengabdian kita, yang berfungsi penanda simbolik yang otentik dan konkrit sebagai penghormatan kepada Arief Budiman, yang sungguh-sungguh arief dan budiman. Selamat Jalan Mas Arief Budiman (Soe Hok Djin). RIP, tandas Bung Firman Mengakhiri. (Tim/red)

Label:

Rabu, 22 April 2020

Firman Jaya Daeli : Thevi Zebua, Sosok Berpengalaman & Berprestasi Menjadi Jenderal Bintang Satu

JAKARTA GELORA HUKUM - Beberapa foto ini dikirim langsung oleh Bapak Kolonel Inf. Thevi Angandowa Zebua kepada Firman Jaya Daeli setelah Bapak Kolonel Inf. Thevi Angandowa Zebua menghubungi dan berbicara langsung dengan Firman Jaya Daeli, sekaligus mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan semua pihak termasuk dan khususnya Firman Jaya Daeli yang selama ini selalu berkomunikasi. Pembicaraan ini sesaat setelah Kolonel Inf. Thevi Angandowa Zebua menerima penyerahan tugas, wewenang, tanggungjawab jabatan beserta tongkat komando dari Danjen Kopassus TNI AD.

Jabatan baru ini sebagai Danpusdiklatpassus Kopassus TNI AD adalah merupakan hasil validasi terbaru organisasi Kopassus dan TNI AD dengan Job Jenderal Bintang Satu. Kolonel Inf. Thevi Angandowa Zebua yang merupakan lulusan Akmil 1993 dalam waktu dekat akan menjadi perwira tinggi TNI dengan menyandang pangkat Jenderal Bintang Satu. Kolonel Inf. Thevi Angandowa Zebua sudah lulus mengikuti dan melewati seluruh jalur dan setiap jenjang pendidikan reguler di internal dan eksternal TNI. Kolonel Inf. Thevi Angandowa Zebua sudah menduduki beberapa jabatan strategis di lingkungan Kopassus TNI AD dan di Komando Teritorial jajaran TNI AD. 

Menurut Firman Jaya Daeli (mantan Pansus UU Pertahanan Negara di DPR-RI), yang telah beberapa kali bertemu dan berbicara dengan Bapak KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa, pada dasarnya sudah ada validasi organisasi terhadap beberapa struktur organ di dalam internal institusi TNI AD. Keberadaan validasi dan struktur organ baru ini akan semakin meningkatkan dan mempercepat kemampuan pertahanan negara di tataran matra darat secara mendasar dan menyeluruh. Keorganisasian, sistem, kepemimpinan, keanggoraan merupakan variabel-variabel terkait yang saling melengkapi dan memaknai. 

Figur Kolonel Inf. Thevi Angandowa Zebua salah seorang Perwira yang sangat berpengalaman dan berprestasi di setiap dan di semua tugas penempatan dengan hasil baik dan memuaskan tanpa cacad. Semoga penugasan dan penempatan melalui promosi di jabatan baru ini semakin meningkatkan kualitas pengabdian kenegaraan dan kinerja kelembagaan yang dilaksanakan Kolonel Inf. Thevi Angandowa Zebua. Doa dan dukungan menyertai semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa melindungi dan memberkati Kolonel Inf. Thevi Angandowa Mendrofa.

Acara penyerahan tugas, wewenang, tanggungjawab jabatan beserta tongkat komando sudah berlangsung hari Rabu, tanggal 22 April 2020, di Markas Komando Kopassus, di Jakarta. Acara penyerahan langsung dipimpin dan diserahkan oleh Danjen Kopassus TNI AD. Acara internal kedinasan akan dilanjutkan Hari Kamis, tangggal 23 April 2020 di Markas Komando Pusdiklatpassus Kopassus TNI AD di Cimahi, Jabar. (Tim/red)

Label:

Selasa, 21 April 2020

Gubernur Sumut, Tiba Dipulau Nias, Tinjau Kesiagaan DiRSUD Gusit

NIAS, GELORA HUKUM - Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi tiba di Pulau Nias, tinjau Rumah Sakit Umum Daerah Gunungsitoli yang juga
RSUD Gunungsitoli sebagai rumah sakit rujukan untuk penanganan penyakit Covid-19. (13/04)

Kedatangan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi di sambut baik oleh Bupati Nias Drs.Sokhiatulo Laoly, MM, Direktur RSUD Gunungsitoli Dr.Yulianus Dawolo. Gubernur Sumatera Utara didampingi kordinator Forkada se-Kepulauan Nias M.Ingati Nazara, Sekda Nias Barat, Wakil Walikota Gunungsitoli, Dandim 0213 Nias, Kapolres Nias, dan SKPD serta rombongan lainnya.

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, meminta Forkada Se-Kepulauan Nias dan termasuk RSUD Gunungsitoli untuk segera bertindak dalam mengatasi  kekurangan yang ada di RSUD Gunungsitoli dan melakukan pembinaan serta simulasi kepada tenaga medis dalam menangani Covid-19. Seraya Edi Rahmayadi menegaskan, jangan ada penolakan pada pasien Covid-19.”Tegasnya

Dalam kunjungan itu, Gubernur Edy Rahmayadi memberi bantuan masker 1 dus  dan alat pelindung diri (APD)  710 set di RSUD Gunungsitoli dan sebagiannya nanti  di berikan dibeberapa Puskesmas.

Kemudian Edy Rahmayadi juga meninjau bagaimana simulasi kesiagaan dan kesiapan tenaga medis dalam penanganan pasien Covid-19 saat masuk RS hingga diruang isolasi, dan juga ruang Isolasi di pantau langsung hingga alat-alat medis yang tersedia.

Setelah dari rumah sakit, Edy Rahmayadi meninjau  kesiagaan dan langkah dalam pencegahan  Covid-19 di Pelabuhan Gunungsitoli. (Makmur Gulo)

Label:

Cegah Covid-19, DPK Stie GMNI Nias, Bagikan Masker Kepada Warga

NIAS, GELORA HUKUM - Dewan pengurus komisariat stie GMNI Gunungsitoli Nias bagikan ratusan masker kepada warga sebagai rasa sosial dalam penanganan Covid-19. (14/04/20)

Ketua Dewan Pengurus komisariat (DPK) stie GMNI gusit nias Naberdin Laoli kepada gelorahukum mengatakan, kegiatan ini dilaksana sebagai bentuk rasa sosial Dewan Pengurus Komisariat Stie GMNI Gusit-Nias dalam penanganan Covid19."ucapnya

DPK Stie GMNI Gusit Nias melakukan Kegiatan pembagian masker kepada para pedagang PKL dan Pengemudi becak, motor yang ada di sekitaran jalan ciptomangunkusumo kota gunungsitoli serta memberikan tempat cuci tangan di beberapa tempat kunjungan masyarakat seperti sekretariat DPC GMNI Gusit-Nias dan Kantin Phaska disamping Sekretariat KNPI Kota Gunungsitoli."jelasnya

Menurut Naberlin Laoli, pedagang dan penarik becak ini lebih banyak melakukan transaksi kepada masyarakat dibanding dengan para pegawai. Dan sesuai rekomendasi dari pemerintah Pusat setiap orang yang keluar rumah disarankan memakai masker serta menjaga kebersihan dengan mencuci tangan.

Sementara itu Naberlin Laoli menyampaikan, agar masyarakat bisa mengikuti segala anjuran pemerintah dalam penanganan covid-19 ini memulai dari diri sendiri. Karna lebih baik mencegah dari pada mengobati."Imbaunya.

Pantauan Gelorahukum, pembagian masker tersebut di laksanakkan di sekitaran jalan ciptomangunkusumo kota gunungsitoli nias pada hari selasa 14 april sekitar jam 11.00 wib.(Makmur Gulo)

Label:

Pemdes Sisarahili Ma'u, Gelar Sosialisasi Pencegahan Covid-19

NIAS, GELORA HUKUM - Pemerintah desa sisarahili ma'u kecamatan ma'u kabupaten nias, gelar sosialisasi pencegahan dan penanggulangan dampak Covid-19, acara tersebut di laksanakan di gereja GNKP-Indonesia jema'a fries sisarahili ma'u. (17/04)

Turut hadir, Camat ma'u, perwakilan dari danposramil kec.ma'u, perwakilan dari kapolpos Kec.ma'u, Ka. UPT puskesmas ma'u, PLD, PD, PDTI, wartawan dan sejumlah relawan desa lawan covid-19 di desa sisarahili ma'u.

Pada penyampaian kades sisarahili ma'u Atoni Gulo, sosialisasi ini untuk menindaklanjuti surat bapak bupati nias nomor 141/0657/DPMD/2020 dalam hal pencegahan dan penanggulangan dampak Covid-19, maka saya sebagai kepala desa telah membentuk relewan desa lawan Covid-19 dengan melibatkan babinsa dan babinkamtimas kecamatan ma'u. Maka segala pembiayaan tentang kegiatan pencegahan dan penanggulangan dampak Covid-19 ini di bebankan pada anggaran pendapatan dan belanja desa sisarahili ma'u dengan mempedomani aturan yang ada."Ucap kades.

Pada arahan dan mbimbingan camat ma'u Rudin Waruwu ST, menyampaikan, kami dari pihak kantor camat ma'u sangat mengapresiasi acara sosialisasi ini di mana pihak kepala desa serta jajaran menindaklanjuti surat edaran bapak bupati nias dalam rangka mensosialisasikan pencegahan dan penanggulangan Covid-19 ini baik kepada relawan maupun kepada masyarakat nantinya

Untuk itu kami harapkan kepada relawan Covid-19 di desa sisarahili ma'u yang telah terpilih untuk melaksanakan tugasnya dengan memberi pemahaman kepada masyarakat untuk mencegah Covid-19 sebagaimana yang telah di anjurkan oleh pemerintah seperti menjaga kebersihan dan sebagainya."ucap camat

Kepala UPT puskesmas kecamatan ma'u Josefin Sitepu menyampaikan, virus Covid-19 ini sangat berbahaya penularannya, namun demikian virus ini juga gampang mengantisipasinya dan dapat sembuh sendiri tanpa di tangani oleh medis dengan cacatan bisa menjaga imunitas umum. Maka dengan itu kami juga berharap agar kita menyampaikan kepada saudara kita yang pulang dari sembrang agar sebelum sampai ke rumah, silahkan dulu datang di puskesmas untuk di perksa."Harapnya

Sambutan mewakili kapolpos kecamatan ma'u Kasman laoli menyampaikan, kami himbau kepada masyarakat untuk selalu mengikuti ajuran dari pemerintah untuk mencegah Covid-19 ini, dan juga kepada masyarakat untuk tidak melaksanakan seperti pesta dan keramaian lainnya di mana kami tidak segan-segan nanti untuk membubarkan, karna lebih baik mencegah dari pada mengobati."Tegas Kasman

Pantauan gelorahukum, seusai sosialisasi tersebut di lanjutkan dengan penyemprotan disenfektan rumah warga desa sisarahili ma'u serta rumah ibadah. (Suherman Gulo)

Label:

Lawan Covid-19, Pemdes Lauri Bersama Tim Relawan Semprot Rumah Warga

NIAS GELORA HUKUM - Pemerintah desa La'uri Kecamatan Sogae'adu Kabupaten Nias serta Babinsa 02 Gido, Kabtibmas, Tim Relawan, BPD, LPM, Tokoh Pemuda, serta Tokoh Masayarakat  setempat, melakukan penyemprotan disinfektan, Senin (20/4/2020).

Kepala desa La'uri Yuniman Zandroto mengatakan, pihaknya bergotong royong mencegah penularan Covid-19,  dengan melakukan penyemprotan kerumah warga dengan disinfektan dan juga sosialisasi kepada seluruh masyarakat, agar menjaga pola hidup sehat, rajin cuci tangan di tempat air yang mengalir, dan hindari berkumpul di tempat yang ramai.

Kegiatan “ Penyemprotan disinfektan dimulai dari fasilitas umum, seperti Balai Pertemuan dan beberapa tempat ibadah dan di teruskan ke rumah-rumah warga desa La'uri dusun I, dusun 4, berakhir ke dusun 5 “ucap Yuniman, kepada awak media.

Kades berharap, dengan penyemprotan disinfektan ini dapat memutus mata rantai Corona khususnya di desa la'uri Kecamatan Sogae'adu Kabupaten Nias.

Dengan tegas kades mengatakan biaya penyemprotan disinfektan di anggarkan di APBDes Ta.2020

Terakhir Kades menghimbau Kepada seluruh masyarakatNya agar selalu waspada dan tenang serta jangan takut menghadapi pandemi covid-19 apabila kita mematuhi maklumat Kapolri, atau himbauan pemerintah pusat dan daerah,” ujarnya

Salah Satu masyarakat desa La'uri, Watima Ndruru yang rumahNya di Semprot disinfektan berterimakasih kepada tim relawan covid-19, Pemerintah desa, Babin Kabtibmas, seraya memohon kiranya pandemi covid-19 ini segera berakhir. " Tutup salah satu masyarakat. (Frisman Sandroto)

Label:

Jumat, 17 April 2020

Rumah Sakit, APD, Dan Pengabdian Tulus Melebihi Tugas Tanggungjawab Profesi

GUNUNGSITOLI, GELORA HUKUM-Rumah Sakit (RS) memiliki relasi yang mutlak dan kuat dengan sarana prasarana dan fasilitas dibutuhkan dalam rangka penyelenggaraan pelayanan dan perawatan medis. Relasi mutlak ini juga berlaku antara RS dengan ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD). Ketika wabah pandemik covid-19 ini melanda Indonesia dan dunia internasional secara global maka keberadaan dan ketersediaan perangkat perlengkapan APD ini menjadi semakin relevan. Keberadaan dan ketersediaan APD dalam jumlah banyak merupakan sebuah kebutuhan mutlak dan mendesak. Pelaksanaan tugas luhur dan tanggungjawab mulia oleh jajaran RS, dalam hal ini komunitas dokter dan tenaga medis beserta pelayan terkait lainnya mesti selalu dimaknai dan dilengkapi dengan ketersediaan seperangkat kelengkapan APD. Dokter, tenaga medis, dan pelayan medis lainnya senantiasa melaksanakan tugas kemanusiaan ini sebagai tanggungjawab profesi dengan dukungan sepenuhnya APD.

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nias di Gunungsitoli, Kepni adalah sebuah rumah sakit khusus yang menjadi salah satu rumah sakit rujukan yang menangani warga masyarakat dan merawat pasien covid-19/virus corona di Kepulauan Nias (Kepni), Sumut. Warga masyarakat dan sesama manusia terpanggil tulus dan peduli kasih untuk bersatu dan bergotong royong mendukung dan membantu jajaran RSUD yang telah dan akan melaksanakan tugas pelayanan dan tanggungjawab profesi medis. Agenda sosial kemanusiaan ini untuk memastikan bahwa jajaran RSUD bertugas maksimal dan bekerja optimum demi untuk kebutuhan dan kepentingan umat manusia. RSUD memiliki kemauan yang kuat dan kepedulian yang tinggi untuk berjuang keras dan bekerja tuntas dengan sepenuh hati demi untuk melayani dan merawati warga masyarakat. Meskipun ada keterbatasan atas kesediaan sarana prasarana, fasilitas, dan khususnya perangkat perlengkapan APD namun jajaran RSUD senantiasa mengutamakan pelayanan dan perawatan kenanusiaan secara sungguh-sungguh demi untuk keselamatan dan kesehatan warga masyarakat di Kepni.

Keterbatasan APD di RSUD harus segera dan secepatnya diatasi dan dilengkapi melalui berbagai bentuk, wujud, pola, dan metode partisipasi dari sejumlah kalangan selain dari jajaran Pemerintah. Warga masyarakat dan jajaran lain terpanggil peduli untuk berbagi tugas dan tanggungjawab dalam rangka mengatasi dan melengkapi keterbatasan dan kekurangan APD. Firman Jaya Daeli telah menyampaikan sumbangan partisipasi sebagai pengabdian sosial kemanusiaan dalam bentuk seperangkat perlengkapan APD kepada RSUD Nias di Gunungsitoli, Kepni. Sumbangan partisipasi diserahkan oleh Kris Harefa mewakili Firman Jaya Daeli yang diterima langsung oleh Direktur RSUD Dokter Julianus Dawolo didampingi para menejemen dan staf RSUD. Kita semua sebagai warga masyarakat dan sesama umat manusia pada dasarnya terpanggil dengan kesadaran penuh dan dengan kepedulian tulus untuk berpartisipasi. Perihal ini terutama melalui program pengabdian dan kegiatan pelayanan kesehatan yang dilaksanakan oleh jajaran RSUD. 

Masyarakat dan bangsa Indonesia harus senantiasa bersatu dan bergotong royong melawan covid-19. Virus penyakit ini sama sekali tidak pandang bulu, juga sama sekali tidak memilih dan memilah sasaran berdasarkan latar belakang warga masyarakat dan manusia. Kita semua sebagai warga masyarakat dan umat manusia mesti segera dan dalam tempo cepat melakukan sejumlah kebijakan yang terukur dan yang terencana serta berbagai langkah kegiatan yang konkrit dan yang dibutuhkan. Permohonan maaf disampaikan Firman Jaya Daeli kepada jajaran RSUD Nias di Gunungsitoli, Kepni karena untuk sementara ini tidak dapat mendatangi lokasi setempat di Kepni. Memohon maaf juga jika sumbangan partisipasi yang disampaikan sebagai tugas dan tanggungjawab bersama masih amat kecil. Namun selalu berpengharapan bahwa perihal sumbangan partisipasi ini mungkin dapat bermanfaat sedikit bagi kalangan dokter dan tenaga medis serta pelayan terkait lainnya yang amat membutuhkan APD. Lagi pula sedang fokus dan serius melaksanakan program dan kegiatan yang sama di kawasan Jabodetabek dan wilayah lain lagi di Indonesia.

Jajaran Pemerintah Nasional di bawah kepemimpinan Presiden RI Jokowi dan Wakil Presiden RI K.H. Ma'ruf Amin telah bekerja maksimal dan sedang bekerja optimum untuk melakukan dan meningkatkan Percepatan Penanganan Covid-19. Ada sejumlah regulasi, instrumentasi, dan aksi nyata yang disediakan dalam rangka percepatan penanganan. Ada jugabGugus Tugas di tataran nasional dan di tataran daerah-daerah. Segenap instansi jajaran kesehatan dan rumah sakit di berbagai tingkatan beserta dokter, tenaga medis, dan pelayan medis terkait lainnya di berbagai lokasi tempat, juga sudah dan semakin berjuang keras dan bekerja tuntas mengatasi, melayani, merawati, dan menangani rakyat yang terdampak dan pasien yang terkena. 

"Salam Kemanusiaan, Salam Kerakyatan, Salam Kebangsaan" tandas Bung Firman mengakhiri. (Tim/red)

Label:

Sabtu, 11 April 2020

Cegah Covid-19, PAC IPK Medan Amplas Gelar Penyemprotan Disinfektan

MEDAN, GELORA HUKUM - Meminimalisir merebaknya pandemi Covid-19 atau Virus Corona, Keluarga besar Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pemuda Karya (PAC IPK)  Kecamatan Medan Amplas dan 7 pengurus Ranting Se-Kecamatan Medan Amplas gelar penyemprotan Disinfektan di sepanjang  Jalan Sisingamangaraja, Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan, Kamis (9/4/2020). 

Kegiatan ini merupakan bentuk empati dan dukungan kader Ikatan Pemuda Karya Kecamatan Medan Amplas terkait kebijakan pemerintah dalam memerangi dan mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19).

Ketua PAC IPK Medan Amplas, heweri Pandiangan didampingi Sekretaris Maradong Nainggolan, Bendahara Pentinus Marbun yang  ikut langsung dalam kegiatan ini berharap peran serta mereka dalam memerangi penyebaran virus Covid-19 ini dapat membantu mengedukasi warga khususnya di Kecamatan Medan Amplas agar tetap menjaga kesehatannya, menjaga lingkungan dan keluarganya serta untuk sementara tetap berdiam diri di rumah sesuai anjuran pemerintah.

“Sebagai mitra pemerintah di bidang kepemudaan, kami selaku kader Ikatan Pemuda Karya (IPK) akan tetap mendukung upaya pemerintah dalam memerangi dan melindungi warga dari serangan pandemi covid-19. Salah satunya dengan melakukan penyemprotan desinfektan ke rumah-rumah Ibadah,Kantor Pemerintah dan Swasta,Loket-Loket Bus,Toko dan warung milik warga dan lainnya,” kata Heweri. 

Lebih lanjut, Haweri Pandiangan yang sudah 2 Periode menjabat Ketua IPK Medan Amplas menjelaskan, Bahwa kegiatan ini dilakukan dengan biaya swadaya sendiri atau biaya Mandiri. 

"Kegiatan hari ini juga dapat dukungan dari Muspika Kecamatan Medan Amplas, yakni dari Polsek Patumbak, Koramil O8/MJ Amplas dan Kecamatan Medan Amplas, " Ujarnya. 

Sementara itu Hendrik Hutapea yang juga Ketua Ranting IPK Harjosari II,Kecamatan Medan Amplas meminta warga Kecamatan Medan Amplas untuk selalu menjaga kesehatan diri dan keluarga dengan mentaati dan mematuhi anjuran pemerintah baik terkait ‘social distanding’ maupun protokol kesehatan mendasar di rumah masing-masing.

“Dengan mematuhi himbauan untuk tetap berdiam di rumah, mencuci tangan dengan sabun, menghindari keramaian dan tetap jaga jarak selama pandemi Corona berlangsung, itu artinya kita sudah membantu pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19,” Ucap Hendrik

Sebelumnya PAC  IPK Medan Amplas  bersama para Kader Ikatan Pemuda Karya melakukan penyemprotan Disinfektan di Terminal Terpadu Amplas dan  juga aktif memberikan himbauan kepada warga dengan berkeliling kampung untuk berdiam diri di rumah sebagai tindaklanjut Maklumat Kapolri. (Antoni Pakpahan)

Label:

Senin, 06 April 2020

Isi Telekonferensi Bupati Nias Barat Dengan Gubsu, Cegah Covid-19

Bupati Nias Barat Faduhusi Daeli, sedang Telekonferens dengan Edy Rahmayadi Gubernur Sumatera Utara
NIAS BARAT, GELORA HUKUM - Bupati Nias Barat Faduhusi Daeli, diruang kerjanya gelar Telekonferens dengan Edy Rahmayadi Gubernur Sumatera Utara terkait langkah konkrit penerapan SOP melawan Pandemi Covid-19, (6/4/2020)

Dalam Teleconference  kali ini Bupati Nias Barat Faduhusi Daely, S.Pd turut didampingi Sekda Prof. Dr. Fakhili Gulo, Kadis Kominfo Faigizatulö Halawa, S.Pd.,MM, Inspektur Drs.Turuna Gulö, Asisten II Yupiter Hia, S.IP.,MM, Kabag. PROAC Dameria Zebua, S.Pd.,MM, Kabag. Kesra Nur'awani Ziliwu, S.Pd.,MM.

Gubernur Sumatera Utara mengharapkan tanpa kecuali, agar ;

1.Tetap jaga jarak (social distancing) sebagai upaya memutus rantai penyebaran Virus Corona.

2. Di setiap Daerah ada Rumah Sakit Rujukan Pasien COVID-19.

3. Kita tahu hal ini kita semua sangat kesulitan oleh karena keterbatasan yang ada, tetapi bagaimanapun juga kita tidak bisa pasrah dan harus kita sikapi dengan upaya dan kerjasama yang baik diantara kita.

4. Kepada Kepala Daerah Pantau terus setiap pengunjung/pendatang dari daerah lain baik melalui jalur resmi bahkan jalur tikus dan urus mereka serta tetap lakukan Isolasi sesuai SOP yang ada.

5. Awasi dan berikan dukung penuh kepada  tenaga-tenaga Medis kita di daerah.

6. Berhubung kita di daerah masih banyak keterbatasan, maka tempat rujukan yang ada di daerah hanya menangani pasien ringan dan sedang; sedangkan yang sifatnya pasien berat langsung rujuk ke Medan.

7. Rapid Test, harus kita upayakan dalam waktu cepat dan khusus di Pulau Nias untuk lima Kab/Kota, maka sejumlah APD termasuk Rapid Test hari ini di luncurkan ke Nias, tandas Gubernur.

8. Makam Pasien COVID-19 dibawah kendali Kepala Daerah dan bagi korban COVID-19 lakukan pemakaman dengan sebaik-baiknya dan sesuai SOP yang ada.

9. Dalam hal pemakaman jenazah; jika daerah mendapat kesulitan, maka Gubernur siap membiayai, sebab apapun itu, mereka adalah saudara-saudara kita. Semua tidak berkehendak kondisi yang ada saat ini, tetapi kehendak Tuhan siapa yang mampu melarang, Ujar Gubernur Sumut.

10. Dampak COVID-19 terutama di sektor Ekonomi sangat diraskan oleh masyarakat kita, oleh karena itu Gubsu telah melakukan refokus dan realokasi anggaran melalui refokus kegiatan sebesar 500 Miliar. Dari 33 Kab/Kota di Sumut, karena satu orang saja sakit, maka semua kita sakit, tegas GUBSU.

11. Masker yang dianjurkan adalah harus Masker N-95 yang dapat menyaring Virus hingga 95%.

Tanggapan Bupati Nias Barat, menyampaikan sekilas kondisi Jalan dari Nias Barat yang kurang memadai saat ini serta jarak tempuh yang cukup jauh, sehingga dalam mengurus para pasien mengalami banyak kesulitan. Oleh karena itu, kami mohon petunjuk Bapak Gubernur apabila Rumah Sakit Umum Daerah Pratama yang barusan siap dibangun di Nias Barat untuk dapat di gunakan sebagai ruang isolasi sementara bagi ODP dan Orang Tanpa Gejala (OTG), sedangkan pembiayaan para pasien berupa kebutuhan dan makanan ditanggung oleh kami Pemerintah Daerah.

Lanjut Bupati, saat ini kondisi Kabupatèn Nias Barat per 6 April 2020 yakni: OTG= 359, ODP = 14, PDP  = 0, Positif = 0, sembuh = 0.

APD di Nias Barat belum ada hingga hari ini, sedangkan Rapid Test baru 10 buah. Mohon Bapak Gubernur berkunjung ke Nias Barat untuk yang kesekian kalinya, melihat secara langsung kesiapan kami dalam menyikapi Pandemi Virus Corona, tandas Bupati.

Tanggapan balik Gubernur Sumut mengatakan, atas apa yang disampaikan Bupati Nias Barat sangat di "apresiasi" kebijakan menawarkan Rumah Sakit Umum Daerah Pratama yang baru di bangun di Nias Barat untuk dijadikan sebagai tempat atau ruang isolasi bagi pasien Pandemi COVID-19 dan untuk bisa menjadi rujukan Pasien COVID-19, maka nanti kita Check apakah sudah memenuhi syarat atau masih belum.

Selain itu Gubernur Sumatera Utara menghimbau;

1. Penyakit COVID-19 dan yang sudah terpapar Virus Corona ini bukan penyakit Hina yang perlu disembunyikan.

2. Masing2 daerah harus menyiapkan isolasi khusus yang sifatnya sementara.

3  Instruksikan kepada Kepala Desa untuk melakukan sosialisasi di warganya secara terus menerus, untuk selalu waspada dan jangan panik, jaga jarak dan hindari penularan.

4. Kepada Kepala Daerah diharapkan antisipasi kesulitan ekonomi rakyat akibat dampak COVID-19.

5.  Kepada Bupati/Wali Kota; harus menyiapkan data yang benar bagi keluarga terdampak COVID-19 bukan penerima PKH, Sembako, dll, jika ada kesulitan segera hubungi Gubernur. (Tim/red)

Label:

GNPK RI, Resmi Laporkan Kades Hilifadolo Nias Barat

Emanuel Gulo,Wakil Ketua PK GNPK RI kab. Nias Barat
NIAS BARAT, GELORA HUKUM - Pimpinan Kabupaten Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi RI Kabupaten Nias Barat, secara resmi laporkan inisial BG Kepala Desa Hilifadolo Kecamatan Moro'o Nias barat kepada Kejaksaan Negeri Gunungsitoli dan Inspektorat Nias barat, (10/3/2020)

Emanuel Gulo,Wakil Ketua PK GNPK RI kab. Nias Barat menjelaskan, uraian dugaan korupsi yang kami laporkan adalah ; Paket pekerjaan rabat beton TA. 2018-2019, Paket pekerjaan sarana air bersih, pembangunan Kantor  Desa, semua dikerjakan tanpa perhitungan mutu, lainnya pengelolaan BUMdes terkesan tidak jelas, hingga diperkirakan kerugian negara ratusan juta rupiah.

Dari sejumlah poin diatas, kami memiliki bukti pendukung dan telah kami lampirkan pada laporan yang telah kami sampaikan, guna untuk memudahkan  pihak terkait dalam melakukan pengusutan. Dari itu kami mengharapkan kepada pihak terkait agar masalah ini segera diusut tuntas, agar Dana Desa yang diperuntukkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terhindar dari korupsi oleh oknum yang sengaja memperkaya diri sendiri atau orang lain, tandas Emanuel.

Laporan yang kami sampaikan pasti terus kami kawal agar terhindar dari godaan angin surga, sebab kita sangat memahami ruang dan batas penanganan laporan masyarakat oleh masing masing - masing institusi yang berkompeten menangani masalah ini, ungkap Emanuel.

Kepada media Gelora Hukum, Obadi Hulu (Sekretaris Inspektur Kabupaten Nias barat) membenarkan sudah menerima laporan dari GNPK RI Kab. Nias barat, yakinlah dalam waktu dekat pasti kami akan segera menindaklanjuti dengan sungguh sungguh, tandas Obadi.

Melalui Via Telepon Seluler, Beneami Gulo "Kepala Desa Hilifadolo" dengan singkat menjelaskan pengelolaan anggaran Desa di Desa Hilifadolo sesuai dengan Bestek. (Tim/red)

Jumat, 03 April 2020

DPP API, Bantah Adanya Isu Damai Terkait Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan

MEDAN, GELORA HUKUM - Dewan  Pimpinan Pusat Aliansi Peduli Indonesia (DPP API)  dengan tegas mengatakan,Belum ada kesepakatan damai dengan Pelapor dan Terlapor  terkait kasus dugaan pemalsuan tanda tangan orang yang sudah meninggal dunia yang dilakukan oleh Oknum Kepala Desa (Kades) Telaga Sari, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang berinisial SR dan 7 orang lainnya yang sudah ditangani oleh penyidik Subdit II Harda Tahbang Ditreskrimum Polda Sumatera Utara. 

Kasus pemalsuan tanda tangan orang yang sudah meninggal dalam Surat Keterangan Ganti Rugi Tanah (SKGR) sudah diserahkan sepenuhnya oleh pihak Kepolisian Dirkrimum Polda Sumatera Utara dan hingga saat ini tidak  ada kesepakatan kata Damai dari kedua belah pihak (Pelapor dan Terlapor -red). 

Hal itu dikatakan Ketua DPP API Alexander Ginting selaku pelapor dan didampingi dari pihak keluarga Ahli Waris almarhum Harjo Suwito dalam konfrensi pers dengan awak media di kantor Hukum Syahputra Lubis & Associate Jl. Pon III, Pasar Merah Barat, Medan, Kamis (2/4).

"Kami selaku kuasa hukum korban hingga saat ini belum ada melakukan kesepakatan Damai dan belum ada komunikasi dari pihak terlapor kepada saya (Pelapor-red)  dan pihak keluarga Almarhum Harjo Suwito.Sehingga saat ini kami melakukan konfrensi Pers kepada awak media untuk mengklarifikasi adanya Isu dilapangan bahwa sudah ada kesepakatan Perdamaian,bahwa Isu tersebut tidak benar, " Ujar Alexander dengan tegas. 

Lebih Lanjut, Alexander mengatakan, bahwa saat ini beberapa saksi dari pihak keluarga Almarhum Harjo Suwito sudah diminta keterangan sebagai saksi di Polda Sumut dan Oknum Kepala Desa (Kades)  inisial SR sudah diperiksa oleh pihak Penyidik Ditreskrimum Polda Sumut. 

"Kami selaku kuasa hukum korban siap melakukan pengawalan kasus ini. Namun penyidikannya kami serahkan semuanya pada pihak kepolisian," ucapnya. 

Terungkapnya kasus dugaan pemalsuan tanda tangan orang yang telah meninggal dan diduga dilakukan oleh Kades beserta kroninya berawal dari adanya laporan Alexander Ginting, Ketua Umum Aliansi Peduli Indonesia (API) ke markas kepolisian daerah Sumatera Utara. Alexander Ginting diberikan kuasa khusus oleh pemilik tanah untuk menangani kasus penyerobotan tanah warisan milik mereka. Dimana tanah korban diserobot dengan cara memalsukan tanda tangan warga yang telah meninggal dunia untuk dijadikan saksi atas kepemilikkan tanah.

"Kami telah melaporkan oknum Kades Telaga Sari Sunggal berinisial SR beserta tujuh orang lainnya. Kasus yang kami laporkan terkait dugaan pemalsuan tanda tangan orang yang telah meninggal dunia. Tanda tangan dua orang warga yang telah meninggal dunia dipalsukan untuk dijadikan saksi terkait tanah yang sebenarnya milik ahli waris almarhum Harjo Suwito. Laporan kami diterima dengan No. LP / 1789 / XI / 2019 / Sumut / SPKT I, Tanggal 28 November 2019," ujarnya. 

Lebih lanjut Alexander Ginting lalu menceritakan sedikit kronologis kasus dugaan pemalsuan tanda tangan orang yang telah meninggal dunia tersebut. Tanda tangan dua orang warga yang telah lama meninggal digunakan untuk menjadi saksi atas kepemilikkan tanah seluas 11.000 M2 dan 22.000 M2 yang terletak di Dusun I, Desa Telaga Sari, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang.

"Peristiwa bermula pada tanggal 26 April 2018 Kades Telaga Sari mengeluarkan surat keterangan bernomor 470/189/2018 menerangankan bahwa Sugiman Anjas Sasmita ada benar menguasai sebidang tanah seluas 
21520 Meter persegi sejak tahun 1973 berdasarkan SK Bupati. Namun surat tersebut telah tercecer berdasarkan laporan hilang ke Polrestabes Medan, pelapor Rusli tanggal 25 April 2018 dan juga iklan di koran pada tanggal 10,11 dan 12 April 2018. Berdasarkan laporan hilang dan iklan di koran kemudian Sugiman Anjas Sasmita membuat pernyataan memiliki sebidang tanah seluas tersebut. Pernyataan tersebut disaksikan oleh Mino (Kadus), Siman telah meninggal dunia pada 18 - 08 - 1984 dan Sibun telah meninggal dunia pada 19 - 03 - 1995. Para saksi juga menandatangani, " ujarnya. 

Bahkan pada tanggal yang sama, 26 April 2018 dibuat juga surat penyerahan ganti rugi tanah dari Sugiman Anjas Sasmita kepada Juliandi dengan saksi - saksi Mino, Kadus, Siman dan Sibun (Yang Telah Lama Wafat), Surat tersebut diketahui dan ditandatangani Kades Telaga Sari, Selamat Riadi dan Sekcam Kecamatan Sunggal, Rahmat Azahar Siregar. Kenapa bisa begitu, Padahal dua warga yang jadi saksi telah lama meninggal dunia. Ada apa, Karena itulah kami melaporkan kasus tersebut. Beberapa saksi sudah dipanggil. Bahkan Mino, Kadus juga mengaku jika tanda tangan kedua warga itu tidak benar. Itu langsung dihadapan penyidik kepolisian. Jadi untuk kasus ini, Sepenuhnya kita serahkan penanganannya kepada pihak berwajib," ungkap Alexander Ginting tersenyum. (AP)

Label:

Pengabdian Komunitas Kepni Bergotongrorong Berbagi Kasih Dan Berkat Akibat Covid-19

JAKARTA, GELORA HUKUM - Warga masyarakat Kepni di Indonesia yang tergabung dalam sejumlah ormas dan komunitas paguyuban di Jabodetabek melaksanakan Program Pengabdian Sosial Dan Ekonomi beserta Kegiatan Berbagi Kasih Dan Berkat. Tampak dalam berbagai foto dan video ketika ormas dan komunitas : Relawan Bersatu Indonesia Maju ; FKNO ; PPN, GEMONI, Owo Voice ; dan bersama Firman Jaya Daeli melaksanakan program dan kegiatan ini. 

Pelaksanaan tugas tanggungjawab sosial dan kasih persaudaraan kemanusiaan ini dalam bentuk : penyampaian Paket Bahan Makanan ("Sembako") kepada kalangan masyarakat yang sangat membutuhkan. Ada kalangan "miskin kota", "pekerja informal", dan sejumlah kalangan masyarakat bawah dan terbawa lainnya yang terkena dan terdampak secara sosial dan ekonomi akibat wabah pandemik covid-19/virus corona. Setiap satu paket bahan makanan berisikan beras, telur, indomie, minyak goreng, gula, teh, dll, yang dapat dikonsumsi oleh satu keluarga (5 s/d 7 orang) selama minimal satu minggu (7 s/d 9 hari). 

Ada beberapa gelombang dan tahapan pembagian serta sejumlah titik pembagian. Gelombang dan tahapan pertama sudah dan sedang berlangsung dengan jumlah seratus (100) paket bahan makanan untuk seratus (100) keluarga. Gelombang dan tahapan selanjutnya lagi akan berlangsung dengan jumlah dan materi paket bahan makanan yang sama. Seratus (100) paket setiap gelombang dan tahapan.

Tuhan Yang Maha Kuasa, Maha Pengasih Dan Penyayang telah dan selalu memberkati dan mengingati kita untuk berbagi Kasih Dan Berkat dengan sesama manusia terutama yang sungguh-sungguh amat membutuhkan. Nilai-Nilai Pancasila juga sudah dan senantiasa menuntun dan menggerakkan kita untuk membumikan Nilai-Nilai sosial kemanusiaan dan kerakyatan dengan semangat hidup tumbuh bersama berkeadaban dan bersatu bergotongroyong dalam wadah NKRI. 

Jiwa dan semangat yang optimis dan berpengharapan ini, kita masyarakat dan bangsa Indonesia dengan kedisiplinan tinggi dan kerajinan keras senantiasa mendukung dan melaksanakan ketentuan dan kebijakan Pemerintah Nasional beserta jajaran lengkap untuk melawan covid-19/virus corona. Virus penyakit ini merupakan wabah pandemik yang melanda dunia dan sama sekali tidak pandang bulu. 

Salam Kemanusiaan, Salam Kerakyatan, Salam Kebangsaan. (Tim/red)

Label:

Pemdes Tuhemberua Ma'u, Gelar PPSJ Perangkat Desa

NIAS, GELORA HUKUM - Pemerintah desa tuhemberua kecamatan ma'u kabupaten nias gelar pelantikan pengambilan sumpah janji (PPSJ) kepada perangkat desa yang dilaksanakan di rumah kepala desa tuhemberua (02/04)

Turut hadir pada acara tersebut : Pendeta Budi Rahmat Gulo, staf kantor camat ma'u, kepala desa tuhemberua serta jajaran, mantan kepala wilayah, tokoh masyarakat, tokoh agama, PKK, linmas, wartawan serta masyarakat desa tuhemberua

Ada pun perangkat desa yang di lantik yaitu, kepala wilayah satu sampai kepala wilayah lima, kepala seksi pelayanan dan kepala seksi pemerintahan

Sekdes tuhemberua Yasman Gulo pada kata pengantarnya mengatakan, berdasarkan dengan hasil seleksi panitia penjaringan perangkat desa tuhemberua pada beberapa minggu yang lalu kepada perangkat desa yang lulus seleksi, maka dengan itu pemerintahan desa tuhemberua melaksanakan pelantikan pengambilan sumpah janji pada hari ini."ucapnya

Pada sambutan kepala desa Erik Erwin Jaya Gulo, kami ucapkan selamat kepada perangkat desa yang baru di lantik dan juga kami berterima kasih kepada panitia penjaringan yang telah menyukseskan pelaksanaan penjaringan perangkat desa tuhemberua. Kami berharap kepada perangkat desa yang baru di lantik supaya jangan hanya sekedar mengucapkan sumpah janji dan jangan hanya sekedar mengikuti apa yang kami katakan pada saat mengambil sumpah, tetapi harus melaksanakan tugas sesuai dengan fungsing masing-masing."ucap kades

Tambhanya, agar selalu mengedepankan kekerjasamaan, keterbukaan, dan pelayanan yang optimal kepada masyarakat. Seraya Erwin Gulo menegaskan, jangan sampai ada pungutan-pungutan bila ada pengurusan masyarakat, karna saya tidak segan-segan untuk bertindak sesuai dengan aturan."tegasnya.

Pada sambutan Wakil ketua BPD FATISOKHI GULO menyampaikan, supaya perangkat desa yang baru di lantik bekerja sesuai aturan, terbuka, transparan serta selalu dekat kepada masyarakat desa."harapnya

Tokoh masyarakat OTENIELI GULO menyampaikan, kami sebagai masyarakat selalu mendukung kegiatan yang di laksanakan oleh pemerintahan desa. Dan kepada perangkat desa yang di lantik agar bekerja serius sesuai dengan aturan sebagai mana harapan kepala desa yaitu perangkat desa harus membantu kepala desa dalam penyelenggaraan pemerintahan desa untuk menuju desa tuhemberua yang maju, serta adanya pendekatan yang baik kepada masyarakat."harap mantan kades itu.

Pada sambutan mewakili camat ma'u oleh Bobi Florianus Harefa KASTAPEM kec.ma'u mengatakan, kami sambut baik serta mengucapkan selamat kepada perangkat desa yang baru di lantik, di mana juga perangkat desa harus birokrat dan profesional karna kesejahteraannya setara dengan golongan 2A dan masa tugasnya sampai umur 60 tahun. Maka perangkat desa harus benar-benar menjaga pekerjaan ini."tandasnya. (Makmur Gulo)

Label:

Rabu, 01 April 2020

Ruang Lingkup Kebijakan Pemerintah Daerah Mencegah COVID-19

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo bersama Tim Kerja
JAKARTA, GELORA HUKUM -  Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo menyampaikan arahan penanganan virus Corona (COVID-19) di daerah.

Langkah yang diambil oleh pemerintah daerah masing-masing diharapkan mencakup empat aspek yaitu, pencegahan, respons, pemulihan, dan tim pakar serta melakukan konsultasi tentang rencana kebijakan yang akan dibuat kepada Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.

Pemerintah daerah bisa mengambil langkah - langkah kebijakan pencegahan COVID-19 dengan strategi Social Distancing yang berpedoman kepada protokol berkaitan kegiatan belajar mengajar di Institusi Pendidikan, ibadah, berkumpul di tempat publik, pembatasan acara keramaian, dan proses kegiatan kerja Aparatur Sipil Negara.

Aktivitas Front Liners (pekerja garis depan) dan pemenuhan kebutuhan dasar untuk masyarakat perlu diperhatikan, antisipasi penyebaran COVID-19, pemerintah daerah pun diharapkan dapat melakukan penguatan fasilitas kesehatan (faskes), dengan melibatkan Rumah Sakit Umum Pemerintah Daerah (RSUD), Puskesmas dan Rumah Sakit Swasta serta penguatan sistem laboratorium di daerah masing-masing," tegas Doni melalui ketererangan Pers, (17/3/2020).

Selain itu pemerintah daerah harus memaksimalkan kolaborasi pentahelix (pemerintah, akademisi/pakar, dunia usaha, komunitas/masyarakat dan media), serta pelibatan sampai tingkat desa/kelurahan, termasuk perangkatnya (PKK, Karang Taruna, RT/RW), tegas Doni.

Sebelum membuat keputusan, pemerintah daerah diharapkan dapat membentuk gugus tugas daerah terlebih dahulu dan bersifat segera dan harus memerhatikan prinsip-prinsip akuntabilitas dan transparansi," Doni menekankan.

Selanjutnya, pemerintah daerah wajib memerhatikan keselamatan masyarakat, kepentingan antar-daerah, dan kepentingan nasional.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), supaya semua kebijakan daerah yang terkait dengan COVID-19 harus dikonsultasikan terlebih dahulu kepada pemerintah pusat melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, tegas Doni. (Edy)

Label:

Bupati Nisel Terbitkan Surat Edaran, Antisipasi Kenaikan Harga Sembako

Bupati Nias Selatan, Dr. Hilarius Duha, SH., MH
NIAS SELATAN, GELORA HUKUM – Bupati Nias Selatan, Dr. Hilarius Duha, SH., MH mengeluarkan Surat Edaran Nomor : 510/5505/Bup/2020 tertanggal : 31 Maret 2020, tentang larangan penimbunan barang kebutuhan pokok dan atau barang penting lainnya.

Surat edaran tersebut untuk mengantisipasi kelangkaan dan kenaikkan harga kebutuhan pokok pada situasi Pandemi covid – 19 yang telah menjadi kecemasan global saat ini.

Adapun bunyi Surat Edaran itu, yakni : masyarakat tidak berlebihan dalam berbelanja, terutama barang kebutuhan pokok atau parang penting. Pelaku usaha tidak memanfaatkan situasi dengan menaikka harga kebutuhan pokok dan atau barang penting kepada konsumen yang berbelanja secara berjenjang, serta tidak melakukan tindakan yang merugikan masyarakat, seperti penimbunan barang kebutuhan pokok atau barang penting lainnya.

Dalam situasi kelangkaan dapat dikenakan Pidana sesuai dengan Undang – undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, sebagai berikut : “Pasal 107 Pelaku usaha yang menyimpan barang kebutuhan pokok dan atau barang penting dalam jumlah dan waktu tertentu pada saat terjadi kelangkaan barang, gejolak harga, dan atau hambatan lalu lintas perdagangan barang sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 29 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan atau pidana denda paling banyak Rp. 50 Milyar”.

“Pasal 108, pelaku usaha yang melakukan manipulasi data dan atau informasi mengenai persediaan barang kebutuhan pokok dan atau barang penting, sebagaimana dimaksud dalam pasal 30 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan atau pidana denda paling banyak Rp. 10 Milyar”.

Dan informasi terkait penimbunan barang kebutuhan pokok atau barang penting, dapat menghubungi Hot Line/WhatsApp : 081 260 338 355 ( Kadis Perindag Nias Selatan), 081 269 832 465 (Sekdin Perindag Nisel) dan 082 167 618 204 (Kabid. Perdagangan Disperindag Nisel).

Apabila ditemukan adanya penimbunan barang pokok dan atau barang penting lainnya, akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait dalam hal ini Polres Nias Selatan, untuk segera mengambil tindakan, tegas F. Marthin Ley, SE., MM.

Untuk itu, pihak  Bupati Nisel Terbitkan Surat Edaran, Antisipasi Kenaikan Harga Sembako

 NIAS SELATAN, GELORA HUKUM – Untuk mengantisipasi kelangkaan dan kenaikkan harga kebutuhan pokok pada situasi Pandemi covid – 19, Bupati Nias Selatan Dr. Hilarius Duha, SH., MH mengeluarkan surat edaran tentang larangan penimbunan barang kebutuhan pokok dan barang penting lainnya.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Nias Selatan, F. Marthin Ley, SE., MM, Rabu (01/04/2020).

Dia menguraikan, langkah – langkah yang dilakukan  Pemerintah Nias Selatan  langkah antisipasi kelangkaan dan kenaikan harga sembako dipasaran, pihaknya sudah melakukan monitoring pasar mengenai ketersediaan bahan kebutuhan pokok dan gas elpiji, ungkapnya.

Dilanjutkan, dari hasil monitoring pasar tersebut di beberapa distributor/pedagang, melihat secara langsung bahwa, ketersediaan bahan pangan dan gas elpiji di Kabupaten Nias Selatan, masih tersedia untuk kebutuhan 2 (dua) Minggu kedepan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Nias Selatan, F. Marthin Ley mengakui, memang ada kenaikan harga bahan pokok musalnya gula pasir, namun tidak terlalu signifikan.

Dari itu Bupati Nias Selatan, mengeluarkan Surat Edaran Nomor : 510/5505/Bup/2020 tertanggal : 31 Maret 2020, tentang larangan penimbunan barang kebutuhan pokok dan atau barang penting.

Adapun bunyi Surat Edaran itu, yakni : masyarakat tidak berlebihan dalam berbelanja, terutama barang kebutuhan pokok atau parang penting. Pelaku usaha tidak memanfaatkan situasi dengan menaikka harga kebutuhan pokok dan atau barang penting kepada konsumen yang berbelanja secara berjenjang, serta tidak melakukan tindakan yang merugikan masyarakat, seperti penimbunan barang kebutuhan pokok atau barang penting lainnya.

Dalam situasi kelangkaan dapat dikenakan Pidana sesuai dengan Undang – undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, sebagai berikut : “Pasal 107 Pelaku usaha yang menyimpan barang kebutuhan pokok dan atau barang penting dalam jumlah dan waktu tertentu pada saat terjadi kelangkaan barang, gejolak harga, dan atau hambatan lalu lintas perdagangan barang sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 29 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan atau pidana denda paling banyak Rp. 50 Milyar”.

“Pasal 108, pelaku usaha yang melakukan manipulasi data dan atau informasi mengenai persediaan barang kebutuhan pokok dan atau barang penting, sebagaimana dimaksud dalam pasal 30 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan atau pidana denda paling banyak Rp. 10 Milyar”.

Dan informasi terkait penimbunan barang kebutuhan pokok atau barang penting, dapat menghubungi Hot Line/WhatsApp : 081 260 338 355 ( Kadis Perindag Nias Selatan), 081 269 832 465 (Sekdin Perindag Nisel) dan 082 167 618 204 (Kabid. Perdagangan Disperindag Nisel).

Selanjutnya Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Nias Selatan, F. Marthin Ley, SE., MM, Rabu (01/04/2020) mengatakan, apabila ditemukan adanya penimbunan barang pokok dan atau barang penting lainnya, akan melakukan koordinasi dengan pihak Polres Nias Selatan, untuk segera mengambil tindakan tegas.(Tim/red)

Label: