Isi Telekonferensi Bupati Nias Barat Dengan Gubsu, Cegah Covid-19 - Gelora Hukum

Breaking

Senin, 06 April 2020

Isi Telekonferensi Bupati Nias Barat Dengan Gubsu, Cegah Covid-19

Bupati Nias Barat Faduhusi Daeli, sedang Telekonferens dengan Edy Rahmayadi Gubernur Sumatera Utara
NIAS BARAT, GELORA HUKUM - Bupati Nias Barat Faduhusi Daeli, diruang kerjanya gelar Telekonferens dengan Edy Rahmayadi Gubernur Sumatera Utara terkait langkah konkrit penerapan SOP melawan Pandemi Covid-19, (6/4/2020)

Dalam Teleconference  kali ini Bupati Nias Barat Faduhusi Daely, S.Pd turut didampingi Sekda Prof. Dr. Fakhili Gulo, Kadis Kominfo Faigizatulö Halawa, S.Pd.,MM, Inspektur Drs.Turuna Gulö, Asisten II Yupiter Hia, S.IP.,MM, Kabag. PROAC Dameria Zebua, S.Pd.,MM, Kabag. Kesra Nur'awani Ziliwu, S.Pd.,MM.

Gubernur Sumatera Utara mengharapkan tanpa kecuali, agar ;

1.Tetap jaga jarak (social distancing) sebagai upaya memutus rantai penyebaran Virus Corona.

2. Di setiap Daerah ada Rumah Sakit Rujukan Pasien COVID-19.

3. Kita tahu hal ini kita semua sangat kesulitan oleh karena keterbatasan yang ada, tetapi bagaimanapun juga kita tidak bisa pasrah dan harus kita sikapi dengan upaya dan kerjasama yang baik diantara kita.

4. Kepada Kepala Daerah Pantau terus setiap pengunjung/pendatang dari daerah lain baik melalui jalur resmi bahkan jalur tikus dan urus mereka serta tetap lakukan Isolasi sesuai SOP yang ada.

5. Awasi dan berikan dukung penuh kepada  tenaga-tenaga Medis kita di daerah.

6. Berhubung kita di daerah masih banyak keterbatasan, maka tempat rujukan yang ada di daerah hanya menangani pasien ringan dan sedang; sedangkan yang sifatnya pasien berat langsung rujuk ke Medan.

7. Rapid Test, harus kita upayakan dalam waktu cepat dan khusus di Pulau Nias untuk lima Kab/Kota, maka sejumlah APD termasuk Rapid Test hari ini di luncurkan ke Nias, tandas Gubernur.

8. Makam Pasien COVID-19 dibawah kendali Kepala Daerah dan bagi korban COVID-19 lakukan pemakaman dengan sebaik-baiknya dan sesuai SOP yang ada.

9. Dalam hal pemakaman jenazah; jika daerah mendapat kesulitan, maka Gubernur siap membiayai, sebab apapun itu, mereka adalah saudara-saudara kita. Semua tidak berkehendak kondisi yang ada saat ini, tetapi kehendak Tuhan siapa yang mampu melarang, Ujar Gubernur Sumut.

10. Dampak COVID-19 terutama di sektor Ekonomi sangat diraskan oleh masyarakat kita, oleh karena itu Gubsu telah melakukan refokus dan realokasi anggaran melalui refokus kegiatan sebesar 500 Miliar. Dari 33 Kab/Kota di Sumut, karena satu orang saja sakit, maka semua kita sakit, tegas GUBSU.

11. Masker yang dianjurkan adalah harus Masker N-95 yang dapat menyaring Virus hingga 95%.

Tanggapan Bupati Nias Barat, menyampaikan sekilas kondisi Jalan dari Nias Barat yang kurang memadai saat ini serta jarak tempuh yang cukup jauh, sehingga dalam mengurus para pasien mengalami banyak kesulitan. Oleh karena itu, kami mohon petunjuk Bapak Gubernur apabila Rumah Sakit Umum Daerah Pratama yang barusan siap dibangun di Nias Barat untuk dapat di gunakan sebagai ruang isolasi sementara bagi ODP dan Orang Tanpa Gejala (OTG), sedangkan pembiayaan para pasien berupa kebutuhan dan makanan ditanggung oleh kami Pemerintah Daerah.

Lanjut Bupati, saat ini kondisi Kabupatèn Nias Barat per 6 April 2020 yakni: OTG= 359, ODP = 14, PDP  = 0, Positif = 0, sembuh = 0.

APD di Nias Barat belum ada hingga hari ini, sedangkan Rapid Test baru 10 buah. Mohon Bapak Gubernur berkunjung ke Nias Barat untuk yang kesekian kalinya, melihat secara langsung kesiapan kami dalam menyikapi Pandemi Virus Corona, tandas Bupati.

Tanggapan balik Gubernur Sumut mengatakan, atas apa yang disampaikan Bupati Nias Barat sangat di "apresiasi" kebijakan menawarkan Rumah Sakit Umum Daerah Pratama yang baru di bangun di Nias Barat untuk dijadikan sebagai tempat atau ruang isolasi bagi pasien Pandemi COVID-19 dan untuk bisa menjadi rujukan Pasien COVID-19, maka nanti kita Check apakah sudah memenuhi syarat atau masih belum.

Selain itu Gubernur Sumatera Utara menghimbau;

1. Penyakit COVID-19 dan yang sudah terpapar Virus Corona ini bukan penyakit Hina yang perlu disembunyikan.

2. Masing2 daerah harus menyiapkan isolasi khusus yang sifatnya sementara.

3  Instruksikan kepada Kepala Desa untuk melakukan sosialisasi di warganya secara terus menerus, untuk selalu waspada dan jangan panik, jaga jarak dan hindari penularan.

4. Kepada Kepala Daerah diharapkan antisipasi kesulitan ekonomi rakyat akibat dampak COVID-19.

5.  Kepada Bupati/Wali Kota; harus menyiapkan data yang benar bagi keluarga terdampak COVID-19 bukan penerima PKH, Sembako, dll, jika ada kesulitan segera hubungi Gubernur. (Tim/red)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SOSOK