Senin, 31 Mei 2021

Bupati Nias Barat, Briefing Dengan Seluruh Driver Ambulance Gratis

Bupati Nias Barat Khenoki Waruwu, sedang berikan Arahan kroada seluruh Driver Ambulans Gratis

NIAS BARAT, GELORA HUKUM - Bupati Nias Barat Khenoki Waruwu Briefing dengan sejumlah driver ambulance Gratis dari 8 Kecamatan bersama Kepala Dinas dan Sekdis Keseharatan  di ruang kerja Bupati Jl. Soekarno Hatta No. 1 Onolimbu  (31/5/2021)

Bupati Nias Barat dengan khasnya yang humanis, mengatakan maksud pertemuan kita saat ini adalah untuk diskusi sekaligus evaluasi terkait pelayanan publik berbasis Ambulance Gratis, apa yang menjadi kendala dalam menjalankan fungsi pelayanan kepada masyarakat kita, jangan segan, silahkan disampaikan apa adanya sebab dari sana kita mencari solusi dari akar permasalahan.
Pemerintah Nias Barat saat ini sungguh sungguh sedang menggelorakan semangat pelayanan prima kepada masyarakat kita, bersikap elitis dan feodalisme sudah tidak jamannya tetapi bagaimana pemerintah itu benar benar hadir menjadi bagian dari solusi atas persoalan masyarakat kita dengan karya nyata tanpa pilih kasih, papar Bupati sambil mempersilahkan untuk saling memberi pendapat.

Driver Puskesmas Rawat Inap Kecamatan Moi menyatakan, saya mohon maaf kepada Bapak Bupati karena dalam beberapa hari ini beredar isu bahwa ada warga kecamatan lolofitu moi yang kecewa kepada Pemkab Nias Barat atas pelayanan Ambulance gratis ini,

Namun penting saya jelaskan, cerita ini bermula pada kamis 27 Mei 2021, saya Menerima informasi melalui via telepon dari salah seorang warga Desa Wango, minta bantuan Ambulance, saya jawab "siap segera meluncur", langsung saya bergegas menuju grasi mobil, ternyata mobil tidak hidup sehingga langsung saya telepon balik beritahu bahwa mobil Ambulance bermasalah, mereka jawab "apa jalan keluar, mohon bantuan lah Pak" saya jawab "saya pasti berusaha agar mobil ini hidup, kalau sudah hidup saya pasti meluncur untuk menjemput.

Dan saya langsung urai penyakit mobil tersebut dengan hitungan waktu akhirnya saya temukan masalah di AKI, karena tidak ada AKI seraf akhirnya saya minta tolong kepada beberapa orang untuk mendorong mobil tersebut sambil on contac dan puji Tuhan "Hidup" dan saya langsung menuju lokasi kediaman pasien, tetapi dipertengahan jalan kami ketemu, ternyata Pasien tersebut telah dibantu duluan oleh mobil lain.

Akhirnya Bupati Nias barat menyimpulkan, apa yang berlalu biarlah berlalu, tetapi semoga menjadi pelajaran penting untuk perbaikan kedepan, prinsipnya adalah "Jangan ada masyarakat yang tidak terlayani" apa bila dikemudian hari ada Ambulance kita bermasalah, silahkan salung kordinasi mrngarahkan Ambulance terdekat.

Pelayanan yang sedang bapak bapak kerjakan adalah abdi tugas yang Mulia, sebab menolong sesama mereka  yang benar benar membutuhkan pertolongan "apa lagi orang sakit", yakinlah Tuhan pasti berjarya kepada kalian semua asal dilakukan dengan setulus hati, dari itu pemerintah Nias Barat memperhatikan penambahan operasional kalian, tandas Bupati mengakhiri, sambil para driver ucap bangga dan berterimakasih. (Sutra Gulo)

Label:

Minggu, 30 Mei 2021

Atap Gereja Rusak Parah Akibat Hujan dan Angin Kencang Guyur Kota Medan

MEDAN, GELORA HUKUM - Hujan lebat yang disertai angin kencang membuat satu unit rumah dan rumah ibadah di lingkungan X Jalan Garu VI Ujung Kelurahan Harjosari I, Kecamatan Medan Amplas Kota Medan rusak parah, Minggu (30/05/2021) pukul 16.00 wib sore.Rangka beserta atap seng bagian tengah hingga belakang rumah terbang hingga sepuluh meter dari lokasi semula. 

Kerusakan itu sebagian besar atap rumah berjatuhan dan beterbangan akibat amukan angin kencang. Beruntung dalam peristiwa kali ini tidak ada korban jiwa.

Kerusakan terparah terjadi pada atap seng rumah milik Tohom Simbolon yang juga pemilik sekolah PAUD/TK Anugrah dimana hampir seluruh atap seng berterbangan dan rusak.Saat kejadian penghuni rumah sedang tidak berada di dalam rumah.

"Saat kejadian berlangsung saya tidak ada dirumah,Karena saya lagi mengantar Ibu saya ke tanjung morawa sedangkan istri saya lagi ke luar daerah ada kegiatan pekerjaan," ujar Tohom Simbolon saat ditemui *Gelora Hukum.com*  di lokasi.

Menurut Tohom Sinambela , Ia dapat berita dari abang kandungnya sendiri yang memberitahukan bahwa hampir seluruh atap seng rumah rusak dan beterbangan.

"Begitu dapat kabar,saya langsung pulang ke rumah untuk melihat kondisi rumah dimana hampir seluruh atap seng rumah sudah rusak dan beterbangan ke belakang rumah. Ruangan kamar tidur,ruangan dapur dan kamar mandi hingga setengah ruangan tamu tidak ada lagi atap sengnya,"ujarnya.

Selanjutnya,Tohom Simbolon berharap supaya pemerintah kota medan memperhatikan dan peduli dengan memberikan bantuan kepada warga yang mengalami musibah saat ini.

Sedangkan rumah ibadah yang atap bangunannya rusak akibat hujan lebat disertai angin kencang yakni Gereja Pentakosta Indonesia (GPI) dimana lebih kurang 7 lembar seng Gereja rusak dan terbang menimpa rumah warga.

Salah seorang jemaat Gereja GPI,Josua Sianturi mengatakan, Ia mendapat informasi dari warga sekitar bahwa atap seng gereja rusak dan terbang menimpa salah satu rumah warga sekitar.

"Akibat hujan lebat dan angin kencang membuat seng terbang dan menimpa rumah warga sehingga mengakibatkan seng warga rusak dan hancur.
Namun tidak ada korban jiwa maupun luka-luka,"ujar Josua.

Sementara, Kepala Seksi (Kasi) Penanggulangan Darurat BPBD Kota Medan Heri N Ginting yang langsung turun ke lokasi kejadian mengatakan, hingga sore ini, pihaknya masih melakukan pendataan di Kelurahan Harjosari I dan Kelurahan Timbang Deli, Kecamatan Medan Amplas.

"Saat ini personel kita masih melakukan pendataan di lokasi,informasi sementara yang diterima dari BPBD ada 3 unit bangunan yang atap sengnya rusak dan terbang.dimana 2 unit di kelurahan harjosari I dan 1 unit di kelurahan timbang deli," ujar Heri saat ditemui wartawan usai peninjauan lokasi rumah warga yang rusak.

Menurutnya, Kejadian hujan lebat disertai angin kencang yang menerjang beberapa rumah warga, tidak ada menimbulkan korban jiwa atau luka-luka.

"Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa atau luka-luka ke pihak BPBD dan kami juga akan mendata rumah warga yang rusak untuk di laporkan ke pimpinan BPBD medan.terkait masalah bantuan untuk bangunan warga yang rusak tergantung dari pimpinan BPBD untuk ambil keputusan dan kebijakan,"ucapnya.

Menurut pantauan media *Gelora Hukum.com*  di lokasi hadir mewakili tiga pilar Kecamatan Medan Amplas dengan waktu yang tidak bersamaan yakni dari personil Polsek Patumbak, personil Koramil 0201-08/MJ dan jajaran Kecamatan Medan Amplas.(Antoni Pakpahan)

Label:

Jumat, 28 Mei 2021

Sejumlah Kasus Desa Terpetieskan, Inspektorat Nisbar Terancam Dilaporan

NIAS BARAT, GELORA HUKUM - Sejumlah Aktivist Anti Korupsi datangi Kantor Inspektorat Kabupaten Nias Barat (3/4/2021) mempertanyakan tindaklanjut surat dari kejaksaan Negeri Gunungsitoli terkait laporan masyarakat atas dugaan Korupsi Kades Ononamolo I Kec. Mandrehe Utara  

Mereka diterima oleh Obadi Hulu selaku sekretaris Inspektorat, oleh perwakilan Audiens Firman Lahagu dengan tegas mempertanyakan komitmen Inspektorat  selaku APIP terkait hasil audit di desa Ononamolo I yang sedang bermasalah dalam pelaksanaan dana desa tahun 2019 dan 2020.

Lanjut Firman Lahagu,  kasus dana desa Ononamolo I telah dilaporkan di kejaksaan Negeri Gunungsitoli pada bulan lalu dan menurut mereka telah menyurati pihak Inspektorat untuk melakukan audit internal namun sampai saat ini tindak lanjut dari Inpektorak seperti dipetieskan, sehingga patuh kami tuduh bahwa pihak inspektorat terkesan bermain mata dengan kades Ononamolo I, bila tidak, kenapa Inspektoran terkesan seperti martabak.

Sepertinya Inspektorat Nias Barat susah untuk dipercaya, bahkan tidak sedikit laporan masyarakat  atas kinerja kepala Desanya, namun satu orang pun tidak pernah mengalami efek jerah oleh tindakan hukum, sama halnya kasus Kades Ononamolo I, secara terperinci Ormas GNPK-RI telah melakukan investigasi dengan menyampaikan uraian penyimpangan terang benderanh "terpenuhi dua alat bukti yang sah", baik dari kekurangan volume bangunan. Mark Up, ketidak sesuaian dengan RAB, ketidak sesuaian Data Kemdes (Kementrian desa) dengan item fisik lapangan, yang penting praktek korupsi yang gila gilaan sulit terbantahkan, tegas Firman.

Oleh karena itu kasus Dugaan Korupsi Kades Ononamolo I ini kami pastikan bahwa tidak akan berhenti begitu saja, selain kepala Desa, tentu dalam waktu singkat kami akan melaporkan juga pihak inspektorat kepada pihak terkai, dengan dalil penyalahgunaan kewenangan berbasis transparansi, akuntabilitas, profesionalitas dan dugaan turut serta, tandas Firman mengakhiri.

Obadi Hulu menjelaskan kepada pihak audiens bahwa masalah tersebut belum selesai dan masih dalam proses. (FW)

Label:

Kamis, 27 Mei 2021

Akhir Tahun 2021 Kantor Bupati Nias Rampung

NIAS, GELORA HUKUM - Bupati Nias Sokhiatulo Drs. Laoli MM, secara resmi menandatangani dua prasasti gedung baru di wilayah kompleks perkantoran Hiliweto Gido, Kabupaten Nias.(24/05).
Adapun prasasti yang ditandatangani Bupati Nias yakni Gedung Kantor yang ditempati Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas PM dan PPTSP, Dinas Pengendalian Penduduk, KB, PPA,  Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Nias; serta prasasti gedung Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Nias. 

Sesaat sebelum menandatangani dua prasasti gedung baru, Bupati Nias Drs. Sokhiatulo Laoli, MM didampingi Wakil Bupati Nias Arosokhi Waruwu, SH MH dan Sekda Kabupaten Nias Drs. Firman Yanus Larosa, M.AP, mengungkapkan "Jika sebelumnya ada beberapa gedung baru yang sudah di tempatkan sebagai kantor oleh beberapa OPD. Dan Selain dua gedung ini yang akan kita resmikan, sekitar tiga tahun lalu kita juga telah membangun beberapa gedung lainnya yang telah di jadikan kantor oleh beberapa OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Nias," ucap Bupati Nias

Orang nomor satu di Pemerintahan Kabupaten Nias itu juga menjelaskan "Dibawah kepemimpinannya sudah menargetkan bahwa pembangunan Kantor Bupati Nias yang baru untuk siap ditempati diawal tahun ini, namun dikarenakan beberapa faktor, pengerjaan tersebut kemungkinan akan siap menjelang akhir tahun 2021."Tandas Sokhiatulo. (Makmur Gulo)

Label:

Senin, 24 Mei 2021

Patroli Udara, Kapolda Sumut Tutup Pemandian Kolam Renang Langgar Prokes

MEDAN, GELORA HUKU - Kapolda Sumut, Irjen Pol Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, melaksanakan patroli udara menggunakan helikopter memantau lokasi pemandian kolam renang pada hari libur, Minggu (23/5).

Dari pemantauan udara, orang nomor satu di Polda Sumut itu melihat dua lokasi pemandian kolam renang di daerah Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang, yang menerima pengunjung melebihi kapasitas di tengah situasi pandemi dan melanggar aturan prokol kesehatan Covid-19.

Selanjutnya, Kapolda Sumut langsung menginstruksikan Polrestabes Medan dan Polsek Patumbak yang dipimpin Kabid Propam Poldasu, Kombes Pol Donald Simanjuntak, untuk menutup ke dua lokasi pemandian kolam renang karena telah dipadati masyarakat melebihi kapasitas

Adapun ke dua lokasi pemandian yang didatangi aparat kepolisian, yakni Kolam Renang Istiqlal di Marendal dan Kolam Renang Pondok Cabe Kecamatan Patumbak.

"Untuk di Kolam Renang Istiqlal menerima pengunjung sebanyak 1.000 orang dan Kolam Renang dipadati 2.000 orang," kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi.

Karena menerima pengunjung lebih dari 50 persen, Hadi mengungkapkan ke dua lokasi pemandian kolam renang itu pun telah ditutup untuk sementara waktu dalam mencegah penularan Covid-19.

"Kita (Polda Sumut) juga telah berkoordinasi dengan ke dua pengelola kolam renang memberikan edukasi untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dalam mencegah Covid-19. Apabila nantinya, masih ditemukan adanya pengunjung yang melebihi kapasitas dan tidak mematuhi prokes maka izin usaha akan dicabut," pungkasnya.(A.Pakpahan/rel)

Label:

Sabtu, 22 Mei 2021

Masih 100 Hari Kerja, Khenoki-Era Era Sudah Mulai Tunaikan Kinerja yang Terukur

NIAS BARAT, GELORA HUKUM – Masih dalam 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Nias Barat Khenoki Waruwu dan Dr. Era Era Hia, sudah mulai tunaikan janji kampanye berbasis kinerja setelah dilantik di kantor Gubernur Sumatera Utara (26/4/2021) Bulan lalu.
Sejauh ini Bupati dan Wakil Bupati Nias Barat telah mulai merealisasikan kinerja secara terukur yakni penataan sistem birokrasi berbasis kinerja secara internal diantaranya; praktek pembinaan terhadap ASN yang tidak abdi tugas dengan benar, Infetaris asset seluruh instasi kantor dan mengefektifkan secara tepat guna, instruksi kebersihan kantor dan lingkungannya serta praktek keteladanan agar seluruh ASN bersikap sebagai pelayan bukan untuk dilayani, gelar sidak di sejumlah OPD, kantor Camat dan sekolah.
Bupati Nias Barat, Infetaris seluruh asset ini di galakan, termasuk  penarikan kendaraan roda dua dan empat, bertujuan demi menghindari penggunaan tidak tepat sasaran tetapi agar benar benar bermakna untuk kepentingan masyarakat seutuhnya, misal Ambulans, selanjutnya kita akan bagikan disetiap kecamatan pada sejumlah Puskesmas, guna untuk antar jemput masyarakat yang membutuhkan dan siap beroperasi selama 24 jam secara gratis.

Lanjut Bupati, Revolusi mental kepada ASN kita  sedang dan terus kita gelorakan tentang makna profesionalitas, praktek keteladanan, abdi tugas berbasis kunerja dan pelayanan, tangkas cepat dan tepat, memberi kemudahan bagi masyarakat dalam segala urusan bukan memperlambat apalagi mempersulit, ini adalah kewajiban bagi ASN dibawah sumpah jabatan, bila tidak, maka dengan terpaksa kita akan melakukan pembinaan kepada yang bersangkutan tanpa pilih kasih.

Bahkan berkali kali telah saya menghimbau seluruh ASN kita diwilayah Kab. Nias Barat, hendaknya jangan segan apalagi jaga jarak dengan kami, apa  bila mengalami kendala dalam menjalankan tugas atau setelah kegiatan rutinitas perkantoran telah siap, jangan segan untuk saling sapa, bercangraman sambil ngopi bersama dimanapun ruang dan waktu, jelas Bupati.

Soal gelar sidak, kami telah bagi peran dan bagi tugas dengan Wakil Bupati, selain tugas lainnya lebih khusus Pak Dr. Era Era Hia bergerak tentang penataan 
mekanisme kediplinan, kepada seluruh ASN agar menghormati langkah langkah perbaikan untuk itu, sebab kami ini ibarat buah durian, walaupun diluar durinya terasa tajam, sesungguhnya isinya pasti asyik dan mengesankan, Bupati mengakhiri. (Firman Kecap)

BNNK Pematangsiantar Melakukan Kunjungan Ke Lapas Pangururan Gelar P4GN

SAMOSIR,  GELORA HUKUM - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Pematangsiantar Drs. Tuangkus Harianja bersama jajarannya melakukan kunjungan kerja ke Lapas III Pangururan Kabupaten Samosir, Jumat (21/05).

Dalam kesempatan itu, BNNK Siantar memberikan sosialisasi pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika (P4GN) kepada warga binaan Lapas III Pangururan.

Kepala Lapas III Pangururan Herry Simatupang mengatakan, kegiatan sosialiasi yang digelar hari ini merupakan tindaklanjut dari MoU atau kerjasama pihaknya dengan BNNK Siantar.

Herry menyebut, jumlah warga binaan yang tersangkut kasus Narkoba di Lapas III Pangururan berjumlah 66 orang.

“Tetapi, itu semua tidak berasal dari Samosir, kalau jumlah warga binaan karena kasus narkoba dari Samosir sebanyak 20 orang, 46 dari luar dan sisanya pidana umum sebanyak 62 orang,” kata Herry.

Warga Binaan Lapas III Pangururan lanjut Herry, telah diberikan berbagai pelatihan agar memiliki keahlian dalam bidangnya yang berguna nantinya ketika keluar atau bebas dari lapas.

“Karena keterbatasan, kami mengandeng BLK (balai latihan kerja-red) seperti melatih Tata Boga, dan akan berlanjut dengan anyaman (bulan ini), dan listrik di bulan depan,” katanya.

Mengenai narkoba, Herry juga berharap bantuan dari pihak BNN Siantar memberikan imbauan atau sosialiasi mengenai bahaya narkoba.

“Harapannya agar nanti, warga binaan tidak mengulangi perbuatan yang melanggar hukum, terutama Narkoba,” kata Herry.

Sementara itu, Kepala BNNK Pematangsiantar, Tuangkus Harianja, memberikan pelatihan bagaimana menciptakan kegiatan yang bermanfaat seperti membuat pellet yang merupakan makanan ikan lele.

“Bagaimana warga binaan dapat menciptakan pellet yang dijadikan sebagai makanan ikan. Nanti, semua bahannya kita kirimkan secara gratis dari siantar,” kata Harianja.

Dengan adanya kegiatan dan keahlian yang dimiliki, maka setelah keluar dari lapas, maka dapat digunakan untuk berusaha. “Sehingga nantinya tidak ada waktu lagi untuk narkoba,” pungkasnya.

Pantauan wartawan, usai melakukan sosialisasi di Lapas Pangururan, rombongan BNNK Siantar menuju Mapolres Samosir untuk berdiskusi tentang penanganan peredaran Narkoba di Samosir. (Antoni Pakpahan)

Label:

Polsek Sipoholon Tangkap 3 Warga Deli Serdang Bawa Ganja 30,5 Kg

TARUTUNG, GELORA HUKUM  - Tiga tersangka warga Kabupaten Deli Serdang pembawa ganja kering seberat 30,5 Kg, dengan mengendarai mobil Honda Jazz warna merah No. Pol BK 1866 DB berhasil ditangkap polisi, Sabtu (22/5) di Desa Sipahutar Silangkitang Kecamatan Sipoholon, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput).

"Mereka ditangkap petugas Polres Taput saat melakukan imbauan Prokes kepada setiap pengendara yang melintas dari daerah tersebut," ujar Kapolres Taput melalui Kasubbaga Humas Polres Aiptu Walpon Baringbing SH , Sabtu (22/5) di Tarutung.

Walpon menyebut, ketiga tersangka yang ditangkap yakni SH, 25, warga Jl. Sudirman cinta rakyat Percut Sei Tuan Deliserdang (supir mobil), PPP, 18, warga Percut Sei Tuan Deliserdang dan Fr, 19, warga Percut Sei Tuan, Kab Deliserdang.

Disebutkan, Kapolsek Sipoholon AKP Kondar Simanjutak SH bersama anggota menangkap ketiga tersangka, saat melaksanakan operasi Yustisi (imbauan Prokes) bersama Satgas Covid-19 Taput di Jalan Marhusa Panggabean, Kecamatan Siatas Barita, Taput, memberhentikan mobil tersebut yang datang dari arah P. Sidimpuan menuju Medan.

Namun, sebut Walpon, saat diberhentikan, mobil tersebut melaju dengan kecepatan tinggi dan tidak mau berhenti. Kapolsek Sipoholon merasa curiga segera menghubungi anggotanya untuk memberhentikan di wilayah Sipoholon.

“Anggota Polisi yang sedang melakukan Operasi Yustisi menunggu di Jalinsum (Jalan Lintas Sumatera) Sipoholon – Taput, dan begitu melihat mobil tersebut melintas langsung memberhentikannya. Namun mobil tersebut tetap tidak mau berhenti dan tetap lari dengan kecepatan tinggi menuju arah ke Medan,” sebut Walpon.

Namun, kata Walpon, Polisi tidak mau gagal, lalu mengejar mobil tersebut dan di Jalinsum Narahar Keluruhan Situmeang Habinsaran Kecamatan Sipoholon, mobil tersebut bisa dicegat dan berhasil menangkap supir beserta dua orang penumpang di dalamnya.

Setelah digeledah, dari dalam mobil tersebut ditemukan ganja kering yg sudah dikemas rapi dengan plastik dan dimasukkan ke dalam karung.

Waka Polres Taput Kompol Jonni Sitompul SH di dampingi Kasat Narkoba AKP Razoki Harahap, Kapolsek Sipoholon, Sabtu (22/5) kepada Wartawan mengatakan, ketiga tersangka itu ditangkap saat membawa daun ganja kering yang sudah dikemas rapi saat melintas dari Jalinsum Tarutung menuju Medan.

“Setelah kita lakukan interogasi di unit Narkoba Polres Taput, ketiganya mengakui bahwa ganja tersebut dibawa dari P. Sidempuan, Tapsel nenuju Medan. Mereka berangkat dari Medan untuk menjemput barang haram tersebut, Jumat (21/5) siang. Setelah tiba di Tapsel langsung berangkat menuju Medan. Dan tadi baru berhasil kita tangkap,” ujar Wakapolres Taput.

Disebutkan, ketiga tersangka mengakui bahwa mereka sudah satu kali berhasil membawa ganja dari Tapsel menuju Medan. Yang pertama seminggu sebelum lebaran, mereka berhasil dengan membawa 20 kg daun ganja kering. Dan ini yang kedua kali yakni 30,5 Kg ganja daun kering.

“Saat ini kita masih tahap pengembangan dari siapa ganja tersebut dibeli dan kepada siapa di jual. Tersangka masih belum jujur saat kita periksa. Nanti pengembangan akan kita update,” ujarnya.

Disebutkan, barang bukti yang berhasil disita yaitu 1 satu buah karung plastik berisi 5 bal ganja kering dengan berat 30, 5 kg, satu unit mobil Honda Jazz warna merah dengan nomor polisi BK 1866 DB, 3 unit HP dan 1 buah pisau. Ketiga tersangka kini ditahan di sel Mapolres Taput. (A.P/rel)

Label:

Watak Nasionalisme, Sosialisme, Humanisme Menyinar Spritualitas Ompui S.A.E. Nababan

GELORA HUKUM - Ompui Ephorus (Emeritus) HKBP Pdt. Dr. Soritua Albert Ernst Nababan, LID (selanjutnya disingkat dalam tulisan ini sebagai SAE. Nababan) adalah seorang tokoh yang relatif paripurna dari beberapa sisi kekuatan, kemampuan, dan kematangan. Seorang teolog ; konseptor ; organisator ; administrator ; penulis ; pembicara ; orator ; pemimpin dan penggerak ; filsuf dan pemikir ; intelektual dan cendekiawan ; aktifis dan pejuang. Tema-tema strategis dan utama atau pokok-pokok tematik yang menjadi materi tugas panggilan, dan merupakan pergumulan dan pergulatan pemikiran, pelayanan, pergerakan, dan perjuangan SAE. Nababan adalah : Keadilan, Kesetaraan, Perdamaian, Demokrasi, HAM, Kemanusiaan, Lingkungan Hidup.

Penulis mengenal dan mengetahui sosok SAE. Nababan, dari berbagai pihak dan kalangan yang beraneka ragam, majemuk, plural, multikuktural. Tidak tunggal dan tidak tersendiri. Pengenalan dan pengetahuan tersebut jauh sebelum Penulis dan SAE. Nababan berjumpa dan bertemu secara faktual serta berkenalan langsung dalam sebuah kegiatan (pertemuan diskusi dan dialog). Penulis mendengar dan mengetahui sosok SAE. Nababan dari orangtua (Ayah) Penulis. 

Juga mendengar dan mengetahui dari beberapa elemen dan komunitas lingkungan, lintas hubungan dan jejaring, dan relasi dan aliansi kerjasama dalam dunia pergerakan lainnya. SAE. Nababan pernah berkunjung langsung ke rumah kediaman orangtua Penulis di Gunungsitoli, Kepulauan Nias (Gusit, Kepni). Perkunjungan yang berlangsung sekitar awal atau pertengahan tahun 1980-an tersebut, pada dasarnya terlaksana dalam format dialog informal bersama dengan sejumlah pimpinan dan tokoh yang datang hadir pada saat itu. 

Keseluruhan konstruksi dan substansi pertemuan dan dialog tersebut, diletakkan, diposisikan, dan ditumbuhkan secara baik dan benar agar memiliki relevansi otentik. Sehingga bermanfaat dan berefek positif, efektif, dan produktif. Terurama dalam kerangka untuk mengembangkan kualitas persekutuan, persatuan, pelayanan, pengabdian, perjuangan, dan pergerakan oikumene. Juga dalam kerangka memajukan masyarakat dan daerah Kepni. Kualitas pergerakan oikumene semakin berarti ketika dibumikan dalam kerangka pemajuan kualitas manusia dan masyarakat. Dan dalam kerangka pembangunan daerah dan kawasan yang semakin menguatkan Keindonesiaan.

Perspektif pengembangan dan pemajuan ini, difahami dan dimaknai dalam konteks Kepni sebagai kawasan perbatasan yang terluar dan terdepan. Lagi pula sebagai kawasan kepulauan yang tertinggal dibanding dengan kawasan lainnya di Indonesia. "Bangunan tugas panggilan etik dan tanggungjawab moral" dari perspektif pembangunan kawasan di atas, memiliki getaran energi yang menguat dan berdampak. Perihal tersebut sebagai penanda dan pemakna perhatian serius. Pada gilirannya merupakan artikulasi dan formulasi dari pemikiran, pelayanan, dan pergerakan kemanusiaan, kepemimpnan, dan kelembagaan. Juga sebagai wujud kepedulian secara bersama dan bentuk keterpanggilan secara bergotongroyong. 

Kemudian pemaknaan akan tugas dan tanggungjawab secara otentik dan konkrit. Intinya adalah meletakkan dan menempatkan kawasan perbatasan dan kepulauan, yang harus segera dan senantiasa diperhatikan, digerakkan, dan dimajukan. Lagi pula yang mesti secepatnya diprioritaskan secara serius dalam skala mendesak. Sosiologi dan tipologi kawasan perbatasan yang terluar dan terjauh serta kawasan kepulauan yang tertinggal, pada dasarnya menjadi cakrawala dan merupakan armosfir pergumulan pergerakan oikumene dan pergulatan spritualitas SAE. Nababan. Basis dan warna pemikiran, jejak langkah perjalanan, rekam jejak pengalaman, dan jati diri pelayanan dan pergerakan SAE. Nababan, pada dasarnya bersifat baik dan bajik. Intinya bertumpu dan berintikan pada perihal yang berkeadilan, berkemanusiaan, beradab dan berkeadaban. 

Keterbukaan dan kesediaan SAE. Nababan untuk berfungsi dan berguna bagi kebajikan dan kebaikan umum merupakan sikap teologis dan ideologis. Perihal tersebut adalah sebuah dan serangkaian pernyataan kesaksian hidup dengan posisi tegak lurus untuk "menyatakan, menyerahkan, dan mempersembahkan" jiwa raga. Pernyataan kesaksian hidup tersebut berguna bagi pengakuan, penghormatan, dan pemajuan nilai-nilai kemanusian, keumatan, kemasyarakatan, dan kebangsaan. Keterbukaan dan kesediaan tersebut, diperuntukkan dan diabdikan demi untuk pembangunan dan pemajuan keadilan, kemakmuran, dan kesejahteraan yang berharkat, bermartabat, dan berkeadaban (beradab) Pancasila. 

Kehadiran dan keberadaan SAE. Nababan, merefleksikan dan menunjukkan sikap dan pendirian etik dasar kepemimpinan. Juga menggambarkan dan mengukuhkan tugas panggilan dan tanggungjawab moral pemimpin pergerakan persekutuan dan pelayanan. Sikap dan pendirian serta tugas panggilan dan tanggungjawab, pada dasarnya lahir dan tumbuh berdasarkan atas kesadaran teologis dan kepedulian ideologis yang otentik. Kemudian pada gilirannya, berpotensi dan berfungsi sebagai prasyarat standar dan persyaratan mutlak untuk mengorganisasikan dan menggerakkan kemanusiaan dan keumatan. Juga membangkitkan dan memajukan kemasyarakatan dan kerakyaran di wilayah kawasan lokal dan regional. 

Kualitas pertemuan dan dialog, semakin mengkonfirmasi mengenai kualitas, integritas, dan kredibilitas kepedulian SAE. Nababan terhadap sejumlah pokok-pokok tematik kehidupan. Terutama bagi pemajuan kemanusiaan, keumatan, kemasyarakatan, dan kebangsaan yang berkeadilan, berkemakmuran, dan berkesejahteraan. Perihal tersebut bertumpu dan berbasis pada keberadaan dan kebangkitan harkat dan martabat kemanusiaan dan kemasyarakatan yang sesungguhnya dan sejatinya.

Sosok SAE. Nababan memiliki kepintaran, kecerdasan, kedisiplinan, keberanian, dan ketegasan, kematangan, kemandirian, dan bibit kepemimpinan, sejak remaja dan muda. Penulis mendengar dan mengetahui perihal ini dahulu dari mantan Gubernur Sumut (Alm). P.R. Telaumbanua, yang juga pernah menjadi Bupati Nias, Residen Sumatera Timur, Walikota Medan, dan menjadi Staf Ahli Menteri Dalam Negeri RI setelah selesai menjadi Gubernur Sumut. Meskipun P.R. Telaumbanua ditugaskan rezim penguasa saat itu di awal orde baru untuk menjadi Anggota DPR-RI dan MPR-RI dari Partai Golkar, namun habitus (habitat) politik sesungguhnya dari P.R. Telaumbanua adalah Partai Nasional Indonesia (PNI) dan Partai Indonesia (Partindo), sejak remaja, tahun 1930-an awal. P.R. Telaumbanua, juga merupakan seorang pamong praja, abdi negara, pegawai negeri, dan birokrat pemerintahan - dengan sejarah karir kepegawaian yang lama dan panjang.

Sosok P.R. Telaumbanua berteman dekat dan bersahabat karib dengan Proklamator dan Presiden Pertama Republik Indonesia (RI) Bung Karno. Bung Karno, pernah dua kali berkunjung ke Kepni di awal tahun 1950-an, setelah Proklamator dan Wakil Presiden Pertama RI Bung Hatta selesai berkunjung ke Kepni, sesaat setelah selesai Konferensi Meja Bundar (KMB). Bung Karno menginap saat itu di rumah kediaman P.R. Telaumbanua, di Gusit, Kepni. Penulis berkeluarga dekat dengan P.R. Telaumbanua karena Ayah dari P.R. Telaumbanua merupakan abang kandung dari Nenek Penulis. 

Om P.R. (Pendeta Roos), begitu nama panggilan khas dari P.R. Telaumbanua, beserta Anak-Anaknya, pernah dan bahkan sering menyampaikan dan memberitahukan mengenai sosok SAE. Nababan kepada Penulis dalam beberapa kali kesempatan. P.R. Telaumbanua menempuh studi dan menyelesaikan pendidikan formal di sekolah Belanda (HIS dan MULO), di Sigumpulon, Tarutung, Taput, Sumut, dan sekolah HIK di Solo, Jateng. Ayah SAE Nababan, bergelar Guru Jonathan L. Nababan adalah Guru dan Pendidik langsung dari P.R. Telaumbanua ketika itu di Taput, Sumut. Keluarga Guru Jonathan L. Nababan, pernah bertempat tinggal di kota Medan, demikian juga Keluarga P.R. Telaumbanua. Kedua keluarga besar ini relatif dekat sejak dari dahulu pada masanya. Mantan Gubernur Sumut P.R. Telaumbanua dan keluarganya sering dan selalu memberitahukan dan mendiskusikan mengenai sejumlah keunggulan dan kemajuan SAE. Nababan.

Kemudian sosok SAE. Nababan sejak muda (mahasiswa doktoral/S3 di Jerman), sudah aktif membangun persahabatan pemikiran inteletual dan pergaulan akademik keilmuan. Pergerakan membangun tersebut bersama dengan berbagai elemen dan komunitas yang tumbuh dalam lingkungan atmosfir tersebut di atas. Juga telah aktif membangkitkan dan melanjutkan pertumbuhan profetik teologis, perkembangan kesadaran ideologis, dan pergerakan oikumene, nasionalisme, sosialisme, dan humanisme. Pergerakan tersebut pada gilirannya, hidup berkembang dan tumbuh subur menjadi watak dan wajah spritualitas pemikiran, pelayanan, dan pergerakan dalam kepribadian dan kepemimpinan SAE. Nababan.

Penulis mendengar dan mengetahui informasi dan publikasi perspektif tersebut di atas dari Alm. Ephorus (Emiritus) BNKP Pdt. B. Christian Hulu, dalam beberapa kali pertemuan dan diskusi. Pdt. B. Christian Hulu bersahabat dekat dengan SAE. Nababan, sejak sama-sama kuliah menempuh dan melanjutkan studi theologia di Jerman. Pdt. B. Christian Hulu dalam beberapa kali bertemu dan berdiskusi dengan Penulis, menyampaikan dan menguraikan mengenai pertumbuhan karakter kuat dan perkembangan kepribadian kukuh dari sosok SAE. Nababan. Karakter kepribadian tersebut menyertai dan mewarnai kualitas kepribadian dan kepemimpinan seorang filsuf dan pemikir terkenal ; aktifis, pemimpin dan penggerak terdepan ; dan teolog terkemuka, yaitu : SAE. Nababan. 

Pemikiran, pelayanan, dan pergerakan oikumene, nasionalisme, sosialisme, dan humanisme, mewarnai dan memaknai dinamika dan dialektika perjuangan SAE. Nababan. Dinamika dan dialektika tersebut, pada dasarnya terbingkai dan terbungkus dalam sebuah rangkaian utuh tarikan nafas panjang berkesinambungan. Kesuburan pertumbuhan dan perkembangan perjuangan pemikiran tersebut, mengemuka dan semakin melembaga, sejak sebelum SAE. Nababan menyelesaikan studi pendidikan doktoral di Jerman, benua Eropa. Kemudian dinamika dan dialektika tersebut berlanjut setelah lulus merampungkan studi.

Ada sejumlah ruang, kesempatan, dan dimensi yang mewarnai dinamika dan memaknai dialektika yang tumbuh. Ada dimensi nuansa panggilan hati dan sentuhan nurani ; ada dimensi kedalaman teologis, keluasan sosiologis, dan kesadaran ideologis ; ada dimensi bobot pemikiran kritis dan pergaulan dinamis dialektis ; ada dimensi pengalaman empirik dan pematangan konkrit ; ada dimensi kemauan inisiatif maksimal dan keterlibatan aktif optimum. Sejumlah ruang, kesempatan, dan dimensi tersebut di atas, mewujud dan mengemuka dalam berbagai medan aksi pemikiran, pelayanan, dan pergerakan SAE. Nababan. 

Ada benang penyambung, pengikat, penguat, dan penggerak yang utuh dan kuat terhadap sistem nilai kaderisasi kepribadian dan kepemimpinan. Keberadaan dan kemanfaatan sistem nilai tersebut, yang pada gilirannya melahirkan dan menumbuhkan kualitas, integritas, kredibilitas, kapasitas, dan profesionalitas kepribadian dan kepemimpinan. Cakrawala dan suasana kebatinan tersebut, pada dasarnya menyertai, mewarnai, mengitari, melekati, dan memengaruhi spritualitas pemikiran, pelayanan, dan pergerakan SAE. Nababan. Perspektif materi muatan tersebut menjadi inti kandungan dari percik-percik yang substantif. Kemudian pada akhirnya mewarnai, memengaruhi, dan memaknai kualitas kinerja dan kepemimpinan SAE. Nababan.

Sesungguhnya sosok SAE. Nababan, tidak sekadar hanya merupakan panutan di kalangan eksternal keluarga saja. Namun juga menjadi simbol penuntun dan pengarah keteladanan atas sejumlah perihal kebaikan dan kebajikan di dalam lingkaran internal keluarga besarnya. Penulis relatif sudah mengenal lama dan bersahabat baik dengan Putra Sulung dari SAE. Nababan, yaitu Hotasi Nababan. Juga bersama dengan Adik-Adik SAE. Nababan, antara lain : Panda Nababan, Alm. Asmara Nababan, Edith Dumasi Nababan, dan juga dengan Indra Nababan. 

Figur Panda Nababan adalah seorang wartawan senior dan jurnalis investigator terkemuka dan kawakan serta pemimpin media massa. Panda Nababan bersama Penulis, pernah sama-sama menjadi Anggota Komisi Politik dan Hukum DPR-RI dan sejumlah Pansus DPR-RI. Juga pernah sama-sama menjadi Ketua DPP PDI Perjuangan sebagai kader dan anak buah di bawah kepemimpinan Ketua Umum PDI Perjuangan Hj. Megawati Soekarnoputri (Presiden Kelima RI). Figur Asmara Nababan adalah seorang aktifis lurus, jujur, tulus ; pejuang teguh, konsisten, kredibel yang berjuang dalam dunia pergerakan civil society ; pejuang demokrasi, HAM, dan kemanusiaan ; tokoh penggerak dan pemimpin NGO/Ornop/LSM ; juga Komisioner dan Sekjen Komnas HAM-RI. Asmara Nababan sering bertemu dan berdiskusi serta pernah bekerjasama dengan Penulis dalam hal bidang kegiatan yang berkaitan dengan hukum, legislasi/regulasi, demokrasi, HAM, kemanusiaan, dan keamanan. 

Figur Edith Dumasi Nababan adalah seorang Hakim karir yang lama bertugas di lingkungan Badan Peradilan, terakhir mengabdi sebagai Hakim Agung RI di Mahkamah Agung RI. Penulis mengenal dan mengetahui Edith Dumasi Nababan sejak saat Penulis dan bersama dengan para Anggota DPR-RI sebagai Anggota Komisi Politik dan Hukum, melakukan agenda persidangan konstitusional "fit and proper test" terhadap Edith Dumasi Nababan dan beberapa Calon Hakim Agung RI lainnya. Edith Dumasi Nababan mengikuti fit and proper test, dan selanjutnya dinyatakan lulus dan terpilih menjadi Hakim Agung RI, yang saat itu satu angkatan sebagai Calon Hakim Agung dan terpilih menjadi Hakim Agung RI bersama dengan, antara lain : Bagir Manan, Muladi, Artidjo Alkostar, Abdulrahman Saleh, Abdul Kadir Mappong, Muhammad Laica Marzuki, Benjamin Mangkoedilaga, Valerine J.L. Kriekhoff, dan lain-lain. 

Figur Indra Nababan adalah seorang aktifis, penggerak, dan pemimpin NGO/Ornop/LSM. Penulis pernah bahkan sering dan selalu mendengar dan mengetahui dari kawan-kawan aktifis dan pemimpin pergerakan mahasiswa serta pergerakan civil society, bahwa Indra Nababan, Asmara Nababan, dan Panda Nababan, menjadi dan merupakan figur yang saat itu senantiasa mendukung secara moral dan material perjuangan aktifis mahasiswa dan pergerakan civil society. Penulis mendengar dan mengetahui hal tersebut di atas karena Penulis atau ketika Penulis saat itu sedang menjadi Ketua Senat Mahasiswa (semacam Presiden BEM). Dan juga ketika Penulis tengah menjadi salah seorang Ketua Presidium Forum Komunikasi Mahasiswa Yogyakarta (FKMY). FKMY adalah sebuah elemen dan komunitas pergerakan mahasiswa tahun 1980-an, yang mengorganisasikan, menyelenggarakan, dan melakukan pendampingan, pembelaan, penguatan rakyat, dalam berbagai bentuk, wujud, dan jenis pergerakan dan perjuangan yang demokratik konstitusional.

Tema-tema utama atau pokok-pokok tematik yang menjadi materi tugas panggilan persekutuan dan pelayanan SAE. Nababan. Kemudian konten pergumulan dan pergulatan pemikiran dan pergerakan SAE. Nababan, pada dasarnya memiliki kesamaan frekuensi getaran dan suasana kebatinan dengan Adik-Adiknya tersebut di atas. Pada dasarnya dan senantiasa berintikan dan bersentuhan dengan agenda dan issue tematik, yaitu : keadilan, kesetaraan, perdamaian, demokrasi, HAM, kemanusiaan, lingkungan hidup. Juga agenda dan aksi pelayanan dan pergerakan untuk melakukan pendampingan, pembelaan, dan penguatan terhadap rakyat. 

Lagi pula, rata-rata dan relatif sama-sama memiliki hati nurani, sikap, pemikiran, dan pendirian berkategori "fighter" dan "progresif" yang tegak lurus. Sama sekali tidak berdiam diri dan tidak bertenang diri ketika melihat, mendengar, mengetahui, menyaksikan, mengalami, dan merasakan hal-hal yang bertentangan dan berlawanan dengan yang prinsipil kebajikan dan keadaban. Selalu "bergerak, berbunyi, dan bersuara" demi untuk keadilan dan kebenaran. Juga berwatak nasionalis, sosialis, dan humanis. Perihal tersebut, bisa jadi karena disebabkan oleh bobot personalitas masing-masing Adiknya. Juga bisa jadi karena disebabkan oleh daya dan efek pengaruh dari keteladanan sosok yang relatif paripurna dari seorang Sang Abang : SAE. Nababan.

Bobot dari sosok SAE. Nababan memiliki keunikan khusus dan tersendiri dibanding dengan sejumlah teolog dan pemimpin pelayanan dan pergerakan oikumene lainnya. Ada sejumlah teolog terkemuka dan terkenal. Malahan di antaranya ada yang merupakan senior dan sesepuh pada masanya sebagai penuntun dan pengarah pelayanan dan pergerakan oikumene. Ada juga yang sempat dan pernah menjadi pemimpin lembaga-lembaga pelayanan dan pergerakan oikumene. Ada teolog yang juga merupakan akademisi, intelektual, cendekiawan, sastrawan, budayawan. Ada juga yang sekaligus menjadi aktifis, penggiat, penggerak, dan pemimpin gerakan civil society atau masyarakat sipil. 

Watak spritualitas kepribadian dan kepemimpinan para senior dan sesepuh tersebut, rata-rata berwarna nasionalisme, sosialisme, dan humanisme. Juga memiliki kesetiaan dan ketaatan membangun dan merawat dialog, kerjasama, persahabatan sejati dan persaudaraan abadi berbasis pada sikap dan sifat inklusi, moderasi, dan toleransi yang berperikemanusiaan serta berkebudayaan luhur dan mulia. Ada misalnya, antara lain : Alm. J.L. Ch. Abineno, Alm. P.D. Latuihamallo, Alm. G.H.M. Siahaan, Alm. W.A. Roeroe, Alm. Sularso Sopater, Alm. Eka Darmaputera, Alm. Marianne Katoppo, Alm. Th. Sumartana ; dan A.A. Yewangoe beserta Henriette Lebang, dan lain-lain. 

Salah satu di antara senior dan sesepuh tersebut di atas adalah sosok SAE. Nababan, yang keberadaannya mungkin relatif "paripurna". SAE. Nababan adalah seorang teolog terkemuka, terkenal, dan mendunia dalam ranah pelayanan dan pergerakan oikumene regional dan internasional ; seorang filsuf dan pemikir kegerejaan, kemasyarakatan, kebangsaan, dan kenegaraan ; seorang intelektual dan cendekiawan yang kredibel ; seorang konseptor, administrator, dan organisator yang menejerial, profesional, taktis, dan strategis ; seorang penulis, pembicara, dan orator yang handal, bernas, berbobot, ulung, dan kawakan ; seorang aktifis, pejuang, dan pemimpin pergerakan keadilan, kesetaraan, perdamaian, demokrasi, HAM, kemanusiaan, dan lingkungan hidup.

Tugas panggilan pelayanan kepemimoinan SAE. Nababan, antara lain : pernah menjadi Sekretaris Umum MPH PGI ; Ketua Umum MPH PGI ; Ephorus HKBP ; Sekretaris Pemuda Dewan Gereja-gereja Asia ; salah seorang Presiden Dewan Gereja-gereja Asia ; Anggota Komite Eksekutif Federasi Lutheran Se-Dunia ; Wakil Presiden Federasi Lutheran Se-Dunia ; Wakil Ketua Komite Sentral Dewan Gereja-gereja Se-Dunia ; salah seorang Presiden Dewan Gereja-gereja Se-Dunia ; anggota, aktifis, kader, pengurus GMKI pada masanya. Dan masih banyak lagi medan pelayanan dan dunia pergerakan lainnya, yang pada dasarnya menorehkan posisi berpengaruh dan peran menentukan dari SAE. Nababan. 

Perspektif amanah kegiatan dan tugas panggilan pelayanan tersebut, semakin meneguhkan keunikan khusus dan kepribadian berbobot. Juga tambah mengukuhkan status personalitas SAE. Nababan, sungguh-sungguh memiliki kualitas dan kapasitas kepemimpinan bertaraf kawasan regional dan berkelas dunia internasional yang telah teruji dan sudah terkonfirmasi. Namun SAE. Nababan, selalu setia dan dengan taat tetap memelihara dan membawa karakter kepemimpinan yang berakar lokal dan berbasis domestik. Perihal tersebut tentu dengan segala kearifan yang bijak dan bersahaja ; serta dengan segala kekuataan moral dan kewibawaan kultural yang dimiliki SAE. Nababan. Kemudian dipraxiskan secara utuh dan berkelanjutan, dengan metode refleksi-aksi-refleksi-aksi-refleksi-aksi, dan seterusnya.

Meskipun SAE. Nababan juga menghadapi pergumulan hati dan pemikiran kritis ; serta mengalami pergulatan batin dan pertimbangan serius mengenai kaderisasi dan regenerasi. Namun SAE. Nababan, senantiasa memberikan perhatian dan kepedulian khusus dan terutama terhadap kebangkitan dan kemajuan kalangan remaja, mahasiswa, dan pemuda. Penulis bersama dengan SAE. Nababan, pernah diundang sama-sama menjadi Pembicara dalam sebuah Seminar Nasional dan Dialog Kebangsaan, di Pekanbaru Riau, akhir tahun 1990-an. 

Salah satu pokok pembahasan tematik adalah mengenai kemahasiswaan dan kepemudaan dalam kerangka Keindonesiaan. Pokok-pokok pemikiran SAE. Nababan, dan juga dinamika diskusi-dialog saat itu, menempatkan pembangunan kualitas manusia dan penguatan sumber daya kemahasiswaan dan kepemudaan, menjadi agenda dan issue penting, strategis, dan menentukan. Ada dukungan terarah dan terfokus dari SAE. Nababan terhadap remaja, mahasiswa, dan pemuda untuk bangkit dan maju. Perspektif tersebut mengindikasikan dan memastikan bahwa angkatan dan generasi tersebut memiliki posisi dan peran membangun Indonesia Maju untuk masa kini dan masa depan.

Jauh sebelum kegiatan seminar dan dialog tersebut di atas, Penulis sudah dan sering berjumpa, bertemu, dan berdiskusi dalam sejumlah skala, konteks, dan kerangka, bersama dengan SAE. Nababan. Demikian juga, setelah kegiatan tersebut di atas, beberapa kali ada kesempatan perjumpaan, kegiatan pertemuan, dialog dan diskusi bersama dengan SAE. Nababan. Tentu dalam kapasitas profesi dan atribusi masing-masing. Keseluruhan dan rata-rata bangunan dan materi perjumpaan dialogis dan pertemuan diskusi, pada dasarnya menunjukkan dan memetakan bobot kapasitas dan kualitas kepribadian dan kepemimpinan SAE. Nababan. Spritualitas pemikiran, pergaulan, pelayanan, pergerakan, dan perjuangannya berakar kuat dan bertumbuh subur pada watak nasionalisme, sosialisme, dan humanisme. 

Sosok kepemimpinan SAE. Nababan pernah berseberangan dan berlawanan keras secara diametral dengan Presiden RI Soeharto pada suatu saat. Terutama dalam hal memposisikan Pancasila dalam kerangka sistem kemasyarakatan, keumatan, kelembagaan, keormasan. Namun SAE. Nababan sesungguhnya dan sejatinya adalah seorang Pancasilais. SAE. Nababan, membumikan dan mempraxiskan Nilai-Nilai Pancasila melalui kerja-kerja kepribadian dan kinerja kepemimpinan. Apabila ditelusuri dan dikritisi mengenai watak nasionalisme, sosialisme, dan humanisme SAE. Nababan, maka watak tersebut sesungguhnya dan sejatinya bersumber dan berasal dari keseluruhan sistem Nilai dari Sila-Sila Pancasila. Kepribadian dan kepemimpinan SAE. Nababan, juga sekaligus merefleksikan dan mengukuhkan pembumian Sila-Sila Pancasila secara utuh dan lengkap dengan saling menguati dan memaknai. 

Bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus senantiasa dipertahankan dan diperkuat dalam kerangka dan ranah konstitusi UUD Tahun 1945 yang berkeadilan, berkemakmuran, dan berkesejahteraan. Juga dengan tetap berbasis pada kualitas keutuhan wilayah, kedaulatan bangsa, integrasi nasional. Tentu dengan etos Bhinneka Tunggal Ika (kebhinnekaan, keragaman, kemajemukan, multikulturalisme). Juga dengan semangat partisipatoris dan emansipatoris. Posisi dan orientasi sikap, pendirian, pemikiran, pergaulan, pelayanan, pergerakan, dan perjuangan kepemimpinan SAE. Nababan, pada hakekatnya secara simbolik dan konkrit melambangkan dan memancarkan sejumlah pesan kuat, tegas, dan jelas terhadap kalangan internal dan eksternal. 

Sosok SAE. Nababan amat serius berkemauan kuat dan bertekad bulat untuk berdiri dan berjalan tegak lurus dalam rangka menjaga, mengawal, dan merawat keluhuran dan kemuliaan Pancasila. Kemudian dalam menyelenggarakan, membumikan, dan mempraxiskan kebajikan dan kebaikan Pancasila. Juga dalam menempatkan dan memposisikan Pancasila sebagai falsafah, dasar, dan ideologi bersama yang memperjumpakan, mempertemukan, mempersatukan semua dan berbagai elemen, komunitas, dan lintas yang multi, beraneka ragam, dan majemuk. Posisi dan orientasi SAE. Nababan sebagai pemimpin institusi kelembagaan, dapat difahami dalam kerangka pemahaman bahwa SAE. Nababan, bermaksud dan bertujuan strategis, visioner, luhur, dan mulia. 

Pada dasarnya SAE. Nababan, bermaksud dan bertujuan untuk membangun check and balances. Selanjutnya bermaksud dan bertujuan untuk menjaga jarak terukur dengan "Negara" dan juga terhadap kepemimpinan nasional Presiden Soeharto saat itu. Terutama terhadap sistem dan kepemimpinan yang diskriminatif, intimidatif, koruptif, dan otoritatian. Selanjutnya bermaksud dan bertujuan untuk memperkuat masyarakat dan institusi kelembagasn kemasyarakatan serta memperluas relasi jejaring dan kerjasama konsolidasi dan aksi yang berarti dan berefek serius. 

Perihal tersebut di atas adalah dalam kerangka membangun, menumbuhkan, dan menegakkan Nilai-Nilai keadilan, kesetaraan, perdamaian, demokrasi, HAM, kemanusiaan, dan lingkungan hidup. Sesungguhnya, titik kritis dan simpul korektif dari SAE. Nababan ketika berseberangan dan berlawanan dengan Presiden Soeharto adalah penolakan dan perlawanan SAE. Nababan terhadap sejumlah perihal negatif yang menegasikan, merugikan, membahayakan, merusak, dan menghancurkan Nilai-Nilai tersebut di atas dan terhadap hakekat kemanusiaan, keutuhan ciptaan, dan keadaban.

Sosok SAE. Nababan menerjemahkan dan membumikan watak spritualitas pemikiran, pelayanan, dan pergerakan kepribadian dan kepemimpinan, secara bermakna dan berarti. Watak nasionalisme, sosialisme, dan humanisme, pada gilirannya melahirkan, membangunkan, dan menggelorakan sikap etik berkehidupan pelayanan dan pergerakan yang bernilai positif dan strategis. Intinya adalah bernilai prinsip-prinsip inklusi, moderasi, toleransi. Juga egaliter dan solider. SAE. Nababan mendayagunakan, mengorganisasikan, dan menggerakkan keseluruhan potensi kemampuan dan kekuatan bagi berlangsungnya berbagai diskursus kegiatan kemanusiaan dan keadaban antar berbagai elemen, komunitas, dan lintas. Diskursus berlangsung dan bertumbuh untuk membangun keutuhan dan kebersamaan dalam kepelbagaian dan kemajemukan. 

Diskursus tersebut melahirkan dan menghasilkan bangunan berkehidupan yang inklusif, moderat, dan toleran. Ada relasi antara kebermaknaan nasionalisme, sosialime, dan humanisme ; dengan pertumbuhan dan penguatan situasi dan kondisi kebermasyarakatan, keberagamaan, dan keberbangsaan yang dialogis, egaliter, solider, inklusif, moderat, toleran dalam atmosfir kedaulatan Indonesia Raya dan "Merah Putih". Relasi tersebut berfungsi untuk saling mengerti, memahami, mengakui, menghormati. Bahkan untuk saling menerima, melengkapi, dan memaknai kualitas perikehidupan dan perikemanusiaan dalam masyarakat, bangsa, dan negara-negara di tengah-tengah dunia yang amat multi, beraneka ragam, plural, majemuk, dan sangat dinamis, kompleks, dan kompetitif.

Ada penglihatan dan pendengaran kalangan publik secara umum ; dan pengetahuan kalangan terbatas termasuk Penulis terhadap SAE. Nababan. Perihal ini, pada dasarnya meletakkan posisi doktrin dan warna karakter pemikiran teologis dan ideologis SAE. Nababan, tidak "datar normatif abstrak abu-abu" dan tidak "netral". Pemikiran dan pergerakan SAE. Nababan, pada dasarnya terarah, terfokus, dan "berpihak". Ada diskursus "keberpihakan dan pemihakan" terhadap : pertahanan, pembumian, dan pembangunan Nilai-Nilai keadilan, kesetaraan, kebenaran, kemerdekaan, kebebasan, perdamaian, demokrasi, HAM, kemanusiaan, lingkungan hidup. 

Ada juga diskursus keberpihakan dan pemihakan terhadap ide, gagasan, aspirasi, konsolidasi, dan aksi bagi pertumbuhan dan penataan prinsip dan sikap dasar berkehidupan kepemimpinan, kelembagaan, dan kebangsaan yang berdaulat, mandiri, kuat, otonom, dan independen. Kemudian ada diskursus keberpihakan dan pemihakan terhadap pertumbuhan dan pengembangan penguatan solidaritas, kualitas kapasitas keumatan, kemasyarakatan, keorganisasian, kelembagaan ; dan terhadap perikeadilan, perikemanusiaan, perikeutuhan ciptaan, perikehidupan yang berbasis inklusi, moderasi, dan toleransi.

Ketika ada nuansa dan getaran dinamika dan dialektika dalam keorganisasian dan kelembagaan kepemimpinan sosok SAE. Nababan, maka pada gilirannya mesti diletakkan, difahami, dan dimaknai secara utuh, jernih, dan obyektif. Intinya adalah mesti diletakkan, difahami, dan dimaknai dalam kerangka diskursus tersebut tadi di atas. Nuansanya dan getarannya kadang kala dan mungkin tidak jarang melahirkan dan mengakibatkan berbagai aneka jenis dan macam hal yang muncul. Ada keberhasilan, kematangan, ketenangan, kenyamanan, kelebihan, keuntungan. 

Juga ada kekurangan, kerugian, kerisauan, keresahan, keriuhan, dan kegaduhan. Namun pesan penting dan kuat dari substansi utama, besar, dan panjang dari diskursus tersebut, pada dasarnya bernilai dan berkelas baik dan bajik secara otentik. Barangkali pendekatan, pola, metode, dan cara yang lebih beraneka ragam dan variatif, dapat berperan efektif untuk membantu mengurangi dan mengatasi sisi-sisi lain yang negatif akibat dari diskursus dan juga akibat dari keberpihakan dan pemihakan tersebut.

Keluasan, kedalaman, dan kematangan kepribadian dan kepemimpinan SAE. Nababan, telah menginisiasi, mengajaki, mengisi, bahkan berhasil "mengagitasi dan memprovokasi" secara positif, efektif, dan produktif bagi keadaban dan kemajuan masyarakat, bangsa, negara, dan dunia kawasan regional dan internasional. Juga bagi menumbuhnya dan merebaknya diskursus umum dan besar di tataran doktrin, ide, gagasan, refleksi, konsolidasi, dan aksi. SAE. Nababan menjadi salah seorang sosok teolog, pemikir, pemimpin, penggerak, pejuang di Indonesia dalam berbagai agenda penanaman dan penumbuhan kualitas pemikiran, pelayanan, dan pergerakan oikumene, nasionalisme, sosialisme, dan humanisme. SAE. Nababan bergaul, bersahabat, bekerjasama dengan berbagai kalangan, elemen, komunitas, lintas, jaringan domestik lokal dan nasional serta kawasan regional dan internasional. 

Pergaulan, persahabatan, dan kerjasama tersebut tidak datang hadir dengan sendirinya, dan juga tidak berdiri sendiri. Ada titik-titik dan simpul-simpul doktrinal yang secara ideologisasi berjumpa dan diperjumpakan ; bertemu dan dipertemukan ; berdialog, bekerja, bergerak di atmosfir dan cakrawala Negara Pancasila. Atmosfir dan cakrawala tersebut dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berfalsafah dan berideologi Pancasila berdasarkan konstitusi UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Kemudian Negara Pancasila yang berdaulat, kuat, luas, besar, adil, demokratis, damai, makmur, sejahtera di tengah-tengah masyarakat dan bangsa yang berbhinneka tunggal ika. Lagi pula yang yang inklusif, moderat, toleran, egaliter, dan solidet. Sosok SAE. Nababan membangun pergaulan dan persahabatan yang terbuka dan terarah dengan berbagai lintas, tingkatan, dan ruang, dengan saling melengkapi dan menguati. 

Inilah anatomi dan konfigurasi dari watak nasionalisme, sosialisme, dan humanisme yang menyinari dan menerangi spritualitas SAE. Nababan. Seorang Pemikir, Pelayan, Pemimpin, dan Penggerak yang memiliki amat banyak kelebihan, kekuatan, kemampuan, kematangan, kebaikan, kebajikan, dan keadaban. Tentu sebagai manusia biasa, juga tidak terlepas dari kekurangan, kelemahan, kesalahan, dan kekhilafan. Sosok SAE. Nababan, telah wafat dipanggil dan kembali kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, pada hari Sabtu, 8 Mei 2021, dalam usia 88 tahun, di Jakarta. Disemayamkan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, di Graha Oikumene PGI, Jakarta, dan di rumah kediaman SAE. Nababan, di Jakarta. Diberangkatkan ke Sumut, untuk selanjutnya dimakamkan, pada hari Selasa, tanggal 11 Mei 2021.

Ada sejumlah pelayat yang datang menghadiri Upacara Penghormatan dan Ibadah Pelepasan SAE. Nababan, yang diselenggarakan di Graha Oikumene. Dihadiri atau diikuti juga secara online virtual oleh Pimpinan dan jajaran Presiden (Presidium) beserta Sekretaris Jenderal (Eksekuif) Dewan Gereja-gereja Asia ; Pimpinan dan jajaran Presiden (Presidium) besera Sekretaris Jenderal (Eksekutif) Dewan Gereja-gereja Se-Dunia. Penulis secara khusus datang menghadiri dan termasuk salah seorang di antara para pelayat yang mengikuti Upacara Penghormatan dan Ibadah Pelepasan SAE. Nababan di Graha Oikumene. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa melindungi dan memberkati Ibu Alida Lientje Lumbantobing dan Keluarga Besar yang ditinggalkan. Juga Diberi Penguatan, Penghiburan, dan Pengharapan oleh Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Selamat Jalan Ompui. Rest In Peace. Amin.

Salam Sehat ; Salam Negara Pancasila ; Salam Membangun Indonesia Maju". (Team) 

Jakarta, 12 Mei 2021:
Penulis : Firman Jaya Daeli (Ketua Dewan Pembina Puspolkam Indonesia) : Mengenang Dan Menghormati Ompui S.A.E. Nababan)

Label:

Rabu, 19 Mei 2021

BNNK Pematangsiantar Grebek Lokasi Peredaran Narkoba

PEMATANGSIANTAR,  GELORA HUKUM - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Pematangsiantar menggelar razia di Gang Sewu dan Gang Puri Kelurahan Melayu Kecamatan Siantar Utara, Rabu (19/5/2021) siang. Razia dilakukan disinyalir maraknya peredaran narkoba di lokasi tersebut.

Saat terjun ke lokasi, Tim menemukan adanya sekat sekat tembok diduga tempat jual beli narkotika. Selain itu ditemukan sisa pipet dan bong yang lazim dipakai sebagai alat isap narkoba jenis sabu sabu. 

Sayangnya, saat razia yang dipimpin langsung Kepala Seksi Pemberantasan BNNK Pematangsiantar  Kompol Pierson pihaknya tidak menemukan satu orang pun pemakai atau bandar sabu sabu di lokasi tersebut.

Kepala Seksi Pemberantasan BNNK Pematangsiantar Kompol Pierson mengatakan, pihaknya banyak menerima informasi adanya peredaran gelap narkotika di wilayah tersebut.

Pierson menduga lokasi tersebut sudah sudah diketahui publik sehingga saat dirazia sepi. Ia berharap pemberantasan peredaran gelap narkotika oleh kepolisian dapat mempersempit ruang gerak peredaran narkotika di Siantar.

Lebih lanjut Pierson menjelaskan, Gelar razia dilakukan untuk mengantisipasi adanya penyalahgunaan maupun peredaran narkoba di wilayah Kelurahan Melayu. Pasalnya di wilayah tersebut ada indikasi penyalahgunaan narkoba.

“Kita melaksanakan deteksi dini penyalahgunaan dan peredaran narkotika di wilayah kelurahan melayu dalam rangka antisipasi,” ucap Pierson

Sebelum razia, BNNK Pematangsiantar telah melakukan pengecekan dan penyelidikan terlebih dahulu dan Kelurahan Melayu menjadi sasaran razia. Apalagi di sana disinyalir banyak tempat-tempat yang menjadi lokasi penyalahgunaan narkoba.

“Kami sudah melakukan penyelidikan sebelumnya, di daerah sini disinyalir  menjadi tempat penyalahgunaan narkoba,” kata Pierson yang saat itu didampingi Joko Rona Athur Sirait selaku Kasubag Umum.

Pierson juga menjelaskan jika sejak Januari hingga 19 Mei, BNN Kota Pematangsiantar belum ada melakukan penangkapan. Namun telah mempunyai target khusus untuk mengungkap beberapa kasus. Program lainnya, BNN Siantar telah melakukan upaya pencegahan yang dikenal dengan P4GN melalui FGD/sosialiasi kepada seluruh lapisan masyarakat dari mulai instansi, pelajar dan kelurahan, jelasnya.

Dipastikan BNNK Pematangsiantar akan mencapai target tangkapan pelaku peredaran narkotika. Dihimbau kepada masyarakat dan juga instansi terkait untuk bekerjasama mengungkap kasus peredaran narkotika di Siantar. (AP)

Label:

Selasa, 18 Mei 2021

Pemuda Katolik Nisbar dan OMK, Gelar Syukuran Paskah Bersama

NIAS BARAT, GELORA HUKUM - Pemuda Katolik Komcab Nias Barat bersama OMK Paroki Salib Suci Nias Barat merayakan syukuran paskah di sirombu Marko Beach, momen hari kenaikan Isa Almasih, kamis (13/5/2021) 

Perayaan paskah tersebut dihadiri sejumlah Tokoh umat serta ratusan kader militan Pemudan Katolik dan OMK, acara demi acara dipandu langsung Sekretaris Panitia Dederius Gulo,  S.Pd bersama sejumlah personil panitia yang telah terbentuk

Perayaan pascah ini terlihat sangat sederhana namun terkesan memiliki makna yang sangat luar biasa, acara demi acara terlihat berjalan dengan baik, praktek solidaritas dalam semangat kebersamaan terlihat sangat luar biasa.

Rangkaian acara dalam perayaan Paskah itu, diawali dengan acara Sakral yaitu Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Pastor Yanuarius Bria OSC. Usai misa, dilanjutkan dengan laporan ketua panitia oleh Faris Hia, S. Pd, penyampaian kata kata sambutan mewakili tokoh umat disampaikan Ibu Enoni Hia, mewakili OMK paroki disampikan ketua OMK Paroki Eduar Waruwu, S. Pd selanjutnya kata penggembalaan dari Pastor Moderator.

Sesi berikut dilanjutkan penyampaian materi oleh Ketua pemuda Katolik Kimcab Nuas Barat Yason Hulu dengan tema "SIAPA KITA?", usai tanya jawab dilanjutkan sejumlah rangkaian kegiatan yang dipandu oleh panitia yang dilaksakan di kompleks pantai sirombu.

Sesungguhnya kita ini memiliki kekuatan yang sangat besar, hendaknya kita memiliki daya militan, prinsipil yang tidak bisa di ganggu oleh siapa pun, tidak mudah terpengaruh, apalagi terbawa arus, sekali Katolik tetap  menjadi katolik yang sejati, dalam hati perlu ada prinsip militansi, Iman Katolik yang hakiki harus kita miliki, hendaknya juga memiliki Integritas yang tinggi, sikap dan perbuatan harus menunjukkan perbuatan iman yang otentik bagi yang lain, tegas Faris Hia ketua panitia, saat menyampaikan laporan panitia.

Ketua OMK Edwar Waruwu, S.Pd dalam kata sambutannya, Kegiatan elaborasi antara Pemuda Katolik dan OMK di Nias Barat ini dalam sejarahnya baru kali ini, tembok pemisah yang cenderung mengkotak kotakan kita selama ini telah berhasil kita robohkan "Faktanya hari ini", kedepan kiranya kita kaum muda terus bergandeng tangan dan meningkatkan kesadaran kritis kita, siapapun mereka kelak dari kalangan tokoh umat dengan sengaja merusak kebersamaan ini, maka wajib kita lawan.

Pastor Yan OSC dalam kata penggembalaan dengan tegas menyatakan, Pemuda Katolik dan OMK adalah Kader masa depan Gereja, semangat kasih berperilaku dalam semangat kebersamaan terhadap sesama adalah menjadi keharusan, tanggung jawab kaum muda adalah hendak menjadi agen perubahan dalam batas ajaran Tuhan kita Yesus Kristus. 

OMK dan Pemuda Katolik harus sungguh menyadari dan menyakini bahwa mereka diutus oleh Tuhan untuk k menjadi mitra kerja, agen perubahan, dan solusi demi menciptakan kehidupan yang membebaskan, solider, dan mandiri ditengah tuntutan dan tantangan arus zaman modernitas ini. "Lanjut Pastor Yan. 

Mengakhiri kata Penggembalaanya, Pastor Yan  OSC mengajak Pemuda Katolik dan OMK Melalui Tema: Paskah Pemuda Katolik dan OMK 2021 " Melalui semangat kebangkitan Yesus Kristus, Pemuda Katolik dan OMK Bertumbuh dalam Iman dan berbuah dalam Hidup", Perayaan paskah bersama ini adalah momentum kebangkitan bagi OMK dan pemuda Katolik untuk bangkit, bergerak, bertindak dan berbuah bagi sesamanya.

Yason Hulu, dalam materi yang disampaikan dengan Thema "SIAPA KITA" menegaskan, semangat kebersamaan berbasis kesadaran kritis "satu kata dengan perbuatan" menjadi mutlak, segala perbebedaan, keangkuhan dalam diri, sentimen antar sesama harus kita singkirkan, mereka yang masih moderat dan naif (ingin benar sendiri) harus kita sadari,  kaum muda adalah harus menjadi agen dan pelopor pembaharu baik didalam gereja dan diluar gereja dalam bingkai kasih berbasis bonum commune,  praktek keteladanan wajib kita lakukan, sebab makna hidup yang paling tertinggi adalah "apa bila hidup kita bermanfaat bagi orang lain". (Firman Kecap)

Label:

Senin, 17 Mei 2021

Perayaan Paskah Se-Kab Nias Utara di Tugala'oyo Penuh Hikmat

NIAS UTARA,  GELORA HUKUM -  Perayaan paskah se-Kab. Nias Utara dengan Tema "Berpalinglah Kepada Sang Hidup" dengan sub tema" melalui perayaan paskah ini mari kita wujudkan pemerintah kabupaten Nias Utara yang maju, sejahtera dan berkeadilan, kegiatan ini dilaksanakan di Jemaat Nazaret Resort 25 BNKP, Desa Gunungtua Kecamatan Tugala Oyo, Kabupaten Nias Utara, minngu (16/5/2021)

Kegiatan ini dihadiri oleh bapak Bupati dan Wakil Bupati Nias Utara, Pimpinan dan Anggota DPRD Kab.Nias Utara, Sekda, Staf Ahli, Asisten, Kepala OPD,Kepala Kantor Kementerian Agama, Eselon III dan IV, Kapolsek, Danramil 07 Alasa beserta Camat dan seluruh Kepala Desa se-kabupaten Nias Utara, warga jemaat dan masyarakat Kecamatan Tugala Oyo.

Bupati Nias Utara Amizaro  Waruwu,S.Pd dalam kata arahan dan bimbingan mengatakan pelaksanaan perayaan paskah Kabupaten Nias Utara 2021 merupakan moment yang harus disyukuri bersama, Paskah merupakan kemenangan bagi semua umat yang percaya pada kebangkitan Yesus Kristus yang telah mengalahkan maut, dari itu saya mengajak kita semua untuk benar benar memaknai tema paskah "Berpalinglah Kepada sang hidup" dalam kehidupan kita sehari hari. 

Dilanjutkan,  saat ini kita akan fokus memperbaiki infrastruktur jalan rusak, dan saya janji pada tahun 2022 yang akan datang, bangungan Hotmix pasti kita arahkan di kecamatan Tugala'oyo,  

Saya berharap supaya harapan yang direncanakan ini dapat tercapai dengan dukungan doa dari berbagai kalangan sehingga sumber pendanaan dan arah kebijakan yang mendukung pembangunan di Kecamatan Tugala Oyo tidak terkendala, jelas Bupati. 

Lanjut Bupati, kami berjanji bahwa kehadiran kami hari ini tidak hanya akan berlalu begitu saja tapi memiliki makna bahwa kami berpihak kepada pembangunan di Kecamatan Tugala Oyo kedepan dan tercpai 💯 persen dengan demikian juga kami berharap supaya ada rasa kerjasama seluruh pihak termasuk pada pembebasan lahan sehingga tidak ada halangan yang mengakibat kan terhambatnya pelaksanaan pembangunan khusus di Kecamatan Tugala Oyo.

DPRD asal Pemilihan Dapil III khususnya dari Tugala Oyo Tanobadodo Zalukhu dan Nimerodi Hia, bersama Camat Tugala Oyo Society Agustus Hulu,MM, mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Nias Utara yang telah memilih lokasi perayaan paskah tahun 2021,  mereka berharap moment paskah kali ini merupakan tahap awal bagi ke Camatan Tugala Oyo lepas dari Ketertinggalan dan Keterisoliran, dan serta mendukung penuh kegiatan-kegiatan atau program dari pemerintah Kabupaten Nias Utara.

Panitia perayaan paskah, turut mengucapkan banyak terimakasih kepada pemerintah Kabupaten Nias Utara, yang telah mempercayakan lokasi/tempat pada perayaan paskah tahun 2021, sekalugus meminta maaf jika ada kekurangan baik dari kelengkapan, tempat, pelayanan dan lain sebagainya, Tuhan Yesus menyertai kita semuanya. (Torius Hulu)

Label:

Minggu, 16 Mei 2021

BPD Berharap Kesra Desa Laira di Pecat


NIAS, GELORA HUKUM - Kepala seksi kesejahteraan pelestarian adat dan budaya (KESRA) Desa Laira Kecamatan Idanogawo Kabupaten Nias Boy Kurniawan Zega, di duga gelapkan sebagian anggaran visik Dana Desa Laira TA.2020 serta melakukan fitnah kepada BPD Desa Laira dan tokoh . Maka beberapa masyarakat dan BPD berharap agar oknum tersebut di berhentikan/di pecat dari jabatannya. Hal itu kepada gelorahukum di sampaikan oleh Wakil Ketua BPD (Badan Permusyawaratan Desa) Desa Laira Armelius Zega (14/05/21)

Wakil ketua BPD Armelius Zega menyampaikan, "Kami sangat kecewa dengan perilaku Kesra Laira ini yang tidak memberi contoh terbaik kepada masyarakat Desa Laira. Yang mana dia menuduh kami telah meminta uang dengan dia sebesar 15.juta, itu adalah fitnahnya terhadap kami dan juga tokoh lainnya. Kemudian pada pelaksanaan pertanggung jawaban Dana Desa T.A.2020 pada april lalu dia tidak menghadiri sementara dia adalah yang membidangin bagian kegiatan visik, maka pada saat itu kami pihak BPD memasukkan dalam catatan semua kegiatan  yang tidak jelas itu sebagai bahan laporan kami, dan kami tidak tau apakah sudah di kampirkan catatan kami itu pada penyerahan laporan realisasi pertanggungjawaban anggaran Dana Desa TA.2020 di Dinas PMD Kab.Nias. Selanjutnya Kesra ini jarang berkantor bahkan dia sudah di beri surat peringatan ke dua (SP2)

Lebih lanjut Armelius menjelaskan, "Selain perbuatannya itu dia juga telah melakukan penggelapan anggaran Dana Desa pada pelaksanaan visik TA.2020 kirang lebih 20.juta, seperti anggaran kegiatan Posyandu, rehabilitasi balai Desa, pemeliharaan jalan, pengaspalan jalan di dusun satu yang mana ada sekitar 5 drum yang belum dia belanjakan, sehingga kegiatan tersebut belum semua terlaksana dimana Kesra atas nama Boy Kurniawan Zega telah memakai sebagaian anggaran untuk kegiatan itu."Imbuhnya

Lanjut Armelius, "Atas perbuatannya itu ia sudah mengakui bahwa dia telah memakai uang tersebut di buktikan dengan surat pernyataannya yang telah dia buat di kantor camat Idanogawo tertanggal 19/04/21  bahwa dia akan bertanggung jawab dan melaksanakan kegiatan itu, namun hingga saat ini belum dia laksanakan juga. Dan kami juga sebagai BPD sangat kecewa karena saat dia membuat surat pernyataannya itu di kantor camat, satu orang pun BPD tidak di undangkan."Katanya Armelius dengan nada kecewa

Tambah Armelius menjelaskan, "Ada pun dana fisik yang telah dia pakai sesuai dengan surat pernyataannya itu antara lain yakni ; "Pada pelaksanaan Posyandu dengan anggaran 8.500.000 maka yang belum terlaksana Rp.6.696.364, kemudian kegiatan pemeliharaan jalan sebesar 10.000.000 yang belum terlaksana Rp.2.000.000, dan pembangunan rehabilitasi balai desa balai kemasyarakatan dengan anggaran 10.000.000 yang belum terlaksana Rp.5.419.125, dan yang terakhir pembangunan rehabilitas peningkatan jalan desa di dusun I sepanjang 300 meter yang seharusnya aspal yang harus di belanjakan sebanyak 26 drum namun yang belum di belanjakan sebanyak 5 drum lagi sebesar Rp.10.000.000 dan terbayarkan pajak sebesar 1.515.386 tersisa Rp.848.613. Maka atas perbuatannya itu kami sebagai BPD merasa keberatan dan kecewa, sehingga kami BPD serta masyarakat lainnya telah membuat laporan baik kepada kepala desa, Camat dan Dinas PMD agar Kesra tersebut di berhentikan dari jabatan perangkat desa."Ucapnya

Kami berharap kepada Pj. Kades laira, camat maupun Dinas PMD Kab.Nias agar mengambil tindak yang sesuai dengan aturan terhadap perbuatan Kesra tersebut dan segera di berhentikan dari jabatannya serta  laporan kami itu harap di tindaklanjuti."Harapnya Wakil Ketua BPD Armelius Zega

Di tempat yang sama di sampaikan kepala wilayah satu Desa Laira Sokhiatulo Lahagu, "Kami sangat kecewa atas perbuatan Kesra Desa Laira ini dimana dia telah memfitnah kami perangkat Desa dan juga BPD serta tokoh lainnya dengan cara menuduh kami telah meminta uang. Dan juga pada kegiatan pengaspalan di depan rumahnya itu sewenang-wenangnya saja tanpa di ketahui oleh BPD serta perbuatannya yang sangat tidak terpuji bahkan merugikan masyarakat Desa. Maka kami berharap kepada Dinas terkait agar Kesra tersebut segera di berhentikan dari jabatannya karena tidak memberi contoh yang terbaik kepada masyarakat malah melakukan perbuatan yang sangat merugikan masyarakat Desa."Ucap Sokhiatulo Lahagu

Ketika gelorahukum melakukan konfirmasi kepada Kabid PPMD Kab.Nias Toharrudin melalui selulernya, 14/05 mengatakan, "Laporan realisasi pertanggung jawaban anggaran dana desa Laira TA.2020 telah kami terima, namun setelah itu memang kami sudah dengar bahwa ada yang belum terlaksana namun kata mereka sudah selesai di kecamatan, maka silahkan di tanyakan di pihak kecamatan saja. Dan jika ada masyarakat yang keberatan silahkan di buat laporan di inspektorat Kab.Nias supaya di audit, sementara kami nanti melakukan monitoring."Ucap Tohar.

Hingga turun berita ini gelorahukum masih belum bisa konfirmasi kepada Kesra karena tidak memiliki nomornya telponnya, namun gelorahukum akan melakukan konfirmasi selanjutnya. (Makmur Gulo)

Label: