Minggu, 30 Mei 2021

Atap Gereja Rusak Parah Akibat Hujan dan Angin Kencang Guyur Kota Medan

MEDAN, GELORA HUKUM - Hujan lebat yang disertai angin kencang membuat satu unit rumah dan rumah ibadah di lingkungan X Jalan Garu VI Ujung Kelurahan Harjosari I, Kecamatan Medan Amplas Kota Medan rusak parah, Minggu (30/05/2021) pukul 16.00 wib sore.Rangka beserta atap seng bagian tengah hingga belakang rumah terbang hingga sepuluh meter dari lokasi semula. 

Kerusakan itu sebagian besar atap rumah berjatuhan dan beterbangan akibat amukan angin kencang. Beruntung dalam peristiwa kali ini tidak ada korban jiwa.

Kerusakan terparah terjadi pada atap seng rumah milik Tohom Simbolon yang juga pemilik sekolah PAUD/TK Anugrah dimana hampir seluruh atap seng berterbangan dan rusak.Saat kejadian penghuni rumah sedang tidak berada di dalam rumah.

"Saat kejadian berlangsung saya tidak ada dirumah,Karena saya lagi mengantar Ibu saya ke tanjung morawa sedangkan istri saya lagi ke luar daerah ada kegiatan pekerjaan," ujar Tohom Simbolon saat ditemui *Gelora Hukum.com*  di lokasi.

Menurut Tohom Sinambela , Ia dapat berita dari abang kandungnya sendiri yang memberitahukan bahwa hampir seluruh atap seng rumah rusak dan beterbangan.

"Begitu dapat kabar,saya langsung pulang ke rumah untuk melihat kondisi rumah dimana hampir seluruh atap seng rumah sudah rusak dan beterbangan ke belakang rumah. Ruangan kamar tidur,ruangan dapur dan kamar mandi hingga setengah ruangan tamu tidak ada lagi atap sengnya,"ujarnya.

Selanjutnya,Tohom Simbolon berharap supaya pemerintah kota medan memperhatikan dan peduli dengan memberikan bantuan kepada warga yang mengalami musibah saat ini.

Sedangkan rumah ibadah yang atap bangunannya rusak akibat hujan lebat disertai angin kencang yakni Gereja Pentakosta Indonesia (GPI) dimana lebih kurang 7 lembar seng Gereja rusak dan terbang menimpa rumah warga.

Salah seorang jemaat Gereja GPI,Josua Sianturi mengatakan, Ia mendapat informasi dari warga sekitar bahwa atap seng gereja rusak dan terbang menimpa salah satu rumah warga sekitar.

"Akibat hujan lebat dan angin kencang membuat seng terbang dan menimpa rumah warga sehingga mengakibatkan seng warga rusak dan hancur.
Namun tidak ada korban jiwa maupun luka-luka,"ujar Josua.

Sementara, Kepala Seksi (Kasi) Penanggulangan Darurat BPBD Kota Medan Heri N Ginting yang langsung turun ke lokasi kejadian mengatakan, hingga sore ini, pihaknya masih melakukan pendataan di Kelurahan Harjosari I dan Kelurahan Timbang Deli, Kecamatan Medan Amplas.

"Saat ini personel kita masih melakukan pendataan di lokasi,informasi sementara yang diterima dari BPBD ada 3 unit bangunan yang atap sengnya rusak dan terbang.dimana 2 unit di kelurahan harjosari I dan 1 unit di kelurahan timbang deli," ujar Heri saat ditemui wartawan usai peninjauan lokasi rumah warga yang rusak.

Menurutnya, Kejadian hujan lebat disertai angin kencang yang menerjang beberapa rumah warga, tidak ada menimbulkan korban jiwa atau luka-luka.

"Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa atau luka-luka ke pihak BPBD dan kami juga akan mendata rumah warga yang rusak untuk di laporkan ke pimpinan BPBD medan.terkait masalah bantuan untuk bangunan warga yang rusak tergantung dari pimpinan BPBD untuk ambil keputusan dan kebijakan,"ucapnya.

Menurut pantauan media *Gelora Hukum.com*  di lokasi hadir mewakili tiga pilar Kecamatan Medan Amplas dengan waktu yang tidak bersamaan yakni dari personil Polsek Patumbak, personil Koramil 0201-08/MJ dan jajaran Kecamatan Medan Amplas.(Antoni Pakpahan)

Label:

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda