Minggu, 29 Desember 2019

Pelaksanaan DD T.2019 Atualuo Kec. Ma'u Sukses

NIAS, GELORA HUKUM - Pelaksanaan dana desa T.A 2019 desa atualuo kecamatan ma'u kabupaten nias, berjalan lancar dan baik tanpa terkendala

Ada pun sumber dana desa yaitu. Dana desa Rp.1.327.573.000.
Alokasi dana desa Rp.270.916.602.
Bagi hasil pajak daerah Rp.2.720.341.
Bagi hasil retribusi daerah Rp.1.248.055.

Jumlah pendapatan Rp.1.602.457.998. Di tambah silva 2018 Rp.258.605.843. Sehingga pendapatan sebesar Rp.1.861.063.841

Sebagai penggunaan dana yaitu, bidang pelaksanaan pembangunan desa Rp.1.009.321.000.
Ada pun rincian penggunaan yaitu, penyelenggaraan paud Rp.19.000.000. Stimulasi siswa berprestasi Rp.9.900.000. Operasional kader posyandu Rp. 4.015.000. Penyelenggaraan posyandu Rp.36.540.000. penyuluhan kesehatan bagi masyarakat Rp.5.000.000. perkerasan jalan di dusun satu Rp.465.810.000. Perkerasan jalan di dusun dua Rp.172.850.000. Pengaspalan dan penyertuan jalan di dusun dua Rp.258.606.000. operasional tim pelaksanaan kegiatan Rp.33.400.000. penyelenggaraan informasi publik desa Rp.4.200.000.

Bidang penggunaan lainnya antara lain. Bidang penyelenggaraan pemerintahan desa Rp.496.202.841.
Bidang pembinaan kemasyarakatan Rp.255.040.000.
Bidang pemberdayaan masyarakat Rp.95.500.000.
Bidang tidak terduga Rp.5.000.000. Sebagai rincian penggunaan pada bidang tersebut telah di rinciankan pada baliho desa.

FONAHA Gulo, S.pd.k, kepala desa atualuo kepada media menjelaskan (26/12) pelaksanaan dana desa T.A 2019 ini terlaksana dengan baik tanpa ada kendala apapun, di mana seluruh masyarakat sangat antusias mendukung progran serta kegiatan pembangunan desa.

Dijelaskannya, pada pelaksanaan dana desa T.A 2019, saya sebagai kepala desa atualuo serta perangkat selalu mengedepankan ketransparaan dan keterbukaan terhadap masyarakat, di mana saya juga sudah tegaskan kepada perangkat desa yang membidangin setiap kegiatan agar selalu ada penjelasan di setiap penggunaan anggaran dan di laksanakan sesuai dengan aturan

Lanjutnya, di tahun 2019 ini kita telah memprogramkan bantuan stimulasi siswa berprestasi khusus SD, dan siswa yang mendapatkan bantuan tersebut mulai dari juara satu sampai juara tiga, kemudian kita juga melaksanakan bantuan stimulasi gereja, di mana setiap gereja di desa atualuo mendapat 10.000.000 (sepuluh juta) pergereja, sumber dana yaitu, lima juta di ambil dari sarana prasana keagamaan di tambah lima juta penunjang kegiatan natal. Dan gereja di desa atualua ada lima gereja.  Kita berharap dengan adanya bantuan seperti ini semoga ada peningkatan keimanan masyarakat kepada tuhan.

Di tambahkannya, saya mewakili pemerintahan desa atualuo menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat desa atualuo yang selalu mendukung program serta kegiatan desa, karna semua program serta kegiatan yang telah kita laksanakan, itu adalah karna dukungan masyarakat desa atualuo."ucap kades mengakhiri

ELIASA Gulo sekretaris TPK atualuo kepada media menjelaskan (29/12) untuk pelaksanaan fisik TA.2019, kami sebagai TPK selalu transparan serta menjunjung tinggi nilai musyawarah kesepakatan bersama. Dimama apa yang ada pada RAB maka itu lah yang kami laksanakan, seperti pada pelaksanaan perkerasan jalan, berapa panjangnya serta lebarnya yang ada pada RAB maka kami tidak kurangin bahkan melebihi. Di mana kami selalu mengedepankan keterbukaan dan ketransparaan kepada masyarakat desa."ungkap Eliasa.

GO'ÔZATULO Gulo tokoh masyarakat desa atualuo kepada media menyampaikan (28/12) kami sebagai tokoh masyarakat sangat mengapresiasi berjalannya dengan baik pelaksanaan dana desa atualuo TA.2019 ini, di mana adanya ketransparaan dan keterbukaan dari kepala desa serta perangkat kepada masyarakat.

Lanjutnya, kami juga sangat mengapresiasi atas program kepala desa pada tahun 2019 ini, antara lain seperti program stimulasi siswa berprestasi karna itu adalah salah satu yang membuat para siswa untuk mengejar pendidikan yang lebih baik. Kemudian bantuan stimulasi sarana dan prasarana keagamaan yang di berikan di setiap gereja di atualuo, serta program lainnya yang sangat menyentuh masyarakat, maka harapan kami sebagai masyarakat agar program-program seperti ini akan berkelanjutan di tahun-tahun yang akan datang."ucap tokoh masyarakat itu. (Makmur Gulo)

Label:

Pelaksanaan DD TA.2019 Fadoro Honogôa Berjalan Baik

NIAS, GELORA HUKUM - Proses pelaksanaan dana desa T.A.2019 desa fadoro honogoa kecamatan hiliserangkai kabupaten nias berjalan dengan baik tanpa terkendala

Ada pun sumber dana yaitu,
dana desa Rp.894.437.000.
Alokasi dana desa Rp.270.736.612.
Bagi hasil pajak daerah Rp.2.716.107.
Bagi hasil retribusi daerah Rp.1.245.745.

Bidang pelaksanaan pembangunan desa Rp.831.679.000.
Sebagai rincian penggunaan dana di bidang pembangunan desa yaitu, penyelenggaraan paud Rp.18.120.000.
Penyelenggaraan posyandu Rp.39.466.000.
Pemeliharaan prasarana jalan desa Rp.96.532.000.
Pembangunan rehabilitas peningkatan balai pelatihan masyarakat desa Rp.677.561.000.

Ada pun bidang penggunaan lainnya yaitu, bidang penyelenggaraan pemerintahan desa,bidang pembinaan kemasyarakatan, bidang pemberdayaan masyarakat, bidang penanggulangan bencana darurat dan mendesak desa.

Kepala desa fadoro honogoa AROZIDUHU waruwu saat di wawancari oleh gelora hukum (27/12) dia menjelaskan,
selama saya menjabat sebagai kepala desa dari tahun 2017 hingga 2019 ini, selalu saya mengutamakan hasil musyawarah kesepakatan masyarakat desa, dan kami selalu transparan dan terbuka hingga dari tahun 2017 sampai 2019 ini semua proses pelaksanaan pembangunan berjalan dengan baik tanpa ada kendala apapun, di mana seluruh masyarakat desa sangat mendukung. Dan semua peningkatan pembanguman desa serta program-program kegiatan yang telah terlaksana selama saya menjabat ini biarlah masyarakat sendiri yang menilai.

Kades juga menjelaskan, ada pun kegiatan yang masih berjalan yaitu pembangunan rahabilitas peningkatan balai pelatihan masyarakat desa dengan panjang 21 meter, lebar 16 meter yang di kerjakan oleh masyarakat, di karenakan sempat di berhentikan pekerjaan kemaren dengan adanya berita bahwa dana desa tahap ketiga di bekukan, Dan mungkin itu akan siap dalam beberapa hari lagi di mana juga ada kesemangatan dari masyarakat yang bekerja

Lanjut kades, saya berterima kasih kepada pemerintah kabupaten nias baik dari pihak BPM, pihak kecamatan serta dinas terkait yang selalu mendukung kegiatan kami di desa fadoro honogoa ini. Dan terlebih-lebih saya sangat berterima kasih kepada masyarakat khususnya desa fadoro honogoa yang selalu mendukung proses berjalannya penggunaan DD T.A 2019 ini dan juga dari tahun sebelumnya, di mana tanpa dukungan dari masyarakat maka proses pembangunan tidak pernah berjalan dengan baik.

Harapnya, agar kebersamaan serta kekompakkan ini selalu kita bina bersama dan terus berlanjut sampai ke tahun yang akan datang."ucap orang nomor satu di desa itu.

Ketua TPK NOFERLINUS waruwu kepada media mengatakan, (27/12) pelaksanaan pengelolaan DD tahun ini kami selalu transparan dan terbuka kepada masyarakat desa sesuai dengan aturan yang ada, dimana setiap kegiatan yang kami lakukan selalu mengutamakan hasil musyawarah dan mufakat bersama serta sangat menjunjung tinggi nilai kebersamaan kesepakatan musyawarah bersama sehingga proses pelaksanaan pembangunan yang kami kelola berjalan dengan baik tanpa terkendala dan itu semua berkat dukungan dari masyarakat desa,"ungkap TPK

DALIFATI waruwu masyarakat desa fodoro honogoa kepada media mengatakan (27/12)
selama bapak AROZIDUHU waruwu menjabat sebagai pimpinan desa kami dari tahun 2017 hingga tahun 2019 ini, peningkatan pembangunan desa sangat luar biasa, dimana kepala desa selalu mengutamakan hasil musyawarah masyarakat desa, dan yang paling kami senangin bahwa kepala desa serta TPK dan perangkat desa selalu terbuka dan transparan kepada masyarakat.

Ditempat yang sama sekretaris desa ASOSI waruwu kepada media mengatakan, apa yang sudah di lakukan bapak kepala desa adalah merupakan satu acuan pada pekerjaan-pekerjaan selanjutnya, dan kami sebagai perangkat desa sudah belajar banyak kepada beliau, di mana selama ini dia selalu membimbing dan mengarahkan kami. Dan tentu sesuai dengan apa yang di harapkan bapak kepala desa bahwa hal-hal yang baik harus di lanjutkan, dan tentu kami semua sepaham dengan itu."ucap sekdes. (Makmur Gulo)

Label:

Dompet Dhuafa Luncurkan Jaringan Global di 30 Negara

JAKARTA, GELORA HUKUM - (11/12/2019),K Indonesia untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, partisipasi tersebut merupakan indikator penting dan konkrit dari peran suatu negara dalam memberikan kontribusi untuk menjaga perdamaian dan keamanan internasional. Dompet Dhuafa sangat memahami dinamisme dari dunia dengan terus menghadirkan perubahan generasi di dalamnya. Melalui Rangkaian Youth For Peace Camp 2019 yang dihadiri Sebanyak 30 delegasi muda dari 30 negara menyelenggarakan diskusi serta ikut partisipasi dalam Dompet Dhuafa Global Network Launching, Roadmap of Indonesia Role on International Peacebuilding di Balai Kartini, Jakarta. (Rabu, 11/12)

Menurut data Badan Pengungsi PBB (UNHCR) pada 2018, terdapat 70,8 juta orang terlantar di seluruh dunia, sekitar 29,8 juta adalah pengungsi dan hanya ada 92.400 pengungsi dipindahkan ke ketiga negara. Konflik tersebut berdampak pada meningkatnya jumlah pengungsi dan pencari suaka di Dunia. Banyak orang melarikan diri dari negara mereka untuk mencari tempat yang lebih aman dan lebih baik. "Krisis Pengungsi hingga Kemanusiaan" adalah berita utama di surat kabar di seluruh dunia. Banyak pencari suaka mencoba untuk melintasi perbatasan seperti di Yunani untuk menjangkau negara-negara di Eropa. Beberapa dari mereka pergi ke tetangga mereka negara di Timur Tengah atau negara transit di Asia Tenggara.

Menurut drg. Imam Rulyawan, MARS selaku Executive Director of Dompet Dhuafa,  “Di era 4.0 ini, Dompet Dhuafa meyakini bahwa banyak orang ingin terlibat dalam perdamaian dunia. Youth For Peace Camp 2019 adalah momentum utama dalam meningkatkan”.

Pada acara Dompet Dhuafa Global Network Launching, Roadmap of Indonesia Role on International Peacebuilding dihadiri sejumlah tokoh yakni Achsanul Habib sebagai Direktur Hak Asasi Manusia dan Urusan Kemanusiaan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Abdus Sabur sebagai Co-Founder, Asian Moslem Action Network (AMAN), Wahfiudin Sakam sebagai Dewan Syariah Dompet Dhuafa dan Ahmad Nashrullah sebagai Program Officer For Humanitarian Affairs- ICRC

Sebagai respon kemanusiaan, Dompet Dhuafa telah membantu penangangan ratusan orang etnis Rohingya yang terdampar di wilayah Langsa, Aceh sejak tahun 2015. Terdampar di perairan Indonesia, para pencari suaka ini mendapat berbagai bantuan baik berupa logistik makanan dan layanan kesehatan yang merupakan amanah para donatur Dompet Dhuafa digulirkan. Selain kebutuhan pakan dan logistik, Dompet Dhuafa juga turut berkontribusi dalam pendidikan untuk pengungsi Rohingya yaitu melalui program School for Refugees yang hadir untuk mengasah keterampilan bagi pengungsi Rohingya. Dompet Dhuafa membuat program ini untuk diterapkan di dua titik pengungsian yaitu Bayeun dan Langsa. 

“Respon kemanusiaan Dompet Dhuafa tidak hanya di dalam negeri saja, namun telah dilakukan di beberapa negara yang tengah mengalami konflik kemanusiaan seperti di Gaza-Palestina, Dompet Dhuafa juga mendistribusikan 500 paket makanan per harinya kepada anak-anak di negara tersebut dengan menggunakan mobil khusus layanan dapur umum. Hingga bencana alam maupun kemanusiaan lainnya seperti Somalia, Nepal, Myanmar dan Filipina”, tutup Imam Rulyawan. 


TENTANG DOMPET DHUAFA
Dompet Dhuafa adalah lembaga nirlaba milik masyarakat indonesia yang berkhidmat mengangkat harkat sosial kemanusiaan kaum dhuafa dengan dana ZISWAF (Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf), serta dana lainnya yang halal dan legal, dari perorangan, kelompok, perusahaan/lembaga). Selama 26 tahun lebih, Dompet Dhuafa telah memberikan kontribusi layanan bagi perkembangan ummat dalam bidang sosial, kesehatan, ekonomi, dan kebencanaan serta CSR. (EZL)

Label:

Pertama Kalinya dalam Sejarah, Mendagri Kunjungan Kerja ke Nias

NIAS, GELORA HUKUM - Pertama kalinya dalam sejarah, Menteri Dalam Negeri melakukan kunjungan kerja ke Nias, Provinsi Sumatera Utara.

Menteri Dalam Negeri Prof. H.M. Tito Karnavian, Ph.D disambut Pemerintah Daerah, Forkopimda, dan Tokoh masyarakat se-Pulau Nias di Bandara Binaka Nias, Senin, (09/12/2019).

Tanpa menunggu lama, Mendagri langsung berdialog dan mendengarkan aspirasi dari masyarakat di Pulau Nias. Dalam kesempatan tersebut, Mendagri membangkitkan rasa optimisme masyarakat Nias untuk melakukan pembangunan dan mensejahterakan masyarakatnya. Terlebih, potensi SDA dan SDM Nias dinilainya mumpuni untuk dikembangkan menjadi sebuah wilayah yang lebih maju.

"Memang ada suara pesimisme tadi 'kami daerah tertinggal', jujur, saya sedih dengarnya. Masih banyak negara yang terbatas SDA-nya tapi mampu maju dan sejahtera, apalagi Nias yang SDA dan SDM nya mumpuni. Tinggal bagaimana mengelolanya," kata Mendagri.

Melihat potensi SDM tersebut, Mendagri menekankan adanya program-program pendidikan dan kesehatan yang dapat menyentuh langsung dan dapat dirasakan masyarakat ketimbang hanya formalitas sebuah program.

"Tolong diperhatikan anak-anak dan pemuda yang akan menjadi potensi bonus demografi untuk diperhatikan pendidikan formal maupun keterampilannya. Kalau buat program untuk Pendidikan dan Kesehatan, bukan hanya nomenklaturnya saja, tapi betul-betul dirasakan masyarakat," ujarnya.

Tak hanya itu, Mendagri juga meminta Pemda setempat melakukan penganggaran untuk pengembangan potensi wisata Pulau Nias.

"Kita minta juga kepada Pemda, tolong anggarkan selain pendidikan dan kesehatan, juga anggaran-anggaran untuk mengembangkan potensi alam, budaya dan kelautan ini. Ini harus masuk dalam anggaran, jangan sampai anggaran dalam APBD hanya fokus pada belanja pegawai saja sedangkan masyarakatnya tidak merasakan apa-apa," tukasnya.

Ia juga meminta kepala daerah untuk memiliki jiwa kewirausahaan untuk cekatan dan mampu memanfaatkan potensi yang dimiliki daerah sebagai sumber pendapatan daerah.

"Setiap kepala daerah harus memiliki entrepreneurship, kemampuan kewirausahaan, dia bisa menangkap peluang apa yang ada di wilayah itu dan bisa dikembangkan. Dia bisa menangkap sumber daya modal, dia permudah investasi masuk, mohon digenjot disitu (investasi), kami akan siap mendobrak untuk kepentingan Nias," ucap Mendagri.

Untuk melakukan pembangunan yang dapat dirasakan masyarakat, diperlukan kolaborasi antar seluruh stakeholder, utamanya untuk bersinergi menyatukan visi bersama dalam membangun Nias.

"Saya minta Bapak Bupati, tokoh masyarakat, bangun komunikasi dan kekompakkan, itu modal untuk mempercepat pembangunan," pungkasnya. (EZL/Puspen Kemendagri)

Label:

Sabtu, 28 Desember 2019

Pancasila Mengarusutamakan HAM

MALANG,GELORA HUKUM - Universitas Brawijaya (Unbraw) bekerjasama dengan Pusat Pengembangan HAM dan Demokrasi menyelenggarakan Seminar Nasional dengan Tema Debating the Future of Human Rights dalam pagelaran Festival Akademik Peringatan Hari HAM se-Dunia ke-71.

Acara yang dihadiri oleh 150 Mahasiswa Unbraw ini digelar di Fakultas Hukum Unbraw ini dihadiri oleh Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Antonius Benny Susetyo yang menyampaikan keterikatan Pancasila dan HAM. Dalam penjelasannya dijelaskan bahwa nilai-nilai Pancasila tidak ada satupun yang bertentangan dengan HAM, justru menguatkan. 

"Nilai-nilai Pancasila tidak ada yang bertentangan dengan HAM. Justru yang ada nilai Pancasila itu menguatkan HAM," jelasnya.

Romo menegaskan bahwa martabat kemanusiaan itu tidak bisa direduksi seiring dengan kemajuan zaman.  

"Martabat manusia itu adalah hal yang mendarah daging sejak lahir dan tidak bisa direduksi oleh kemajuan zaman karena sudah mendarah daging, " tegas Romo.

Selain itu, Romo menambahkan bawah masyarakat indonesia juga harus ingat bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia tidak terlepas dari dukungan negara-negara lain. Sehingga masyatakat pun harus bisa menerima segala perbedaan dan kemajuan zaman sekarang.

"Harus diingat bahwa kita harus menerima perbedaan dan perkembangan zaman. Karena bangsa Indonesian bisa merdeka tidak terlepas dari dukungan negara-negara lain," tambahnya.

Salah satu ancaman HAM yang sekarang ini sedang terjadi adalah efek negatif dari kemajuan teknologi yang disalahgunakan tanpa ada literasi yang cukup untuk masyarakat. Hal ini menimbulkan hoax yang berdampak pada perpecahan dan penindasan martabat manusia.

"Kemajuan teknologi dan penggunaan sesoial media yang salah karena kurangnya literasi dan edukasi masyatakat menimbulkan perpecahan dan penghancuran martabat manusia," tutup romo.

Dosen Fakultas Hukum Universitas Airlangga Iman Pribandana mejelaskan tentang HAM ditujukan kepada negara dan mengatur hubungan antara negara dan rakyat.

" HAM itu ditujukan kepada Negar-negara dan mengatur hubungan antara negara dan rakyat. Negara tempat korporasi beroperasi tidak memiliki keinginan membuat regulasi pengaturan HAM," ujarnya

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya Mohammad Annas menjelaskan bahwa agama harus selaras dengan HAM.

"Agar agama bisa selaras dengan HAM maka diajarkan panduan universal yaitu menjaga keturunan, menjaga akal, menjaga jiwa, menjaga agama, dan mejaga harta," ujarnya.

Selain itu dirinya juga menjelaskan bahwa agama sejatinya mendukung ide toleransi global dengan menggabungkan prinsip kemanusiaan dan tanggung jawab manusia.

Hal lain dijelaskan Arief Setiawan Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya menjelaskan bahwa saat ini masalah HAM global semakin beragam.

" Masalah global yang berhubungan dengan HAM adalah krisis pengungsi, politik politisme, ekstrimise, politik identitas, dan neoriberalisme," jelas Arief.

Arief menjelaskan bahwa mengarusutamaan HAM saat ini berkembang melalui kemajuan teknologi dan komunikasi.

"Kemajuan teknologi juga menjadi media yang membantu dalam pengarusutamaan HAM saat ini. Baik itu dari institusi,kelompok, bahkan individu yang pernah menjadi korban HAM," jelasnya. (EZL)

Label:

Jumat, 27 Desember 2019

Bangsa Indonesia Masih Tegak Berdiri

Oleh: Adrianus Aroziduhu Gulo, SH, MH.
GELORA HUKUM - Judul diatas saya kutip dari ungkapan beberapa orang peserta lomba pidato kebangsaan dalam memperingati hari Sumpah Pemuda ke 91 yang diprakarsai Dewan Pimpinan Cabang Barisan Relawan Jalan Perubahan (Bara JP) kota Gungungsitoli, yang diselenggarakan pada tanggal 26 & 28 Oktober 2019, bertempat di Taman Yaahowu kota Gunungsitoli. Perlombaan tersebut dibuka secara resmi oleh Walikota Gunungsitoli yang diwakili Sekretaris Daerah kota Gunungsitoli Ir. Agustinus Zega.

Peserta lomba diikuti siswa/i SMA atau sederajat  sebanyak 60 orang dan mahasiswa/i Perguruan Tinggi dan  ormas pemuda  sebanyak 20 orang wilayah kota Gunugsitoli, dengan jumlah keseluruhan 80 orang. Pada perlombaan ini ketua CPC Bara JP kota Gunungsitoli  Markus K. Hulu dan ketua panitia hari sumpah pemuda ke 91 John P. Zandroto, mempercayakan pada saya sebagai juri I, Samson P. Zai, SH.,MH(mantan Kaban Kesbangpol Kabupaten Nias) sebagai juri II serta Fatolosa Hulu,SE.,MM(ketua STIE Nias) sebagai juri III.

Sesungguhnya, ketika ketua panitia datang di rumah untuk mengantar undangan sekaligus meminta kesediaan saya menjadi juri, berat saya terima karena faktor umur tidak tahan duduk seharian penuh. Namun karena tema pidato  kebangsaan yaitu  “Peningkatan Karakter Pemuda Dalam Mewujudkan NKRI Unggul” dan :”Subtema : Pentingnya Empat  Konsensus Dasar Berbangsa dan Bernegara Dalam Membangun Karakter Pemuda Indonesia”, saya tertarik. Saya ingin tahu pandangan dan konsep anak milenial mewujudkan NKRI unggul serta membangun karakter pemuda.
Selain  melihat kemampuan peserta dalam berpidato dan tekad membangun karakter pemuda,  juga, tema  yang dipidatokan merupakan salah satu tugas pokok saya saat menjabat Kakan Sospol dan Kaban Kesbangpol Kabupaten Nias selama 11 tahun. Demikian pula Samson P. Zai, SH, MH yang pernah menjabat Kaban Kesbangpol Kabupaten Nias selama 6 tahun, motifasinya sama dengan saya. Artinya mendengar pidato peserta merupakan evaluasi bagi diri kami. Sungguh diluar perkiraan kami, semua  peserta pidato menyadari betul bahwa bangsa indonesia “masih tegak berdiri” karena generasi muda telah ambil bagian dalam pembangunan bangsa dengan  partisipasi aktif menutut ilmu, menciptakan iklim kondusif dan tidak melupakan sejarah.

Berbicara Bedasarkan Referensi
Dalam naskah pidato yang diserahkan kepada para juri dan diucapkan di atas panggung tanpa teks sungguh berdasar dan berbobot, karena memiliki  referensi yang dapat dipertanggung jawabkan karena mengutip salah satu pendapat  : ”Patut menjadi kebanggaan kita semua bahwa bangsa Indonesia saat ini masih tegak berdiri, meskinpun zaman berubah dan pemerintahan berubah silih berganti. Semua itu karena nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa masih terus kita jaga dan lestarikan”.(H.M. Taufiq Kemas dalam bukunya Gelora Kebangsaan Tak Kunjung Padam, halaman 328).

Walaupun Bapak Tufiq Kemas dalam bukunya tersebut memperkenalkan “Empat Pilar” kehidupan berbangsa dan bernegara adalah Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia(NKRI) serta Bhineka Tunggal Ika. Namun  para peserta telah  mengetahui bahwa istilah Empat Pilar telah berubah menjadi  Empat Konsesus Kehidupan Berbangsa dan Bernegara. Itu berarti para peserta tidak hanya asal tampil, melainkan telah mempersiapkan diri dengan membaca beberapa refensi buku cetakan maupun internet. 
Pendiri bangsa (Founding Fathers) telah merumuskan nilai-nilai kebangsaan dalam 4 kesatuan integral yang disebut sebagai 4 pilar kebangsaan yaitu : Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. Dalam konteks ini, hal yang sangat menggembirakan hati saya, bahwa seluruh peserta lomba pidato memaknai 4 pilar yang menjadi konsensus kebangsaan tersebut masih relevan dengan kondisi kekinian bangsa Indonesia, yakni Pancasila sebagai falsafat dasar berbangsa dan bernegara, UUD 1945 sebagai hukum dasar tertulis, semboyan Bhineka Tunggal Ika sebagai perekat bangsa dan NKRI sebagai satu kesatuan utuh.

Kendati para peserta saat pidato tidak menyampaikan dasar perubahan dari empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara menjadi empat konsensus kehidupan berbangsa dan bernegara, namun pernyataan mereka tersebut sangat berdasar,   sebagaimana  tertera dalam putusan Mahkamah Konstitusi Nomor : 100/PUU-XI/2013 yang membatalkan “frasa” Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara dalam pasal 34 ayat (3 b) huruf a Undang-Undang Nomor 2/2011 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 2/2008 tentang Partai Poloitik, bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 (ditjenpp.kemenkumham.go.id....PDF)
Makna Konsesus Kebangsaan
Peserta lomba pidato tidak hanya memaknai pidato untuk mendapat juara, melainkan mereka mendalami esensi yang terkadung dalam Empat Konsensus Kebangsaan dan bernegara. 

Sungguh menggembirakan, minimal kami para juri saat itu, sebab peserta dapat mengungkap esensi  dasar dari konsensus kebangsaan yaitu : Pancasila sebagai falsafat hidup bangsa memiliki  : nilai religius, nilai kekeluargaan, nilai keselarasan, nilai kerakyatan dan nilai keadilan (individual)
Selanjutnya para pidatowan/i mengurai bahwa Undang-Undang Dasar 1945 merupakan sumber hukum yang tertinggi yang berlaku di Indonesia yang mengajarkan betapa pentingnya  nilai demokrasi(kebebasan), nilai kesederajatan, nilai ketaatan hukum. Demokrasi yang idel adalah demokrasi yang dijiwai nilai kesederajatan dan ketaatan akan hukum. Demokrasi tanpa rambu-rambu menjadi anarkis. Hendaknya dalam praktek hidup sehari-hari hukum harus menjadi panglima, sehingga dalam penerapannya tidak boleh ada tebang pilih, tandas beberapa peserta lomba.

Para pendiri bangsa tidak  tertarik dengan bentuk negara federal, uni, kerajaan, parlemen,dll melainkan bentuk NKRI. Para pendiri bangsa menegaskan bahwa Indonesia adalah negara kesatuan berbentuk republik dengan menjunjung tinggi nilai kesatuan wilayah, nilai persatuan, nilai kemandirian. Hal ini mengandung arti bahwa apabaila salah satu wilayat Indonsia teracam, terjadi perpecahan antar golongan/daerah/suku/agama merupakan ancaman bagi kedaulatan bangsa dan negara. 

Nilai nilai yang  muncul  itu bahwa NKRI adalah :(1) Nilai kesatuan wilayah, sebagai konsekuensi dari negara kepulauan, perairan, merupakan pemersatu pulau-pulau dan bukan pemisah. (2) Nilai persatuan bangsa sebagai konsekuensi dari bangsa yang banyak suku, agama dan budaya; dan (3) Nilai kemandirian untuk membangun bangsa dilaksanakan oleh kekuatan sendiri.

Para peserta lomba menyadari bahwa perbedaan adalah suatu keniscayaan dan dapat menjadi sumber konfik bila tidak dikelola dengan prinsip Bhineka Tunggal Ika yang menjadi  moto atau semboyan bangsa Indonesia yang tertulis pada lambang negara Garuda yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu, juga mengandung: nilai kepedulian(toleran), yaitu merupakan satu sikap yang mau memahami orang lain sehingga komunikasi dapat berlangsung secara baik; nilai keadilan yaitu merupakan satu sikap mau menerima haknya dan tidak mau mengganggu hak orang lain; dan nilai gotong royong yaitu merupakan satu sikap untuk membantu pihak/orang yang lemah agar sama-sama mencapai tujuan . Nilai-nilai luhur yang ada dalam Bhineka Tunggal Ika menjadi perekat bagi bangsa Indonesia yang majemuk, tandas peserta lomba dengan berapi-api.

Suatu Keprihatinan Para peserta lomba merasa prihatin bahwa saat ini masih ada sebagian anak-anak  muda yang telah terjerumus bahkan kecanduan tidak terhingga pada : alkohol, hedonisme, narkoba, judi oline, kebebasan seks, dll. Bahkan hoax, menyebarkan kebencian, premanisme, adu domba,  dijadikan strategi untuk mencari rejeki. Kebanggaan akan kesalahan semakin dipertontonkan. Ketikpercayaan satu dengan yang lain semakin mengerucut, saling curiga, saling menjelekkan, unjuk rasa anarkis, tawuran pelajar, intoleransi,dll mengalahkan akal sehat.

Kondisi di atas tidak hanya memengaruhi dan merusak anak muda tertentu, melainkan akan menular kepada anak muda yang lain kendati pun saat ini mereka dalam keadaan baik-baik, karena itu hai pemuda mari bangkit dari kebiasaan buruk yang hanya merusak masa depan kita.  Tinggalkan segala bentuk kepuasan sesaat yang hanya membuat anda terlena dan isilah hidup dengan kegiatan positip serta keyakinan “saya bisa, saya mampu”. Nasib kita tidak akan berubah kalau kita tidak merubahnya.

Pada umumnya peserta lomba pada akhir pidato mereka menyerukan: Hai pemuda : “ bangsa Indonseia tetap tegak berdiri “, apabila seluruh masyarakat Indonsia terutama pemuda mewujudnyatakan dalam kehidupan sehari-hari semua nilai-nilai yang terkandung dalam empat konsensus kehidupan berbangsa dan bernegara. Hai, pemuda di tangan kita terletak masa depan bangsa dan negara, ide, karya dan pengabdian kita di tunggu ibu pertewi.

Oleh karena itu, hendaklah menjadi perhatian para generasi milenial bahwa empat konsensus kebangsaan tersebut merupakan kekuatan yang digali dari bumi dan nilai-nilai masyarakat Indonesia. Perkembangan lingkungan strategis telah berdampak kepada sikap, pola pikir dan pola tindak masyarakat. Hal ini perlu mendapat perhatian dari segenap komponen bangsa di dalam mengantisipasinya. Sejalan perkembangan berbangsa, nilai-nilai kebangsaan juga turut berkembang, hal yang perlu dilakukan adalah keseimbangan, keselarasan dan keserasian tanpa kehilangan dari dasar-dasar nilai yang dimiliki masyarakat.

Belajarlah dari para pendahulu kita tahun 1928 yang sangat terbatas fasilitas, mereka mampu memgemparkan dunia dengan sumpah pemuda. Angkatan 66 dengan tuntutan Tritura yaitu bubarkan PKI, turunkan harga dan rushufle kabinet(100 mnteri), Malari 1974 yang mengkritik keras modal asing di indonesia dan reformasi 1988 didominasi para pemuda yang mendobrak pemerintahan orde baru yang dianggap otoriter. Berbenahlah, sebelum terlambat. Bersama kita bisa. Lebih cepat lebih baik. Ingat: kalau bukan kita siapa lagi. Kalau bukan sekarang kapan lagi. (Timred)

Label:

Seminar Nasional Universitas Islam Negeri Alauddin, "Sukses"

Firman Jaya Daeli (Ketua Dewan Pembina Puspolkam Indonesia)
MAKASSAR, GELORA HUKUM - Firman Jaya Daeli (Ketua Dewan Pembina Puspolkam Indonesia) menyampaikan pemikiran Orasi Kebangsaan di hadapan peserta Seminar Nasional saat diundang sebagai Penceramah di Gedung Rektorat Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). 

Mahasiswa UINl Alauddin menyelenggarakan Seminar Nasional dalam format Kuliah Umum, pada hari Kamis, tanggal 26 Desember 2019, dengan mengundang secara khusus Firman Jaya Daeli, untuk menyampaikan pemikiran secara garis besar mengenai Tema : "Ideologi Pancasila Menjawab Tantangan Moral Dan Intelektual Era Milenial".

UIN Alauddin khususnya Dewan Mahasiswa, telah mengundang juga beberapa Penceramah untuk menyampaikan pemikiran sesuai profesi dan jabatan masing-masing. Antara lain : Gubernur Sulawesi Selatan Prof. Dr. Ir. Nurdin Abdullah, M.Agr, Panglima Kodam Hasanuddin Mayjen TNI Surawahadi, Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Masguntur Laupe, dan lain-lain. 

Kegiatan Seminar Nasional dalam format Kuliah Umum ini,  dibuka oleh Dekan Fakultas Dakwah Dan Komunikasi UIN Alauddin Dr. Firdaus Muhammad, M.A, yang mewakili Rektor UIN Alauddin Prof. Hamdan Juhannis, M.A, Ph.D. Presiden Dewan Mahasiswa UIN Alauddin Junaedi menyampaikan Kata Sambutan dalam acara Pembukaan Simposiun Nasional. (Timred)

Label:

Senin, 23 Desember 2019

Gembala Yang Sederhana Dan Tidak Mengenal Menyerah

Ditulis Oleh : Adrianus Aroziduhu Gulo
GUNUNGSITOLI, GELORA HUKUM -  Gereja Katolik, jabatan Uskup memegang peran sentral dalam struktur dan teologi gereja. Oleh karena Uskup adalah pengganti para rasul, gembala utama di keuskupan, sumber dan dasar yang kelihatan dari kesatuan dalam gereja (bdk. Katekismus Gereja Katolik no.886, 1560). Juga, kodeks 1917 menegaskan bahwa Paus bebas mengangkat uskup-uskup(bdk. Kan 329. §.2) Karena Uskup gembala utama di keuskupan dan pengangkatan butuh proses yang cukup lama, maka ketika seorang Uskup genap 50 tahun memerima tahbisan imamat dan 40 tahun sebagai uskup, kegembiraan umat tidak bisa dibendung.

Sebagai tanda kegembiran dan syukur umat katolik Keuskupan Sibolga merayakan misa kudus pada tanggal 13 Desember 2019 pukul o9.oo bertempat di Konkatedral gereja St. Maria BPB-Gunngsitoli  atas berkat Tuhan kepada Mgr. Dr. A.B. Sinaga, OfmCap yang telah mempersembahkan “hidupnya untuk umat” selama 50 tahun sebagai imam dan 40 tahun sebagai Uskup. Ini suatu berkat yang luar biasa, bukan hanya berkat bagi pribadi bapak Uskup, melainkan berkat untuk umat katolik Kuskupan Sibolga, karena Tuhan memberi umatnya seorang imam sekaligus uskup yang taat dan setia sampai tua.

Perayaan misa dipimpin langsung Uskup Mgr.Dr. A.B Sinaga OfmCap didampingi Administrator Keuskupan Padang P. Fransiskus Aliandu Pr, Kustos Kustodia General Capusin Nias P. Metodius Sarumaha OfmCap, Kustos Kustodia General Capusin Tapanuli P.Yosef Sinaga, OfmCap, Vikjen Keuskupan Sibolga P.Sebastian Sihombing OfmCap, Sekretaris Keuskupan Sibolga P. Blasius S. Yesse Pr, Dekanus Dekanat Nias P. Gregorius Fau OfmCap, Dekanus Dekanat Tapanuli P. Posma Manalu Pr dan ratusan orang imam lainnya. Puluhan barawan/i dan sekitar delapan ratusan orang umat katolik yang berasal dari utusan paroki sekeuskupan Sibolga serta dimeriahkan koor STP Dian Mandala Gunungsitoli.

Dalam misa juga hadir beberpa tokoh katolik yaitu bupati Nias Selatan Dr. Hilarius Duha, SH, MH, bupati Nias Utara M. Ingati Nazara Amd, mantan wakil bupati Nias Selatan Daniel Duha, SH, Mkn, mantan ketua DPRD Nias Utara Faustinus Zalukhu, Sag, MM, mantan ketua DPRD Nias Barat Ir. Nitema Gulo,Msi, Samson P. Zai,SH,MH, Ayiyudin Hulu SKM, B. Sihura, BA,dll. Juga hadir Ephorus GNKPI Pdt Tolonihaogo Nduru S.Th
Setelah misa dilanjutkan dengan ramah tamah di aula Paroki St. Maria BPB. Hadir Wali kota Gunungsitoli Ir. Lakhomizaro Zebua, Unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Ketua DPRD kota Gunungsitoli dan beberapa pimpinan OPD Pemkot Gunungsitoli. Kedua acara tersebut berjalan lancar dan sukses. Hal ini tidak terlepas dukungan penuh Pastor Paroki St. Maria BPB P. Mikael To dan ketua panitia Dalifati Ziliwu, SPd, M.Pd. dan seluruh panitia.

Penulis mengharapkan pesta ini tidak hanya sekedar seremonial, melainkan merupakan wahana intropeksi bagi umat betapa pentingnya kita menjaga, mendorong, mengingatkan, melindungi dan mendoakan agar seorang imam tetap setia pada janji imamatnya. Sedangkan bagi seorang imam, betapa indah dan mulianya seorang imam yang setia sampai tua/mati pada panggilan imamatnya. Juga, perayaan pesta emas imamat dan 40 tahun menjadi Uskup Mgr. Dr. A.B Sinaga OfmCap dapat menjadi motifasi bagi orang tua untuk mendorong putera-puterinya menjadi imam, biarawn/i untuk kelangsungan hidup gereja. 

Penuh Dedikasi
Tidaklah berlebihan kalau penulis mengatakan bahwa Uskup Dr. A.B Sinaga adalah seorang Uskup yang penuh dedikasi bagi gereja. Seorang akademik dan segudang pengalaman  beliau gunakan mendukung tugas penggembalaan yang pernah beliau emban di Keuskupan Sibolga dan Keuskupan Agung Medan merupakan wujud nyata pengabdiannya kepada gereja. Apabila memperhatikan riwayat hidup dan pengabdian beliau pada ilmu, umat dan gereja sungguh menakjubkan. Selain memperdalam bidang teologi, moral, dokmatik, liturgi dan budaya, juga beliau belajar bidang sastra. Hal ini nampak dengan menguasai beberapa bahasa secara aktif dan pasif. Aktip seperti : Indonesia, Inggiris, Italia, Jerman, Belanda, batak (Dialek Simalungun,Toba, Karo, Dairi) dan Nias (Dialek Utara, Selatan, Tello). Pasif seperti : Latin, Perancis, Spanyol, Melayu Pesisir, Minang.

Pengusaan beberapa bahasa tidak datang dengan sendirinya, melainkan sangat didukung oleh jenjang pendidikan dan semangat belajar beliau, sebagaimana kita lihat dalam riwayat hidupnya : (1) Lahir : Ngadolok Simalungun,25 September 1941 (2) SD: Siatasan Simalungun, 1949-1955 (3) SMP : Pematangsiantar, 1955-1959 (4) SMA : Seminari Menengah Pematangsiantar, 1959-1963 (5) Novisiat Kapusin : Prapat, 1963-1964 (6) Seminari : Seminari Tinggi St. Petrus Pematangsiantar,1964-1967 (7) Pendidikan Tinggi(S1) : STFT St. Yohanes Pematangsiantar (Teologia),1967-1969.
Setelah bersusah payah belajar dan menggumuli beberapa cobaan, godaan, tantangan, rintangn dari berbagai aspek selama kurang lebih 20 tahun dan mengetahui akan kurangnya tenaga imam, maka dengan kesadaran penuh beliau meminta untuk ditabiskan menjadi “Imam”. Persitiwa maha penting itu terjadi pada tanggal 13 Dsember 1969. Saat itu emam orang putera gereja terbaik ditahbiskan menjadi imam. Sayang, dari emam orang tersebut, sekarang tinggal dua orang yang masih hidup dan setia pada panggilan imamatnya sampai tua yaitu : Uskup Mgr. Dr, Anisetus Bongsu Antonius Sinaga dan Pastor Paulinus Manao yang sekarang tinggal di Paroki Teluk Dalam.

Bagaikan sungai mengalir, tidak lama setelah ditabiskan sebagai imam Anisetus Bongsu Anicetus Sinaga, beliau mendapat tugas belajar ke luar negeri dari Keuskupan Agung Medan untuk dipersiapkan menjadi tenaga dosen pada STFT St. Yohanes Pematangsiaantar yaitu : (1) Studi Lanjutan(S2) : Universitas Alfonsiana-Roma(Teologi Moral) 1970-1972 (2) Studi Lanjutan(S3) : Universitas Katolik Lauren-Belgia(Teologi Dokmatik),1972-1975. Setelah menyelesaikan studi beliau konsisten dan kembali di Indonesia menjadi tenga dosen di STFT St. Yohanes Pematangsiantar sampai beliau diangkat menjadi Uskup Keuskupan Sibolga.

Jabatan Naik Turun
Pada umumnya orang menganggap jabatan suatu kehormatan dan harus dipertahankan, kalau bisa diusahakan terus meningkat, bahkan tidak jarang orang melakukan pelanggaran hukum dan moral untuk mempertahankan dan meningkatkan suatu jabatan. Lain halnya dengan Uskup Mgr. A.B Sinaga OfmCap yang menganggap apa pun jabatan itu adalah berkat dari Tuhan, karena itu biarlah kehendak Tuhan yang terjadi. Kepasrahan dan loyalitas beliau pada Paus nampak dalam jabatan yang diembanya selama 40 tahun. Jabatan beliau naik-turun. Namun bagi beliau semua itu berkat yang harus disyukuri.

Dari jabatan dosen STFT St.Yohanens Pematangsiantar beliau menjalani jabatan berturut-turut sebagai berikut : (1) Prefektur Apostolik Sibolga 28 Oktober 1978 (2) Uskup Keuskupan Sibolga, 24 Oktober 1980 – 3 Januari 2004 (3) Tahbisan Uskup di Vatikan oleh Yohanes Paulus II tanggal 06 Januari 1981 (4) Uskup Kuajutor Keuskupan Agung Medan, 03 Januari 2004 – 12 Februari 2009 (5) Uskup Agung Medan, 12 Februari 2009 – 08 Desember 2018 (6) Administrator  Apostolik Keuskupan Sibolga, 23 September 2018 sampai sekarang.

Hemat penulis, ada dua jabatan hirarkis gereja yang beliau pernah jabat dan sedang dijabat, yang membutuhkan kekuatan mental dan fisik eksta yaitu : Uskup Kuajutor Keuskupan Agung Medan dan Administrator Apostolik Keuskupan Sibolga. Mengapa? Pertama, Uskup Kuajutor adalah istilah umum dalam Gereja Katolik Roma yang merujuk pada uskup yang akan menggantikan uskup lain di suatu keuskupan, akan tetapi uskup yang akan digantikan tersebut belum resmi mengundurkan diri, biasanya pesiun. Jabatan Kuajutor ini, Uskup Dr. A.B Sinaga menjalaninya dengan semangat dan rendah hati selama kurang lebih 5(lima) tahun. Coba bayangkan 5(lima)tahun menunggu baru resmi menjadi Uskup Agung Medan. Kedua, Setelah wafatnya Mgr Ludovikus Simanullang, Keuskupan Sibolga dipimpin Administrator Apostolik yang baru yaitu Mgr A.B Sinaga OfmCap, sebagaimana penetapan Paus Fransiskus berdasarkan Surat Keputusan tanggal 22 September 2018. Tugas ini sangat berat mengingat jarak Medan – Sibolga cukup jauh, namun Mgr. A.B. Sinaga menerimanya dengan ikhlas demi umat.

Administrator Apostolik dalam Gereja Katolik Roma adalah seorang plelatus yang ditunjuk oleh Paus untuk bertugas sebagai ordinaris untuk sebuah administrasi apostolik. Selain jarak Medan-Sibolga jauh, juga beliau selama 26 tahun menjabat sebagai Uskup Keuskupan Sibolga. Sehingga beliau mengatakan “ setelah tua saya pulang kampung, inilah misteri panggilan saya yang harus saya syukuri”. Dulu saya yang merekomendasi Mgr. Ludovikus Simanullang menjadi Uskup Keuskupan Sibolga sebagai pengganti saya, dan saya harap beliau yang menguburkan saya. Justru terbalik saya yang menguburkan  beliau dan menggantikannya kembali sebagai Uskup Keuskupan Sibolga, kata Uskup Mgr. A.B Sinaga terbata-bata saat homili penguburan alm Mgr. Ludovikus Simanullang pada bulan September 20118.

Selain jabatan hirarki gereja Mgr. Dr. A.B Sinaga, juga dipercayakan pada jabatan lainnya seperti : (1) Ketua Komisi Liturgi KWI, 1979-1988 (2) Ketua Komisi HAK KWI , 1988-1997 (3) Ketua Komisi HAK Federation Of Asian Bhisops Conferences, 1989-1995 (4) Ketua Komisi Teologi KWI, 1997-2003 (5) Delegatus/Ketua Lembaga Biblika Indonesia, 2009 (6) Anggota Komisi Teologi KWI(Ketua Seksi Ajatan Iman),2009-2018.

Penulis sebagai umat katolik Dekanat Nias, pernah bawahan beliau(Katekis) dan pernah bersama-sama mengunjungi beberapa stasi di wilayah Paroki Nias barat antara tahun 1980 – 1982 dalam rakngka menerimakan sakramen krisma, sangat hormat dan mengagumi beliau. Sebab, beliau selalu berbicara dengan kami sebagai teman, selalu gembira walaupun melewati jalan setapak beberapa jam beliau tidak mengeluh. Kalau ada masalah di stasi yang kami lewati beliau meminta Pastor Paroki dan saya agar menyelesaikan secara arif dan bijaksana.

Pengalaman bersama dan hasil pengamatan saya selama beliau menjabat Uskup sibolga dan Uskup Agung Medan, bukanlah basa basi kalau secara pribadi mengatakan bahwa kendatipun beliau memiliki pengetahuan/ilmu tinggi, segudang pengalaman dan berbagai jabatan hirarkis dan jabatan lainnya, beliau tetap seorang Gembala yang sederhana dan tidak mengenal menyerah. Dalam usia lanjut, beliau masih mengunjungi stasi di daerah pendalaman untuk menerimakan sakramen krisma dan pemberkatan gereja. Namun, tidak pernah mengeluh. Semoga Uskup Mgr. A.B Sinaga tetap sehat sambil menunggu dan mendoakan Uskup baru di Keuskupan Sibolga.

Label:

Perkuatan Kewilayahan Teritorial Dan Agenda Pemajuan Indonesia Raya

MEDAN, GELORA HUKUM - Panglima Kodam (Pangdam) I Bukit Barisan Mayjen TNI M.S. Fadhilah dalam sebuah pertemuan diskusi bersama dengan Ketua Dewan Pembina Puspolkam Indonesia Firman Jaya Daeli, di Gedung Markas Kodam I Bukit Barisan, Medan, Sumut, Kamis, 19 Desember 2019. Kodam I Bukit Barisan adalah sebuah komando teritorial (TNI-AD) yang kewilayahannya meliputi dan membawahi beberapa Korem yang ada di Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau. Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI M.S. Fadhilah adalah lulusan Akmil tahun 1988 A dan pernah menjadi Ajudan (ADC) Wakil Presiden RI, Danrem Halu Oleo (Provinsi Sulawesi Tenggara), Danrem Pamungkas (Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Dan Sekitarnya), Kepala Dinas Penerangan TNI-AD, Kepala Staf Kodam (Kasdam) IV Diponegoro (Jawa Tengah Dan Daerah Istimewa Yogyakarta), Kepala Pusat Penerangan TNI. 

Firman Jaya Daeli (Ketua Dewan Pembina Puspolkam Indonesia), yang juga pernah menjadi Komisi Politik Dan Hukum DPR-RI dan Pansus UU Pertahanan Negara, melangsungkan pertemuan diskusi bersama dengan Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI M.S. Fadhilah mengenai sejumlah perihal yang bernilai strategis dan prospektif. Nilai-Nilai strategis dan prospektif berintikan pada percepatan dan perkuatan kualitas Sistem Pertahanan Negara Dan Politik Ketahanan Nasional Untuk Membangun Indonesia Maju. 

Pembumian dan pendaratan Tema ini harus senantiasa bertumbuh dan berkembang dalam semangat civil society dan dengan jiwa roh demokrasi konstitusional. Institusi atau kelembagaan TNI sebagai institusi yang terutama dan sebagai kelembagaan yang terinti dari pertahanan negara, memiliki fungsi tugas strategis dan mempunyai tanggungjawab penting dalam kerangka Pemajuan Indonesia Raya dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan ideologi dan falsafah Pancasila berdasarkan konstitusi UUD 1945 dalam etos semangat dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI M.S. Fadhilah merupakan The Rising Stars Lulusan Akmil Tahun 1988 A, yang secara personal memiliki kepribadian dan kepemimpinan yang relatif paripurna dengan barbasis pada kualitas, integritas, kredibilitas, kapasitas, dan profesionalitas yang kuat dan memadai. Demikian juga, secara institusional, meruoakan figur perwira tinggi berpangkat jenderal bintang dua senior yang mempunyai komiitmen tinggi dan kinerja serius dan berprestasi gemilang membangun dan memajukan institusi. Pembangunan dan pemajuan ini pada dasarnya berkaitan dengan stabilitas politik dan keamanan. Intinya adalah fokus berorientasi dan obyektif bertujuan tunggal pada kepemimpinan yang mengabdi bagi percepatan, perkuatan, dan peningkatan kualitas kebangkitan dan kemajuan masyarakat, bangsa, dan negara Indonesia Merah Putih. (Timred)

Label:

GMNI Gusit Nias, Gelar Kunjungan Dipanti Asuhan Alma

Baca selengkapnya »

Label:

Keluarga Besar DPC PDIP Kota Medan Rayakan Natal

Ketua DPD PDIP Sumut Japorman Saragih didampingi ketua panitia Natal DPC PDIP Kota Medan Boydo HK Panjaitan, SH (Jas Hitam) sedang menyalakan lilin dalam acara Natal PDIP Kota Medan, Minggu (22/12/2019) di Gedung Suara Nafiri. (Antoni Pakpahan)
MEDAN-GELORA HUKUM - Hidup rukun dan damai adalah dambaan setiap orang siapapun orangnya di mana pun dia berada. Karena itu kehadiran Yesus ke dunia ini lewat proses kelahiran melalui rahim Maria yang dikaruniakan Roh Kudus membawa damai sejahtera bagi semua orang yang percaya kepada-Nya.

Hal itu diucapkan Pdt.Hamonangan Silalahi, MTh dalam khotbahnya pada perayaan Natal DPC PDI Perjuangan Kota Medan, Minggu (22/12/2019)  di Gedung Suara Nafiri, Jalan Wahid Hasyim Medan yang dihadiri pengurus dan anggota DPC dan PAC dari 21 kecamatan di Kota Medan dan undangan lainnya.

Pdt.Hamonangan Silalahi,MTh menguraikan betapa besar kasih Allah yang mengaruniakan anak-Nya yang tunggal ke dunia ini untuk menebus dosa manusia-manusia sehingga dapat memperoleh hidup yang kekal. Maka dengan itu kita sudah didamaikan Dengan Tuhan melalui pengorbanannya, maka untuk itu buat keluarga besar PDIP Kota Medan supaya hidup berdamai kepada semua orang.

“Kalau Yesus hadir ke dunia  memberi damai sejahtera bagi semua insan, mari kita tangkap karunia itu dan terima Dia dalam hati kita sehingga kita dengan damai sejahtera melakukan aktivitas dan berbagi dengan orang lain. Diharapkan juga kiranya para pengurus PDIP Kota Medan dapat hidup rukun dan damai agar apa yang diharapkan PDIP ke depan dapat tercapai sesuai yang dikehendaki bersama,” ujar Hamonangan.

"Maka dengan semangat Natal, supaya kita menciptakan susana Damai, cinta dan peduli kepada semua orang. Jika sudah Damai dengan semua insan maka kita dapat membangun persahabatan untuk Indonesia Maju, " Ucap Pdt Hamonangan Silalahi.

Ketua panitia Natal DPC PDIP Kota Medan Boydo HK Panjaitan, SH dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada semua yang hadir atas kesediaannya datang menghadiri perayaan Natal DPC PDIP Kota Medan dan juga berterimakasih kepada pihak-pihak yang bersedia menyumbangkan dana untuk membantu panitia dalam mensukseskan kegiatan Natal PDIP Kota Medan.

“Untuk kedepannya saya harap kepada seluruh DPC PDIP Kota Medan untuk lebih semangat lagi sesuai dengan Sub Thema kita untuk Indonesia lebih maju lagi.Untuk tahun depan perayaan Natal PDIP akan kita buat lebih meriah lagi,” lanjutnya.

Sedangkan Ketua DPC PDIP Kota Medan Hasyim SE dalam sambutannya mengucapkan terimakasih dan apresiasi buat seluruh panitia Natal yang telah bekerja keras untuk mensukseskan perayaan Natal PDIP Kota Medan.

"Biarlah kita senantiasa selalu memuliakan Tuhan dan semakin mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa sehingga kita lebih kompak, bersatu padu dan solid untuk Indonesia lebih maju, " Ujar Hasyim yang juga sebagai Ketua DPRD Medan.

Maka untuk itu, lanjut Hasyim, Melalui Natal setiap  kader-kader PDIP supaya selalu Bersatu, Solid dan kompak.

"Apalagi ditahun 2020 kita akan menghadapai Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), harapan saya supaya kita bersatu dan solid walaupun ada perbedaan pendapat dan pilihan, " Harap Hasyim.

Perayaan Natal PDIP Kota Medan dengan Thema: “Hiduplah sebagai sahabat bagi semua orang” (Johanes 15:14-15) dan sub thema: “Dengan semangat Natal mari membangun persahabatan untuk Indonesia maju ,”  dihadiri Ketua DPD PDIP Sumut Japorman Saragih , Angota DPRD Medan Hendrik Duin Sembiring,Margaret Marpaung,Paul Mei Anton Simanjuntak,Johanes Hutagalung,Edward Hutabarat, dan anggota DPRD Tkt I Sumut Meryil Rouli Saragih dan undangan lainnya.

Perayaan Natal  tersebut dirangkai dengan puji-pujian, penyalaan lilin, khotbah, persembahan pujian dari Koor PAC PDIP Medan Denai, Persembahan Koor PAC Medan Selayang, Liturgi Beragam Bahasa, Pemberian bingkisan kepada anak Yatim, Makan bersama, Lucy Draw dan Photo bersama panitia Natal PDIP Kota Medan. (Antoni Pakpahan)

Label:

Jumat, 20 Desember 2019

Kabid BPM Kab.Nias, Sampaikan Pesan Natal Dan Tahun Baru

Kabid BPM Kab.Nias TOHAR RUDIN 
NIAS, GELORA HUKUM - Menjelang hari natal 25 desember 2019 dan tahun baru 01 januari 2020. Kepala bidang pemberdayaan masyarakat (BPM) Kab.Nias TOHAR RUDIN menyampaikan pesan natal

Disampaikannya, Semoga dunia ini selalu dipenuhi dengan kehangatan dan cinta Natal Serta Tuhan memberkati kita semua,
Semoga terang Natal akan tinggal di hati kita dan menjadi terang bagi keluarga Serta sesama

Natal merupakan saatnya berbagi hati dengan cinta dan kasih sayang. Natal merupakan saat untuk memberi dan menerima berkat, saatnya bagi kita berbahagia karena penyelamat kita sudah lahir.

Semoga di hari natal ini kita semua diberi kesempatan untuk berdoa, untuk peduli, dan untuk menebar cinta kasih bagi sesama.

Mari bersama menjadi pembawa cinta kasih, damai dan terang bagi dunia. Semoga kehidupan kita dan keluarga selalu di penuhi dengan cinta dan 

Lanjutnya, tahun 2019 yang indah akan segera berakhir. Namun kita jangan khawatir karna satu tahun lagi kedepan akan menghiasi hidup kita dengan warna-warna sukacita yang tak terbatas.

Semoga di  tahun baru yang akan datang membawa semua hal baik dalam hidup yang pantas kita dapatkan. Kita telah memiliki tahun yang luar biasa dan akan kita miliki tahun yang lebih menakjubkan

Dan semoga di tahun baru yang akan datang menjadi langkah maju dalam membimbing menuju petualangan baru. Jalan baru untuk di jelajahi dan kesuksesan baru untuk di raih.

Mengakhiri pesannya Tohar Menyampaikan.
Selamat hari natal 25 desember 2019, dan tahun baru 01 JANUARI 2020 semoga membawa damai dan terang bagi kita semua."Tohar mengakhiri. (Makmur Gulo)

Label:

Perayaan Natal Punguan Ama HKBP Teladan Berjalan Khidmat dan Suka Cita

MEDAN,G HUKUM - Perayaan Natal Punguan Ama (Kaum Bapak) HKBP  Teladan berjalan khidmat dan penuh suka cita di Gereja HKBP Teladan Ressort Medan I Teladan,Jalan Sederhana No. 11,Kecamatan Medan Kota,Medan,Jumat malam (20/12/2019). 

Ketua Panitia Natal Ama HKBP Teladan, Boydo HK Panjaitan, memberikan kata sambutan dan Acara perayaan Natal Ama HKBP Teladan, Ressort Medan I Teladan, Jumat (20/12/2019)  jalan Sederhana No. 11 Medan. (Antoni Pakpahan)
Sebelum dimulai acara ibadah diawali dengan resepsi makan bersama dengan keluarga masing- masing anggota jemaat di halaman komplek HKBP Teladan.Selanjutnya acara kata sambutan dari Ketua panitia Natal, Boydo H.K Panjaitan, Kata sambutan dari Dewan Koinonia,St.JJ Hutapea dan Ketua seksi Ama,Goklas Butar-Butar. 

Ketua Panitia Natal Ama HKBP Teladan, Boydo HK Panjaitan dalam kata sambutannya mengatakan, sangat berterimakasih kepada Pendeta Resort dan seluruh para jemaat  yang telah hadir di perayaan Natal Ama HKBP Teladan. 

"Terkhusus saya berterimakasih kepada ketua seksi Ama, Goklas Butar-Butar yang telah mempercayakan saya sebagai ketua panitia, " Ucap Boydo. 

Lebih Lanjut, Boydo yang juga politisi partai PDIP mengajak kepada seluruh punguan Ama (Kaum Bapak)  supaya  menjadi terang dan garam dalam kehidupan di tengah masyarakat dan keluarga. 

"Semenjak  tidak menjadi Anggota Dewan lagi, saya bisa kembali lagi melayani Tuhan dengan penuh suka cita.Sehingga melalui Natal malam ini,kita semakin di berkati Tuhan dan selalu diberi kesehatan untuk menjalankan kehidupan ini, " ujar Boydo yang juga sebagai bendahara DPC PDIP Kota Medan. 

Hal senada juga dikatakan Ketua seksi Ama HKBP Teladan, Goklas Butar-Butar,dalam kata sambutannya mengatakan,Sangat mengapresiasi kepada pengurus Panitia Natal Ama HKBP teladan yang telah bekerja keras untuk mengadakan Acara Natal Ama HKBP sehingga berjalan sukses dan lancar. 

"Saya berterima kasih buat para Panitia Natal telah bekerja keras mengadakan Natal Ama, padahal waktu Panitia hanya berjalan seminggu. Saya berharap melalui Natal Malam ini, Punguan Ama HKBP Teladan menjadi bangkit dalam melayani Tuhan di Gereja HKBP Teladan, " Ucap Goklas. 


Perayaan Natal dengan thema "Ama Na Masahala" (5 Musa 6: 7) dan sub thema "Marhite pesta Natal, sude Ama lam hehe mangulahon hata ni Debata,asa gabe pasupasu dikeluarga,masyarakat dohot huria" dilanjutkan  dengan Ibadah Natal dengan diawali barisan prosesi Pendeta, Paragenda, Dewan Koinonia,Ketua seksi Ama, Parhalado,BPH Panitia Natal dan perwakilan jemaat. 

Kebaktian  dipimpin  Pdt H Simanungkalit STh yang ditandai dengan penyalaan lilin dan berbagai penyajian liturgi, vokal group, koor gabungan dari kalangan kaum bapak dan koor NHKBP Teladan dilanjutkan lagu lagu pujian.

Sedangkan Praeses HKBP Distrik X Medan-Aceh, Pdt.Sunggul P Sirait,STh,MM dalam khotbahnya mengutip isi thema "Ama Na Masahala" (5 Musa 6: 7) mengajak kepada punguan Ama HKBP Teladan supaya menjalankan segala perintah Firman Tuhan. 

"Sehingga para kaum Bapak menjadi berkat dikeluarga, masyarakat dan jemaat. Selaku kepala keluarga, jadilah pemimpin dan teladan bagi istri dan anak-anak sehingga berkat Tuhan akan turun dalam setiap rumah tangga masing-masing, " Ujar Sungguh. 

Perayaan Natal Ama HKBP Teladan dilanjutkan dengan Acara Hiburan yang berlangsung aman, tertib dan penuh suka cita. Perayaan natal mendapat pengawalan keamanan dari kepolisian Polsek Medan Kota. (Antoni Pakpahan)

Label:

Selasa, 17 Desember 2019

Pemkab Nias, Gelar Rangkaian Stand Pekan IPD


NIAS, GELORA HUKUM Memeriahkan-  peringatan Hari Jadi Kabupaten Nias ke-149 Tahun 2019, Pemerintah Kabupaten Nias menggelar rangkaian stand Pekan Inovasi Perangkat Daerah yang dilangsungkan di Lapangan Beringin Hiliweto Gido Nias 

Dari infomasi yang dihimpun melalui panitia peringatan hari jadi kabupaten Nias 2019, Yuwanman Lase bahwa Pada kegiatan tersebut, terdapat 57 stand Inovasi yang berasal dari OPD lingkup Kabupaten Nias, BUMN, BUMD, Kodim 0213/Nias dan UKM

Pada pelaksanaan Pekan Inovasi Perangkat Daerah tahun ini terdapat beberapa jenis pelayanan yang dapat diterima langsung oleh masyarakat,” ucap Yuwanman.

Adapun pelayanan tersebut secara garis besar antara lain: Pelayanan penerbitan dokumen perizinan melalui Inovasi Terapan Sejati di stand Dinas PM PPTSP, Pelayanan penerbitan NPWP oleh Kantor pelayanan penyuluhan dan konsultasi perpajakan Gunungsitoli di stand Dinas PM PPTSP

Pelayanan pembayaran pajak bumi bangunan (PBB) di stand BPKPAD, Pelayanan KB gratis di Stand Dinas P2KB P2A, Pelayanan informasi dan konsultasi produk hukum di stand Sekretaris Daerah, Pelayanan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIM RS) dengan tema “Smart Hospital”

Pelayanan pemeriksaan kesehatan penyakit tidak menular dan TB, serta sosialisasi dan implementasi Inovasi Senam Peregangan Anari pada stand Dinas Kesehatan, Pelayanan penerbitan dan perubahan data JKN KIS, pelayanan pembayaran iuran BPJS mandiri, pelayanan pendaftaran aplikasi mobile JKN, dan pelayanan kelurahan/informasi seputar JKN di stand BPJS Kesehatan serta Pelayanan Nasabah di stand Bank Sumut Cabang Gunungsitoli dan Bank BNI Cabang Gunungsitoli. (Makmur Gulo)

Label:

Kakek Tua Ini Hidup Sendirian Didalam gubuk

GUNUNGSITOLI, GELORA HUKUM - 
Kakek Tua bernama Ama Gauso Harefa di tinggal istri beberapa tahun yang lalu, beliau tidak memiliki anak dan hidup sebatangkara di Gubuk Reyot di wilayah Desa Niko’otano Dao.

Miris sekali kehidupan beliau dan jelas sangat membutuhkan uluran tangan Pemerintah Ama Gauso Harefa kurang lebih 70 tahun hidup di Gubuk Reyot seorang diri, di kala senja saat ini tidak mendapatkan perhatian dan kasih sayang seutuhnya dari orang-orang sekitar maupun keluarga, semoga ada yang tergerak hatinya menyambangi gubuk bapak tua renta ini

FAOZATULO Harefa satua niha keriso BNKP alo'oa kepada media menyampaikan, Perkumpulan Komisi Remaja dan Pemuda Jemaat Banua Niha Keriso Protestan (PKRJ BNKP) Alo’oa telah menyambangi kediaman  salah satu warga yang kurang mampu di Desa Niko’otano Dao Kecamatan Gunungsitoli Alo’oa,
melalui bhakti sosial salah satu wujud kepedulian terhadap sesama insan. Kegiatan ini merupakan rasa kekerabatan dalam merekatkan kita terhadap sesama selalu berbagi dan membantu warga yang kurang mampu, baik dalam suka maupun duka. 

Kegiatan Sosial seperti ini diharapkan bisa menjadi inspirasi pada semua pihak agar selalu dapat berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan karena sekecil apapun bantuan yang kita berikan sangatlah membantu meringankan beban kebutuhan hidup sehari-hari orang tersebut,"Ujar Faozatulo Harefa selaku Satua Niha Keriso di Jemaat BNKP Alo’oa. 

Tambhanya, Bapak Ama.Gauso harefa ini kurang lebih 10 Tahun sudah tinggal di Gubuk dan tidak ada pendapatan apapun dan juga tidak ada mendapatkan bantuan baik dari Desa apalagi dari Pemerintah Kota Gunungsitoli karena Orangtua kita ini tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk. Saat ini beliau sering berkunjung ke rumah-rumah sekitar untuk mendapatkan makanan sehari-hari dalam bertahan hidup."ucap Faozatulo.

FESIYANUS Ndraha, koordinator lembaga swadaya masyarakat kemilau cahaya bangsa Indonesia kepulauan nias kepada media mengatakan, saya sarankan kepada Walikota dan Wakil Walikota Gunungsitoli agar memberikan perhatian khusus kepada Orangtua kita Ama.Gauso Harefa di wilayah Desa Niko’otano Dao Kecamatan Gunungsitoli Alo’oa Kota Gunungsitoli Sumatera Utara. 
Dan juga Dinas Sosial Kota Gunungsitoli juga tanggap dalam hal ini, dimana perlu pendataan warga masyarakat yang benar-benar membutuhkan, tentu kepala dinas sosial kota gunungsitoli dalam hal ini bergandengan tangan dengan pihak-pihak terkait untuk mendata orang-orang yang benar-benar membutuhkan. 
Kepada kita semua warga masyarakat, baik itu masyarakat Kota Gunungsitoli, masyarakat Kepulauan Nias pada umumnya yang merasa peduli dengan keberadaan Bapak Ama.Gauso Harefa di Desa Niko’otano dao turut mengulurkan tangan dalam mengambil sebuah sikap dalam ” KASIH”, Ungkap Fesianus. 

Fesianus menghimbau kepada Pimpinan DPRD Kota Gunungsitoli dan seluruh Jajaran Anggota DPRD Kota Gunungsitoli agar turut memberikan dukungan Kasih terhadap Orangtua kita Ama.Gauso Harefa." Harapnya. (Amolisi Laoli)

Label:

Sabtu, 14 Desember 2019

Komposisi Kepemimpinan Polri : Konsolidasi Dan Dedikasi Bagi Indonesia Maju

Presiden RI Jokowi Menyalami Tamu Undangan VVIP Dalam Acara HUT Bhayangkara, Antara Lain Wakil Ketua MPR-RI Dari F-PKB Jazilul Fawaid, Penasihat F-PKS DPR-RI Habib Aboe Bakar Alhabsyi, Ketua Dewan Pembina Puspolkam Indonesia Firman Jaya Daeli, Para Duta Besar, Dan Lain-Lain
Penulis:
Firman Jaya Daeli (Ketua Dewan Pembina Puspolkam Indonesia ; Mantan Komisi Politik & Hukum DPR-RI ; Pernah Menjadi Dosen Tamu Sespimmen & Sespimti Polri)

GELORA HUKUM - Konsolidasi dan dedikasi Polri berakar kuat dan bertumbuh pesat pada simpul pengembangan sistem dan menejemen beserta pembangunan kapasitas kelembagaan dan kualitas sumber daya Polri. Materi dasar  dan kandungan inti dari perihal ini secara terencana dan terarah berorientasi terhadap percepatan dan perkuatan kualitas institusi Polri dan sumber daya manusia (SDM) Polri yang unggul dan kompetitif. Konsolidasi Polri juga berakar dan bertumbuh pada simpul peningkatan dan percepatan peran, fungsi, tugas, dan tanggungjawab Polri dan jajaran secara menyeluruh. Muatan konsolidasi dan dedikasi diperuntukkan bagi kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat bangsa Indonesia serta bagi kebangkitan dan keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kedua akar tumbuh konsolidasi dan dedikasi ini diletakkan dan dibumikan dalam kerangka pengembangan dan pemberdayaan rumah besar masyarakat, bangsa, dan negara Indonesia Raya untuk Percepatan Pembangunan Indonesia Maju.

Tamu Undangan VVIP Dalam Acara HUT Bhayangkara, Antara Lain Ketua Dewan Pembina Puspolkam Indonesia Firman Jaya Daeli, Ketua KPU-RI Arief Budiman, Ketua Bawaslu-RI Abhan, Prof. Dr. Mahfud MD, SH (Kini Menko Polhukam RI), Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Dan Lain-Lain
Reformasi struktural, instrumental, dan kultural institusional Polri serta transformasi personal SDM Polri berkaitan erat dan bersentuhan kuat dengan strategi umum dan kebijakan dasar kelembagan Polri. Strategi dan kebijakan ini, khususnya dalam hal ketersediaan dan keberadaan kepemimpinan dan keanggotaan Polri di setiap satuan dan di semua lintasan jabatan Polri. Komitmen kemauan dan kualitas kemampuan kepemimpinan dan keanggotaan Polri harus senantiasa profesional, moderen, dan terpercaya (promoter). Salah satu variabel di antara berbagai variabel lain dalam kerangka pembangunan, pembaharuan, dan penataan SDM Polri adalah : sebuah variabel sistem formasi, mutasi, dan promosi terhadap pimpinan dan anggota Polri. Sistem ini merupakan salah satu subsistem dari sejumlah subsistem variabel terkait lainnya yang berkaitan dengan pembangunan, pembaharuan, dan penataan SDM Polri. 

Pembangunan, pembaharuan, dan penataan SDM Polri, sesungguhnya dan sejatinya bertujuan untuk mewadahi, mengatasi, dan menuntasi percepatan dan perkuatan penjabaran dan pelaksanaan Tujuan Nasional, Cita-Cita Proklamasi, dan Nilai-Nilai Pancasila. Turunan dan jabaran ini dirumuskan dan diagendakan secara programatik dan konkrit melalui penyelenggaraan Visi, Misi, Dan Program Pemerintahan Nasional Presiden RI Jokowi Dan Wakil Presiden RI KH. Ma'ruf Amin (Indonesia Maju). Dengan demikian ketika ada formasi, mutasi, dan promosi pimpinan dan anggota Polri sebagai salah satu subsistem, maka hal tersebut mesti difahami sebagai penugasan strategis dari kenegaraan RI bagi SDM (kepemimpinan dan keanggotaan) Polri untuk Membangun Indonesia Maju. Pembumian terhadap "pesan moral dan tema substansial" dari agenda dasar dan kebijakan strategis Indonesia Maju merupakan pesan dan tema simbolik dan konkrit yang melambangkan peneguhan dan memastikan penguatan institusional Polri. Simbolisasi dan konkritisasi ini menandaskan dan menegaskan perwujudan serangkaian utuh, kuat, dan terpadu mengenai tekad bulat dan komitmen kuat Polri untuk melahirkan SDM promoter yang unggul dan kompetitif untuk Indonesia Maju.

Konsolidasi dan dedikasi lanjutan Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Pol. Idham Azis semakin berarti strategis dan bermakna serius bagi pembangunan, pembaruan, dan penataan institusi dan SDM Polri. Keberartian dan kebermaknaan ini memiliki kohesi ideologis dan relasi strategis dengan Pemerintahaan Nasional Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kapolri Jenderal Pol. Idham Azis sudah melakukan mutasi dan promosi terhadap sejumlah perwira menengah dan perwira tinggi Polri mengabdi di jabatan tertentu untuk menjalankan amanah tugas dan panggilan tanggungjawab Bhayangkara Negara. Pimpinan dengan jabatan kepemimpinan satuan wilayah dan satuan kerja di level Mabes Polri, Polda, dan Polres ini semakin melengkapi dan menguati keberadaan, kepemimpinan, dan kinerja pejabat-pejabat lain yang sudah dan sedang bertugas mengabdi selama ini. Ada lulusan Akpol tahun 1984 menjadi Pejabat Utama (PJU) di dalam dan di luar Mabes Polri. Ada lulusan Akpol tahun 1985 menjadi PJU Mabes, ada Kapolda, ada juga yang bertugas mengabdi di luar Mabes Polri. Demikian juga, ada lulusan Akpol tahun 1986 dan lulusan Akpol tahun 1987 bertugas mengabdi di beberapa posisi sebagai PJU di dalam dan di luar Mabes Polri, ada juga sebagai Kapolda. Anatomi dan konfigurasi sejumlah kepemimpinan dan pejabat Polri di berbagai satuan, pada dasarnya dan sejatinya menggambarkan dan menunjukkan tumbuhnya kaderisasi dan berkembangnya regenerasi. Perihal ini bergerak dan berjalan secara terstruktur, sistemik, dan relatif masif. Pergerakan kaderisasi dan perjalanan regenerasi pada dasarnya dengan tetap mengutamakan sistem nilai integritas, kualitas, profesionalitas serta dengan senantiasa bersemangat gotong royong.

Kepemimpinan puncak dan utama institusi Polri sebagai Kapolri, kini dijabat lulusan Akpol tahun 1988 A yaitu Jenderal Pol. Idham Azis. Figur Jenderal Pol. Idham Azis adalah perwira tinggi yang pertama di lulusan Akpol tahun 1988 A yang memecahkan rekor meraih bintang tiga (Komjen) dengan jabatan Kepala Bareskrim Mabes Polri. Selanjutnya memecahkan rekor meraih bintang empat (Jenderal) dengan jabatan Kapolri. Ada beberapa perwira tinggi lulusan Akpol tahun 1988 A mengabdi di beberapa posisi. Ada Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Gatot Eddy Pramono ; Asisten Sumber Daya Manusia Kapolri Irjen Pol. Eko Indra Heri ; Kapolda Bali Irjen Pol. Petrus Reinhard Golose ; Kapolda Nusa Tenggara Barat Irjen Pol. Nana Sujana ; Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol. Toni Harmanto ; Wakil Kepala Lembaga Diklat Mabes Polri Irjen Pol. Boy Rafli Amar ; Kepala Korps Binmas Baharkam Mabes Polri Irjen Pol. Widiyarso Herry Wibowo ; Kapolda Maluku Utara Brigjen Pol. Suroto ; Kapolda Bangka Belitung Brigjen Pol. Anang Syarif Hidayat ; ada yang mengabdi di luar Mabes Polri yaitu Wakil Kepala BSSN-RI Komjen Pol. Dharma Pongrekun. 

Wakil Kapolri dijabat lulusan Akpol tahun 1985 Komjen Pol. Ari Dono Sukmanto. Ada beberapa perwira tinggi lulusan Akpol tahun 1985 mengabdi di beberapa posisi. Ada Kepala Sespim Lemdiklat Mabes Polri Irjen Pol. Prasta Wahyu Hidayat ; Kepala Divisi TIK Mabes Polri Irjen Pol. Raja Erizman ; Kepala Divisi Hubter Mabes Polri Irjen Pol. Saiful Maltha ; Wakil Irwasum Mabes Polri Irjen Pol. Umar Septono, Wakil Kepala Badan Reskrim  Mabes Polri Irjen Pol. Antam Novambar ; Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol. Moektiono ; ada yang mengabdi di luar Mabes Polri dengan posisi perwira tinggi bintang tiga yaitu Kepala BNPT-RI Komjen Pol. Suhardi Alius ; dan Kepala BNN-RI Komjen Pol. Heru Winarko. 

Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Mabes Polri dijabat lulusan Akpol tahun 1986 Komjen Pol. Moechgiyarto (lulusan terbaik Akpol tahun 1986 peraih penghargaan Adhi Makayasa). Ada beberapa perwira tinggi lulusan Akpol tahun 1986 mengabdi di beberapa posisi. Ada Kepala Korps Sabhara Baharkam Mabes Polri Irjen Pol. Bambang Ghiri Arianto; Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Masguntur Laupe ; Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol. Didi Haryono ; Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol. Ilham Salahudin ; Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol. Syafril Nursal ; Kapolda Sulawesi Barat Brigjen Pol. Baharuddin Djafar. 

Mantan Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian (kini Menteri Dalam Negeri RI Kabinet Indonesia Maju) merupakan lulusan terbaik Akpol tahun 1987 peraih penghargaan Adhi Makayasa. Jenderal Pol. Tito Karnavian adalah perwira tinggi di lulusan Akpol tahun 1987 yang selalu memecahkan rekor sebagai perwira yang senantiasa menjadi figur pertama yang meraih kenaikan pangkat yang terawal dan tercepat. Jenderal Pol. Tito Karnavian adalah perwira tinggi yang pertama di lulusan Akpol tahun 1987 yang memecahkan rekor meraih bintang satu (Brigjen) dengan jabatan Kepala Densus 88 Anti Teror Mabes Polri ; memecahkan rekor meraih bintang dua (Irjen) dengan jabatan Deputi Bidang Penindakan Dan Pembinaan Kemampuan BNPT-RI, Kapolda Papua, Asisten Perencanaan Dan Anggaran Kapolri, Kapolda Metro Jaya ; memecahkan rekor meraih bintang tiga (Komjen) dengan jabatan Kepala BNPT-RI ; dan memecahkan rekor meraih bintang empat (Jenderal) dengan jabatan Kapolri. Ada beberapa perwira tinggi lulusan Akpol tahun 1987 mengabdi di beberapa posisi. Ada Kepala Lembaga Diklat Mabes Polri Komjen Pol. Arief Sulistyanto ; Kepala Badan Intelkam Mabes Polri Komjen Pol. Agung Budi Maryoto ; Gubernur Akpol Lemdiklat Mabes Polri Irjen Pol. Fiandar ; Kepala Korps Lalu Lintas Mabes Polri Irjen Pol. Istiono, Koordinator Staf Ahli Kapolri Irjen Pol. Refdi Andri ; Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Luki Hermawan ; Kapolda Papua Irjen Pol. Paulus Waterpauw ; Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Martuani Sormin ; Kapolda Aceh Irjen Pol. Rio Djambak ; Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol. Remigius Sigid Tri Hardjanto ; Kapolda Maluku Irjen Pol. Royke Lumowa ; Kapolda Jambi Irjen Pol. Muchlis ; Kapolda NTT Irjen Pol. Hamidin ; Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta Irjen Pol. Asep Suhendar ; Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Supratman. 

Ada beberapa perwira tinggi lulusan Akpol tahun 1988 B mengabdi di beberapa posisi. Ada Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Rycko Amelza Dahniel (lulusan terbaik Akpol tahun 1988 B peraih penghargaan Adhi Makayasa) ; Komandan Korps Brimob Mabes Polri Irjen Pol. Anang Revandoko ; Kepala STIK/Gubernur PTIK Lemdiklat Polri Irjen Pol. Aris Budiman Bulo ; Kepala Korps Polairud Baharkam Mabes Polri Irjen Pol. Lotharia Latif ; Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Rudy Sufahriadi ; Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Priyo Widyanto ; Kapolda Riau Irjen Pol. Agung Setia Imam Effendi ; Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol. Yazid Fanani ; Kapolda Kepulauan Riau Irjen Pol. Andap Budi Revianto ; Kapolda Lampung Irjen Pol. Purwadi Arianto. 

Kepala Badan Harkam Mabes Polri Komjen Pol. Agus Andrianto adalah perwira tinggi yang pertama di lulusan Akpol tahun 1989 yang memecahkan rekor meraih bintang dua (Irjen) dengan jabatan Kapolda Sumatera Utara. Selanjutnya memecahkan rekor meraih bintang tiga (Komjen) dengan jabatan Kepala Badan Harkam Mabes Polri. Asisten Logistik Kapolri Irjen Pol. Ahmad Dofiri adalah perwira tinggi yang pertama di lulusan Akpol tahun 1989 yang memecahkan rekor meraih bintang satu (Brigjen) dan juga merupakan lulusan terbaik Akpol tahun 1989 peraih penghargaan Adhi Makayasa. Wakil Kepala Badan Intelkam Mabes Polri Irjen Pol. Suntana adalah lulusan resmi Akpol tahun 1989, yang juga Irjen Pol. Suntana senantiasa digolongkan termasuk dalam komunitas alumni Akpol tahun 1988 B. 

Ada beberapa perwira tinggi lulusan Akpol tahun 1990 mengabdi di beberapa posisi. Ada Ketua Baru KPK-RI  Komjen Pol. Firli Bahuri dengan jabatan terakhir Kepala Badan Harkam Mabes Polri. Komjen Pol. Firli Bahuri adalah perwira tinggi yang pertama di lulusan Akpol tahun 1990 yang memecahkan rekor meraih bintang dua (Irjen) dengan jabatan Deputi Penindakan KPK-RI dan Kapolda Sumatera Selatan. Selanjutnya memecahkan rekor meraih bintang tiga (Komjen) dengan jabatan Kepala Badan Harkam Mabes Polri. Kemudian ada Asisten Operasi Kapolri Irjen Pol. Herry Rudolf Nahak (lulusan terbaik Akpol tahun 1990 peraih penghargaan Adhi Makayasa) ; Kapolda Banten Irjen Pol. Tomsi Tohir Balaw ; Kapolda Papua Barat Brigjen Pol. Tornagogo Sihombing.

Kepala Badan Reskrim Mabes Polri Komjen Pol. Listyo Sigit Prabowo adalah perwira tinggi yang pertama di lulusan Akpol tahun 1991 yang memecahkan rekor meraih bintang satu (Brigjen) dengan jabatan Kapolda Banten. Selanjutnya memecahkan rekor meraih bintang dua (Irjen) dengan jabatan Kepala Divisi Propam Mabes Polri. Kemudian memecahkan rekor meraih bintang tiga (Komjen) dengan jabatan Kepala Badan Reskrim Mabes Polri. Figur Komjen Pol. Listyo Sigit Prabowo tercatat dalam dokumen historis dan dinamika sosiologis Polri sebagai lulusan Akpol sepanjang ini yang berusia termuda (baru 50 tahun), yang terawal dan tercepat dalam sejarah kepolisian (Akpol) yang berhasil meraih jenderal bintang tiga/Komjen (kelahiran, tahun 1969, lulusan Akpol tahun 1991, promosi jabatan Kepala Badan Reskrim Mabes Polri dengan pangkat bintang tiga, tahun 2019). Sebelum ini, tercatat juga mantan Kapolri Jenderal Pol. Purn. (Alm) Dibyo Widodo (kelahiran, tahun 1946, lulusan Akpol tahun 1968, promosi jabatan Kapolri dengan pangkat bintang tiga terlebih dahulu, tahun 1996). Ada beberapa perwira tinggi lulusan Akpol tahun 1991 mengabdi di beberapa posisi. Ada Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol. Muhammad Iqbal ; Staf Ahli Kapolri Bidang Sosial Budaya Irjen Pol. Muhammad Fadil Imran ; Kapolda Gorontalo Brigjen Pol. Wahyu Widada (lulusan terbaik Akpol 1991 peraih penghargaan Adhi Makayasa) ; Kapolda Sulawesi Tenggara Brigjen Pol. Merdisyam. 

Kemudian ada beberapa lulusan Akpol tahun 1992 mengabdi di beberapa posisi. Ada Kepala Divisi Propam Mabes Polri Irjen Pol. Ignatius Sigit Widiatmono ; Staf Ahli Kapolri Bidang Sosial Politik Irjen Pol. Nico Afinta ; Wakil Kapolda Metro Jaya Brigjen  Pol. Wahyu Hadiningrat. Demikian juga, ada lulusan Akpol tahun 1993 yang mengabdi di beberapa posisi berpangkat perwira tinggi bintang dua dan bintang satu. Ada Staf Ahli Kapolri Bidang Menejemen Irjen Pol. Teddy Minahasa Putra, yang juga merupakan perwira tinggi yang pertama di lulusan Akpol tahun 1993 yang memecahkan rekor meraih bintang satu (Brigjen), selanjutnya memecahkan rekor meraih bintang dua (Irjen) ; Wakil Kapolda Sumatera Utara Brigjen Pol. Mardiaz Kusin Dwihananto ; Wakil Kapolda Sumatera Selatan Brigjen Rudi Setiawan.

Ada juga lulusan Akpol tahun 1984 yang mengabdi di posisi tertentu, yang alumni ini pada dasarnya dan rata-rata memiliki tahun dan bulan kelahiran muda. Ada Asisten Perencanaan Dan Anggaran Kapolri Irjen Pol. Agung Sabar Santoso. Ada yang mengabdi di luar Mabes Polri dengan posisi perwira tinggi bintang tiga yaitu Sekretaris Utama Lemhannas RI Komjen Pol. Mochamad Iriawan ; dan yang telah memasuki usia purnawirawan : Inspektur Jenderal Kementerian Perindustrian RI Komjen Pol. Purn. Setyo Wasisto ; dan Direktur Utama Perum Bulog Komjen Pol. Purn. Budi Waseso. Bahkan ada lulusan Akpol tahun 1983 yang merupakan the rising stars dan menjadi figur utama sebagai pemimpin terdepan dan berprestasi di lulusan Akpol tahun 1983 yaitu Jenderal Pol. Purn. Budi Gunawan yang kini menjabat Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) RI.

Anatomi dan konfigurasi kepemimpinan Polri di berbagai satuan kerja dan satuan wilayah menunjukkan komposisi dan variasi dari segi tahun angkatan kelulusan pendidikan (Akpol) ; dari segi korps satuan kerja dan wilayah kepolisian ; dari segi penugasan, kinerja, dan prestasi. Komposisi  dan variasi ini pada dasarnya memastikan tumbuhnya kaderisasi dan regenerasi secara bertahap di dalam lingkungan Polri. Ada sejumlah Pejabat Utama Mabes Polri dan sejumlah Kapolda, bersumber dan berasal dari kelulusan Akpol tahun 1984,  Akpol tahun 1985, Akpol tahun 1986. Meskipun demikian, dengan berjalannya mutasi dan promosi terhadap sejumlah perwira tinggi lulusan Akpol tahun 1989, Akpol tahun 1990, Akpol tahun 1991 di jabatan-jabatan kesatuan strategis dengan posisi job jenderal bintang tiga dan job jenderal bintang dua, maka perihal ini melukiskan dan memastikan peta antropologi kepemimpinan dan gambaran sosiologi jabatan yang diemban di dalam maupun di luar Mabes Polri.

Perihal ini sudah semakin bersifat kaderitatif dan regeneratif. Tumbuh subur dan berkembang dinamis mengenai sistem kaderisasi dan regenerasi kepemimpinan Polri. Perwira menengah senior dan perwira tinggi lulusan Akpol tahun 1992, Akpol tahun 1993, Akpol tahun 1994 sedang menunggu penempatan dan penugasan berikut. Konsep ini merupakan bagian dan tahapan otentik dari sistem kaderisasi dan regenerasi yang sedang berproses terencana dan seterusnya berjalan teratur. Sementara ini, sejumlah perwira tinggi lulusan Akpol tahun 1987, Akpol tahun 1988 A, Akpol tahun 1988 B sedang mengabdi dan mengisi jabatan-jabaran utama dan strategis di institusi Polri. Pola pergantian dan pengisian jabatan ; serta metode penempatan dan penugasan pejabat Polri pada dasarnya bermaksud positif visioner dan bertujuan normatif strategis untuk menyehatkan institusi dan membangkitkan peningkatan, percepatan, dan perkuatan kualitas SDM Polri yang unggul dan kompetitif.

Pemetaan sosiologis kepemimpinan dan penggambaran historis keberlanjutan atas rekam jejak penugasan dan amanah jabatan pengabdian para perwira menengah senior dan perwira tinggi Polri, pada hakekatnya amat beraneka ragam. Perihal ini termasuk juga terhadap beberapa perwira tinggi lulusan terbaik Akpol peraih penghargaan Adhi Makayasa. Misalnya : Irjen Pol. Purn. Wahyu Indra Pramugari (Adhi Makayasa 1984), pernah menjadi Kapolda Sumatera Barat, saat itu Polda masih bertipe B, jabatan tertinggi dan terakhir sebagai Kepala Sespim Lembaga Diklat Mabes Polri dengan pangkat Irjen, sudah mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri. Irjen Pol. Purn. Sigit Sudarmanto (Adhi Makayasa 1985), pernah menjadi Kapolda Sulawesi Tenggara, saat itu Polda masih bertipe B, jabatan tertinggi dan terakhir sebagai Wakil Kepala Lembaga Diklat Mabes Polri dengan pangkat Irjen, sudah mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri. 

Komjen Pol. Moechgiyarto (Adhi Makayasa 1986), kini menjabat Irwasum Mabes Polri, pernah menjadi Kepala Divisi Binkum Mabes Polri, Kapolda Nusa Tenggara Barat, saat itu Polda masih bertipe B, Kapolda Jawa Barat, Kapolda Metro Jaya, Kepala Lembaga Diklat Mabes Polri, Kepala Badan Harkam Mabes Polri, lahir Mei 1962, usia 57 tahun, mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri, Mei 2020. Jenderal Pol. Tito Karnavian (Adhi Makayasa 1987), kini menjabat Menteri Dalam Negeri RI Kabinet Indonesia Maju, pernah menjadi Kepala Densus 88 Anti Teror Mabes Polri, Deputi Bidang Penindakan Dan Pembinaan Kemampuan BNPT-RI, Kapolda Papua, Asisten Perencanaan Dan Anggatan Kapolri, Kapolda Metro Jaya, Kepala BNPT-RI, dan Kapolri, lahir Oktober 1964, usia 55 tahun. 

Kemudian ada sejumlah perwira tinggi pejabat Polri yang potensial menempati komposisi dan mengisi formasi kepemimpinan terpenting dan strategis Polri untuk masa kini dan masa depan. Irjen Pol. Rycko Amelza Dahniel (Adhi Makayasa 1988 B), kini menjabat Kapolda Jawa Tengah, pernah menjadi Kepala STIK/Gubernur PTIK Lembaga Diklat Mabes Polri, Kapolda Sumatera Utara, Gubernur Akpol Lembaga Diklat Mabes Polri, lahir Agustus 1966, usia 53 tahun, mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri, Agustus 2024. Irjen Pol. Ahmad Dofiri (Adhi Makayasa 1989), kini menjabat Asisten Logistik Kapolri, pernah menjadi Kapolda Banten, saat itu Polda masih bertipe B, Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta, lahir Juni 1967, usia 52 tahun, mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri, Juni 2025. Irjen Pol. Herry Rudolf Nahak (Adhi Makayasa 1990), kini menjabat Asisten Operasi Kapolri, pernah menjadi Kapolda Papua Barat, lahir Agustus 1968, usia 51 tahun, mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri, Agustus 2026. Brigjen Pol. Wahyu Widada (Adhi Makayasa 1991), kini Kapolda Gorontalo, lahir September 1969, usia 50 tahun, mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri, September 2027. Brigjen Pol. Suharyono (Adhi Makayasa 1992), kini menjabat Pejabat Struktural Eselon 2 di BIN-RI, mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri agak relatif lebih cepat karena memiliki NRP agak relatif tidak muda. Kombes Pol. Rudi Darmoko (Adhi Makayasa 1993), kini menjabat Kepala Biro SDM Polda Metro Jaya, lahir Desember 1971, usia 48 tahun, mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri, Desember 2029. Kombes Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar (Adhi Makayasa 1994), kini menjabat Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya, lahir November 1971, usia 48 tahun, mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri, November 2029. Kombes Pol. Sandi Nugroho (Adhi Makayasa 1995), kini menjabat Kepala Polrestabes Surabaya Polda Jawa Timur, lahir Juli 1973, usia 46 tahun, mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri, Juli 2031.

Komposisi kepemimpinan dan konstelasi  kehadiran para perwira menengah dan perwira tinggi Polri pada dasarnya juga mengandung sistem nilai meritokrasi. Demikian halnya terhadap lulusan Akpol dari sisi bobot jabatan ; tingkatan kepangkatan ; tahun kelulusan dan kelahiran masing-masing. Ada sejumlah perwira tinggi pejabat Polri lulusan Akpol tahun 1987, Akpol tahun 1988 A, Akpol tahun 1988 B, yang potensial menempati komposisi dan mengisi formasi kepemimpinan terpenting dan strategis Polri dari sisi perspektif ini untuk masa kini dan masa depan. Lulusan dari Akpol tahun 1987, antara lain : Komjen Pol. Arief Sulistyanto, kini menjabat Kepala Lemdiklat Mabes Polri, pernah menjadi Kapolda Kalimantan Barat, saat itu Polda masih bertipe B, Staf Ahli Kapolri Bidang Menejemen, Asisten SDM Kapolri, Kepala Bareskrim Mabes Polri, lahir Maret 1965, usia 54 tahun, mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri, Maret 2023. Komjen Pol. Agung Budi Maryoto, kini menjabat Kepala Badan Intelkam Mabes Polri, pernah menjadi Kapolda Kalimantan Selatan, saat itu Polda masih bertipe B, Kepala Korps Lalu Lintas Mabes Polri, Kapolda Sumatera Selatan, Kapolda Jawa Barat, lahir Februari 1965, usia 54 tahun, mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri, Februari 2023. Irjen Luki Hermawan, kini menjabat Kapolda Jawa Timur, pernah menjadi Wakil Kepala Badan Intelkam Mabes Polri, lahir April 1965, usia 54 tahun, mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri, April 2023. 

Selanjutnya, dari lulusan Akpol tahun 1988 A, untuk masa kini dan masa depan ini, ada sejumlah perwira tinggi pejabat Polri, yang berpotensi menempati komposisi dan mengisi formasi kepemimpinan terpenting dan strategis Polri. Lulusan tersebut antara lain : Irjen Pol. Gatot Eddy Pramono, kini menjabat Kapolda Metro Jaya, pernah menjadi Staf Ahli Kapolri Bidang Sosial Ekonomi, Asisten Perencanaan Dan Anggaran Kapolri, lahir Juni 1965, usia 54 tahun, mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri, Juni 2023. Irjen Pol. Boy Rafli Amar, kini menjabat Wakil Kepala Lembaga Diklat Mabes Polri, pernah menjadi Kapolda Banten, saat itu Polda masih bertipe B, Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Kapolda Papua, lahir Maret 1965, usia 54 tahun, mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri, Maret 2023. Irjen Pol. Petrus Reinhard Golose, kini menjabat Kapolda Bali, pernah menjadi Deputi Bidang Kerjasama Internasional BNPT-RI, lahir November 1965, usia 54 tahun, mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri, November 2023. Komjen Pol. Dharma Pongrekun, kini menjabat Wakil Kepala BSSN-RI, pernah menjadi Deputi Bidang Identifikasi Dan Deteksi BSSN-RI, lahir Januari 1966, usia 53 tahun, mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri, Januari 2024. 

Kemudian untuk masa kini dan masa depan, ada beberapa perwira tinggi pejabat Polri lulusan Akpol tahun 1988 B, yang berpotensi menempati komposisi dan mengisi formasi kepemimpinan terpenting dan strategis Polri. Lulusan tersebut antara lain : Irjen Pol. Rycko Amelza Dahniel, kini menjabat Kapolda Jawa Tengah, pernah menjadi Kepala STIK/Gubernur PTIK Lembaga Diklat Mabes Polri, Kapolda Sumatera Utara, Gubernur Akpol Lembaga Diklat Mabes Polri, lahir Agustus 1966, usia 53 tahun, mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri, Agustus 2024. Irjen Pol. Agung Setya Imam Effendi, kini menjabat Kapolda Riau, pernah menjadi Deputi Intelijen Siber BIN-RI, lahir Maret 1967, usia 52 tahun, mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri, Maret 2025. Irjen Pol. Andap Budi Revianto, kini menjabat Kapolda Kepulauan Riau, pernah menjadi Kapolda Sulawesi Tenggara, saat itu Polda masih bertipe B, Kapolda Maluku, lahir Juni 1966, usia 53 tahun, mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri, Juni 2024. Irjen Pol. Priyo Widyanto, kini menjabat Kapolda Sumatera Selatan, pernah menjadi Kapolda Kapolda Kalimantan Timur, Kapolda Jambi, saat itu Polda masih bertipe B, lahir Oktober 1965, usia 54 tahun, mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri, Oktober 2023. Irjen Pol. Rudy Sufahriadi, kini menjabat Kapolda Jawa Barat, pernah menjadi Kapolda Sulawesi Tengah, saat itu Polda masih bertipe B, Komandan Korps Brimob Mabes Polri, Asisten Operasi Kapolri, lahir Agustus 1965, usia 54 tahun, mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri, Agustus 2023. Irjen Pol. Anang Revandoko, kini menjabat Komandan Korps Brimob Mabes Polri, pernah menjadi Kapolda Kalimantan Tengah, lahir Oktober 1965, usia 54 tahun, mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri, Oktober 2023. Irjen Pol. Yazid Fanani, kini menjabat Kapolda Kalimantan Selatan, pernah menjadi Kapolda Jambi, saat itu Polda masih bertipe B, Staf Ahli Kepala BIN-RI Bidang Hukum Dan HAM, lahir April 1965, usia 54 tahun, mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri, April 2023. Irjen Pol. Purwadi Arianto, kini menjabat Kapolda Lampung, lahir Oktober 1966, usia 53 tahun, mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri, Oktober 2024. 

Selanjutnya juga, untuk masa kini dan masa depan, ada sejumlah perwira tinggi pejabat Polri lulusan Akpol tahun 1989, Akpol tahun 1990, Akpol tahun 1991, yang berpotensi menempati komposisi dan mengisi formasi kepemimpinan terpenting dan strategis Polri. Lulusan Akpol tahun 1989 tersebut antara lain : Komjen Pol. Agus Andrianto, kini menjabat Kepala Baharkam Mabes Polri, pernah menjadi Kapolda Sumatera Utara, lahir Februari 1967, usia 52 tahun, mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri, Februari 2025. Irjen Pol. Ahmad Dofiri, kini menjabat Asisten Logistik Kapolri, pernah menjadi Kapolda Banten, saat itu Polda masih bertipe B, Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta, lahir Juni 1967, usia 52 tahun, mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri, Juni 2025. Irjen Pol. Suntana, kini menjabat Wakil Kepala Badan Intelkam Mabes Polri, pernah menjadi Deputi Intelijen Siber BIN-RI, Kapolda Lampung, lahir Juni 1966, usia 53 tahun, mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri, Juni 2024. 

Demikian juga dari lulusan Akpol tahun 1990, ada sejumlah perwira tinggi pejabat Polri untuk masa kini dan masa depan, yang berpotensi menempati komposisi dan mengisi formasi kepemimpinan terpenting dan strategis Polri. Lulusan tersebut antara lain : Komjen Pol. Firli Bahuri, kini menjabat Ketua Baru KPK-RI, pernah menjadi Kapolda Nusa Tenggara Barat, saat itu Polda masih bertipe B, Deputi Penindakan KPK-RI, Kapolda Sumatera Selatan, Kepala Badan Harkam Mabes Polri, lahir November 1963, usia 56 tahun, mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri, November 2021. Irjen Pol. Herry Rudolf Nahak, kini menjabat Asisten Operasi Kapolri, pernah menjadi Kapolda Papua Barat, lahir Agustus 1968, usia 51 tahun, mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri, Agustus 2026. Irjen Pol. Tomsi Tohir Balaw, kini menjabat Kapolda Banten, lahir Januari 1969, usia 50 tahun, mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri, Januari 2027. Brigjen Pol. Tornagogo Sihombing, kini menjabat Kapolda Papua Barat, lahir November 1967, usia 52 tahun, mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri, November 2025. 

Selanjutnya, ada beberapa perwira tinggi pejabat Polri lulusan Akpol tahun 1991, yang berpotensi menempati komposisi dan mengisi formasi kepemimpinan terpenting dan strategis Polri untuk masa kini dan masa depan. Lulusan tersebut antara lain : Komjen Pol. Listyo Sigit Prabowo, kini menjabat Kepala Badan Reskrim Mabes Polri, pernah menjadi Kapolda Banten, saat itu Polda masih bertipe B, Kepala Divisi Propam Mabes Polri, lahir Mei 1969, usia 50 tahun, mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri, Mei 2027. Irjen Pol. Muhammad Iqbal, kini menjabat Kepala Divisi Humas Mabes Polri, pernah menjadi Wakil Kapolda Jawa Timur, lahir Juli 1970, usia 49 tahun, mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri, Juli 2028. Irjen Pol. Muhammad Fadil Imran, kini menjabat Staf Ahli Kapolri Bidang Sosial Budaya, lahir Agustus 1968, usia 51 tahun, mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri, Agustus 2026. Brigjen Pol. Wahyu Widada, kini menjabat Kapolda Gorontalo, lahir September 1969, usia 50 tahun, mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri, September 2027. Brigjen Pol. Merdisyam, kini menjabat Kapolda Sulawesi Tenggara, lahir Mei 1968, usia 51 tahun, mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri, Mei 2026. 

Kehadiran sejumlah perwira tinggi di jabatan baru dalam formasi dan komposisi kepemimpinan Polri, akan menjadi berarti ; dan baru semakin bermakna ketika kepemimpinannya dan kinerjanya sungguh-sungguh berfungsi efektif, bermanfaat baik, dan bernilai positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Kompetensi dan prestasi kepemimpinan mesti selalu bertumpu erat dan berbasis kuat pada kualitas, kapasitas, integritas, kredibilitas, profesionalitas. Perihal ini harus senantiasa tumbuh berkembang selain dikarenakan atas kemampuan personal, namun sekaligus juga dikarenakan atas kematangan institusional. Gabungan utuh terpadu antara dimensi kemampuan dengan dimensi kematangan ini, mesti selalu diorganisasikan secara tertib, disiplin, dan rapi. Tentu dengan berlandaskan atas kerjasama strategis dan teknis antar berbagai kalangan internal dan eksternal Polri secara kolektif kolegial. 

Penguatan konsolidasi dan pemaknaan dedikasi Polri dengan basis tumpuan pada sistem formasi, mutasi, dan promosi perwira-perwira Polri, pada gilirannya diorientasikan bagi pemantapan tugas jabatan dan amanah tanggungjawab. Penempatan dan penugasan harus berguna luas dan bermanfaat tinggi sehingga membuahkan proses dan hasil gemilang. Kualitas proses dan hasil ini mencerminkan dan menunjukkan bahwa keberadaan dan kepemimpinan pejabat-pejabat Polri yang dipromosikan tersebut, akan menjadi ukuran dasar bagi masyarakat, bangsa, dan negara untuk menilai dan mengapresiasi keberhasilan, kegunaan, dan kemanfaatan SDM dan institusi Polri. Proses terbaik dan hasil terbagus dari ketepatan penempatan personalia SDM ; dan kecepatan formasi komposisi kepemimpinan ideal, akan dapat menjadi tumbuh terbangun secara bermakna apabila dikaitkan dan diabdikan demi untuk pengembangan kebajikan masyarakat, keadaban bangsa, kemajuan negara. Harus ada relasi aktif dan korelasi efektif antara dimensi institusi Polri melalui kepemimpinan dan kinerja pejabat-pejabat Polri dengan dimensi pembumian dan percepatan Indonesia Maju. 

Politik Hukum Polri mesti sesuai dan tepat dalam merumuskan strategi umum dan menerapkan kebijakan dasar mengenai kerangka dan disain besar kaderisasi dan regenerasi kepemimpinan Polri. Politik Hukum ini sebaiknya dan seharusnya bersifat responsif dan adaptif terhadap prinsip nurani dan inti jantung Pembangunan Indonesia Maju. Kualitas dan akuntabilitas kepemimpinan dan keanggotaan Polri mesti telah sampai pada tingkat sebagai institusi yang bersifat alternatif dan solutif atas pergumulan, peluang, dan tantangan bersama Negara Proklamasi 17 Agustus 1945. Polri harus sudah merupakan sebuah kelembagaan teladan dan panutan di waktu kapanpun, di level apapun, dan di ruang manapun. 

Formasi kepemimpinan Polri yang berintikan pada konsolidasi dan dedikasi Polri, semoga menjadikan dan menumbuhkan Polri beserta jajaran sebagai atmosfir pembangun, pengawal, pemandu, dan pelayan terdepan yang berfungsi guna sebagai pintu dan jendela jalan keluar tercepat dan terbaik. Fungsi-fungsi ini diselenggarakan dengan lompatan percepatan dan perkuatan yang unggul dan kompetitif atas dukungan dan kerjasama dengan jajaran TNI dan BIN ; jajaran kelembagaan kenegaraaan dan pemerintahan ; komunitas politik, hukum, dan ekonomi ; elemen kesenian, keolahragaan, dan kebudayaan ; kalangan profesional dan strategis ; organ kemasyarakatan dan kebangsaan. Perihal ini berlangsung dengan penumbuhan dan pengukuhan semangat civil society ; dan dengan penguatan dan pemastian tekad gotong royong kewargaan. Dengan demikian, konsolidasi dan dedikasi Polri diorganisasikan dan diabdikan bagi percepatan, perkuatan, dan peningkatan kualitas Indonesia Maju di dalam wadah bentuk NKRI yang berideologi dan berfalsafah Pancasila berdasarkan konstitusi UUD 1945 dengan semboyan dan etos semangat Bhinneka Tunggal Ika. (Timred)

Label: