Jumat, 29 Desember 2017

Presiden RI Jokowi Hadiri Natal Bersama Tingkat Nasional

Pontianak, Gelora Hukum - Presiden RI Jokowi Menghadiri Undangan Perayaan Natal Bersama Tingkat Nasional di Pontianak - Kalbar, Kamis, (28/12/2017), puluhan ribu masyarakat Kalbar menghadiri acara perayaan tersebut dan penuh hikmat.

Selain Presiden RI juga turut hadir Wakil Presiden Keenam RI Try Sutrisno ; Ketua DPD-RI Oesman Sapta Odang ; Ketua KY-RI ; Wakil Ketua MPR-RI E.E. Mangindaan ; Menteri koordinator kemaritiman RI Luhut Binsar Panjaitan ; Kepala staf Presiden Teten Masduki ; Menteri Agama RI Lukman Hakim Saefudin ; Menteri ESDM RI Ignasius Jonan (ketua umum panitia) ; Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi ; Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhadjir Darwin ; Menteri perdagangan RI Enggartiasto Lukita ; Menteri Agraria dan Tata Ruang RI Sofjan Djalil ; Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Yohana Yambise. 

Tidak kalah penting turut juga hadir Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto ; Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian ; Jaksa Agung RI HM. Prasetyo ; KASAD Jenderal TNI Mulyono ; KASAL Laksamana TNI Ade Supandi ; sejumlah anggota DPR-RI, DPD-RI Dan Anggota Lembaga-Lembaga Negara ; Pimpinan dan tokoh-tokoh Agama, Adat, Masyarakat, Parpol, Ormas, NGO/LSM, Media Massa.

Selain itu, juga pimpinan PGI (Ketua Umum MPH PGI), pimpinan KWI dan Keuskupan Agung ; Gubernur Kalbar Cornelis ; Wakil Gubernur Kalbar Christiandi Sanjaya ; Forkompimda Provinsi Kalbar ; Bupati dan Walikota Se-Provinsi Kalbar. Hadir Juga Staf Khusus Presiden Komjen Pol. Purn. Goris Mere Dan Dr. Ari Dwipayana ; Sejumlah Politisi : Andreas Hugo Pareira, Maruarar Sirait, Firman Jaya Daeli,

Sejumlah Pimpinan BUMN (al : Dirut Pertamina Eliasa Manik) ; dan lain-lain. Tampak Menteri Koordinator Kemaritiman RI Luhut Binsar Panjaitan Bersama Menteri ESDM RI Ignasius Jonan, Firman Jaya Daeli, Dan Brigjen Pol. M. Iqbal (Berdiri di belakang) sembari mengantar pulang Presiden RI Jokowi di depan pintu gerbang utama setelah acara selesai. [Team]

Label:

Rabu, 20 Desember 2017

Penguatan Ekonomi Kerakyayatan DI Arena Rakornas 3 PDIP


JAKARTA, Gelora Hukum - Presiden Kelima RI yang juga Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Hj. Megawati Soekarnoputri Membuka dan menyampaikan pidato politik ketua umum dalam acara pembukaan rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tiga (3) Pilar PDI Perjuangan. 

Presiden RI Jokowi yang menghadiri acara pembukaan Rakornas menyampaikan kata sambutan Presiden. Acara pembukaan Rakornas dihadiri juga wakil Presiden RI Jusuf Kalla, Presiden ketiga RI Prof. Dr. Ing. BJ. Habibie, Ketua BPK-RI, Ketua KY-RI, sejumlah pejabat Negara, pimpinan Partai Politik (antara lain Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto), pimpinan media massa, pimpinan ormas, LSM/NGO, akademisi/pengamat, sejumlah Gubernur/wakil Gubernur, Bupati/wakil Bupati dan walikota/wakil walikota, 

Pimpinan DPRD Provinsi/Kabupaten/Kota, Pimpinan DPD Dan DPC PDI Perjuangan seluruh Indonesia. Hadir juga fungsionaris DPP PDI Perjuangan, sejumlah politisi PDI Perjuangan : Puan Maharani, Pramono Anung W, Tjahjo Kumolo, Panda Nababan, Adang Ruchiatna, Arief Budimanta, Firman Jaya Daeli (Mantan Ketua DPP PDI Perjuangan dan anggota DPR-RI), dan lain-lain. 

Rangkaian acara kegiatan Rakornas 3 Pilar PDI Perjuangan (Struktural Partai, Pimpinan Eksekutif, Pimpinan Legislatif), bertemakan “Berdikari Untuk Indonesia Raya”, berlangsung tanggal 15, 16, 17 Desember 2017, di Kota Tangerang, Banten, 

Selain kegiatan rakornas, juga disertai penggelaran pameran ekonomi gotong-royong dengan menampilkan 10 kluster usaha perekonomian rakyat yang dibuka untuk dikunjungi oleh masyarakat umum. [A1]

Label:

Jumat, 15 Desember 2017

PENGELOLAAN DANA DESA ZUZUNDAO SARAT KORUPSI

Nias barat, Gelora Hukum – Pelaksaan dana Desa di Desa Zuzundao yang dikemndalikan oleh ANEMALA GULO (Pj.Kepala Desa Zuzundao) tidak jelas, terutama pada pembanguan fisik yang bersumber dari dana DD/ADD TA. 2016/2017, berupa pembangunan sarana air bersih / sumur gali, MCK dan pembangunan tembok penahan di balai Desa, terkesan mark Up harga pada satuan bangunan seolah tidak bisa terkendali.

Hal ini terungkap dari pernyataan para kepala tukang yang mengerjakan bangunan dimaksud, pada surat pernyataan tersebut tercatat rincian bahan material bangunan yang sudah digunakan serta biaya keseluhan setiap satu unit bangunan, diantaranya pada pembangunan sarana Air bersih / sumur gali biaya yang digunakan hanya ± 12.000.000 (dua belas juta ripiah/satu unit), dan untuk MCK ± 14.000.000 (empat belas juta ripiah) sementara untuk tembok penahan tanah ± Rp.12.000.000 (Dua belas juta ripiah) saja.

Sementara harga satuan unit tertuang pada APBDESA adalah untuk pembangunan sarana Air bersih/sumur gali sebanyak 11 unit total Rp. 503.464.639 artinya harga setiap unit harusnya Rp. 45.769.512.-, dan Pembanguan 1 unit MCK Rp.36.069.733.-, serta 1 unit tembok penahan tanah Rp. 15.598.900.

Menurut salah seorang warga Desa Zuzundao yang tidak bersedia disebut namanya mengatakan, dari analisa sederhana, diperkirakan kerugian Negara berbasis penggelapan dan mark Up harga yang digarong oleh ANEMALA GULO atas dasar perhitungan perbedaan harga dalam setiap unit bangunan sebagaimana harga fakta lapangan dengan harga yang tercantum dalam APBDESA, terutama pada pembangunan sarana air bersih, MCK dan tembok penahan tanah setidak tidaknya ± Rp. 173.267.533.

Selanjutnya, masih belum kita bicarakan pada tupoksi lain seperti dana BUMDES, belanja barang dan jasa, anggaran pada bidang pemberdayaan masyarakat dan sosialisasi, pelatihan, ATK, Mami, dsb, di duga kuat banyak yang direkayasa.

Ironisnya lagi, Pada pembangunan sarana Air bersih / sumur gali jumlah yang tertuang dalam APBDES sebanyak 11 unit, tetapi dengan sepihak ANEMALA GULO menciutkan tinggal  6 unit lagi yang dibangun, sementara sisa yang 5 unit di sulap menjadi bangunan MCK, dari itu tentu ANEMALA GULO di duga kuat lagi lagi bermain pada selisih harga, sebab harga per unit MCK sebagaimana tertuang pada APBDESA lebih murah dari pada harga satuan bangunan Sumur gali / sarana air bersih, itupun bangunan tersebut masih ada yang belum siap sampai sekarang, dari kenyataan ini kami harapkan kepada intasi terkait agar dapat mengusut tuntas dugaan tindak pidanan Korupsi ini yang dilakukan Pj. Kepala Desa kami, sebab apa yang terjadi bagian dari pelanggaran hokum, tandas warga.

Kepada awak media ANEMALA GULO (Pj. Kepala Desa Zuzundao) melalui Via telefon seluler menjawab dengan singkat, begini saja pak, saya tidak mau memberikan komentar kepada Bapak kalau saya adu argumen kepada Bapak terlalu banyak masalah, saya juga di siantar ini. [A1]

Label: , , ,

HASIL PILKADES LOLOGOLU TAK KUNJUNG DITETAPKAN, PENEGAK HUKUM DIAM


Foto kericuhan pengrusakan kertas suara
Nias Barat, Gelora Hukum - Pelaksanaan pesta demokrasi serentak di KabupatenNias Barat yang dilaksanakan rabu 15 November 2017,   khususnya di Desa Lologolu, akibat ketidak terima kekalahan, pelaksanaan pemungutan suara berakhir ricuh.

Sejumlah tokoh masyarakat  Desa Lologolu kepada awak media yang menyaksikan proses penghitungan surat suara  menjelaskan bahwa,  Calon Kepala  Desa Lologolu ada 2 orang yaitu : no urut 1 (satu) Safenia Gulo, dan No Urut 2 Yasama Gulo dan  jumlah pemilih yang hadir  yang memberikan hak pilihnya sebanyak  844  orang, dari awal pemungutan surat suara hingga berakhir  pelaksanaan pemungutan prosesnya  berjalan sesuai dengan kondusif,  setelah pemungutan surat suara  dilaksanakan dilanjudkan dengan penghitungan yang dimulai dari kotak surat suara dusun IV  (empat),  III (tiga),  dan II (dua),  selama penghitungan ke tiga Dusun tersebut berjalan dengan lancar dan  no urut 1 (satu) selalu  meraih suara terbanyak dengan  perolehan suara no Urut 1 (satu) = 246 suara dan No. Urut 2 (dua) = 186 suara dengan  selisih suara keseluruhan  60 suara.

Sesampai pada  penghitungan  di kotak  surat suara Dusun I yang paling terakhir, dari jumlah yang telah di buka  masih selalu Calon No Urut 1 (satu) tetap memperoleh suara terbanyak, oleh karena calon no Urut 1 (setu) selalu memperoleh suara terbanyak  dan dipastikan menjadi pemenang,

Tanpa di duga pada detik-detik menghampiri selesai penghitungan dengan sisa  surat suara dalam kotak  sebanyak 14 lembar lagi, sejumlah pendukung calon no urut 2 (dua) bersama ketua panitia dengan spotanitas  langsung menyerbu dan merusak segala  fasilitas PILKADES, atas keributan itu tak lama kemudian pihak Kapolres Nias langsung turun di TKP namun sampai saat ini tindakan tegas dari Kapolres Nias juga tidak kunjung tiba, Jelasnya.

Dari kenyataan itu kami masyarakat Desa Lologolu merasa kecewa baik kepada Pihak penegak hukum, terlebih kepada Bupati Nias Barat yang terkesan tidak obyektif dan seolah membiarkan konflik horizontal di tengah tengah masyarakat.

Ironisnya atas informasi yang berkembang bahwa calon urut 1 (peraih suara terbanyak) tidak akan ditetapkan sebagai pemenang sebab di duga keras adanya oknum  Pejabat Teras di Nias Barat  yang sengaja mempolitisir  sekaligus melindungi pelaku kejahatan pengrusakan, bertujuan untuk menggagalkan hasil Pihak nmor urut 1 ditetapkan menjadi pemenang, di buktikan bahwa sampai detik  ini  pelaku pengrusakan dimaksud masih berkeliaran dan penetapan hasil PILKADES  juga tidak jelas, tandasnya dengan Tegas.


Menurut bupati Nias Barat Faduhusi Daeli melalui SMS dengan singkat masih belum ada keputusan dan saya masih di Jakarta. [A1]

Label: , , ,

Selasa, 05 Desember 2017

SMK Negeri 1 Ulunoyo "Miris" Tak Layak Huni


NIAS SELATAN, Gelora Hukum - SMK Negeri 1 Ulunoyo Kecamatan Ulunoyo Kabupaten Nias Selatan Sumatera Utara sangat memprihatinkan, gedung sekolahnya “tidak layak huni” beratapkan daun rumbiadinding anyaman bambu serta beralaskan tanah, malah semakin mengalami “rusak berat” akibat terpaan angin seiring cuaca buruk pada beberapa minggu terakhir ini.

Plt. Kepala sekolah SMK Negeri 1 Ulunoyo, Metizaro Laia S.Pd, dengan rasa iba bertutur Selasa (5/12/2017), Sekolah ini didirikan pada tahun 2015 lalu atas inisiatif masyarakat, para tokoh dan simpatisan, dari itu sangat membantu orang tua siswa/i sekitar Desa ini di berbagai hal karena lokasi sekolah dekat, serta sangat membantu para serjana Desa untuk tidak menganggur terlalu lama, sehingga sekolah ini sudah bisa menciptakan generasi bangsa dengan cara menamatkan siswa/i pada  tahun 2018 yang akan datang walaupun begitu kondisi gedung sekolah ini namun dengan modal semangat kami terus mengabdi walaupun fasilitas apadanya, tandas Kepsek.

Menurut Dorotae Laia salah seorang Siswi kelas 2 jurusan Administrasi menuturkan, dalam proses kegiatan belajar mengajar yang kami alami selama ini sering terganggu, terutama pada musim hujan apa lagi kalu di sertai angin kencang, selain lantai ruangan kelas becek, pihak kami pada berserakan pada masing - masing kelas dalam satu ruangan, dengan terpaksa kami mencari tempat aman yang kemungkinan tidak menetes air hujan karena atap sekolah kami pada bocor. 

Lanjut Darotea, kami sangat berharap agar sekolah kami dapat menjadi skalaprioritas perhatian pemerintah terutama pada pembangun gedung sekolah baru, minimal agar kami bisa nyaman “tidak basah kuyup” dalam proses belajar mengajar, layaknya teman teman kami yang kebetulan nasibnya baik ber sekolah di daerah perkotaan.


Dari hasil pantauan awak media, di SMK Negeri 1 Ulunoyo memiliki  dua jurusan, yakni jurusan Administrasi dan Pertanian, tercatat jumlah siswa sebanyak 118 orang dan 14 orang tenaga pendidik, 1 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan 13 lainnya masih berstatus GTT (Guru Tidak Tetap), serta memiliki ruangan sebanyak 6 (enam) kelas di dalamnya hanya memiliki kursi dan meja darurat yang menacap pada tanah. 

Disaat Awak Media mencoba konfirmasi Kepada Bupati Nias Selatan melalui Via Telepon Seluler tidak berhasil, dengan hanya jawaban nada "nomor yang anda tuju sedang berada diluar jangkauan". [A1 /Sumber : Sorot Nusan Tara]

Label: , ,

Pancasila Rumah Bersama


Firman Jaya Daeli, S.H

JAKARTA, Gelora Hukum - Sebuah Buku Bacaan Berupa Kumpulan Sejumlah Tulisan, Yang Berjudul “Pancasila Rumah Bersama”, Menghadirkan Buah Pemikiran Tajam, Aktual, Strategis, Dan Visioner Dalam Bentuk Tulisan Dari Beberapa Tokoh, Pejabat Tinggi, Akademisi, Politisi, Dan Aktifis. Mereka Yang Mengemukakan Pemikiran Dan Tulisan Dalam Buku “Pancasila Rumah Kita”, Antara Lain : (1). Ketua MPR-RI Zulkifli Hasan ; (2). Ketua DPD-RI Oesman Sapta Odang ; (3). Menteri Pemuda Dan Olahraga Imam Nachrawi ; (4) Kapolri Jenderal Pol. Prof. Tito Karnavian, MA, PhD ; (5). Ketua Dewan Pertimbangan Presiden Prof. Dr. Sri Adiningsih ; (6). Anggota Dewan Pengarah Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP PIP) Dr. A.A. Yewangoe ; (7). Kepala UKP PIP Dr. Yudi Latif, MA ; (8). Mantan Anggota Komisi Politik Dan Hukum DPR-RI Firman Jaya Daeli ; (9). Anggota DPD-RI Mamberob Rumakiek ; (10). Mantan Rektor Universitas Pattimura - Ambon, Maluku Prof. Dr. Thomas Pentury ; (11). Guru Besar Universitas Hasanuddin - Makassar, Sulsel Prof. Dr. Marthen Napang ; (12). Sahat Martin Philip Sinurat.

Firman Jaya Daeli, Tokoh Nasional Asal Kepulauan Nias, secara khusus diminta menyumbangkan tulisan dalam “Prakata Buku”, dengan judul prakata : "Indonesia Raya Dan Agenda Membumikan Pancasila", bahwa Konstitusi UUD 1945 secara meyakinkan sudah merumuskan dengan sangat jelas dan tegas mengenai Pancasila.

Perumusan materi Sila-Sila Pancasila di dalam Pembukaan UUD 1945 pada dasarnya menyampaikan pesan tegas dan tekad keras akan keberadaan Pancasila sebagai ideologi dan dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Keabsahan konstitusional Pancasila tidak hanya sekadar karena tercantum dan tertera di dalam Pembukaan UUD 1945, melainkan juga karena kenyataan sosial dan kebenaran kultural. Sila-Sila Pancasila sungguh-sungguh merupakan pengalaman dan pergerakan kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia.

Pengalaman dan pergerakan ini adalah sifat kepribadian dan sikap kebudayaan yang luhur dan manusiawi dari masyarakat dan bangsa Indonesia. Sifat dan sikap ini merupakan gugusan kenyataan dan rangkaian kebenaran atas perjalanan dan perkembangan Indonesia. Hal ini makin mengukuhkan Pancasila sebagai sebuah cerminan faktual dan aktual Indonesia Raya.

Pancasila memiliki kewibawaan moral dan kekuatan kultural karena secara otentik merupakan Indonesia yang "sesungguhnya dan senyatanya". Pancasila digali Bung Karno dari tengah-tengah masyarakat dan bangsa Indonesia, digali dari sifat kepribadian dan sikap kebudayaan nasional, digali dari peradaban Indonesia Raya.

Pancasila digali dari kehidupan dan kepribadian nasional Indonesia. Pancasila tidak menjaga jarak, tidak berjarak, dan tidak asing dengan Indonesia. Pancasila justru melekat langsung dengan Keindonesian, dan sudah bersama dengan Keindonesiaan sejak dahulu kala sampai seterusnya.

Pancasila senantiasa berdiri tegak, berjalan kuat, dan bergerak dinamis sebagai sebuah ideologi yang melandasi dan mendasari keberadaan dan kemajuan NKRI untuk mewujudkan tujuan nasional dan janji-janji Proklamasi Kemerdekaan.

Pemikiran ideologis dan pertimbangan historis ini yang kemudian mengukuhkan Pancasila secara konstitusional di dalam Pembukaan UUD 1945. Pancasila diakomodasi dan diwadahi di dalam Pembukaan UUD 1945 karena merupakan falsafah dan etos masyarakat dan bangsa Indonesia, yang menjadi ideologi dan dasar NKRI.

Teks Tujuan Nasional NKRI dan Pancasila sebagai ideologi dan dasar NKRI terterakan dan teramanatkan di dalam Pembukaan UUD 1945 - untuk selalu mengingatkan dan memastikan bahwa Pancasila mesti diamankan dan dijalankan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Titik awal berangkat, proses dinamika berjalan, dan arah akhir orientasi perjuangan dan pencapaian tujuan nasional harus terus menerus diselenggarakan berlandaskan dan berdasarkan Pancasila.

Pembukaan UUD 1945 memuat keberadaan dan kehidupan Indonesia Raya. Materi muatan ini sungguh amat bersifat prinsipil dan merupakan dasar-dasar terpenting dan terutama dari pemerdekaan (pendirian, pembentukan, dan pemajuan) Indonesia. Pancasila dan prinsip-prinsip dasar kebangsaan dan kenegaraan terkandung jelas dan kuat di dalam Pembukaan UUD 1945. Eksistensi NKRI ada di dalamnya sehingga Pembukaan UUD 1945 tidak dapat diganggu gugat bahkan tidak boleh diubah.

Pancasila tambah bersinar terang benderang manakala diaktualkan, dijalankan, dan dibumikan secara utuh dan menyeluruh. Sila-Sila Pancasila difahami dan disemangati untuk diwujudkan maknanya dengan saling melengkapi dan menguati. Pemaknaan Pancasila semakin menemukan ruang bermanfaat dan mendapatkan pijakan berguna ketika Sila-Sila Pancasila tumbuh subur penyelenggaraannya dengan saling menyempurnakan dan memajukan.

Penyelenggaraan Pancasila secara utuh dan menyeluruh dengan format dan pola seperti ini pada gilirannya melahirkan dan membangkitkan toleransi dan sekaligus menguburkan dan meniadakan intoleransi dengan segala yang beraroma ekstrimisme, fundamentalisme, dan radikalisme dalam aliran tertentu. NKRI dengan ideologi Pancasila menawarkan dan menyediakan keragaman (Bhinneka Tunggal Ika).

Pancasila adalah sebuah ideologi NKRI yang mengandung dan menjamin keterbukaan dan kebhinekaan. Doktrin ini secara pasti dan tegas tidak pernah bahkan tidak akan menawari dan memberi sebuah perspektif tunggal dan tertutup yang wajib berlaku untuk dikenakan dan diterapkan bagi seluruh masyarakat dan bangsa Indonesia yang sangat berbhinneka. Apalagi jika perspektif tunggal dan tertutup tersebut bertentangan dan menentang hakekat dan kodrati Indonesia Raya yang plural, majemuk, aneka ragam (Bhinneka Tunggal Ika).

Lebih-lebih lagi jika perspektif tersebut berlawanan arah dan bersimpangan nafas dengan Pancasila. Masyarakat dan bangsa Indonesia (negara bangsa) tidak dilahirkan, tidak didirikan, tidak diperuntukkan, dan tidak dikenal hanya dengan seni dan budaya tunggal, adat istiadat tunggal, bahasa dan busana daerah tunggal, profesi dan golongan tunggal, suku dan etnik tunggal, agama dan kepercayaan tunggal. Indonesia justru bertahan, berkekuatan, dikenal, dan diperhitungkan karena terdiri dari beragam dan berbhinneka agama dan kepercayaan, suku dan etnik, profesi dan golongan, bahasa dan busana daerah, adat istiadat, seni dan budaya. Demikian menurut pemikiran Firman Jaya Daeli yang dikutip sebagian kecil saja dari tulisan lengkap utuh Prakata Buku ini. [A1]

Label: , ,