SMK Negeri 1 Ulunoyo "Miris" Tak Layak Huni - Gelora Hukum

Breaking

Selasa, 05 Desember 2017

SMK Negeri 1 Ulunoyo "Miris" Tak Layak Huni


NIAS SELATAN, Gelora Hukum - SMK Negeri 1 Ulunoyo Kecamatan Ulunoyo Kabupaten Nias Selatan Sumatera Utara sangat memprihatinkan, gedung sekolahnya “tidak layak huni” beratapkan daun rumbiadinding anyaman bambu serta beralaskan tanah, malah semakin mengalami “rusak berat” akibat terpaan angin seiring cuaca buruk pada beberapa minggu terakhir ini.

Plt. Kepala sekolah SMK Negeri 1 Ulunoyo, Metizaro Laia S.Pd, dengan rasa iba bertutur Selasa (5/12/2017), Sekolah ini didirikan pada tahun 2015 lalu atas inisiatif masyarakat, para tokoh dan simpatisan, dari itu sangat membantu orang tua siswa/i sekitar Desa ini di berbagai hal karena lokasi sekolah dekat, serta sangat membantu para serjana Desa untuk tidak menganggur terlalu lama, sehingga sekolah ini sudah bisa menciptakan generasi bangsa dengan cara menamatkan siswa/i pada  tahun 2018 yang akan datang walaupun begitu kondisi gedung sekolah ini namun dengan modal semangat kami terus mengabdi walaupun fasilitas apadanya, tandas Kepsek.

Menurut Dorotae Laia salah seorang Siswi kelas 2 jurusan Administrasi menuturkan, dalam proses kegiatan belajar mengajar yang kami alami selama ini sering terganggu, terutama pada musim hujan apa lagi kalu di sertai angin kencang, selain lantai ruangan kelas becek, pihak kami pada berserakan pada masing - masing kelas dalam satu ruangan, dengan terpaksa kami mencari tempat aman yang kemungkinan tidak menetes air hujan karena atap sekolah kami pada bocor. 

Lanjut Darotea, kami sangat berharap agar sekolah kami dapat menjadi skalaprioritas perhatian pemerintah terutama pada pembangun gedung sekolah baru, minimal agar kami bisa nyaman “tidak basah kuyup” dalam proses belajar mengajar, layaknya teman teman kami yang kebetulan nasibnya baik ber sekolah di daerah perkotaan.


Dari hasil pantauan awak media, di SMK Negeri 1 Ulunoyo memiliki  dua jurusan, yakni jurusan Administrasi dan Pertanian, tercatat jumlah siswa sebanyak 118 orang dan 14 orang tenaga pendidik, 1 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan 13 lainnya masih berstatus GTT (Guru Tidak Tetap), serta memiliki ruangan sebanyak 6 (enam) kelas di dalamnya hanya memiliki kursi dan meja darurat yang menacap pada tanah. 

Disaat Awak Media mencoba konfirmasi Kepada Bupati Nias Selatan melalui Via Telepon Seluler tidak berhasil, dengan hanya jawaban nada "nomor yang anda tuju sedang berada diluar jangkauan". [A1 /Sumber : Sorot Nusan Tara]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SOSOK