Percepatan Penyediaan Infrastruktur Untuk Menyambut Indonesia Maju 2024 - Gelora Hukum

Breaking

Rabu, 02 Oktober 2019

Percepatan Penyediaan Infrastruktur Untuk Menyambut Indonesia Maju 2024

JAKARTA, GELORA HUKUM - Berdasarkan data yang diterbitkan  World Bank,  pada tahun 2012 stok aset infrastruktur Indonesia hanya sebesar 38% PDB,  jauh di bawah rata-rata global sebesar 70% PDB. Oleh karena itu,  pemerintah berupaya mewujudkan transformasi ekonomi melalui percepatan  pembangunan infrastruktur. 

Salah satu strategi percepatan pembangunan adalah dengan menetapkan Proyek Strategis Nasional meliputi (PSN)  dan Proyek Prioritas. 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian,  Darmin Nasution mengungkapkan pemerintah terus mendorong percepatan pembangunan sejumlah PSN yang saat ini terdiri dari 223 proyek dan 3 program dengan nilai investasi senilai Rp 4.180 Triliun. 

"Dari 223 PSN tersebut,  pemerintah juga memetapkan 37 proyek prioritas dengan total nilai investasi diatas 2.500 Triliun Rupiah dan implementasinya dipantau secara rutin oleh Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP)," ungkap Menko Darmin saat memberikan keynote speech pada Seminar Infrastruktur Menyambut Indonesia Maju 2024, rabu,  (2/10) di Jakarta. 

Menko Perekonomian,  Darmin Nasution mengungkapkan dalam mendorong percepatan penyediaan infrastruktur tersebut,  memerlukan dukungan berbagai pihak,  termasuk swasta dalam pembiayaan infrastruktur. Oleh karena itu,  pemerintah berinisiatif dan memeperkenalkan berbagai kebijakan-kebijakan umum maupun khusus baik dari aspek fiskal, institusi,  dan regulasi. 

Dari aspek fiskal,  pemerintah telah mengembangkan berbagai dukungan fiskal dan penjaminan agar dapat meningkatkan ketertarikan investor pada proyek yang kurang layak secara finansial,  meliputi Viability  Gap Fund (VGF), Availability Payment, dan insentif pajak. 

Secara akumulatif,  hingga September 2019 terdapat 81 PSN yang telah selesai dan beroperasi dengan nilai investasi mencapai Rp 390 Triliun.  Selain itu,  terdapat 27 proyek,  1 tenagakelistrikan,  dan 1 program pemerataan ekonomi yang sedang tahap konstruksi dan mulai beroperasi sebagian. Sedangkan, 22 proyek yang sedang konstruksi dan akan beroperasi setelah 2019. Sebanyak 129 proyek dan 2 program di atas, memilikin nilai inveatasi sebesar Rp 2.860 Triliun. 

Dampak pembangunan infrastruktur kini telah menuai hasil.  Sektor konstruksi masuk dalam lima sektor tertinggi yang berkontribusi terhadap PDB dan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di 5.07%. (EDZ)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SOSOK