Kamis, 29 November 2018

Efek Kuker Ketum Akrindo Jatuh Sakit, Butuh Transfusi Darah

Ketum Akrindo Bapak Maripin Munthe, sedang menjalani perawanar
di RS. Awal Bros Kota Tangerang

Kota Tangerang, Gelora Hukum - Ketua umum Asiosiasi Kabar Online Indonesia (Akrindo) Maripin Munthe, efek kelelahan setelah bepergian dari luar kota dalam kunjungan kerja pada DPC Akrindo di Kabupaten Asahan Sumatera utara akhirnya jatuh sakit dan saat ini dirawat inap di Rumah Sakit Awal Bros, Kotamadya Tangerang, Banten, sejak hari hari selasa lalu (27/11/2018).

Sudah dua hari dirawat, efek kelelahan dari kunjungan ke DPC Akrindo Kabupaten Asahan berlanjut pulang kampung di Medan," Ungkap Munthe, Kamis (29/11/18), Lebih jauh, orang nomer satu di jajaran Akrindo ini menambahkan, selama dirawat di RS dirinya harus mengalami transfusi darah. "Transfusi darah dan terpaksa harus dirawat inap ini," Imbuhnya.

Sementara itu, besuk dari beberapa pimpinan redaksi di berbagai media Online anggota keluarga besar AKRINDO turut serta melihat kondisi Ketua AKRINDO di Rumah sakit, diantaranya Pimred Postnewstime.com sekaligus Sekretaris Jendral (Sekjen) Akrindo, dan Bung Andri yang merupakan Pimred media online Transone.ID, mereka menyampaikan turut prihatin serta menyampaikan pesan pesan tips kesehatan sebagaimana pengalaman mereka, serta berharap agar Pak Munthe lekas sembuh dan diberi kemudahan serta diangkat oleh Tuhan Yang Maha Esa seluruh penyakitnya.

Diketahui, Maripin munthe merupakan pemimpin sebuah organisasi media yang bernama Akrindo yang baru berusia tiga tahun. Organisasi Akrindo sendiri didalamnya ber isikan ratusan media online dari seluruh Indonesia dan berkantor di Jakarta Selatan.(Timred)

Label:

Rabu, 28 November 2018

Pesta Raya Pomparan Patambor Cukup Meriah


Balige, Gelora Hukum -  Sibisa – Pesta Raya Dasawarsa Ke-3 Pomparan Raja Toga Manurung Dohot Boru (Patambor) se-Indonesia berlangsung di Komplek Monumen Patambor Indonesia di Sibisa Kabupaten Tobasa, Sabtu (24/11/2018), terlaksana sukses penuh meriah, dihadiri ribuan orang dari Keluarga Besar Patambor dari Perwakilan Cabang Se-Indonesia dan dari Australia.

Waldin Manurung, selaku Ketua Pelaksana mengatakan kegiatan ini diselenggarakan sekali 10 tahun bertujuan untuk menjalin Hubungan Silaturahim sesama Keturunan Raja Toga Manurung sekaligus mendukung Pariwisata di Kabupaten Tobasa.


Adapun kegiatan akan dirangkaikan dengan ibadah, makan bersama dan Marnortor, serta acara ibadah dipandu oleh Pdt. Jahoras Manurung sekaligus bertindak sebagai Pengkhotbah dengan tema “Melalui Pesta Raya Mari Kita Satukan Hati, Pikiran, dan Kasih Kita Demi Mewujudkan Manurung Sipolin-Polin Agar Menjadi Garam dan Terang Bagi Keluarga Besar Manurung, Begitu Juga Bangsa dan Negara Kita”.

Acara ini dihadiri oleh Gubernur Sumatera Utara diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, Pembangunan, Aset dan Sumber Daya Alam Drs. Elisa Julianus Marbun, Msi, Wakil Bupati Tobasa Ir. Hulman Sitorus, boru Sihabolonan Raja Tambun dan Raja Turi, Dongan Tubuh Marga Sitorus, Sirait, Butar-Butar, dan Tulang Bor-Bor/Pasaribu serta Para Undangan lainnya.

Gubernur Sumatera Utara dalam kata sambutannya mengatakan, kegiatan ini sangat bermakna selain mempererat hubungan ikatan pesaudaraan sesama anak bangsa, juga berfungsi untuk mempertahankan dan mengembangkan seni dan budaya dalam salah satu budaya lokal yang ada di Sumatera Utara.

Lanjut Gubernur, Patambor adalah salah satu wadah perkumpulan masyarakat yang harus kita lestarikan karena wadah inilah yang dapat menyatukan para pemuda pemudi khususnya di daerah Batak Toba yang dapat meneruskan perjuangan untuk melestarikan kebudayaan di Indonesia khususnya kebudayaan yang ada di Tanah Batak.

Kepada seluruh masyarakat Toba Samosir dan Keluarga Besar Patambor Indonesia agar dapat terus berperan aktif untuk melestarikan adat istiadat, nilai-nilai etika dan budaya leluhur. Guna membentuk masyarakat berbudi luhur, berbudaya, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusian, taat aturan dan hukum. Demokratis dan religius, pesan Gubernur mengakhiri.

Dalam kesempatan ini turut memberi kata sambutan Wakil Bupati Tobasa Ir. Hulman Sitorus, Ketua Panitia Pesta Raya Drs. Roy Monang Manurung, MM, mewakili Dongan Tubuh Sitorus, Sirait dan Butar-Butar, diwakili Saidi Butar-Butar mantan Anggota DPR RI dan Ketua Patambor Indonesia terpilih hasil Munas VI Periode Tahun 2018-2023 Prof. Dr. Adler Haymans Manurung.

Ketua Patambor Indonesia terpilih Periode tahun 2018-2023 Prof. Dr. Adler Haymans Manurung dalam sambutannya, sangat mengapresiasi Pesta Dasawarsa Ke-3 ini dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh Panitia dan Pengurus Patambor Cabang-Cabang Seluruh Indonesia yang telah bekerja keras dalam mempersiapkan hingga terlaksananya kegiatan ini dengan meriah dan sukses.

Kemudian Prof. Dr. Adler Haymans Manurung, mengatakan dengan terpilih dirinya sebagai Ketua Umum Patambor Indonesia akan selalu menjalin komunikasi sesama Keluarga Patambor untuk membangun keharmonisan sesama marga Manurung dalam mewujudkan marga Manurung semakin maju di Indonesia, dan juga akan mengajak Marga Sitorus, Sirait, Butar-Butar sebagai Keturunan Raja Nairasaon untuk bersama-sama membangun Daerah Sibisa ini.

Lanjutnya, dalam waktu dekat Program Patambor Indonesia yang pertama yaitu membangun Manurung yang lebih bagus dan baik, terutama kepada generasi muda keturunan marga Manurung, “Kedua kita juga dalam waktu dekat akan membuat Website Manurung agar generasi muda kita ini bisa tahu dan paham, seperti apa itu Manurung dan juga siap melakukan kerjasama ke Pemkab dibidang Pariwisata, bagaimana agar tamu-tamu domestik kedepan bisa berkunjung lebih banyak ke Tobasa, serta akan menyelenggarakan Pendidikan UKM agar Sibisa dapat berkembang secara ekonomi,” jelasnya.

Dari rangkaian Kegiatan Pesta Dasawarsa ini, yang cukup menggugah perasaaan adalah ketika Boru Sihabolonan, Raja Tambun marnortor dan Boru Sihabolonan Raja Turi/Simatupang marnortor, dimana Raja Turi memberikan Lembu Sitio-Tio dan Uang Santi-santi kepada Tulangnya Manurung, dalam kesempatan itu juga Pomparan Raja Turi meminta Tulangnya Manurung untuk Mengkuras (memandikan) Hujur Siriagis sebagai Pusaka Raja Turi yang kemudian dilakukan Ketua Umum Patambor Indonseia Prof. Dr. Adler Haymans Manurung.

Hal ini menandakan hubungan emosional yang cukup kuat diantara kedua marga ditambah lagi dengan kehadiran Rombongan Tulang Bor Bor/Pasaribu, yang cukup banyak jumlahnya ketika manortor memberikan 17 lembar Ulos kepada Berenya Manurung.

Selanjutnya koordinator Humas Panitia Pesta Raya Asto Manurung SE menjelaskan sebelum Pesta Raya Dasawarsa Ke-3 ini dilaksanakan didahului dengan Munas VI pada hari Jumat (23/11/2018) yang lalu, di TB Silalahi Center Balige, dihadiri Bupati Tobasa Ir. Darwin Siagian.

Hasil Munas (Musyawarah Nasional) tersebut terpilh Prof. Dr. Adler Haymans Manurung (Hutagurgur) Menjadi Ketua Patambor Se-Indonesia dan saat itu juga Ketua Patambor Terpilih langsung dilantik oleh Ketua Dewan Panurturi Patambor Indonesia 2018 – 2023, oleh Bishop Darwis Manurung, M.Psi (Hutagurgur), sedangkan untuk Jabatan Sekretaris Jendral, Abraham Manurung, ST, Sibitonga) dan Bendahara Umum Dra.Ria Manurung, Msi (Siampudan), sedangkan Sekretaris Dewan Panuturi Christofel Manurung SH (Siampudan). Untuk tugas selanjutnya Kelengkapan Kepengurusan akan dilengkapi oleh Ketua Umum Patambor Indonesia. (Antoni Pakpahan)

Label:

Minggu, 25 November 2018

Sosialisasi Sosok Herri Zulkarnaen, Masyarakat Sambut Antusias

Acara Sosialisasi Herri Zukkarnaen Calon Anggota DPR RI
Nomor Urut 2 Partai Demokrat Sumt I Sumatera Utara

Medan, Gelora Hukum - Rombongan tim sahabat HZ  (Herri Zukkarnaen) gelar sosialisasi di medan johor, acara  berlangsung di rumah warga se bapak  Limbong, di mulai sekitar pukul 16.00 wib sampai 18.00 wib, Minggu (25/11/2018 ), dihadiri sekitar ratusan orang masyarakat terdiri dari tokoh adat ,tokoh agama ,pemuda.

Acara dimulai dengan kata pengantar dari Ketua Tim HZ tingkat Kecamatan sekaligus Tokoh masyarakat setempat mengatakan, kami menyambut baik kedatangan tim sahabat bang hz (tim kabupaten) dalam kesempatan ini   saya sampaikan bahwa kita telah merekrut seluruh tim pemenang khusus nya wilayah kecamatan medan johor ,tim yang kita rekrut adalah rekan juang pemilik yang dedikasi dan intekritas yang tinggi, insya allah herri zulkarnaen dapat terpilih sebagai pemenang di wilayah medan johor ini ,  tentu harapkan kami senantiasa herri zulkarnaen jangan lupa kepada masyarakat medan johor kelak kolo sudah berhasil.


Sejumlah tanggapan dari peserta yang hadir sangat menyambut baik sosok Herri Zulkarnaen walaupun tidak pernah ketemu ,menurt masrakat yang hadir sosok Herri Zulkarnaen jauh sebelum cukup mereka kenal walaupun melalui media masa, bahwa beliau seorang sosok dewmawan dan peduli, teruji sukses di bidang wiraswasta sehingga langkah nya menuju senayan kami sangat mendukung.

Selanjut nya ibu Cia Nirwati ketua Tim sahabat HZ menyambut baik sambutan dan antusias masyarakat medan Johor yang sangat luar biasa, sembari mengajak masyarakat, mari tetap menjaga kesolitan, saling terbuka dan saling bergandeng tangan untuk memenang bang Herri Zulkarnaen  Nomor Urut 2 Dapil Sumut I Partai Demokrat untuk menuju Senayan pada pemilu bulan April yang akan datang, sebab dengan bang HZ menang maka mutlak kemenangan kita semua tanpa kecuali.

Lanjut ibu Cia Nirwati Kepada Gelora Hukum, kenapa kami begitu getol meperkenalkan sosok pak Herri Zulkarnaen kepada masyarakat, agar masyarakat memahami secara mereta bahwa beliau seorang anggota DPRD Kota Medan dipilih masyarakat dua periode secara berturut turut 2009 dan 2014, beliau dikenal cukup dekat dengan masyarakat, sederhana, satu kata dengan perbuatan, apa lagi sangat responsif mendengarkan keluhan masyarakat kecil, selain itu selama menjadi anggota DPRD Kota medan beliau banyak menolong masyarakat tidak mampu tanpa pilih kasih. (Haris Nasution)

Label:

Sidang Lanjutan Perbuatan Melawan Hukum KPU RI Tetapkan Pengadilan


Jason Hulu, (perwakilan pengugat) saat jemput relaas Panggilan sidang
di Pengadilan Negeri Medan Sumatera Utara
Medan, Gelora Hukum – Pengadilan Negeri Medan Sumatera Utara, tetapkan jadwal sidang lanjutan awal Desember 2018, jadwal ini terungkap atas surat relaas panggilan sidang lanjutan kepada para pihak (penggugat) yang diterbitkan pada hari Jum’at 23 November 2018 No.666/Pdt.G/2018/PN.Mdn, perihal perkara gugatan perbuatan melawan hukum oleh KPU RI dan Timsel Sumut V pada tahapan seleksi KPU Kabupaten/Kota pada waktu lalu.    

Sidang yang akan digelar merupakan sidang lanjutan pemeriksaan perkara setelah mediasi akhir yang digelar secara tertutup dilantai II kantor pengadilan Negeri Medan Sumut, rabu (21/11/2018) dinyatakan tidak mencapai kesepakatan, saat itu dihadiri tergugat I (Timsel Sumut V) diwakili oleh Tony Situmorang, dan tergugat II (KPU RI) diwakili oleh Evi Novida Ginting Komisioner KPU RI, sementara dari pihak penggugat dihadiri oleh Jason Hulu.

Jason Hulu mengakui bahwa surat relas penggilan sidang lanjutan dari pengadilan telah saya terima pada siang jum’at lalu dan saya pasti datang. Selanjutnya menjelaskan, perkara tuntutan perbuatan melawan hukum yang saya ajukan bukan semata – mata karena persoalan kepulauan Nias tetapi bagian dari persoalan bersama secara Nasional, dari itu, saya himbau kepada para aktivist pegiat hukum ala demokrasi agar dapat mengabil bagian turut serta memberikan perlawanan terhadap mereka yang sengaja menggunakan kekuasaannya untuk menindas kaum lemah secara masif dan sistematis, jangan dibiarkan hasrat kepentingan peribadi dari gerbong para serigala tergapai.   

Kebobrokan Demokrasi di Sumut ini yang diperankan para binatang buas sudah tidak asing, tentu layaknya kita masyarakat pemegang sah kedaulatan itu berkewajiban melakukan perlawanan minimal untuk meminimalisir, cukup sudah preseden buruk yang menimpa pulau Nias, dengan telah terjadinya 2 kali pemilu ulang secara berturut turut pada pemilu serentak pada waktu sebelumnya, kini harus dipastikan jangan terulang lagi, dan Tony Situmorang (tergugat I) serta Evi Nofida Ginting kini sebagai Komisioner KPU RI (tergugat II) aktif sebagai komisioner KPU Propinsi Sumut, sekaligus berperan sebagai penyeleksi KPU Kab/Kota wilayah Kepulauan Nias dikala itu, atas peristiwa itu berakhir dengan hanya pemberhentian dari sejumlah oknum anggota KPU Kabupaten di Kepulauan Nias, tetapi idealnya mereka para tergugat secara moral dan hukum harusnya ikut bertanggungjawab sebab mereka yang didiberhentikan itu adalah prodak dari hasil seleksi mereka yang diduga hasil korporasi, ungkap Jason.

Nias adalah bagia dari republik ini tentu bagi kita dan siapa saja pemilik akal sehat berkewajiban memperjuangkan hak masyarakat yang tidak berdosa. Pemilu adalah sarana kedaulatan masyarat untuk menyalurkan haknya memilih wakilnya, tentu agar terwudnya pemilu yang berkualitas, jujur, adil dan berkepastian hukum, tuntutan kredibitas dan integritas para penyelenggara sangat menentukan melalui takaran rekam jejak para peserta sebelum mereka ditetapkan sebagai penyelenggara.
     
Ironisnya, timsel Sumut V dan KPU RI diduga kuat menghendaki agar kejahatan demokrasi di republik ini semakin terjadi, betapa tidak khususnya di kepulauan Nias sejumlah oknum penyelenggara (KPUD) yang telah ditetapkan pemilik rekam jejak buruk, bahkan sejumlah nama telah ditetapkan terbukti melakukan pelanggara pemilu melalui keputusan DKPP, tetapi masih ditetapkan sebagai penyelenggara, lebih ironis lagi terdapat nama siluman yang sama sekali tidak tercatat namanya pada tahapan seleksi awal tetapi malah ditetapkan sebagai pemenang, urai Jason.

Selain itu, Timsel sumut V mengeluarkan keputusan penetapan nama 10 besar pada tanggal 22, sementara pengakuan Ketua Timsel Tony Situmorang bahwa Pleno penetapan nama itu berlangsung tanggal 23, celaka lagi ruang tanggapan masyarakat atas rekam jejak peserta calon Anggota KPUD Kab/Kota terkesan diabaikan, seharusnya menjadi acuan pertimbangan sebelum menetapkan nama sebagai pemenang, akhirnya sejumlah nama yang diloloskan pemilik rekam jejak buruk tanpa tindakan sebagai ajang pembelajaran, bahkan terlegitimasi seolah Timsel Sumut V dan KPU RI membenarkan dari apa yang mereka perbuat sebelum ini, bahkan sejumlah nama pemiliki hubungan langsung dengan peserta pemilu, lalu bagaimana mungkin obyek netralitas/independensi bisa tegak pada pemilu yang akan datang, masih banyak deh ..... urai Jason.

Bahkan, pada tahapan pelaksaan seleksi calon Anggota KPUD sumut V lalu, telah terjadinya pemberhentian 2 (dua) oarang anggota Timsel, artinya menujukan bahwa telah terjadi pelanggaran azas kepastian hukum, seharusnya bukan hanya dua orang itu yang menjadi korban tetapi secara keseluruhan 5 orang timsel itu wajib bertanggungjawab secara moral dan hukum, terutama Ketua Timselnya Tonny Situmorang harusnya yang paling bertanggungjawab pada semua tahapan seleksi yang bermasalah itu, tapi anehnya malah KPU RI membiarkan yang bersangkutan melakukan seleksi lanjutan walupun protes terhadap mereka itu sudah dilayangkan, tapi KPU RI terkesan diam seribu bahasa. 

Perkara perbuatan melawan hukum ini, harus menjadi ajang pembelajaran bagi mereka pemilik niat jahat di republik ini, dengan harapan senantiasa Pengadilan dapat melahirkan keputusan yang seadil adilnya dan bebas dari intervensi, tentu apa bila dikemudian hari keputusan pengadilan Negeri Medan terkesan memiliki nuasan lain, maka kedemi keadilan atas keyakinan data yang kita miliki, kita telah siap berkeluh kesah kepada Komisi Yudisial, tandas Jason mengakhiri, (MG)

Label:

Jumat, 23 November 2018

Kacabdisdik Gunungsitoli Propsu Sulit Ditemui, Alasan Monitoring

Agenda Klarivikasi di kantor UPTD Cabang Dinas Gunungsitoli Propsu,
Sementara 
Ghafardin Gatimbowo Lase (Ka. UPTD) tidak berada di Kantor
Nias, Gelora Hukum - Sejumlah wartawan dan aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat di Kota Gunungsitoli menindaklanjuti rumor seputar postingan akun Facebook Yasa Ghulo. Yang diunggah pada Minggu 4 November 2018 pukul 20.00 WIB. Berisi pertemuan pemilik akun dengan Pejabat Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, GL, dan seorang Anggota DPRD Kabupaten Nias, YG, postingan itu muncul sesaat sebelum penangkapan Yason Yonata Gea (25) wartawan media online.
Dalam status di akun Yasa Ghulo tertulis, ” Edisi malam, ngobrol dengan Anggota DPRD Kabupate Nias abangda Yaredi Gulo SE dan Kacabdis Gunungsitoli Provsu Ghafardin Gatimbowo Lase di sekretariat salah satu Media lokal Katanias.com”.
Dugaan pertemuan sesaat sebelum Yason Yonata Gea
ditangkap Polisi
 

Saat hendak dikonfirmasi ke kantornya di Jalan Pattimura No.29 Kota Gunungsitoli, Jumat 23/11/2018 sekira pukul 09.30 Wib, GL tidak berada di tempat. Kepada sejumlah awak media yang datang, seorang penerima tamu mengakui GL sudah keluar kota untuk melakukan monitoring, selanjutnya kepala Sub Bagian Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Cabang Dinas Gunungsitoli Propsu, Amirudin Halawa, juga mengakui GL tidak berada di kantor, Saya tidak tahu jadwal monitoring beliau, lebih baik langsung saja konfirmasi kepada beliau, kata Amirudin.

Disaat ditanya soal keaktifan GL di kantor karena viral rumor untuk saat ini bahwa GL diduga sering bolos atau Jarang masuk kantor, Amirudin Halawa jawab singkat “Saya tidak tahu soal itu pak, itu privasi pribadi beliau, jadi langsung saja kepada beliau,”.

Koordinator Aliansi Pers LSM Aktivis Bersatu Indonesia (Apresiasi) Last Kristian Wa’u mengatakan, mendukung pejabat yang setiap hari terus ke lapangan. “Kita sangat apresiasi dan kita dukung. Asal jangan hanya mengelak dari jurnalis yang ingin bertatap muka dengan beliau, apalagi saat ini beliau sedang hangat dibicarakan di berbagai tempat. Juga di media elektronik, termasuk Facebook,” katanya. (MG)

Label:

Kamis, 22 November 2018

Gugatan Seleksi KPU Sumut V, Mediasi Buntu Perkara Dilanjut

Jason Hulu (Penggugat), saat registrasi kehadiran 
di pengadilan Negeri Medan
Medan, Gelora Hukum – Sidang kedua berupa mediasi akhir, digelar secara tertutup dilantai II kantor pengadilan Negeri medan Jl. Pengadilan No. 8 Sumatera utara, rabu (21/11/2018) sekitar pukul 13.00 wib, masing masing pihak hadir, dari pihak tergugat I (Timsel Sumut V) diwakili oleh Tony Situmorang, dan tergugat II (KPU RI) diwakili oleh 2 orang diantaranya Evi Novida Ginting Komisioner KPU RI, sementara dari pihak penggugat dihadiri oleh Jason Hulu.

Sebelum Mediasi dimulai terlihat kedua pihak berlawanan saling bersalaman disekitar pintu ruang sidang Cakra 8, sambil Tonny Situmorang (tergugat I) mengajak Jason Hulu (penggugat) untuk diskusi atau mediasi bersama tergugat II ditempat yang aman, karena kasihan mereka ini jauh jauh dari Jakarta kata Tony, namun Jason Hulu dengan tegas menolak sambil menjawab, ini persoalan hukum Pak biarlah proses hukum yang bertakhta. 
  
Sekitar 30 menit kemudian, gelar sidang mediasi itu dimulai dipandu oleh Hakim Mediasi bersama Panitra Pengganti Ibu Martalena. Suasana pertemuan itu terlihat alot dan cukup menegangkan, setelah usai proses daftar hadir, hakim menawarkan solusi ganti rugi sambil menanyakan pendapat penggugat, Jason Hulu langsung menolak dan menyatakan; saya ini sudah terlatih makan tidak makan di jalanan, berjuang demi rahim kebenaran dan keadilan walaupun menderita jauh jauh dari Nias saya yakin Tuhan pasti menolong saya.

Lanjut Jason, tuntutan perbuatan melawan hukum yang saya ajukan bukan semata – mata karena persoalan kepulauan Nias tetapi bagian dari persoalan bersama secara Nasional, kebobrokan  Demokrasi di Sumut ini dapat menjadi bukti bahwa pada pemilu serentak sebelumnya, kepulauan Nias menyandang preseden buruk akibat 2 kali terjadi pemilu ulang secara berturut turut, dan Tony Situmorang serta Evi Nofida Ginting sebagai Komisioner KPU Propinsi Sumut sekaligus berperan sebagai penyeleksi KPU Kab/Kota wilayah Kepulauan Nias pada saat itu. Atas fakta ini, tentu menjadi tanggungjawab bersama melawan praktek ketidak adilan itu dari mereka yang sengaja menggunakan kekuasaannya untuk menindas, jangan sampai terulang lagi, Nias adalah bagia dari republik ini tentu bagi kita dan siapa saja pemilik akal sehat berkewajiban menjaga nama baik masyarakatnya yang tidak berdosa.

Dari itu, saya berharap kepada yang mulia demi terjaganya nafas kebenaran dan roh keadilan, kelak dapat melahirkan keputusan yang seadil adilnya, serta keyakinan hakim dalam memutuskan perkara ini dapat tegak lurus, terhindar dari intervensi atau pengaruh dari pihak mana pun dan saya meyakini itu karena bagi saya para yang mulia adalah Perwakilan Tuhan di dunia untuk bersikap adil terhadap setiap umat manusia tanpa pandang perbedaan klas, akhiri Jason.

Kepada hakim, Tony Situmorang mengajukan pertanyaan, Pak, bagaimana kerugian saya dalam persoalan ini, seharusnya kami dari Timsel telah selesai masa kerja dan idealnya persoalan ini ranya pengadilan Tata Usaha Negara ? Hakim menjawab singat, silahkan ditanyakan pada sidang berikutnya sambil menyodorkan surat berita acara bahwa Mediasi tidak berhasil dan ditandatangani kedua belah pihak, (Timred).

Label:

Minggu, 18 November 2018

Usut Tuntas Skenario Dibalik Penangkapan Wartawan di Nias


Nias Gelora Hukum – Penangkapan Yason Yonata Gea wartawan salah satu media Online oleh Sat Reskrim Polres Nias pada, Minggu malam sekitar pukul 21.00 Wib (4/11/2018) di Cafe Charlin pelabuhan lama Gunungsitoli, akhirnya menuai reaksi dari sejumlah kalangan jurnalis dan Aktivist NGO, berharap agar skenario dibalik penangkapan itu dapat diusut tuntas.

Afdika Lase Teman korban yang juga Ketua LSM Perkara Gunungsitoli menuturkan; sebelum Peristiwa penangkapan ini terjadi, jauh sebelum itu adanya retetan persoalan antara kedua belah pihak, dimana Yason Gea telah beberapa kali menerbitkan berita tentang foto mirip “Drs. Gatimbowo Lase “penyuap” sedang bermesra dengan seorang wanita muda, juga terpampang di akun face book bernama Fitri L.

Lanjut Afdika Lase; retetan dari peristiwa itu, ternyata sekitar pukul 21.00 wib minggu malam tanggal 4/11/2018 lalu, tiba – tiba Gatimbowo Lase (penyuap) menelpon Yason Yonata Gea dan mengajak untuk ketemu di Cafe  Lasara Poin Gunungsitoli, setelah mereka bertemu tanpa basa basi tiba – tiba Gatimbowo Lase menyodorkan Amplop berwarna putih dan Yason Yonata Gea menolak untuk menerimanya dan langsung pergi meninggalkan tempat itu.

Setelah mereka pisah beberapa menit kemudian oleh Gatimbowo Lase kembali menelpon dan bertanya dimana Posisi sekarang? Tanpa curiga Yason Yonata Gea menjawab saya lagi di Cafe Charli Kompleks Pelabuhan lama Gunungsitoli, tidak lama kemudia Gatimbowo lase datang dengan senyum dan tawa sambil menghampiri korban, setelah sampai disamping korban amplop berisi uang yang telah disediakan sebelumnya itu langsung di masukan dikantong celana korban sambil pamit pergi begitu saja, tetapi beberapa menit kemudian Pihak Sat Reskrim Polres Nias datang dan langsung menangkap korban, uarai Afdikal.

Lebih lanjut Afdika Lase; dibalik penangkapan terhadap Yason Yonata Gea itu diduga kuat adanya skenario besar yang diperankan komlotan berwatak mafia, bahkan sesaat saat sebelum terjadnya penangkapan, diduga kuat adanya pertemuan perencanaan bersama Gatimbolo Lase dengan Oknum Dprd inisial YG dan Yasa Gulo pemilik salah satu media lokal, asumsi ini semakin meyakinkan atas screeshot foto bersama yang diposting Yasa Ghulo pada akun peribadinya, dari itu kami dari LSM Perkara meminta Kapolres Nias agar bersikap adil untuk segera bertindak tegas terhadap diduga Pelaku penyuapan serta kepada siapun yang terlibat dalam skenario ini, klarifikasi lewat via telepon kepada Gatimbowo Lase ternyata hp nya tidak aktif.

Jawaban kegelisahan kenapa diduga Pelaku penyuapan seperti dibiarkan dan tanpa tindakan nyata ? sampai saat ini kami tidak berhasil konfirmasi kepada pihak Polres Nias, sementara berkaitan dugaan komplotan persiapan perencanaan yang sempat di screeshot, Yasa Ghulo menjelaskan di media lokal “media sendiri” bahwa foto tersebut tidak diambil pada hari itu, foto itu sebelum jauh hari sudah saya foto, bukan hari itu, jelas Yasa copi paste dalam medianya itu. (Makmur Gulo).

Label:

Polres Nias Jaga Netralitas, Jangan Jadi Sarang Balas Dendam

Jason Hulu
Ketua DPD Assosiasi Kabar Online Indonesia Kep. Nias
Gunungsitoli, Gelora Hukum, Ketua DPD Assosiasi Kabar Online Indonesia (AKRINDO) Kepulauan Nias Jason Hulu melalui Via Televon, lagi berada di Kantor Poldasu medan (16/11/2018), menyikapi peristiwa motif dugaan suap terhadap Yason Yonatan Gea wartawan salah satu media Online di Kepulauan Nias, dengan tegas mengatakan; saya minta Polres Nias agar setia menjaga sikap Netralitas dalam menjalankan abdi Tugas pelayanan serta jangan mau dijebak menjadi alat atau sarang balas dendam bagi oknum tertentu, wartawan itu harus di lindungi bukan di musuhi kecuali kalau terbukti melakukan pelanggaran dengan dalik yang obyektif, sebab dalam melakukan tugas Jurnalistik ibarat kancil berperang dalam sarang harimau.

Lanjut Jason, saya amati proses penerapan delik hukum terhadap penangkapan Yason Yonatan Gea itu terlalu prematur dan identik dengan kriminalisasi terhadap wartawan dan patuh diasumsikan agar wartawan bungkam dalam mengungkap peristiwa yang lebih substansial, keyakinan penyidik harusnya mempertimbangkan skenario dibalik peristiwa, sebab sebelum dugaan jebakan suap terjadi terhadap Yason Gea selaku penerima dan pemberi Drs. Gatimbowo Lase “Kepala cabang Dinas Pendidikan Propsu” adanya retentan persoalan sebelumnya, dimana Yason Gea berkali kali publis aib foto mesra mirip Drs. Gatimbowo Lase dengan perempuan muda yang bukan istrinya, dari pemberitaan itu menuai reaksi dan kutukan dari masyarakat dengan konklusi, kalau foto itu benar maka Drs. Gatimbowo Lase bukan hanya mencoreng moral pendidikan, tetapi moran Publik juga ikut terhina, metodologi atas peristiwa itu akhirnya berujung delik jebakan suap.

Kalau perbuatan suap menyuap itu benar, seharusnya pemberi “Drs. Gatimbowo Lase” yang paling bertanggungjawab, tentu obyek locus delikti siapa yang utama memiliki niat, apakah penerima tentu deliknya pemerasan dan harus ada bukti yang akurat, sementara pemberi, harusnya lebih utama mendapat sanksi normal hukum pidana, sebab motif keyakinan interpretasi perbuatan melawan hukum terpenuhi, bisa saja agar aibnya tertutupi maka berbuat memberikan sesuatu, atau dengan jebakan lain “Jebakan Suap” agar dendamnya terpenuhi, ironisnya dengan hanya pihak diduga penerima yang ditindak, sementara pemberi tanpa tindakan tegas, maka aspek hukum telah bertindak tidak adil (Pilih Kasih), dari itu kiranya pihak Penyidik dapat menujukan profesionalismenya dalam menyikapi persoalan ini, demi terjaganya marwah dan nama baik Polres Nias, sebelum persoalan ini berbuntut panjang, dan hendaknya tidak berhenti begitu saja, dugaan aib asusila Drs. Gatimbowo Lase juga harus di usut tuntas tanpa menunggu delik aduan tapi delik pidana umum, tandas Jason mengakhiri. (Makmur Gulo)

Label:

Senin, 05 November 2018

Sosok Christian Zebua, Bagian Jati Diri Ononiha

Elisati Hulu alias Ama Ganolo,
bersama
Mayjend TNI (Purn) Drs. Christian Zebua, MM 

Gunungsitoli, Gelora Hukum - okoh masyarakat Nias Utara Elisati Hulu alias Ama Ganolo Hulu yang juga pesiunan PNS (Mantan penili kebudayaan), dicelah menikmati masa pensiunnya (3/11/2018) dikantor DPD Assosiasi Kabar Online Indonesia (AKRINDO) Sisobahili Gunungsitoli, berharap agar para generasi muda kepualauan Nias dapat belajar dan termotivasi dari segudang pengalaman yang terukur dari Mayjend TNI (Purn) Drs. Christian Zebua, MM karena kiprah beliau telah menjadi kebanggaan Ononiha bukan hanya pada skala kedaerahan tetapi juga dalam skala Nasional.

Lanjut Ama Ganolo, gagasan dan karakter yang dimiliki Mayjend TNI (Purn) Drs. Christian Zebua, MM, seolah mengingatkan saya pada tahun tahun 70 hingga tahun 90an, atas semangat para leluhur dalam memelihara dan memupuk rasa persaudaraan di bumi Nias saat itu sangat terasa, semangat kebersamaan, bahu membahu, tolong menolong, saling menompang, saling membebani, saling buka jalan, senang susah tanggungjawab  bersama, yang muda menghargai yang lebih tua, serta memiliki pola pandang jauh kedepan untuk kemajuan Daerah dan masa depan masyarakat dan generasi yang akan datang, vilosofi “AOHA NORO NILULUI WAHEA  AOHA NORO NILULUI WAOSO, ALISI TAFADAYA DAYA HULU TAFAWOLO WOLO” benar benar terjadi disaat itu. 

Diumur saya yang hampir 71 tahun ini, dari sejumlah tokoh sukses putra dari kepulauan Nias yang telah saya temui bisa dihitung jari pemilik Visioner terukur, dengan bukan hanya berpikir untuk kepentingan diri sendiri tetapi utama kepentingan masyarakat secara utuh, secara peribadi mengakui karakter yang dimiliki Mayjend TNI (Purn) Drs. Christian Zebua, MM utama masuk deretan Tokoh Visioner  hitung jari di maksud, ungkap Ama Ganolo.

Selain itu kita harus mengakui,  keuletan, kecekatan, kecerdasan yang dimiki selama berkarir didunia Militer cukup diperhitungkan, hingga puncak karirnya mencapai Mayjen, untuk mencapai karir itu tidak gampang selain tuntutan displin yang tinggi, harus memiliki kemampuan dan karakter yang teruji, apa lagi selama berkarir  sedikitpun tidak pernah kita dengar sikapnya yang membuat tercoreng nama baik Ononiha, bahkan sebaliknya kebanggaan kita Ononiha terus mengalir walaupun dengan usahanya sendiri, urai Ama Ganolo.

Pertemuan singkat saya dengan Mayjend TNI (Purn) Drs. Christian Zebua, MM cukup sangat mengesankan, seolah mengingatkan saya fakta peradaban  Ononiha pada masa lalu, beliau titip pesan agar masyarakat kita lebih Vokus melakukan membinaan dini terhadap anak – anak kita mulai dari nutrisi makanan, kesehatan, karena mereka wajib dipersiapkan sebagai masa depan Nias,  juga berharap agar pola pikir masyarakat kita yang terkontaminasi memicu sikap individualis diharuskan ditinggalkan, sebab sikap seperti itu hanya membuat kita tercerai berai yang pada gilirannya menghilangkan rasa kasih antar sesama, tetapi Karakter Keimanan, Kecerdasan dan Keteguhan untuk menjalankan kebaikan untuk kepentingan bersama harus menjadi prioritas. (Timred)

Label: