Senin, 05 April 2021

Menlu Turki & PK Nisbar, Kutuk Keras Aksi Bom Makasar

NIAS ISLAND,  GELORA  HUKUM –  Sejumlah pengurus teras Pemuda Katolik Komcab Kabupaten Nias Barat,  diwakili oleh  Eduar, Huber dan Firman Lahagu mengutuk keras aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, pada Minggu (29/3/2021) lalu. 

Menurut Firman “Tidak ada yang bisa membenarkan kekerasan seperti itu terhadap warga sipil dan tempat ibadah yang tidak bersalah,” apapun alasannya,  sebab perbuatan seperti itu adalah perbuatan Iblis yang nyata mencederai akhlak moral berkeadilan.

Lanjut Firman,  Kami juga berharap kepada seluruh umat kristiani, marilah kita saling berdoa terhadap mereka yang masih tertupup hatinya agar diberi terang oleh roh kudus untuk bisa saling mengasihi antar sesama.

Kami juga menghimbau agar perbuatan seperti itu tidak dibalas dengan pertimbangan dunia tetapi marilah dibalas dengan kebaikan dan cinta kasih, dan kami berharap, kiranya para korban segera pulih, sekligus kami menyatakan dukungan atas upaya pemerintah Indonesia untuk menjamin keselamatan publik dan membumi hnguskan gerakan Teroris di republik ini, Akhiri Firman. 

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Turki mengutuk keras aksi bom bunuh diri yang mengguncang Gereja Katedral Makassar.

"Sebagai negara yang berjuang melawan terorisme selama bertahun-tahun dan kehilangan sejumlah besar warganya di bawah serangan teroris, kami mengutuk keras serangan keji ini," kata Kementerian Luar Negeri Turki dalam sebuah pernyataan, Minggu.

Melansir Daily Sabah, Kementerian Luar Negeri Turki menyatakan rasa solidaritasnya kepada masyarakat dan Pemerintah Indonesia.

Kementerian tersebut juga berharap, para korban yang terluka dalam aksi keji tersebut dapat segera pulih.

Sementara itu, Kerajaan Yordania menyebut aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar merupakan tindakan pengecut.

Hal itu disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Yaman Daifallah Fayez sebagaimana dilansir Ammon.

Fayez menambahkan, bom bunuh diri tersebut bertentangan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan dan mengancam stabilitas Indonesia.

Dia menekankan bahwa Yordania menyatakan solodaritasnya kepada Indonesia dan berharap agar para korban segera pulih. (Vensi)

Label:

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda