Kadin Dorong Ekonomi Kreatif Sebagai Tulang Punggung Ekonomi Indonesia - Gelora Hukum

Breaking

Jumat, 08 November 2019

Kadin Dorong Ekonomi Kreatif Sebagai Tulang Punggung Ekonomi Indonesia

JAKARTA,  GELORA HUKUM - (07/11/2019), Kamar Dagang dan Industri (KADIN) indonesia menyelenggarakan Dialog Nasional Ekonomi Kreatif yang mengangkat tema “Mendorong SDM Unggul Dan Penerapan Teknologi Untuk Menjadikan Ekonomi Kreatif Sebagai Tulang Punggung Ekonomi Indonesia". Dialog Nasional ini dilaksanakan dalam rangka Rapat Kerja Nasional (Rakernas)  Bidang Ekonomi Kreatif,  di Golden Ballroom,  Hotel Sultan Jakarta,  Kamis (7/11/19).

Kegiatan ini bertujuan merumuskan dan memberikan rekomendasi kepada pemerintah untuk mempeecepat pertumbuhan dan pengembangan ekonomi kreatif agar makin mampu bersaing pada tingkat nasional,  regional dan internasional. 

“Saat ini jumlah penduduk usia produktif kita begitu besar dan kita harus mempersiapkan mereka agar menjadi SDM yang terampil,  siap menjawab tantangan ekonomi digital,  bahkan hingga mampu menciptakan lapangan pekerjaan, ” ungkap Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P. Roeslani di sela-sela perhelatan rakernas. 

Menurutnya,  Indonesia harus dapat memetik manfaat maksimal dari bonus demografi dengan jumlah angkatan kerja usia muda yang tinggi. Saat ini sangat penting untuk mencetak SDM yang memiliki keterampilan di bidang teknologi serta industri kreatif guna menyambut peluang besar di era ekonomi digital. 

Hasil riset terbaru dari laporan e-Conomy SEA 2019 yang disusun Google,  Temasek,  Bain Company mencatat tren pertumbuhan ekonomi digital di Asia Tenggara,  termasuk Indonesia,  melaju pesat. Transformasi ekonomi Indonesia yang luar biasa menjadi pendorong pertumbuhan yang dinamis bagi Asia Tenggara. Tahun ini pun diprediksi internet ekonomi Indonesia mencapai USD 40 miliar. Riset terbaru ini melaporkan bahwa tingkat pertumbuhan Indonesia mencapai 49 persen,  paling besar di Asia Tenggara dengan potensi hingga USD 133 miliar pada 2025.

Pertumbuhan ekonomi digital itu mencakup 5 (lima) sektor,  yaitu e-commerce,  media daring (online), transportasi berbasis aplikasi daring, wisata dan perjalanan, serta jasa keuangan digital. 

Dalam kesempatan itu,  Kadin melakukan penandatangan MoU dengan berbagai mitra seperti Telkomsel, LinkAja, MASTEL,  Indiskop, Agile, Soulfy, Smart FM dan EndorseMe untuk merealisasikan berbagai program untuk mendorong SDM unggul di sektor ekonomi kreatif. 

wakil Ketua Umum Kadin Bidang Industri Kreatif,  Erik Hidayat mengatakan saat ini Industri Kreatif semakin penting untuk dikembangkan sebagai upaya mendukunh kesejahteraan dan perekonomian nasional. Menurutnya,  kreatifitas manusia adalah sumber daya ekonomi utama dan bahwa industri di abad ke-21 akan sangat bergantung pada produksi pengetahuan melalui kreativitas dan inovasi. 

Sedikitnya,  ekonomi kreatif dibagi ke dalam 16 subsektor,  diantaranya arsitektur,  desain interior,  desain komunikasi visual (DKV),  desain produk,  fashion,  film animasi video,  fotografi periklanan, kerjainan (kriya), kuliner,  musik,  pengembang aplikasi dan permainan, penerbitan,  periklanan,  tv dan radio,  seni pertunjukkan,  dan seni rupa. 

Berdasarkan catatan Kadin,  pada tahun 2017 ekonomi kreatif menyumbang PDB hingga Rp 1.000 triliun,  kemudian meningkat Rp 1.105 triliun di tahun 2018, dan diprediksi bertumbuh menjadi 1.211 triliun di tahun 2019. Dari angka tersebut,  ada 3 (tiga) subsektor unggulan yang menyumbang pertumbuhan tertinggi yakni kukiner,  fashion dan kriya. Sedangkan film, musik dan pengembangan aplikasi dan permainan menjadi subsektor prioritas. 

Erik mengatakan,  selain fokus pada industri kreatif berbasisi teknologi,  saat ini pihaknya juga fokus pada pengembangan industri kreatif berbasis design,  media,  elektronik,  dan budaya. “Dengan SDM yang unggul,  kita harapkan ekonomi kreatif bisa menjadi kekuatan baru.  Dan untuk mencapai ini,  baik dunia usaha maupun pemerintah tentunya harua bekerjasama menciptakan terobosan-terobosan yang bisa diterapkan oleh semua pemangku kepentingan agar ekonomi kreatif ini bisa diandalkan menopang perekonomian nasiaonal di masa kini dan masa-masa mendatang,” pungkasnya. (EZL)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SOSOK