Sutrisno Pangaribuan Semakin Mengalir Dukungan Dalam Pilkada 2020 - Gelora Hukum

Breaking

Minggu, 06 Oktober 2019

Sutrisno Pangaribuan Semakin Mengalir Dukungan Dalam Pilkada 2020

Wakil Pemimpin Redaksi (Wapimred)  Media Gelora Hukum hadir di Acara Syukuran tujuh bulan dan syukuran berakhirnya masa jabatan Sutrisno dari DPRD Sumut 2014-2019. (Antoni Pakpahan)
MEDAN, GELORA HUKUM - Bakal Calon (Balon) Walikota Medan 2020, Sutrisno Pangaribuan,Mendapat dukungan dari kaum marginal yang ada di Kota Medan.Para kaum marginal berkumpul di Jalan Sisingamangaraja, Gang Kasih No. 5 Simpang Limun, Medan, Sabtu (5/10/2019)  pukul 19.00 Wib Malam.

Perwakilan pedagang, saat memberikan kata sambutan dan dukungan kepada Sutrisno Pangaribuan, (Photo: Antoni Pakpahan/Gelora Hukum
Kaum marginal yang terdiri dari  komunitas Pedagang, pemulung,petani, sopir angkutan dan taksi, penyandang cacat fisik,, buruh pelabuhan, hingga aktivis mahasiswa.

Beberapa  wartawan media cetak an online yang hadir memberi kata sambutan dalam acara Syukuran tujuh bulanan dan syukuran berakhirnya masa jabatan Sutrisno Pangaribuan dari DPRD Sumut periode 2014-2019.(Photo: Antoni Pakpahan)
Dalam kesempatan itu, semua kelompok marginal yang pernah diperjuangkan Sutrisno semasa menjabat anggota DPRD 2014-2019 memberikan kata sambutan dan dukungan untuk maju dalam Pilkada 2020 di Kota Medan.

Kesatuan Pemilik dan Sopir Angkutan Sumatera Utara (Kesper), Israel Situmeang tampil sebagai pendorong terhadap seluruh elemen untuk menggerakkan mesin dukungan terhadap Sutrisno.

Dia mengapresiasi pria, politikus idealis itu karena tak pernah mengandalkan money politics atau politik uang untuk meraih jabatan politik termasuk saat maju dalam Pileg 2014 dan Pileg 2019.

"Mengingat beliau sangat idealis, kita tidak butuh untuk dibayar. Kita buat sekarang sumbangan dari seluruh elemen yang ada di sini, untuk keseriusan kita memberi dukungan kepada Sutrisno, sebagai bakal calon Wali Kota Medan. Gimana kalau kita lakukan sekarang," ujar Israel.

Ajakan Israel itu terinspirasi saat Basuki Tjahja Purnama alias Ahok ketika bertarung di Pilgub DKI Jakarta. Saat itu kelompok relawan secara bergelombang menggerakan donasi untuk mendukung Ahok.

Sebagai simbol gerakan awal, Israel secara cepat dan sigap menjalankan kotak sumbangan kepada seluruh undangan dan komunitas yang hadir dalam acara syukuran itu.

"Bagaimana Ahok saat menuju orang nomor satu di DKI, maka kita buat dulu seperti itu, kita buat namanya Dompet Sutrisno ya kawan-kawan," ucap dia, sambil menjalankan kotak sumbangan.

Seketika, kaum marginal yang hadir dalam acara syukuran mampu mengumpulkan uang sebanyak Rp 3,6 juta.

Ketua Yayasan Pemulung Kota Medan, Uba Pasaribu menyampaikan, doa dan harapannya, kelak diterima oleh Tuhan Yang Maha Esa. Dirinya sangat mendukung Sutrisno.

Menurut dia, selama ini dia tak pernah menginjak kaki di gedung DPRD Sumatera Utara. Barulah seorang Sutrisno yang mengundang mereka untuk membahas persoalan yang mereka hadapi selama ini bersama anggota DPRD. Menurut dia, hanya Sutrisno anggota DPRD Sumatera Utara yang peduli pada orang kecil.

"Tiga tahun lalu tidak ada yang memanggil saya untuk datang ke kantor DPRD Sumatera Utara, kecuali Bapak Sutrisno Pangaribuan. Mudah-mudahan dalam kontestasi Pemilihan Wali Kota Medan, Bapak Sutrisno Pangaribuan bisa terpilih sehingga masalah Kota Medan bisa dituntaskan," kata dia.

Kemudian, Ketua Kelompok Tani Ari Ersada Aron Bolon, Rembah juga menyatakan dukungan serupa. Bagi kelompok tani ini, Sutrisno tak ubahnya malaikat bagi rakyat petani.

"Kami yang beranggota 500 orang, kami menyatakan dia malaikat bagi kami," kata Rembah, ketua kelompok tani itu.

Dia bertutur, pada tahun 2014, mereka meminta bantuan Sutrisno atas konflik kepemilikan lahan yang mereka hadapi. Dan berkat dukungan politukus PDIP itu, saat ini mereka bisa menguasai 30 hektare lahan.

"Betapa pentingnya Bapak Sutrisno bagi kami. Perjuangan kami penuh korban, bahkan ada yang dipolisikan. Tetapi Bapak Sutrisno yang membela kami dan menyelamatkan, sehingga kami tidak dijebloskan ke penjara. Semoga apa yang dicita-citakan Pak Sutrisno sebagai Wali Kota Medan tercapai. Dan kami mengucapkan selamat bagi Pak Sutrisno dan ibu sebagai calon ayah dan ibu," kata Rembah.

Ketua Pedagang eks Pasar Aksara, T Sinulingga dalam kesempatan itu juga menyampaikan, ada 52 pasar tradisional tersebar di seluruh Kota Medan dan sekitarnya. Ada kelompok pedagang di 10 pasar yang akan bergabung dan siap mendukung Sutrisno menjadi Wali Kota Medan.

"Gabungan pedagang pasar itu dulunya dikelola Bapak Sutrisno untuk mendukung Jokowi di Pilpres 2019. Kini kami akan mendukung Pak Sutrisno sebagai Wali Kota Medan nantinya," kata Sinulingga.

Sinulingga menyebut, selama ini banyak pedagang pasar di Kota Medan terzalimi. Namun selama itu pula Sutrisno selalu mendampingi mereka.

"Buah manisnya ketika Presiden Jokowi mau turun ke Pasar Aksara. Mudah-mudahan harapan kami tercapai," ungkapnya

Sementara,Anggota DPRD Sumatera Utara periode 2014-2019, Sutrisno Pangaribuan dalam menjalankan aktivitas politiknya, tidak pernah melakukan money politics atau politik uang.

Dalam rencana Pemilihan Wali Kota (Pilwakot) Medan tahun 2020 mendatang, jika dia diberi kesempatan oleh PDIP atau partai lainnya, dia juga akan melakukan hal yang sama, menjauhi politik uang untuk meraih suara rakyat pemilih.

"Jadi, Pak Israel Ketua Kesper, saya serius mencalon. Dan saya sudah mendaftar sebagai calon Wali Kota Medan ke PDIP dan telah mengembalikan formulir bersama istri saya. Bahkan istri saya juga ikut menemani saya," kata Sutrisno, di hadapan hadirin acara syukuran tujuh bulanan kehamilan istrinya, Endang Marlina boru Panjaitan.

Sutrisno malam itu berdiri di hadapan komunitas, Kesper, Kelompok Tani Ari Ersadah Aron Bolon, pedagang Pasar Aksara, pedagang PT KIM, pedagang Pancurbatu, pedagang Kampung Lalang, pedagang Laucih, Yayasan Pemulung Kota Medan, Ikatan Arsitek Indonesia Sumatera Utara, buruh Koperasi TKBM Pelabuhan Belawan, Perhimpunan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Sumatera Utara, GMKI Cabang Medan, GMNI, staf DPRD Sumatera Utara dan kalangan wartawan media cetak, televisi dan online.

"Apapun pemilihan yang akan kita songsong ke depannya, maka jangan mau memilih calon karena memberi uang. Karena dapat dipastikan, calon yang memberi uang tidak akan peduli dengan keluhan masyarakat. Saya berjanji komitmen tanpa melakukan politik uang. Itu dari dulu yang saya lakukan. Sewaktu Pileg tahun 2014 itu saya lakukan dan mendapatkan 11 ribu suara, dan tahun 2019 ini saya mendapatkan 10 ribu suara dan menjadi pemenang ke dua," ucap Sutrisno.(Antoni Pakpahan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SOSOK