Pokja Temu Raya "Land Grabbing" Adakan Panggung Rakyat - Gelora Hukum

Breaking

Senin, 28 Oktober 2019

Pokja Temu Raya "Land Grabbing" Adakan Panggung Rakyat

Kelompok Tani dari Laucih, Ngaku br Sembiring, saat orasi dalam Acara Panggung Temu Raya Rakyat di Lapangan Merdeka, Medan, Sabtu (26/10/2019). (Gelora Hukum/Antoni Pakpahan)
MEDAN, GELORA HUKUM - Ratusan warga yang mengaku sebagai korban perampasan tanah oleh PT Perkebunan Nusantara (PTPN) II, Adakan Acara Panggung Rakyat sebagai dukungan moral kepada Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin di Lapangan Merdeka, Medan, Sabtu (26/10/2019)  sore. 

Acara Temu Raya Rakyat ,Korban "Land Grabbing" (Perampas tanah Rakyat) diikuti sejumlah kelompok tani dari berbagai daerah di Deliserdang. Misalnya, dari Laucih, STM Hilir,Sei Semayang,Helvetia, Lau Barus dan lainnya. Turut pula sejumlah aktivis LSM,Rakyat Marjinal dan Mahasiswa . Acara diselenggarakan dalam bentuk; orasi, pembacaan puisi, menyanyikan lagu kebangsaan dan sebagainya.

Acara yang diselenggarakan  oleh Kelompok Kerja (Pokja)  Temu Raya Rakyat Sumatera Utara (Sumut) tersebut mengambil Tema "Harapan dan Keprihatinan Rakyat Kepada Pemerintah Baru" Sebagai Ketua pelaksana, Sutrisno Pangaribuan dan Sekretaris, Ines. 

Menurut warga Kelompok Tani  sebagai pemilik lahan sesungguhnya, para petani tidak pantas disebut sebagai penggarap. Merekalah sesungguhnya yang telah dirugikan. Akibat tanah miliknya dicuri PTPN II. Itu sebabnya mereka harus merebutnya kembali.

Kelompok Tani dari Laucih,Ngaku Br Sembiring menyatakan, Bahwa dalam pertemuan dengan AMPI di Medan beberapa bulan lalu, Presiden Jokowi menjanjikan akan menyelesaikan sengketa tanah mereka seusai Pilpres. Dia berharap janji itu dipenuhi. Apalagi mereka adalah pendukung Jokowi.

"Kami berharap Pak Jokowi datang ke lahan yang kami perjuangkan, biar dia tahu seperti apa penderitaan petani yang tanahnya dirampasnya," teriaknya sambil terisak.

Lebih lanjut, Br Sembiring berharap, supaya Bapak Presiden Joko Widodo hadir dan datang ke Tanah kami, untuk melihat gimana penderitaan kami yang selalu ditindas dan diganggu oleh mafia tanah. 

"Tolong kami Pak Jokowi, kami sudah lelah dan letih menghadapi para mafia tanah yang ingin merampas tanah Rakyat. Saya bermohon supaya Pak Jokowi datang melihat kami, " Ujar br Sembiring sambil mengeluarkan air mata. 

Alpen Kaban, koordinator kelompok tani Lauchi, menyebutkan Senin depan (28/10/2019), mereka akan mengusir pengembang Kota Mandiri Belaka yang menduduki lahan milik mereka. Seluas 854Ha lebih, tersebar di lima desa, milik 1673kk yang terdiri atas sekitar 4000 warga.

"Rakyat siap untuk melawan para mafia tanah yang ingin merampas  tanah rakyat dari tanah kami. Sampai darah titik penghabisan kami tetap mempertahankan Hak kami, " Ujarnya. 

Lebih lanjut, Alpin mengatakan, akan mengerahkan seluruh warga yang ada di Desa laucih untuk melawan para pengembang Kota dan akan mengundang Wakil Mentri Pertanian. 

"Kami undang Wakil Menteri Agraria, Surya Tjandra, untuk ikut menyaksikan upaya rakyat merebut kembali tanahnya di Lauchi," tegas Alpen. (Antoni Pakpahan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SOSOK