Dialog Empat Pilar MPR Dengan Tema "Memaknai Sumpah Pemuda" - Gelora Hukum

Breaking

Senin, 28 Oktober 2019

Dialog Empat Pilar MPR Dengan Tema "Memaknai Sumpah Pemuda"

Jakarta,  Gelora Hukum (28/10/2019), Hari sumpah pemuda merupakan bagian kulminasi tahapan menuju kemerdekaan bangsa Indonesia. Sumpah pemuda merupakan inspirasi untuk melahirkan gerakan kepemudaan Indonesia yang dilatari oleh gerakan Bung Utomo. 

Ini merupakan sikap kesatria pemuda Indonesia dan memberikan pengakuan terhadap negara kesatuan republik Indonesia. 

Makna Sumpah Pemuda ini adalah muda merupakan simbol kekuatan. Muda adalah simbol kreativitas , muda adalah simbol inovator, muda adalah simbol dinamisator, kekuatan untuk mengusung perubahan.

Mari kita wujudkan semangat sumpah pemuda menuju Indonesia yang merdeka, bersatu, adil dan makmur dan berdasarkan Pancasiala dan UUD 1945, ungkap Herman Khaerun Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat. 

Menurut Anggota DPD RI Engelius Wake Kako "Sumpah pemuda itu  dilakukan untuk melahirkan gerakan sumpa pemuda pada tanggal 28 Oktober 1908.

Saya maju sebagai Anggota DPD berangkat dari refleksi sumpah pemuda untuk berbakti kepada bangsa dan negara. 

Bagaimana tantangan pemuda hari ini? Ada dua hal : Pertama,  fundamentalisme pasar yang begitu kuat, sehingga perang antara orang kaya dan miskin tetap ada. Kedua, fundamentalisme agama yang sangat kuat karena kita terlalu cenderung berbicara tentang agama, tetapi kita lupa tentang tantangan terbesar bangsa indonesia yakni masalah ekonomi yang semakin liberal.

Orang muda mesti mengambil peran dalam memajukan bangsa. Orang muda mesti diproyeksikan dengan baik sehingga orang muda mampu membaca peluang di masa depan untuk kesejahteraan masyarakat. 

Orang muda harus menghentikan  perdebatan tentang perbedaan agama, ras dan warna kulit.

Orang muda mesti fokus pada diskurus tentang pembangunan  dan kebaikan bangsa dan negara.

Pada kesempatan yang samag legislator muda dari Fraksi Golkar Dyah  Roro Esti Widya Putri menyampaikan bahwa "NKRI merupakan hasil dari perjuangan dab pengorbanan anak-anak muda sebelumnya. Peran pemuda sangat penting bagi perjalanan dan kemajuan bangsa Indonesia.  
Potens populasi milenial tidak bisa dibiarkan begitu saja, melainkan sebuah potensi besar  untuk  kekuatan ekonomi  dunia. 

Bonus demografi yang dialami bangsa Indonesia akan bisa sukses bila negara mempersiapkan potensi anak-anak muda dan sekaligus ancaman jika tidak dikelola dengan baik. Oleh sebab itu,  negara harus menyiapkan lapangan pekerjaan bagi generasi muda. 

Kemudian, akses pendidikan merupakan hak asasi manusia dan udara yang bersih menjadi hak manusi. Oleh sebab itu negara harus memberikan pehatian yang serius dan sungguh-sungguh untuk kemajuan dan kesejahteraan bangsa dan negara. 


Bangsa Indonesia harus menyiapkan tenaga SDM orang muda khususnya dibidang ekonomi berbasis digital dengan melanjutkan memberikan beasiswa LPDP yang difasilitasi oleh kemenku. Kelak anak-anak muda yang menerima besasiwa tersebut  bisa mengabdi bagi bangsa Indonesia. (EZL)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SOSOK