Peluang dan Tantangan Indonesia di Dewan Keamanan PBB 2019-2020 - Gelora Hukum

Breaking

Kamis, 10 Oktober 2019

Peluang dan Tantangan Indonesia di Dewan Keamanan PBB 2019-2020

Jakarta,  Gelora Hukum - (10/10/2019) Indonesia telah  menjadi Anggota Tidak Tetap Dewan Kemanan (DK)  PBB untuk periode 2019-2020 selama lebih dari tujuh bulan,  maka dari itu dipandang perlu untuk secara aktif melakukan outreach ke berbagai kalangan masyarakat,  termasuk kalangan civitas akademika,  utamanya mahasiswa,  dan masyarakat umum mengenai peran dan capaian Indonesia di DK PBB. 

Upaya outreach ini dipandang penting untuk menyampaikan informasi faktual mengenai manfaat dan peran aktif Indonesia dalam menjadi Anggota Tidak Tetap DK PBB,  serta untuk meningkatkan rasa kepemilikan bersama (sense of ownership)  dan menggalang dukungan publik atas pelaksanaan keanggotaan DK PBB Indonesia. 

Dalam hal ini,  Direktorat Keamanan Internasional dan Pelucutan Indonesi (KIPS) dan Direktorat Jenderal Kerjasama Multilateral Kementrian Luar Negeri bersama Departemen Hubungan Internasional FISIP UI bermaksud mengadakan kegiatan " Jaring Masukan Peran dan Capaian Keanggotaan  Tidak Tetap Indonesia di Dewan Keamanan PBB Periode 2019-2020 : Peluang dan Tantangan". 

Kegiatan ini bertujuan untuk : Meningkatkan rasa kepemilikan bersama dan menggalang dukungan publik atas pelaksanaan keanggotaan DK PBB Indonesia, diseminasi informasi mengenai berbagai kontribusi dan pencapaian Indonesia bagi perdamaian dan keamanan internasional di forum DK PB di tujuh bulan keanggotaannya, diseminasi informasi mengenai peran dan fungsi Dewan Keamanan PBB Indonesia. 

Pada kesempatan yang sama Direktur KIPS Grada Endah Werdaningtyas menyampaikan "selama sembilan bulan Indonesia menjadi DK PBB berusaha menampilkan budaya warna Indonesia,  menjadi negara yang diandalkan oleh bangsa-bangsa yang selalu mengedepankan musyawarah mufakat. Selain itu, kontribusi keterlibatan stakeholder baik dalam negeri dan luar negeri,  kalangan akademisi,  mahasiswa dan masyarakat umum untuk membahas isu-isu global dan kepntingan Indonesia di DK PBB," ujar Grata.

Kegiatan ini diikuti 200 peserta dari kalangan civitas akademika Universitas Indonesia, dosen, dan peneliti serta pihak mahasiswa FISIP Universitas Kristen Indonesia,  mahasiswa Universitas Moestopo. (EZL)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SOSOK