Blusukan ke Pasar Marelan, Sutrisno Bicara Penataan Pajak Tradisional - Gelora Hukum

Breaking

Rabu, 09 Oktober 2019

Blusukan ke Pasar Marelan, Sutrisno Bicara Penataan Pajak Tradisional

Teks Photo :Bakal Calon (Balon)  Walikota Medan, Sutrisno Pangaribuan, ST (kemeja putih)  blusukan ke Pasar Marelan, Medan, Rabu (9/10/2019) siang. (Gelora Hukum/ist)
MEDAN,GELORA HUKUM - Bakal Calon (Balon) Walikota Medan,Sutrisno Pangaribuan,ST melakukan blusukan ke pasar tradisional tepatnya di pasar Marelan,Kecamatan Medan Marelan, Rabu (9/10/2019) Siang. 

Sutrisno Pangaribuan memilih blusukan ke pasar guna mendengarkan harapan para pedagang dan pembeli.

"Saya memilih blusukan ke pasar untuk mendengarkan harapan pedagang dan pembeli, harapan itu tentunya akan menjadi aspirasi." Kata Sutrisno ditemui sela sela blusukan.

Blusukan ke pasar juga ditujukan untuk mengetahui kondisi ekonomi dan suasana kenyamanan pasar tradisional.

"Saya ingin menjadikan pasar tradisional lebih aman dan nyaman bagi pedangang dan pembeli, saya ingin menata pasar di kota Medan ini lebih bersih, pasar itu harus bersih". Jelas Sutrisno. 

Lebih lanjut, Sutrisno mengatakan, bahwa kedatangannya untuk menginvetarisir seluruh permasalahan pedagang di Kota Medan. Dimana saat dirinya diberikan kepercayaan oleh partai dan rakyat untuk memimpin Kota Medan, maka dapat memberikan solusi untuk seluruh pedagang.

"Kita memang sengaja datang langsung menjumpai para pedagang. Seperti kemarin kita baru saja dari Pasar Kampung Lalang lalu hari ini ke Pasar Marelan ini. Sebagai bakal calon walikota, saya sudah sedikit banyaknya mendengar dan melihat langsung apa yang menjadi keluhan pedagang. Walau semasa saya anggota DPRD Sumut saya selalu mendampingi dan membela pedagang dari penggusuran Pemko Medan,” pungkas Sutrisno.

Mantan Anggota DPRD Sumut periode 2014-2019 ini menilai, seharusnya dengan adanya bangunan Pasar Marelan ini seluruh pedagang sudah dapat ditata, tetapi nyatanya masih banyak yang berjualan diluar gedung dan malah dipinggir jalan.

Ia berjanji, jika partai PDI Perjuangan dan masyarakat memberikan kepercayaan untuk menjadi Walikota Medan, maka prioritas program tahun pertamanya adalah penataan  pedagang, kemacetan dan pengendalian banjir di Kota Medan.

“Itu program kerja kita sesuai dengan tagline kita ‘Medan Baru’ yaitu Medan Bersih, Aman, Rukun dan Unggul. Mohon doa Bapak/Ibu ya,” imbuh Sutrisno

Harapan itu langsung ditanggapi para pedagang Pasar Marelan yang selama ini sudah tidak percaya lagi dengan pemerintah daerah. 

"Kami dukung bapak, Tolong dibenahi pak,  asal nanti jangan lupa kalau sudah terpilih nantinya,". Kata Boru Simbolon

“Dipinggir jalan juga masih banyak jualan, maunya dimasukkan semua pedagang ke dalam pasar.  Saya sudah 20 tahun jualan disini, dulunya sebagai pedagang kaki lima dipinggir jalan raya itu,” ujar ibu yang berjualan sayuran.

Lanjut Boru Simbolon ini, awalnya pedagang kaki lima sudah didata pihak PD Pasar Kota Medan untuk menempati lokasi di gedung Pasar Marelan yang akan dibangun. Namun, setelah usai dibangun, malah banyak pedagang asli tidak mendapat tempat.

“Dulu sudah didata, ada 791 pedagang baik dari Pasar Tolak, Pasar  Basir dan pedagang kaki lima. Dan meja di dalam Pasar Marelan ada 800 meja.Tetapi malah pedagang dari luar yang berjualan. Dan banyak mereka yang membeli untuk dijualbelikan,” terangnya.

Pedagang sayur mayur ini menjelaskan, para pedagang saat ini dikutip Rp.6000 setiap harinya untuk pedagang yang berada dihalaman gedung Pasar Marelan. Sedangkan di dalam gedung dikutip sebesar Rp.10.000 per hari.

“Ada retribusi, ada kutipan untuk jaga malam, kebersihan dikutip per hari 6000 untuk pedagang diluar dan di dalam sebesar Rp.10.000.Maunya sudah dikutip retribusi, untuk pedagang yang diluar dibangun juga tempatnya dan tertata. Ada 300 tenda pedagang diluar sedangkan di dalam ada 800 pedagang. Maunya jangan semua orang ditampung, inipun datang dari sidikalang juga malah ditampung disini.

“Dan di Pasar Marelan ini hanya beraktifitas sampai pukul 12 siang saja.Pasar disini sepanjang jalan ada yang berdagang sehingga Pasar Marelan ini menjadi sepi.Kalau Bapak nanti menang sebagai walikota Medan tolong ditata ulang ya pak dan merakyat,” ungkapnya berharap.

Hal senada juga dikatakan pedagang lainnya, Ramlan mengatakan, tujuan awal pembangunan Pasar Marelan untuk menata para pedagang kaki lima nyatanya tidak menjadi solusi juga.

“Karena walaupun sudah dibangun, tampak ada pembiaran dari Pemko Medan kepada mereka yang berdagang dipinggir jalan raya. Sehingga tempat ini menjadi sepi pengunjung karena di dalam gedung ini kondisi bangunannya tidak bagus. Lihat saja sudah bocor dan dindingnya sudah retak-retak,” keluh pedagang ayam ini. (Antoni Pakpahan).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SOSOK