Pelaksanaan APBdesa Atualuo TA 2018 Terkesan Tidak Teranspran - Gelora Hukum

Breaking

Selasa, 18 Desember 2018

Pelaksanaan APBdesa Atualuo TA 2018 Terkesan Tidak Teranspran


NIAS, GELORA HUKUM - Pelaksana'an dan pengelola'an dana desa atualuo Kecamatan Ma'u Kabupaten Nias APBdesa T.A 2018 terkesan tidak transparan, dan banyak yang ditutup tutupi, hal ini ADS.Gulo masyarakat desa Atualuo, kepada Wartawan GeloraHuku.com tanggal 17-12-2018 menjelaskan, anggaran dana desa atualuo sampai sa'at ini sudah pada tahap pelaksana'an dengan nilai 60% sudah di tarik dari rekening kas desa dari total anggaran kurang lebih Rp 1,3 milyar, sampai hari ini baliho APBDes dan papan informasi proyek fisik pembangunan belum di pasangkan di tempatnya,

Lanjut, masyarakat desa atualuo KS.Gulo kami merasa gelisah dan dirugikan atas informasi publikasi pelaksana'an dana desa atualuo T.A 2018 termasuk realisasi tahapan tahapan pelaksana'an dari setiap pos belanja keuangan yang mana setiap kegiatan dari setiap jenis kegiatan target pencapaian masyarakat dan publik tidak tahu,

Adapun yang membuat masyarakat menjadi bingung dalam hal pelaksana'an fisik pembangunan yang dialokasikan pada perkerasan dan pengaspalan jalan di dusun II desa atualuo dengan anggaran Rp.755.000.000 (tujuh ratus lima puluh lima juta rupiah) dimana pada tanggal 8 oktober 2018 kepala desa atualuo An. fonaha gulo S.Pd.K mengagendakan musyawarah rapat yang menghadirkan masyarakat di wilayah lokasi pembangunan tersebut, pada sa'at itu dalam ruang diskusi rapat memberikan kesempatan kepada masyarakat yang memiliki bahan material lokal dari batu gunung dengan batas waktu hanya 8 hari kalender, setelah waktu yang telah di tentukan maka tidak lagi di perbolehkan kepada masyarakat untuk melakukan penyedia'an bahan batu dari lokal, melainkan di datangkan batu dari luar oleh angkutan mobil,

Ketika waktunya 8 hari dari tanggal 8 oktober sampai 16 oktober 2018, pihak tim pelaksana kegiatan TPK telah mendatangkan bahan material batu dari luar desa yg harganya jauh lebih murah dari harga RAB yakni Rp 627.000 per meter kubik sedangkan harga belanja yang disediakan dari luar hanya berkisar Rp 300.000 per meter kubik,

Fidelis Gulo, Warga Desa Atualuo dan juga sebagai Tim Investigasi GNPK-RI (Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia) Prov.Sumut kepada wartawan GeloraHukum.com mengataka, itu akan lebih baik jika kelebihan dari selisih harga Pada RAB dapat menjadi penambahan  volume  fisik pembangunan di desa kita, tetapi yang kita ragukan akan hal ini sebab kita tidak tau apakah dengan mencari harga yang murah di ikuti dengan adanya perubahan nilai harga belanja pada RAB Sampai sa'at ini berita acara perubahan rencana belanja atau revisi RAB belum ada,

Lanjut fidelis, jika revisi RAB atas perubahan rencana RAB Tidak ada maka kita patut menduga kalau pihak pengelola kegiatan membuat laporan pertanggungjawaban sesuai dengan RAB namun harga belanja hanya setengah dari harga yang ada di dalam RAB, tentu kita menduga bahwa mereka mencari keuntungan diri sendiri tetapi yang rugi adalah masyarakat

Di tambahkannya, coba bayangkan harga batu yang di belanjakan Rp.300.000 dikalikan jumlah batu 300 kubik harganya hanya 90 juta,sedangkan dalam RAB Rp 627.000 dikalikan 300 kubik nilainya 188.100.000., artinya jika RAB tidak di revisi maka masyarakat mengalami kerugian sebesar 98.100.000 itupun masih dalam lingkaran satu item belanja dan masih belum termasuk belanja lain ditambah lagi adanya perubahan sistem pelaksana'an metode padat karya tunai yang mengerjakan adalah masyarakat dengan sistem HOK, namun kepala desa dan TPK mengubah dengan cara di perborongkan perpatok, ujar fidelis kepada media,,

Ketika di konfirmasi wartawan GeloraHukum.com kepada BPM Kab.Nias dalam hal ini bapak Tohar rudin sebagai Kabid mengatakan,
Kebijakan pemerintah desa harus transparan, sebaiknya mengutamakan potensi lokal setempat dan swakelola,
Di katakannya,,,,  tolong di pertanyakan kepada kepala desa apakah papan informasi tertampung di APBdesa.?? sebaiknya papan informasi wajib di pasang di tempat strategis, ujar pak tohar. (Makmur Gulo)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SOSOK