Ketua Kelompok Tani “Berkat” Kesal Sikap Kadis Pertanian "Ekonomi Daeli" - Gelora Hukum

Breaking

Rabu, 04 Oktober 2017

Ketua Kelompok Tani “Berkat” Kesal Sikap Kadis Pertanian "Ekonomi Daeli"


Nias Barat, Gelora Hukum - Ketua Kelompok Tani “Berkat” Adieli Hia, Desa Togimbogi Kec, Sirombu Kab. Nias Barat, sangat kecewa sikap Kepala Dinas Pertanian Ekonomi Daeli yang terkesan arogan, karena tanpa prosedur dengan sepihak bertinak menarik hand traktor di kelompok kami tanpa alasan yang jelas, sementara hand traktor tersebut sedang kami berdaya fungsingkan, buktinya pada selasa (3/10/2017) di kantor dinas pertanian, tanpa mendengarkan alasan nyata dari kami bahwa hand traktor tersebut sedang kami fungsikan untu kepentingan kelompok dan masyarakat, tetapi pihak staf dinas pertanian malah terus menyodorkan surat serah terima hand traktor tersebut untuk saya tanda tangani, dalam situasi itu akhirnya dengan berat hati, terpaksa saya tanda tangani surat dimaksud, apa lagi mereka di dampingin oknum TNI, personil koramil sirombu.

Perlakuan Kadis pertanian itu terhadap kami, saya berasumsi bahwa niat tulusnya untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil sangat di ragukan, coba di bayangkan kelompok tani BERKAT sudah berdiri sejak tahun 2011 dan sampai saat ini sedang berjalan sebagaimana mestinya, walaupun akhir akhir ini sedikit ada perbedaan pendapat dari segelintir masyarakat Desa, seolah kelompok BERKAT dimaksud sudah melakukan penyegaran kepengurusan, kalau  issu itu benar masa saya tidak mengetahui sejak kapan kami melakukan musyawarah mufakat perihal penyegaran kepengurusan pada tingkat Kelompok?, sementara saya salah seorang Penggagas berdirinya kelompok Tani Berkat itu, tutur Adieli.

Lanjut Adieli, kami pihak pengurus dan anggota kelompok sangat membingungkan, apa sebenarnya maunya Kepala dinas pertanian ini, harusnya issu seperti itu di kelolah, di jejaki unsur kebenarannya sebelum mengambil tindakan, sehingga efek dari kebijakanya itu tidak harus melahirkan konflik horizontal diantara kami warga Desa.

Wakil Ketua DPRD Nias Barat Famoni Waruwu, kepada awak media, mengecam keras tindakan Kadis pertanian tersebut yang terkesan tidak pro rakyat,  dengan sungguh saya sangat menyayangkan tindakannya seperti itu yang tidak professional, seolah bertindak tidak adil terhadap petani, kebijakan seperti itu bukan lagi niat agar petani berdaya tetapi malah sebaliknya, seolah menjadi biang kerok agar masyarakat kecil tercabik cabik, harusnya beliau solusif agar masyarakat tani rukun dan saling bahu membahu, dalam memperjuangkan hak ekonomi mereka agar lebih baik dari sebelumnya.

Lanjut Watua, saya mohon kepada Saudara Bupati Nias Barat agar Kinerja Kepala Dinas Pertanian Kab. Nias Barat dapat di evaluasi, dari pada menjadi biang kerok perpecahan bagi masyarakat kecil yang butuh pertolongan, karna bagi saya, berjuang untuk hak – hak masyarakat ekonomi lemah menjadi harga mati tanpa tawar menawar.

Kepala Dinas Pertanian Ekonomi Daeli kepada awak media melalui telepon seluler  dengan nada semangat mengatakan “ini siapa”, tetapi disaat awak media jawab “saya dari media GHC Pak” jawabnya, “kalau dari media, saya kurang sehat, saya kuarang sehat ya” jawab kadis mengakhiri. [A1].

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SOSOK