Kamis, 01 Juli 2021

Gubsu Edy: Infrastruktur Nias Barat Segera Diperbaiki

NIAS BARAT, GELORA HUKUM - nfrastruktur Nias Barat rusak parah, Gubsu Edy sebut segera diperbaiki, menempuh perjalanan puluhan kilometer dari Kota Gunungsitoli menuju Nias Nias Barat, Gubernur Sumatera Utara mengakui kondisi  jalan provinsi dan jematan rusak parah dan perlu segera ada pembenahan.

Selama perjalanan Gubsu Edy Rahmayadi kerap kali berhenti dan turun dari kendaraan untuk melihat langsung kondisi jalan dan jembatan rusak, serta berinteraksi dengan Bupati Nias Bupati Nias Barat Khenoki Waruwu.

Infrastruktur sangat parah, Gubsu Edy Rahmayadi mengakui, Pemprovsu akan menjadikan jalur ini dalam perencanaan pembangunan infrastruktur, mengingat potensi yang dimiliki daerah kepulauan ini sangat besar. “Baru ini saya datang ke kabupaten yang sulit medannya. Kondisi infrastruktur cukup parah, saya akan segera berbuat,” ujar Gubsu saat berada di Aula Kantor Bupati Nias Barat, Rabu (30/6/21)

Dalam pertemuan di Kantor Bupati Nias Utara, Gubernur menyampaikan kehadirannya dalam kunjungan kerja [Kunker], baru akan dilakukan September mendatang. Namun permintaan dari Bupati kepadanya dianggap sebagai ajakan agar berkenan hadir di kabupaten yang tergolong terpencil ini.

Saya diminta Bupati Nias Utara datang kemari. Saya sudah tahu, pasti diajak ke tempat yang tak enak. Tetapi tanggung jawab saya, kita bagi tugas. Saya akan perbaiki infrastruktur, lalu bupati, camat dan kepala desa, kalian bangun daerah, fokus. Karena saya lihat banyak lahan yang belum dikelola dengan baik,” jelas Edy Rahmayadi.

Selanjutnya, Edy bersama rombongan juga melihat kondisi infrastruktur jalan dan jembatan di Kabupaten Nias Barat. Medan yang ditempuh tidak kalah sulit. Kawasan perbukitan dengan kondisi struktur tanah yang tidak stabil, membuat sejumlah titik ruas jalan provinsi ambrol.

“Ya, secepatnya ini akan kita bangun jembatan. Tetapi nanti kita manfaatkan bahannya dari sungai ini. Kan banyak pasir dan batu di sini. Jadi tidak usah jauh-jauh bahannya, biar lebih murah,” katanya.

Disampaikan Khenoki Waruwu, sebagai daerah yang terbelakang dibandingkan empat kabupaten/kota se-Kepulauan Nias, dirinya mengaku sedih melihat pembangunan yang ada karena itu, ia sempat meneteskan air mata, karena menurutnya seorang Gubernur mau melihat langsung jembatan yang rusak dan berkomitmen memperbaikinya. (Firman Kecap)

Label:

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda