Indonesia Economic Forum: Targetkan Nilai Perdagangan USD7 Triliun, Generasi Milenial Adalah Kunci - Gelora Hukum

Breaking

Rabu, 20 November 2019

Indonesia Economic Forum: Targetkan Nilai Perdagangan USD7 Triliun, Generasi Milenial Adalah Kunci

Jakarta, Gelora Hukum - (20/11/2019), Indonesia Economic Forum 2019 ini telah mempertemukan 300 pemimpin politik, bisnis, pemerintah,  dan masyarakat sipil terkemuka,  membahas dan memperdebatkan bagaimana Indonesia dapat bertransisi dari ekonomi yang bergantung pada sumber daya alam menjadi ekonomi yang didorong oleh bakat dan layanan manusia. 

Indonedia Economic Forum 2019 mengusung tema “Towards a $7 Trilion Economy : Opportunities anda Challenges.". Tema ini mencerminkan visi Presiden Joko Widodo untuk menjadikan Indonesia sebagai 5 besar ekonomi global pada tahun 2045 dan mempromosikan pengembangan sumber daya manusia. 

"Agar Indonesia mendapat manfaat  dari lanskap global baru,  maka harus terhubung ke jaringan pengetahuan global. Universitas-universitas harus berkolaborasi dengan institusi pembelajaran terkemuka lainnya; perusahaan harus membentuk kemitraan dengan merek global; dan negara secara keseluruhan harus berinvestasi lebih banyak dalam R&D,” kata Shoeb Kagda,  Founder Economic Forum. 

“Indonesia Economic Forum adalah platform multi-stakeholder yang memyatukan semua pihak. Visi kami untuk mempromosikan kemajuan ekonomi dan sosial Indonesia dengan mengidentifikasi tren dan peluang utama” tambah Kagda. 

Indonesia Economic Forum ke-6 hadir untuk membantu memetakan jalan ke depan untuk Indonesia dengan mengidentifikasi peluang baru bagi investor dan  bisnis di sektor-sektor seperti pendidikan, pariwisata, transportasi,  keuangan dan ekonomi digital. 

Pada kesempatan yang sama Sandiaga Uno menyampaiakan bahwa saat ini outlook Indonesia sebagai ekonomi dengan total skala USD7 triliun. Dan itu perlu dikerjakan dengan sungguh-sungguh, dengan inovasi, di JW Marriott Hotel, Rabu (20/11/2019).

Selain itu, Sandi juga menyarankan untuk menjadikan milenial sebagai lokomotif pembangunan. Dengan demikian, anak-anak mudah diharapkan bisa menjadi pengusaha, berani mengambil risiko, hingga menciptakan lapangan pekerjaan.

Dengan menitikberatkan anak-anak muda sebagai lokomotif pembangunan, ke depannya anak muda harus mampu berani ambil risiko, menjadi entrepreneur atau pengusaha yang bisa ikut mengambil peran dalam menciptakan lapangan pekerjaan," sarannya.

Menurutnya, milenial sendirilah yang bisa menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada. Apalagi, saat ini lapangan pekerjaan yang berkualitas sulit ditemukan sehingga milenial perlu ambil andil.

"Karena sekarang lapangan pekerjaan yang berkualitas susah didapat, terutama untuk generasi muda, nah ini bisa diselesaikan oleh anak-anak muda yang biasa kita kenal milenial," ucap Sandi. (EZL)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SOSOK