Jalan Masuk Pustu Atualuo Ditutup, Polsek Moi Cek TKP - Gelora Hukum

Breaking

Jumat, 09 Agustus 2019

Jalan Masuk Pustu Atualuo Ditutup, Polsek Moi Cek TKP


NIAS, GELORA HUKUM - Akibat pemagaran jalan masuk Pustu Atualuo kecamatan Ma'u Kab.Nias pada waktu lalu, diduga diperankan berinisial SG yang sehari hari bekerja sebagai PNS kepala tata usaha/sub bagian di UPT  Puskesmas Kecamatan Ma'u Kab.Nias,  akhirnya Polsek Moi Benyamin Lase bersama sejumlah anggota melakukan monitoring langsung lapangan, (08/08/2019).

Kepada awak media, Kapolsek Moi menjelaskan, kami dari pihak kepolisian sudah biasa masuk di desa-desa seperti ini, adapun kegiatan rutin kami yaitu patroli dialogis, patroli jalan kaki dan patroli sambang.

Dilanjutkan, dalam beberapa hari yang lalu ada informasi melalui media online tentang persoalan pemagaran jalan masuk di pustu Atualuo ini, tapi atas perintah pimpinan dalam hal ini bapak Kapolres Nias agar kami segera turun lapangan untuk melakukan pengecekan langsung.

Disaat awak media menanyakan sikap Kepolisan atas persoalan ini, Jawab Polsek; Tadi kami sudah pertanyaan kepada Kepala Pustu dan beberapa warga desa bahwa tanah yang di pagar itu milik SG, cuma jalan tersebut sudah sekian lama di lintasi masyarakat yang hendak masuk Pustu, namun agar lebih jelas silahkan di tanya langsung kepada Kadis kesehatan serta  kepada yang berkompeten.

Kami sebagai aparat kepolisian wajib hukumnya melihat langsung apa yang menjadi keluhan warga, dan apa lagi sudah masuk dalam pemberitaan media, wajib kami tindak lanjuti dan melaporkan kepada pimpinan, tandas Kapolsek Moi.

Kekecewaan masyarakat ata pemagaran itu hampir sulit terbendung, diantaranya Arozatulo Waruwu mengatakan, kami sangat kecewa Atas perbuatan SG tersebut, seakan - akan dengan sengaja mempersulit masyarakat yang hendak membutuhkan pertolongan medis. 

Sementara telah beberapa tahun berdirinya Pustu tersebut tanpa masalah, anehnya kejadian yang mengecewakan ini muncul dengan tiba tiba, tandas Arozatulo dengan nada kecewa.

Sejumlah masyarakat setempat, hantarkan apresiasi monitoring yang dilakukan oleh pihak kepolisian, serta berharap agar Pihak kepolisian segera menindaklanjuti demi masyarakat yang setiap saat butuh pertolongan medis.

Pada pemberitaan kami sebelumnya sebagaimana hasil konfirmasi Media Gelira Hukum dengan SG "diduga otak pemagaran" mengatakan ;   Tanah yang terpagar itu adalah tanah milik saya dan belum saya serahkan kepada pemerintah. (Makmur Gulo)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SOSOK