Rabu, 26 Agustus 2020

Pengadilan Negeri Gunungsitoli, Resmi Terima Audiensi DPD AKRINDO

GUNUNGSITOLI, GELORA HUKUM - Perwkilan 
Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Kabar Indonesia (DPD AKRINDO) Kepulauan Nias melakukan audiensi ke Pengadilan Negeri Gunungsitoli pada hari Rabu, 26/08/2020.

Perwakilan Audiensi diterima oleh Wakil Ketua Pengadilan Gunungsitoli Agus Komarudin, SH bersama Taufiq Noor Hidayat, SH sebagai Kepala Humas Pengadilan Negeri Gunungsitoli dengan tetap mengikuti protokol kesehatan.

Ketua DPD AKRINDO Kepulauan Nias Edison Sarumaha, S.Pd bersama dengan pengurus yang lain sangat berterimakasih kepada pihak Pengadilan Negeri Gunungsitoli atas perkenaannya menerima pengurus DPD AKRINDO Kepulauan Nias audiensi secara bersama yang berlangsung di ruangan terbuka.

DPD AKRINDO Kepulauan Nias adalah lembaga masyarakat yang senantiasa terbuka kepada siapapun dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat termasuk Pengadilan Negeri Gunungsitoli sebagai Lembaga Peradilan dalam menegakkan hukum yang seadil - adilnya. DPD AKRINDO siap menjadi mitra sejati Pengadilan Negeri Gunungsitoli termasuk sebagai media center dalam memperoleh dan memberikan informasi seputar mengenai kegiatan yang bersifat umum. Internal DPD AKRINDO Kepulauan Nias sendiri diisi oleh orang - orang yang profesional dan berintegritas dan memiliki background yang mumpuni serta pengalaman yang cukup, lanjut Edi.

Dia menambahkan, seandainya Gerakan Sadar Hukum diselenggarakan maka DPD AKRINDO Kepulauan Nias siap mendukung Pengadilan Negeri Gunungsitoli dalam memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang Undang - Undang, aturan, norma serta hukum baik yang bersifat perdata dan pidana. DPD AKRINDO Kepulauan Nias siap memberikan kritik, saran serta mengingatkan semua pihak apabila yang dilakukan melenceng dari aturan yang ada meskipun lembaga atau instansi itu adalah mitra sejati AKRINDO sendiri, Edi mengakhiri.

Ketua Tim Investigasi DPD AKRINDO Kepulauan Nias Melianus Laoli, S.Pd mengatakan sebagai Lembaga sosial kontrol masyarakat, pengurus DPD AKRINDO Kepulauan Nias dalam menjalankan tugas dan fungsinya selalu berpegang teguh pada aturan dan Undang - Undang yang berlaku, sehingga apapun kegiatan, even bahkan kasus atau masalah yang melibatkan setiap masyarakat AKRINDO tetap hadir membantu dan mendampingi secara profesional hingga ke proses hukum selesai. 

Lanjut Laoli, sebagai lembaga Yudikatif yang dipercaya masyarakat, Pengadilan Negeri Gunungsitoli agar tetap eksis dan solid dalam memberikan putusan yang seadil - adilnya kepada setiap orang yang tertindas dan senantiasa bekerja untuk memberikan kepastian hukum kepada semua pihak yang terlibat didalamnya.

Proses penegakan hukum dilakukan secara bottom up yang mana hal itu diawali dari penyelidikan dan penyidikan di pihak Kepolisian, baru ke Kejaksaan dan terakhir melalui putusan Pengadilan. Jadi harapan kita kemesraan beberapa lembaga penegak hukum ini agar jangan cepat berlalu, tandas Melianus.

Wakil Ketua Pengadilan Negeri Gunungsitoli Agus Komarudin, SH mengatakan sangat berterimakasih kepada Pengurus DPD AKRINDO Kepulauan Nias yang telah memberikan waktu untuk bertemu langsung dengan kami. Pada umumnya Pengadilan Negeri Gunungsitoli tetap terbuka kepada siapapun termasuk kepada lembaga sosial masyarakat. 

Informasi tentang perkembangan kegiatan Pengadilan Negeri Gunungsitoli bisa diakses secara digital melalui website secara terbuka dan transparan. Jika ada masyarakat atau lembaga yang ingin mendaftarkan atau memperoleh informasi terkait dengan kasus atau perkara yang masih berproses dan bersifat umum bisa diperoleh secara online karena semua informasi menggunakan layanan berbasis ITE, urai Waketua Pengadilan.

Diakhir kegiatan audiensi, Pengurus DPD AKRINDO Kepulauan Nias bersama dengan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Gunungsitoli beserta jajaranya melakukan foto bersama dengan mengikuti protokol kesehatan yang diterapkan oleh Pemerintah. (Yaatulo Gea))

Label:

Minggu, 16 Agustus 2020

Perubahan Saat Covid 19 Sangat Terasa Dalam Kehidupan Sosial

Adrianus Aroziduhu Gulo, SH,. MH
Perubahan Saat Covid 19 Sangat Terasa Dalam Kehidupan Sosial
Filsuf Yunani Kuno Heracleitos (540-480 sebelum Masehi) mengatakan : “Tidak ada yang tidak berubah kecuali perubahan itu sendiri”. Pendapat ini seiring berjalannya waktu para pemikir berikutnya, bisa jadi para pembaca artikel ini memaknainya dengan lebih tegas lagi dengan mengatakan : Tidak ada yang abadi di dunia ini, kecuali satu yaitu perubahan itu sendiri. Hal ini merupakan fakta yang sulit dihindari dalam kehidupan, misalnya : Hari ini seorang bayi lahir, kemudian menjadi : remaja, dewasa, tua dan akhirnya mati. Dalam dunia politik hari ini kawan besok lawan. Perasaan seseorang, saat ini gembira sebentar lagi sedih dan lain-lain.
 
Perubahan ini sepeti air  mengalir, sebagaimana dikatakan oleh Kahlil Gibran 1883-1930): “Ketidak permanenan manusia adalah seperti ayat-ayat yang ditulis di atas permukaan sungai”. Pesan Kahlil Gibran ini bisa dipahami karena sifat air  sungai, selain mengalir terus menerus sampai ke ilir, juga, benda apa pun yang ada dipermukaan air terus bergerak mengikuti aliran sungai serta aliran air mampu menembus batu dan gunung. Air mencari yang lebih rendah dengan menggerus tanah di depannya, terlebih-lebih saat banjir datang dapat merubah arah aliran sungai. Hidup manusia bagaikan air mengalir berubah terus menerus tanpa henti-hentinya.
     
Pendapat kedua orang bijak diatas merupakan tantangan serius dalam kehidupan manusia. Sebab, pada umumnya manusia lebih senang mempertahankan rasa aman dan kebiasaan yang dimilikinya daripada menerima hal-hal baru (perubahan) yang belum tentu membuatnya lebih aman lagi. Bahkan dapat memporak-porakkan  kehidupannya yang telah mapan. Dulu, orang sepakat “hemat pangkal kaya”. Sekarang, saat pandemi covid 19 justru dianjurkan berbelanja untuk pertumbuhan ekonomi. Dulu, orang tua kesal pada guru kelas kalau anaknya tidak pandai membaca di sekolah. Sekarang saat covid 19, guru kesal pada orang tua kalau anaknya sendiri tidak bisa diajari membaca di rumah.

Selain hal di atas, bisa jadi para pembaca pernah mengalami beberapa perubahan  yang sangat signifikan dalam pergaulan sehari-hari, seperti : Pertama, dulu “iman” yang harus kuat, sekarang “imun” yang jadi fokus. Kedua, dulu kalau orang “bersin” bilang Alhamdulillh panjang umur, sekarang kalau orang bersin diangggap sedang sakit dan membawa penyakit. Ketiga, dulu “tamu” senang karena dinggap bawa berkat, sekarang tamu dianggap/diduga membawa penyakit. Keempat, dulu “senyum” bisa dibagikan, sekarang yang dibagikan masker. Kelima, dulu “membesuk” orang tua membawa kebahagiaan, sekarang membesuk orang tua disangka membawa penderitaan/penyakit. Keenam, dulu “cuci tangan” disiapkan untuk makan, sekarang cuci tangan disiapkan dimana-mana tetapi tidak dikasih makan dan seterusnya.

Namun apa pun uapaya manusia menghindari “perubahan” hanyalah kesia-siaan. Mengapa? Karena perubahan itu bisa datang  secara sporadis dalam bentuk wabah seperti covid 19, bencana alam, gerakan masa dan lain-lain. Contoh. Gerakan mahasiswa 1998. Awalnya gerakan itu biasa-biasa saja, namun setelah bergabung beberapa tokoh nasional, pemuda, aktivis ,ormas, lsm dan lain-lain menjadi besar, sehingga Soeharto mengundurkan diri dari jabatan Presiden RI pada bulan Mei 1998. Sejak itu terjadi “perubahan yang sangat signifikan” dalam kehidupan berbangsa,bernegara, bermasyarakat dan lain-lain.

Hindari Cipika Cipiki 
Menyalami tamu dengan  berjabat tangan sejak kecil telah diajarkan orang tua kepada anak-anaknya, apalagi kalau tamu tersebut orang yang dihormati seperti : paman, tante, nenek, kakek, pejabat, tokoh masyarakat, tokoh agama (Pastor/Pendeta/Kyai/Ustad) dan lain-lain. Biasanya saat bertemu dengan orang-orang tersebut, di rumah atau di tempat lain, orang tua selalu mengajak anaknya, seraya berkata : Nak salam dan cium tangan kakek/nenek dan lain-lain. Anak pun menuruti ajakan orng tuanya dengan mencium tangan kakek/nenek dengan penuh hormat. Sejak itulah salaman dalam bentuk berjabat tangan telah terpatrik dalam hati anak dan menjadi kebiasaannya sesudah besar.

Selain berjabat tangan saat bertemu, ada juga beberapa orang  dengan refleks cipika-cipiki dan berpelukan satu sama lain. Seingat penulis cipika-cipiki mulai populer dan trend sejak reformasi 1998  (mohon maaf kalau salah). Sayang, penulis tidak tahu siapa yang pertama kali memulainya. Namun, sejak itu jika  pejabat  bertemu teman atau tamu, sesudah berjabat tangan  dilanjutkan cipika-cipiki, bahkan saling berpelukan sebagai tanda hormat dan gembira. Akhirnya cipika-cipiki menjadi trend di masyarakat dan dianggap sebagai  simbol meningkatkan keakraban. 
Dengan penetapan  salah satu point protokol kesehatan yaitu :  Jangan salaman/cipika-cipili/berpelukan dan lain-lain, telah terjadi perubahan yang sangat signifikan dalam kehidupan sosial dan komunikasi antar manusia. Bersalaman, cipika-cipiki, berpelukan  dengan  orang lain yang menjadi kebiasaan sejak kecil dan tetah terpatrik dalam hati harus “dihindari” selama covid 19. Mengapa?  Menurut para ahli kesehatan bahwa kontak badan secara langsung  covid 19 cepat menular dan menyambutnya dengan karpet merah.

Mengikuti Perubahan Tidak Sulit
Awalnya tidak bersajabat tangan saat bertemu teman suasananya sedikit kaku, namun setelah berapa kali bertemu teman dengan tidak berjabat tangan dan hanya menganggukkan kepala seraya berkata “ Salam Sehat atau salam corona”  suasana menjadi cair. Saat itu juga telah terjadi “perubahan” yang sangat signifikan yaitu dari  kebiasaan berjabat tangan menjadi tidak berjabat tangan saat ketemu. Akhirnya tidak berjabat tangan saat ketemu menjadi kebiasaan baru. Kiranya kebiasaan baru ini diharapkan akan berakhir saat covid 19 ditemukan vaksinnya.

Pengalaman ini menunjukkan bahwa perubahan itu sebenarnya tidak sulit asalkan kita mau memulainya dengan ikhlas. Contoh lain, memakai masker. Bagi orang berkacamata (dekat-jauh) memakai masker bisa membuat kacamata berembun.  Mengapa ? Saat memakai  masker nafas dari mulut dan hidung terhalang, karena itu embusan napas naik ke atas  membuat kaca mata berembun. Hal ini sangat mengganggung penglihatan. Maka, kalau orang berkacamata mengendarai motor/ mobil/sepeda, berjalan kaki, mengajar dan lain lain menurunkan maskernya ke bawa dagu bisa dipahami, tetapi bukan diistimewakan.

Demi keselamatan bersama  semua harus patut pada protokol kesehatan. Sulit? Tidak. Apa sulitnya menjaga jarak ? Apa sulitnya tidak bersalaman untuk sementara ?Apa sulitnya mencari kain lap khusus agar kaca mata tidak berembun? dst. Sangat tergantung pada keikhlasan dan kesadaran atas keselamatan bersama. Keikhlasan dan kesadaran seseorang mentaati protokol kesehatan merupakan  sumbangan pada perubahan. Jika kita tidak berubah, kita hanya menjadi beban pada orang lain. Ubahlah diri anda terlebih dahulu, maka orng lain akan berubah. Orang yang mengikuti perubahan saat pandemi covid 19, kemungkinan mereka bertahan hidup.
 
Meningkatnya orang yang terpapar  covid 19 pada bulan Juli 2020 sungguh prihatin. Misalnya, tanggal  9 Juli 20 terpapar 2657 0rang, tanggal 23 Juli 20 terpapar 1906, tanggal 29 Juli 20 terpapar 2381 orang, tanggal 3o Juli 20 terpapar 2040 orang, dst. Penulis tidak membahas mengapa orang yang terpapar covid 19 pada bulan Juli semakin banyak, karena takut salah. Yang ingin penulis ingatkan bahwa covid 19 semakin “ganas” dan tidak pilih orang saat ia menyerang (tua-muda, kaya-miskin, pejabat-petani, cantik-jelek, medis-non medis dst). Agar keganasan covid 19 terlokasisir harus membudayakan protokol kesehatan. Bahkan Presiden Joko Widodo pada siaran TV tanggal 3 Agutus mengharapkan agar pemakaian masker dikampanyekan kepada masyarakat selama dua minggu.

Akhirnya dapat dikatakan protokol kesehatan dapat berhasil kalau semua pihak menyadari bahwa perubahan itu suatu kebutuhan dalam hidup manusia. Orang yang  menerapkan protokol kesehatan dapat disebut : Menyambut perubahan, melawan covid 19 dengan akal sehat, memetingkan kesehatan daripada kebiasaan, menyadari hidup suatu anugerah, menyayangi sesama, menyadari bahwa Tuhan menyelamatkan umatnya melalui peraturan/hukum-Nya dan peraturan ciptaan manusia seperti protokol kesehatan, dan lain lain.

Dengan menerapkan protokol kesehatan berarti : Bersama-sama melawan perubahan yang tidak manusiawi yang dibawa covid 19, pelan-pelan tapi pasti covid 19 akan berakhir. Mari bersama melawan covid 19 dengan akal sehat yaitu dengan menerapkan protokol kesehatan. Kalau bukan kita yang melawan covid 19 siapa lagi, kalau bukan sekarang melawan covid 19 kapan lagi. Salam Sehat.

Ditulis Oleh : Adrianus Aroziduhu Gulo, SH,. MH.

Label:

Jumat, 07 Agustus 2020

Pemdes Loloanaa Gido, Salurkan BLT Ke-III Sebanyak 30 KK

NIAS, GELORA HUKUM - Pemerintahan desa Loloanaa Gido Kabupaten Nias, melaksanakan penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) tahap ke I ke-III bulan juni kepada 30 kepala keluarga penerima. Berlangsung di balai pertemuan desa Loloanaa Gido. (05/08/20)

Turur hadir, babinsa 02 Gido, PLD, BPD, LPM, kepala desa di wakili oleh sekdes serta perangkat desa, tim Covid-19, tokoh masyarakat serta masyarakat penerima BLT

Kata pembukaan oleh kasi kesra Benyamin Waruwu, "Kami minta terima kasih kepada bapak ibu yang telah hadir saat ini sesuai dengan surat undangan yang telah kami layangkan untuk menghadiri penyaluran BLT tahap ke satu ke-III bulan juni.  Kami menjelaskan bahwa pada minggu lalu kami telah melakukan penarikan dana yang di peruntukkan untuk BLT tahap satu Ke-III yaitu bulan juni sebesar 600.000 tiap penerima dan itu semua karena dukungan kita semua."Papar kesra

Dijelaskan, "Bahwa pada bulan mei lalu telah kita tetapkan penerima BLT-DD desa Loloanaa Gido sebanyak 44 KK, namun setelah di adakan musyawarah desa luar biasa dan telah juga kami ikuti sosialisasi pemahaman di tingkat kecamatan Gido dan di lanjutkan di desa yang di fasilitasi oleh BPD sehingga penerima manfaat BLT pada tahap ke-I bulan april 31 KK, kemudian beberapa hari setelah itu turun regulasi baru bahwa di dinas sosial Kabupaten Nias  di terima perluasan KPM PKH, dan terjaring di desa Loloanaa satu orang dari penerima BLT-DD atas nama Ekrapraman Waruwu sehingga pada penyaluran BLT tahap ke satu ke-II bulan mei saudara kita tersebut keluar dari BLT lebih memilih KPM PKH di sertai dengan surat pernyataan, sehingga penerima hari ini sebanyak 30 kepala keluarga lagi."Jelas kesra

Sambutan oleh ketua BPD Budiaeli Waruwu, "Sudah cukup jelas bahwa hari ini kita melaksanakan pembagian BLT dan tentu kami pihak BPD sangat mengapresiasi kinerja kepala desa serta jajaran yang sangat luar biasa di mana selalu mengutamakan kepentingan masyarakatnya, maka untuk itu masyarakat penerima juga marilah kita bersyukur dengan ada bantuan ini karena bisa membantu kebutuhan kita di keluarga."Ucap ketua BPD

Sambutan PLD Sumarlin Laoli, "Kami mengapresiasi kinerja pemerintahan desa Loloana'a di mana kurang lebih tiga minggu telah di salurkan tahap ke-I ke-II bulan mei maka hari ini di salurkan tahap ke-I ke-III bulan juni dan itu semua karena kepala desa serta jajaran memberi waktunya demi kepentingan masyarakat desa Loloana'a Gido

Untuk itu Kami juga berharap kepada kita semua untuk tidak berpikiran buruk terhadap dana Covid-19 di desa Loloana'a Gido ini di mana karena masih berjalan, apalagi ke depan ini kita berencana PAPBdes dan tentu tim relawan melakukan pendataan kembali mana tau ada tambahan penerima BLT.  
Maka kami berharap kepada seluruh elemen masyarakat Loloana'a Gido, marilah kita selalu kerja sama mendukung kinerja pemerintaham desa."Harapnya

Sambutan dari Babinsa 02/Gido oleh Serda S Zai, "Kami sambut baik atas pelaksanaan penyaluran BLT tahap ke-III bulan juni hari ini. Kami juga menyampaikan bahwa ini semua adalah usaha tim Covid-19 desa Loloana'a Gido di mana sebelumnya mereka telah melakukan pendataan, dan tentu masyarakat penerima tidak menyalahgunakan bantuan ini tetapi gunakanlah sesuai dengan kebutuhan di keluarga dan selalu menjaga protokol kesehatan."Ucapnya

Arahan dan bimbingan di wakili oleh sekdes Bedali Waruwu S.th menyampaikan, " Kami mewakili kepala desa karena kepala desa telah melayat di rumah duka di mana orang tua bapak buapati nias telah telah meninggal dunia,

Pada kesempatan ini kita sudah tau bahwa hari ini kita menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) tahap ke-I ke-III bulan juni, oleh karena itu marilah kita menerimanya dengan senang hati tentu bantuan ini juga jangan kita salah gunakan, dan marilah kita manfaatkan untuk keperluan pokok di keluarga masing-masing penerima

Lanjutnya, "kemaren barusan kami mengikuti pertemuan penyatuan pemahaman di kantor camat Gido bahwa segera mungkin di laksanakan pertemuan penetapan penerima BLT bulan juli, agustus dan september.  Kami juga kembali mengingatkan bahwa, marilah kita selalu menjaga protokol kesehatan demi mengantisipasi dampak Covid-19 ini."Tandasnya

Penyaluran BLT tahap satu ke-III bulan juni desa Loloanaan Gido berjalan lancar, aman dan baik. (MG)

Label:

Kepala Kejaksaan Negeri Gunungsitoli, Terima Audiensi DPD AKRINDO Kepni

GUNUNGSITOLI, GELORA HUKUM - Perwakilana jajaran Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Kabar Online Indonesia (DPD AKRINDO) Kepulauan Nias melakukan audiensi kepada Kepala Kejaksaan Gunungsitoli Futin Helena Laoli, SH.,MH bertempat diruang kerja pada Kamis, 06/08/2020.

Pada pertemuan tersebut, Ketua DPD AKRINDO Kepulauan Nias Edison Sarumaha, S.Pd mengucapkan terimakasih atas perkenaan Kajari Gunungsitoli menerima dan memberikan waktu dalam audiensi bersama ini. Sebagai lembaga sosial kontrol DPD AKRINDO Kepulauan Nias mengharapkan kepada pihak Kejaksaan Negeri Gunungsitoli dan jajarannya agar mampu memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat khususnya dalam penegakan hukum agar setiap orang mendapat perlindungan hukum yang adil dan pasti. DPD AKRINDO sendiri mendorong Kejaksaan Negeri Gunungsitoli mengungkap kasus - kasus yang masih mengendap agar dapat diselesaikan sesuai dengan aturan yang ada. Sebagai lembaga penegak hukum yang memiliki wewenang dan kapasitas dalam menjalankan aturan hukum semestinya tidak gentar dengan siapapun, sehingga kasus yang tertangani dapat cepat terselesaikan dengan baik. 

Dia menambahkan kasus Kepala Desa di Ononamolo Tumula misalnya terkait penggunaan anggaran dana desa yang diindikasikan tidak jelas penggunaannya, sampai detik ini tidak ada titik penyelesaian. Sebelumnya DPD AKRINDO Kepulauan Nias telah menanyakan kepada Kepala Inspektorat Kabupaten Nias Utara tentang hasil audit namun Inspektorat bungkam tentang hal itu dan selalu melemparkan tanggung jawab kepada pihak Kejaksaan.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Ketua Investigasi DPD AKRINDO Kepulauan Nias Melianus Laoli, S.Pd. Beliau menyatakan DPD AKRINDO sendiri siap mendukung dan mengawal proses hukum baik yang sedang berproses maupun yang belum selesai supaya mendapat kepastian hukum yang jelas. Harapan kita Kejaksaan Negeri Gunungsitoli secepatnya bekerja secara profesional dan dapat menuntaskan kasus yang masih diam terutama yang sedang ditangani oleh pihak Kejaksaan Negeri Gunungsitoli.
DPD AKRINDO Kepulauan Nias sendiri siap bersinergi dengan pihak penegak hukum dalam upaya mengawal proses hukum yang sedang jalan, ungkapnya dengan mengakhiri.

Kepala Kejaksaan Negeri Gunungsitoli Futin Helena Laoli, SH.,MH mengatakan bahwa sangat berterimakasih dengan kehadiran DPD AKRINDO Kepulauan Nias di Kejaksaan Negeri Gunungsitoli, dan juga DPD AKRINDO yang selalu peduli dengan kepentingan masyarakat terutama masyarakat yang kecil dan tertindas. 
Lanjutnya mengatakan bahwa Kejaksaan Negeri Gunungsitoli selalu bekerja sesuai dengan aturan yang berlaku. Setiap kasus atau masalah yang sampai di Kejaksaan selalu diproses dengan profesional dan mengedepankan keadilan dan kepastian hukum yang jelas. Kejaksaan sendiri tidak pernah berniat meninabobokan kasus - kasus yang ditangani tetapi tetap ditindaklanjuti dan diproses dengan penuh tanggung jawab. Seperti kasus seperti di Ononamolo Tumula bisa dicek langsung perkembangan kasusnya di Bagian Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Gunungsitoli. Dan pada umumnya kita tetap terbuka kepada siapapun dan selalu membangun kemitraan untuk mempermudah koordinasi kepada pihak terkait dalam penegakan hukum demi mempercepat proses penyelesaian hukum yang sedang jalan, tandasnya.

Pada sesi terakhir usai melakukan diskusi dengan Kajari Gunungsitoli, Pengurus DPD AKRINDO Kepulauan Nias melakukan foto bersama dengan Kepala Kejaksaan Negeri Gunungsitoli bersama jajaran diruang kerjanya.(Yaatulo Gea)

Label:

Minggu, 02 Agustus 2020

Prestasi Polri : Idham Azis & Listyo Sigit Prabowo Memaknai Komitmen Jokowi Tangkap Dan Tindak Djoko Tjandra

JAKARTA, GELORA HUKUM  - Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di bawah kepemimpinan Presiden RI Jokowi bersama jajaran Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Pol. Idham Azis berhasil menangkap dan memulangkan buronan kelas super kakap terpidana Djoko Tjandra (DT) dari Malaysia ke Indonesia. Keberhasilan ini dimaknai sebagai titik strategis dan modal dasar untuk membangun jiwa semangat baru dan rasa optimisme tinggi. Pemaknaan ini menjadi penting bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dalam bingkai penegakan hukum dan keadilan. Perihal ini sungguh-sungguh mendapat ruang otentik dan memperoleh momentum strategis untuk menumbuhkan keyakinan dan kepercayaan masyarakat dan bangsa Indonesia secara mendalam dan meluas (publik). 

Malaysia khususnya Kepolisian Malaysia (PDRM) berposisi mendukung sepenuhnya operasi penangkapan dan pemulangan yang dilaksanakan Tim Khusus dari Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang dipimpin Kabareskrim Polri Komjen Pol. Listyo Sigit Prabowo dengan didampingi Kepala Divisi (Kadiv) Propam Polri Irjen Pol. Ignatius Sigit Widiatmono. Kerjasama yang baik, rapi, lancar, dan cepat antara POLRI dengan PDRM pada gilirannya membuahkan hasil operasi yang terbaik, tercepat, dan tertuntas. Dalam konteks keberhasilan ini, ucapan terima kasih dan penghargaan, sungguh patut, pantas, dan wajar disampaikan kepada Malaysia meski Indonesia pernah dan sering mendukung dan membantu bahkan berjasa kepada Malaysia.

Posisi ruang dan momentum ini menjadi penting dan berpengaruh karena semakin bernilai dalam menegakkan prinsip Negara Hukum Indonesia dan memaknai prinsip Politik Hukum Indonesia. Keseluruhan bangunan dan tahapan penangkapan dan pemulangan buronan terpidana Djoko Tjandra, pada dasarnya mengukuhkan kualitas keberhasilan menggembirakan, dan juga memastikan prestasi memuaskan dari operasi Tim Indonesia (Polri). Sama sekali tidak ada negosiasi dan tidak ada kompromi terhadap buronan terpidana Djoko Tjandra dan sistem jaringan kejahatannya.

Tim Khusus yang dibentuk Kapolri Jenderal Pol. Idham Azis berdasarkan atas perintah langsung Presiden Jokowi, dipimpin, diorganisasikan, dan dikendalikan oleh Kepala Bareskrim (Kabareskrim) Polri Komjen Pol. Listyo Sigit Prabowo. Tim melakukan operasi pencarian, penangkapan, dan pemulangan buronan terpidana Djoko Tjandra. Masyarakat dan bangsa Indonesia menyaksikan langsung melalui berbagai media, Tim Polri menangkap, menahan, dan memulangkan buronan terpidana Djoko Tjandra, dengan posisi tangan diikat, baju tahanan berwarna oranye dikenakan, dan celana pendek dipakaikan. Inilah sebuah kebijakan dan serangkaian kebijakan dan tindakan Polri yang jelas dan tegas dalam melaksanakan operasi. 

Perihal ini memancarkan pesan hukum yang kuat dan dalam kepada berbagai pihak, elemen, dan masyarakat - bangsa Indonesia, bahwa Polri telah dan akan bergerak, bekerja, dan bertindak tanpa negosiasi sedikitpun, tanpa ampun sekecilpun, dan tanpa kompromi sedikitpun. Negara jangan sampai kalah pada kejahatan dan Negara tidak boleh kalah sama penjahat. Masyarakat dan bangsa Indonesia tidak boleh menyerah dan mengalah pada buronan terpidana Djoko Tjandra beserta sistem jaringan kejahatannya. Institusi Polri beserta jajaran penegak hukum lainnya tidak boleh kalah dan jangan sampai kalah dengan buronan terpidana Djoko Tjandra.

Operasi dilaksanakan oleh Tim di bawah kepemimpinan Kabareskrim Polri Komjen Pol. Listyo Sigit Prabowo. Prestasi dan keberhasilan operasi ini tercatat mantap dan tertoreh monumental dalam sejarah Indonesia, dalam sejarah penegakan hukum, dan dalam sejarah operasi penangkapan buronan pelarian yang lari ke luar negeri. Tercatat mantap dan tertoreh monumental sebagai sebuah dan serangkaian operasi khusus yang berhasil dengan terbaik, tercepat, dan tertuntas. Inilah operasi yang membuahkan hasil dengan klasifikasi baik dan berdampak positif ; dan yang melahirkan prestasi dengan kualifikasi bagus dan berpengaruh positif. Terbaik karena amat senyap, rapi, terukur, tidak gaduh sehingga mendukung keamanan dan kelancaran operasi. Tercepat karena hanya dalam waktu tempo kurang sepuluh hari, sudah membuahkan hasil operasi. Tertuntas karena berhasil menangkap, menahan, dan memulangkan target operasi. 

Sistem, pola, dan metode operasi Tim Polri ini, bisa menjadi model operasi penangkapan dan pemulangan buronan pelarian di luar negeri untuk dibawa ke Indonesia. Tentu ada sejumlah pilihan lain berdasarkan konstruksi dan substansi kasus, permasalahan, tata pergaulan diplomatik, politik kebijakan domestik, dan lain-lain. Juga mungkin masih tersedia sejumlah alternasi dan solusi mengenai model operasi lainnya berdasarkan konstruksi dan substansi pelaksanaan dan pergerakan operasi. Masyarakat dan bangsa Indonesia memiliki optimisme dan pengharapan, agar jajaran Pemerintahan NKRI menangkap dan memulangkan sejumlah buronan pelarian lainnya yang masih berada di beberapa negara. Segera dibawa pulang ke Indonesia.

Konstruksi dan sistem operasi adalah sebuah dan serangkaian operasi yang bersifat tertutup, terbatas, terukur, senyap, rapi, efektif, cepat, cerdas, dan tuntas. Rencana operasi hanya diketahui oleh Presiden RI Jokowi, Menko Polhukam RI Mahfud Md, dan Kapolri Jenderal Pol. Idham Azis. Barangkali kebijakan dan ketentuan akan pola dan metode operasi, demi untuk menjaga keamanan dan kerahasiaan ; demi untuk mengkondisikan keberhasilan dan kesuksesan. Lagi pula agar operasi tidak gaduh dan tidak bocor ; dan agar tidak ada oknum pejabat yang "kreatif dan dinamis" selama pelaksanaan operasi ; dan agar tidak ada oknum pejabat yang mungkin atau biasa "main dan makan" di tikungan supaya disebut seolah-olah oknum pejabat tersebut yang berjuang dan berjasa padahal kenyataannya tidak sebagaimana yang dicitrakan secara manipulatif.

Ada sejumlah faktor yang mewarnai dan menyertai pemaknaan keberhasilan operasi. Diawali dengan kesigapan, kecepatan, dan keterbukaan Kapolri Jenderal Pol. Idham Azis menindak (mencopot) dengan cepat dan tegas sejumlah pejabat utama Mabes Polri, jenderal perwira tinggi Polri, dan oknum Polri lainnya yang terlibat dan bersalah dalam kasus buronan terpidana Djoko Tjandra. Saya mengenal sosok sejumlah (bertiga) Jenderal Polisi yang ditindak dan dicopot ini. Kemudian pemaknaan ini dilanjuti oleh kematangan, kesabaran, keuletan, kegesitan, dan kepiawaian Kabareskrim Polri Komjen Pol. Listyo Sigit Prabowo. Secara berkala dan dengan senantiasa, Kabareskrim Polri Komjen Pol. Listyo Sigit Prabowo menyampaikan laporan kemajuan penanganan kasus kejahatan ini sekaligus pemeriksaan pihak-pihak yang terkait dan terlibat. Pola komunikasi laporan kemajuan disampaikan secara terbuka dan bertahap. Laporan kemajuan oleh Kabareskrim Polri Komjen Pol. Listyo Sigit Prabowo berlangsung secara jelas dan tegas tanpa kegaduhan, sudah dan selanjutnya disampaikan kepada publik dalam tempo cepat dan tepat. Laporan kemajuan yang diungkapkan memiliki akar legitimasi kuat, basis profesionalitas otentik, dan bobot kredibilitas tinggi.

Kapolri Jenderal Pol. Idham Azis dan Kabareskrim Polri Komjen Pol. Listyo Sigit Prabowo, berkomitmen kuat dan bertekad bulat memeriksa dan menindak tegas dan terbuka pihak-pihak yang terkait dan terlibat, dari manapun dan siapapun, baik yang berasal dari kalangan internal maupun eksternal Polri. Kabareskrim Komjen Pol. Listyo Sigit Prabowo sudah mulai membuktikan komitmennya tanpa ampun dan tanpa kompromi, juga telah mulai membumikan tekadnya tanpa bimbang dan tanpa ragu. Bareskrim Polri telah menaikkan status pemeriksaan penyelidikan menjadi penyidikan terhadap mantan Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri yaitu Brigjen Pol. Prasetijo Utomo ; dan terhadap Pengacara buronan terpidana Djoko Tjandra yaitu Anita Kolopaking. Keduanya sudah resmi ditetapkan menjadi tersangka. 

Publik masih menunggu, sedang memantau, dan terus mendukung sepenuhnya kelanjutan dan kemajuan penanganan dan pemeriksaan berkelanjutan secara otentik dan dengan bermakna dari Polri. Masyarakat dan bangsa Indonesia menanti prestasi Polri selanjutnya untuk melakukan proses hukum berikutnya terhadap semua pihak yang terkait dan terlibat lainnya. Berbagai kebijakan Polri dan dari sejumlah pernyataan Kapolri Jenderal Pol. Idham Azis dan Kabareskrim Polri Komjen Pol. Listyo Sigit Prabowo, sesungguhnya semakin menunjukkan bahwa Polri akan melakukan pendalaman dan pengembangan pemeriksaan yang serius dan sungguh-sungguh. Bareskrim Polri memeriksa sejumlah pihak dari kalangan internal dan eksternal Polri. Ada beberapa figur terkait dan simpul terduga di jajaran internal dan eksternal Polri untuk segera disasar dalam rangka penuntasan penanganan dan pemeriksaan. 

Kebijakan dasar dan agenda aksi Pimpinan Polri adalah menindak, mencopot, menangani, dan memeriksa dengan cepat dan tuntas. Kebijakan dan agenda ini pada dasarnya sudah tergolong maju, terbuka, dan akuntabel walau baru memasuki tahapan awal. Meskipun demikian, perihal ini secara simbolik dan konkrit melambangkan Polri telah menunjukkan arah profesional dan tujuan konstitusional, yaitu : menuntaskannya secara menyeluruh dan mendasar sampai menindak kalangan manapun dan menghukum pihak siapapun. Hanya dengan modal komitmen dan tekad inilah, yang pada gilirannya mampu memastikan dan dapat mengukuhkan keyakinan dan kepercayaan masyarakat dan bangsa Indonesia bahwa Polri berdiri kukuh teguh tanpa takut dan tanpa gentar ; serta berjalan tegak lurus tanpa ampun dan tanpa kompromi. 

Institusi Polri memiliki ruang luas dan momentum tepat untuk membumikan Negara Hukum Indonesia, untuk menegakkan hukum dan keadilan, untuk menyelenggarakan Politik Hukum Indonesia yang proaktif, tegas, dan maksimal optimum memberantas kejahatan korupsi dan kejahatan luar biasa lainnya. Institusi Polri melalui Kabareskrim Polri, langsung bertindak cepat dengan menyerahkan secara resmi buronan terpidana Djoko Tjandra kepada Kejaksaan selaku eksekutor melalui Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM Tipisus) dan jajaran. Kemudian Kejaksaan sebagai eksekutor langsung mengeksekusinya dengan menyerahkannya kepada jajaran Pemasyarakatan (Lapas) melalui Dirjen Pemasyarakatan, untuk ditahan di cabang Rutan Salemba di Bareskrim Polri. 

Kebijakan dan ketentuan penempatan langsung di Rutan Bareskrim Polri merupakan strategi tepat dan jitu dari institusi Polri. Perihal ini semakin menunjukkan kemauan, kemampuan, dan kematangan Kapolri Jenderal Pol. Idham Azis dan Kabareskrim Polri Komjen Pol. Listyo Sigit Prabowo beserta jajaran. Khususnya untuk mengantisipasi dan mengatasi berbagai hal agar tidak ada lagi "ruang dan peluang" sedikitpun yang akan mengganggu dan merusak kesungguhan dan keseriusan Polri menangani dan memeriksa sampai tuntas. Penempatan di Rutan yang berlokasi sama atau dekat dengan gedung Bareskrim Polri memastikan bahwa tahanan berada di bawah otoritas, pengawasan dan pengendalian Bareskrim Polri, meski tergolong dan merupakan Rutan Salemba - Cabang Rutan Bareskrim Polri.

Penempatan di tahanan Bareskrim Polri semakin memperjelas dan mempertegas posisi sikap dan status pendirian Bareskrim Polri. Dikandung maksud dan tujuan adalah untuk selalu dan langsung memeriksa Djoko Tjandra setiap saat dibutuhkan demi untuk kepentingan hukum pemeriksaan (pendalaman dan pengembangan) secara menyeluruh dan mendasar. Harus ada alternatif tepat dan solusi efektif yang ditempuh dan dilakukan untuk mengembalikan dan menumbuhkan keyakinan dan kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum dan institusi lainnya akibat kasus kejahatan yang memprihatinkan dan membahayakan ini.

Alternatif terawal dan solusi terutama sebagai agenda aksi institusi Polri atas penuntasannya adalah : dengan secepatnya menangkap, menahan, dan memulangkan buronan terpidana Djoko Tjandra ke Indonesia. Perihal ini telah berhasil dilaksanakan Polri. Agenda aksi berikut adalah : dengan secepatnya menangani dan memeriksa tanpa kecuali semua pihak yang terkait dan terlibat, baik yang berasal dari kalangan internal maupun eksternal Polri. Konstruksi dan substansi penanganan dan pemeriksaan mesti mengarah dan menembus siapapun pelakunya, apapun statusnya dan jabatannya, apapun kualifikasi dan bobot keterlibatannya, siapapun jaringannya. 

Kasus kejahatan ini mengandung bobot kolusi yang nyaris sempurna dan hampir paripurna. Juga memiliki sistem jaringan dan relasi pribadi antara buronan terpidana Djoko Tjandra dengan oknum pemilik otoritas kuasa politik institusi dan pemilik otoritas kuasa ekonomi pemodal yang terkait dan terlibat di dalamnya. Jadi pola pergerakannya bersifat terstruktur, sistemik, dan masif. Sehingga sudah tergolong kejahatan serius, ganda, dan terorganisir. Dampaknya berkategori luar biasa mengganggu, merusak, dan membahayakan. Ada rangkaian peristiwa kejadian masuknya, keluarnya, dan lalu lalangnya buronan terpidana Djoko Tjandra selama di Indonesia. Berikut dengan segala kegiatannya dalam status buronan pelarian, yang disertai dengan pemberian dan penyediaan fasilitas perlindungan, pelayanan, penjaminan, dan pendampingan yang diterimanya secara istimewa dan luar biasa.

Inilah sebuah dan serangkaian kejahatan yang memiliki daya rusak tinggi, luas, dan dalam ; yang mempunyai energi berbahaya dan merusak secara cepat ; yang berpengaruh dan berdampak terhadap institusi dan jajaran kenegaraan. Berakibat juga terjadinya demoralisasi dan delegitimasi terhadap institusi penegak hukum. Akibat ini disebabkan karena berkurangnya, berhentinya, dan menghilangnya keyakinan, kepercayaan, dan dukungan masyarakat dan bangsa Indonesia secara serius, meluas, dan menahun. Kapolri Jenderal Pol. Idham Azis dan Kabareskrim Polri Komjen Pol. Listyo Sigit Prabowo telah dan sedang berusaha keras dan cerdas serta bekerja cepat dan tuntas untuk mengatasi, membenahi, dan membaharui ini demi untuk kebangkitan dan kemajuan Polri dan kita semua sebagai masyarakat dan bangsa Indonesia.

Saya kebetulan berkomunikasi dan berdiskusi berdua bersama Kabareskrim Polri Komjen Pol. Listyo Sigit Prabowo, beberapa hari sebelum 20 Juli 2020. Saya menyampaikan kepada Kabareskrim Komjen Pol. Listyo Sigit Prabowo beberapa pemikiran dan perspektif situasi, kondisi, keadaan, dan dinamika perkembangan nasional, regional, dan internasional dalam skala geostrategis, geopolitik, geososial, geoekonomi, dan lain-lain demi untuk kemajuan NKRI, kebesaran Negara Hukum Indonesia, dan kebangkitan institusi Polri melalui Pembangunan Indonesia Maju. Saya berpendapat sekaligus mengusulkan dan menyarankan saat itu, agar dan semoga Polri secara langsung, mandiri, dan otonom, yang mesti segera mencari, menangkap, dan memulangkan buronan terpidana Djoko Tjandra ke Indonesia. Pola dan metode operasi harus senyap, bersifat tertutup dan terbatas secara terukur dan terarah dengan rapi, efektif, cerdas, dan tuntas.

Kabareskrim Polri Komjen Pol. Listyo Sigit Prabowo adalah perwira tinggi kelahiran Mei 1969 dan lulusan Akpol tahun 1991. Meraih jenderal bintang satu (Brigjen) pada tahun 2016 dengan jabatan Kapolda Banten. Kemudian meraih jenderal bintang dua (Irjen) pada tahun 2018 dengan jabatan Kadiv Propam Polri. Lalu meraih jenderal bintang tiga (Komjen) pada tahun 2019 dengan jabatan Kabareskrim Polri. Figur Komjen Pol. Listyo Sigit Prabowo yang memiliki spesialisasi di bidang reserse, intelijen, dan operasi, secara penugasan kewilayahan, pernah bertugas mengabdi di wilayah hukum Polda Metro Jaya, Polda Jateng, Polda Sultra, Polda Banten, dan di tingkat Mabes Polri. Secara penugasan jabatan kepemimpinan, pernah bertugas mengabdi beberapa kali sebagai Kapolsek, beberapa kali sebagai Kapolres dan Kapolresta, dan sekali Kapolda. Secara penugasan staf, pernah bertugas mengabdi beberapa kali sebagai Pejabat Utama (PJU) di tingkat Polres, Polda, dan Mabes Polri. Figur Komjen Pol. Listyo Sigit Prabowo, pernah mengikuti dan menamatkan pendidikan reguler (Dikreg) formal seluruh jalur dan jenjang Dikreg di internal dan eksternal Polri. Lulus Dikreg PTIK/STIK Lemdiklat Polri, Sespimmen Lemdiklat Polri, dan Lemhanas RI. Juga mengikuti dan menyelesaikan program studi strata 1 (Sarjana) dan program studi strata 2 (Master).

Operasi penangkapan dan pemulangan atas buronan terpidana Djoko Tjandra ; serta operasi pengungkapan dan penindakan atas sejumlah pihak terkait dan terlibat, adalah merupakan satu tarikan nafas utuh sebagai keberhasilan Polri. Perihal ini berfungsi memulihkan kembali kepercayaan dan menumbuhkan lagi dukungan publik kepada Polri dan jajaran penegak hukum lainnya. Prestasi gemilang dan keberhasilan cemerlang Polri menangkap dan memulangkan buronan terpidana Djoko Tjandra mesti dilengkapi dan disempurnakan Polri. Penyempurnaan ini ditandai dalam bentuk dan dengan target berikut, yaitu : penuntasan sampai ke akar sesungguhnya dan sampai pada pelaku intelektual. Ada sejumlah pihak yang merupakan titik simpul potensial yang harus segera dipanggil, diperiksa, dan ditindak dalam rangka pendalaman dan pengembangan. 

Ada berbagai indikasi awal dan dugaan kuat, yang bisa menjadi rujukan Bareskrim Polri untuk memegang pihak pelaku langsung dan tidak langsung, juga menyentuh sejumlah saksi kunci. Sudah mulai ada yang ditetapkan menjadi tersangka (Brigjen Pol. Prasetyo Utomo dan Anita Kolopaking). Dan mungkin ada terduga kuat yang akan ditetapkan menjadi tersangka baru. Kemudian sudah ada oknum Jaksa (Pinanki Sirna Malasari) yang terkena penindakan pencopotan jabatan oleh institusi Kejaksaan karena melakukan pelanggaran sangat serius. Mungkin masih ada lagi oknum anggota dan pejabat dari institusi Kepolisian, Kejaksaan, dan institusi lainnya, yang sebelumnya tak terduga sama sekali terkait dan terlibat dalam kasus kejahatan ini.

Kapolri Jenderal Pol. Idham Azis dibantu Kabareskrim Polri Komjen Pol. Listyo Sigit Prabowo bersama jajaran Polri, sudah menunjukkan keseriusan dan kesungguhan yang jelas, tegas, dan tuntas menangani dan mengatasinya. Penanganan dan pemeriksaan pada dasarnya berlangsung secara kredibel, akuntabel, dan profesional. Kabareskrim Polri Komjen Pol. Listyo Sigit Prabowo bersama jajaran, terus bekerja menuntasinya secara menyeluruh dan mendasar sampai pada pihak-pihak yang terlibat dan jaringan yang terkait. Inilah tekad kuat dan komitmen tinggi Kapolri Jenderal Pol. Idham Azis dan Kabareskrim Polri Komjen Pol. Listyo Sigit Prabowo untuk selalu dan terus menerus membangun Polri yang kredibel, profesional, moderen, terpercaya, unggul, kompetitif, dan kuat dalam rangka Membangun Indonesia Maju. 

Institusi Polri telah melakukan penanganan dan penanganan. Polri memulai dari lingkungan dan lingkaran internal institusi Polri, dengan sudah menindak mencopot jabatan minimal tiga orang jenderal perwira tinggi Polri. Selanjutnya menindak memproses hukum secara cepat, serius, dan terbuka. Kenyataan dan fakta ini merupakan tantangan bagi institusi lain untuk menjadikannya sebagai momentum menindak siapa saja aparatnya dan pejabatnya yang terkait dan terlibat. Institusi lain mesti berposisi mendukung sepenuhnya kebijakan dan agenda institusi Polri untuk menuntaskannya. Dengan demikian, harus segera menjadi perspektif kebijakan dasar dan agenda aksi sejumlah institusi kenegaraan selain institusi korps Bhayangkara (Polri). (Tim/red)

Penulis : Firman Jaya Daeli (Ketua Dewan Pembina Puspolkam Indonesia ; Mantan Komisi Politik & Hukum DPR-RI ; Pernah Menjadi Dosen Tamu Sespimmen & Sespimti Polri)

Label: