Festival Film Indonesia 2019 Putar sejumlah Film Terbaik - Gelora Hukum

Breaking

Rabu, 09 Oktober 2019

Festival Film Indonesia 2019 Putar sejumlah Film Terbaik

Jakarta,  Gelora Hukum - (09/10/2019), Festival Film Indonesia 2019 meramaikan Pekan Kebudayaan Nasional memutar film-film terbaik Indonesia. Bertempat di Istora Senayan,  selama seminggu Festival Film Indonesia mengambil bagian dari event akbar yang diselenggarakan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI dalam rangka melestarikan budaya Indonesia. 

Festival Film Indonesia akan mengisi Ruang Bersama di sekitar area Patung Presiden Soekarno dengan memutar film-film berikut : 'Ada Apa Dengan Cinta 2?', 'Wiro Sableng: Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212', 'Banda: The Dark Forgotten Trail',  'Knight Keris: Bayu dan Keris Kesatria', 'Surau dan Silek', 'Sultan Agung'.  Film-film ini akan diputar dari Senin (7/10) sampai Jumat (11/10). Pendaftaran gratis dan bisa dilakukan melalui situs https://pkn.kebudayaan.id/ 

Selain pemutaran film, ada juga temu mukan dengan bintang film dan pembuat film Indonesia seperti Kamila Andini, lalu Gina S. Noer, dan Angga Yunanda ('Dua Garis Biru'), lalu Ine Febriyanti,  dan Aurora Ribero, Lola Amaria, perwakilan 'Gundala' yaitu Kelly Tandiono dan Zidni Hakim, juga perwakilan 'Bumi Manusia' yaitu Hanung Bramatyo, Mawar de Jongh, Giorgino Abraham, Jerome Kurnia. 

Dengan tema #IndonesiaBahagia yang diusung oleh Pekan Kebudayaan Nasional tahun ini, Festival Film Indonesia merasa perlu ikut ambil bagian dalam rangka turut merayakan pesatnya perkembangan industri film Indonesia yang kian beragam. Film-film yang diputar merupakan film-film yang  menjadi nominasi di tahun-tahun sebelumnya dan menunjukkan keberagaman konten dan tema yang memberikan sinyal positif bagi kemajuan perfilman Indonesia di masa mendatang. 

Tahun ini,  Festival Film Indonesia 2019 mengadakan lebih banyak program menuju Piala Citra 2019 yang siap diselenggarakan di Bulan Desember. Tahun ini Festival Film Indonesia memgusung tema #FilmBagusCitraIndonesia. Sejak pertama kali diselenggarakan pada 1955, Festival Film Indonesia (FFI) digagas sebagai barometer perkembangan kualitas perfilman Indonesia.  Melalui berbagai penghargaan yang diberikan,  publik dan kalangan perfilman sendiri bisa membaca pencapaian terbaik yang dihasilkan pekerja film tanah air selama setahun  terakhir. (EZL)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SOSOK