Puskesmas Rawat Inap Sirombu Tolak Pasien, Keluarga Duka Mengeluh - Gelora Hukum

Breaking

Senin, 21 Januari 2019

Puskesmas Rawat Inap Sirombu Tolak Pasien, Keluarga Duka Mengeluh

NIAS BARAT, GELORA HUKUM -  Keluaga korban Hidupi Hia alias Ama Kanu warga Desa Tugala Kecamatan Sirombu, keluhkan pelayan Puskesmas Rawat Inap Sirombu yang tidak profesional, pilih kasih dalam memberikan pelayanan berupa penolakan pelayanan nginap untuk bersalin terhadap istri saya (01/1/2019) yang berakhir anak saya meninggal dunia.

Lanjut Hidupi Hia, Masalah ini bermuala sekitar pukul 22.00 wib malam (01/1/2019) saat istri  saya Yustina Hia (I.Kanu) mengalami kesakitan karena waktunya melahirkan, sehingga saya langsung melarikannya dirumah sakit rawat inap Sirombu untuk mendapat pertolongan, saat kami sampai dirumah sakit terlihat 3 orang tenaga medis diantaranya Kisna, dan mengingat kondisi istri saya semakin lemas dan terus mengalami kesakitan, akhirnya kami meminta pelayanan khusus persalinan sembari minta nginap untuk opname.

Tapi anehnya para perawat saling buang badan bahkan saling ucap hari ini bukan giliran kami, ironisnya lagi muncul pernyataan "bila ada yang nginap malam ini maka saya akan kunci rumah sakit". Dari pernyataan itu kami merasa seperti ditolak, dan diabaiakan, mengingat kondisi istri saya terus mengeluh kesakitan dan terkesan antara hidup dan mati campur sedih dan kesal, akhirnya terpaksa kami harus pulang dirumah, saat itu muncul dibenak dari pada istri saya terjadi apa dirumah sakit ini, lebih baik dirumah saja bersama keluarga, apa lagi untuk apa kami bertahan dirumah sakit sementara pihak rumah sakit terkesan tidak bersedia menerima istri saya untuk opname.

Seusai kami pulang dirumah, terlihat kondisi Istri saya semakin parah dan dan terus menangis histeris melawan kesakitan, akhirnya saya langsung membawanya Di tempat medis terdekat untuk mendapatkan pertolongan alternatif yaitu dirumah Ina Juan Zalukhu (pegawai puskesmas Rawat Ina Sirombu) beralamat Desa Awa’ai Kec. Sirombu, yang diperkirakan 20 menit perjalanan dari rumah, ungkap Hidupi.

Sekitar 15 menit kami sampai oleh ina juan langsung menangani secara medis dan tidak lama kemudian bayi berhasil lahir, tetapi sekira beberapa menit kemudian setelah ibu Ina Juan memandikannya tiba tiba anak saya menghembuskan nafas terakhir/meninggal, dan selanjutnya pihak kami membawanya dirumah untuk disemayamkan besok harinya (02/1/2019), urai Hidupi/ayah Korban.

Kepala puskesmas rawat inap sirombu RIKI FEBRIYAMAN WARUWU menjelaskan kepada Media Gelora Hukum, terkait SOP pelayanan dipuskesmas Rawat Inap Sirombu mengatakan kejadian itu saya tidak tau, karena belum ada laporan kepada saya dan kalau kejadian itu benar yang penting bukan dirumah sakit anak itu meninggal.

Kepada Awak Media, selanjutnya Rahmati Daeli (Kepala Dinas Kesehatan Kab. Nias Barat), menjelaskan, kalau informasi ini benar maka saya tidak mau melindungi silahkan diproses secara hukum.

Kepada Media Gelora Hukum, membenarkan bahwa pasien bernama Ina Kanu telah saya bantu dalam proses persalinan, dan sebagaimana prosedur pemberian pertolongan sepenuh hati telah saya lakukan, awalnya bayi itu dapat lahir dengan selamat, tetapi setelah siap saya mandikan/dibersihkan tanpa sebab tiba – tiba menangis histeris, dan tak lama kemudian menghembuskan nafas terakhir, urai ina Juan Zalukhu dengan kondisi gemetar, dan gugup sambil menangis penuh ketakutan, selaras penuturan keluarga korban.

Atas kejadian ini saya berharap agar kematian anak saya bisa terusut tuntas, minimal sebagai barang contoh agar tidak terulang bagi yang lain, karena kematian bayi saya terkesan tidak wajar, serta saya juga berharap dari institusi yang berwenang agar kepada seluruh petugas mulai dari kepala hingga staf Puskesmas rawat inap Sirombu dapat ditindak tegas, sebab dengan nyata melalaikan tanggungjawab dalam pemberian pelayanan terhadap kami sebagai pasien yang sangat membutuhkan pertolongan tetapi faktanya malah sebaliknya, kalau istri saya diperkenankan lahir dirumah sakit maka saya yakin tidak seperti ini kejadiannya. tandas Hidupi Hia mengakhiri. (Oozui Daeli).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SOSOK