BUDAYA RUSAK, POLITIKUS UNTUNG - Gelora Hukum

Breaking

Minggu, 29 April 2018

BUDAYA RUSAK, POLITIKUS UNTUNG

Oleh: Eddizaro Lase
(DPD Assosiasi Kabar Online Indonesia (AKRINDO) Kep. Nias)
Jakarta, Gelorahukum - Siapa yang tak sedih, dan kalut jiwanya, rebah hatinya jika budayanya dijadikan sebagai komoditas para politikus untuk memperkenalkan dirinya? Apakah akal sehat sudah tak berfungsi lagi untuk menempuh cara-cara lain untuk memuaskan syahwat birahi politik?

Kita selalu beri apresiasi, memberi penghagaan tertinggi, dan penghormatan terbaik kepada siapapun baik individu maupun komunitas yang peduli akan identitasnya dalam konteks dimensi merawat dan melestarikan budaya.

Setahu saya yang sejati sebagai penjaga, pelestari, dan pemelihara budaya Nias itu adalah Ps. Johanes founder Museum Pusaka Nias. Saya yakin setiap generasi Ono Niha bangga, terhormat sekaligus memiliki utang budi atas dedikasi luar biasa  bapak Ps. Johanes. Beliau layak dinobatkan sebagai pahlawan budaya Suku Nias.

Salut sekaligus haru sama beliau atas usaha dan pencapaiannya yang begitu gemilang dan penuh prestasi itu. Beliau tanpa meminta-minya bahkan mengemis-ngemis kepada pihak-pihak yang mestinya terlibat dan punya tanggungjawab secara moral untuk membantu dan mewujudkan perjuangan pembangunan Museum Pusaka Nias. Kita tahu bahwa Museum Pusaka Nias merupakan salah satu meseum terbaik nasional saat ini. Sebuah museum laboratorium budaya modern bersejarah yang menyimpan berbagai macam, jenis, bentuk, fitur beserta artefak bersejarah warisan nenek moyang Suku Nias tentang keluhuran kebudayaan Nias.

Jikalau pihak2 tertentu merasa berbeban dan bangga akan budaya Suku Nias mengapa pada saat kunjungan kerja Presiden Jokowi ke kepulauan Nias tidak diajak masuk ke dalam Museum untuk melihat secara langsung kemegahan budaya warisan nenek moyang Suku Nias yang tersimpan dan tertata rapi, bahkan dalam museum itu sangat lengkap fasilitasnya baik kamar tidur VVIP, restourant bahkan kebersihannya terjaga sangat baik dan ketat. Kiranya kelak Presiden Jokowi bisa berkunjung ke dalam Museum Pusaka Nias.

Berikutnya mengapa tidak ada salah satu pemda atau kada menganggarkan dalam APBDnya untuk membantu operasional museum, sementara mereka sangat mengagung agungkan tentang budaya nias, namun, sangat ironis dan disayangkan jikalau budaya itu dijadikan bahan komoditas politik pribadi  atau bahkan sengaja dikomersialkan untuk meraup keuntungan yang orientasinya kebutuhan dan kepentingan pribadi, tandas Eddy mengakhiri. (Timred)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SOSOK