Senin, 30 November 2020

Memilih Kolom Kosong Pada Pilkada Gunungsitoli, Dapat Menyelamatkan Demokrasi Dari Masifnya Dinasti

Oleh: Alfons Cahyadi Zebua

GUNUNGSITOLI, GELORA HUKUM - Memilih kotak Kosong pada Pilkada Gunung Sitoli dapat menyelamatkan Demokrasi dari Masifnya Dinasti, Oligarki dan Tirani, apa lagi berdasarkan catatan sejarah, Gunungsitoli atau sering disebut Luaha sudah dikenal dan dikunjungi sejak abad ke 18, merupakan kota tertua dan terbesar yang ada di Kepulauan Nias. Di Gunungsitoli merupakan wilayah yang dikepalai oleh seorang Wali Kota oleh karena itu JANGAN ADA JABATAN DIATAS JABATAN WALIKOTA akibat Krisis Pemerintahan di Gunungsitoli yang dapat dilihat berdasarkan cuma ada satu pasangan calon walikota.

Bila dikaji dari keinginan rakyat sudah pasti Warga Gunungsitoli tidak ingin Kekuasaan politik hanya dijalankan oleh sekelompok orang yang masih terkait dalam hubungan keluarga seperti yang biasa ditemukan dalam sistem Kerajaan, sebab ini menimbulkan ketidaksetaraan hak dan kepentingan sesama warga Negara jika dipandang dari sistem Demokrasi. Karena rakyat mengetahui Dinasti seperti ini pasti lebih mengutamakan kepentingan Keluarga ataupun Kelompoknya dari pada kepentingan umum sehingga akan sering ditemukan keanehan terselubungnya dalam prosedural pemerintahan oleh rakyat dari rakyat dan untuk rakyat Gunungsitoli.

Lihatlah dalam pilkada kali ini, sangat janggal bila dibandingkan dengan pilkada-pilkada sebelumnya hanya karena DPRD hanya memberikan satu pasangan calon untuk dipilih yang mengakibatkan banyak masyarakat kurang antusias menyambut pesta demokrasi ini. Sejatinya pemilihan walikota itu disediakan untuk rakyat tetapi karena adanya pengelembungan kekuasaan menyumbat fungsi ideal partai yang berbondong-bondong HANYA BERANI MENAWARKAN SATU KANDIDAT SAJA sehingga mengakibatkan kerugian kepada masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya.

Apakah ini karena mahar politik yang besar? Atau karena Kekuasaan hanya dipegang oleh segelintir kelompok saja? Biarkanlah masyarakat yang berpendapat karena sampai detik ini Negara masih melindungi kebebasan berpendapat.
Oleh sebab itu gerakan kolom kosong oleh masyarakat dari kondisi alamiah dan opini akar rumput serta kekuatan kehendak Masyarakat Gunungsitoli janganlah ada berani yang menghalang-halangi, karena ini adalah hak yang dilindungi oleh Negara dan Kolom Kosong merupakan suatu harapan untuk memilih pemimpin yang baik.

Kepala daerah seperti cermin daerah itu sendiri oleh sebab itu masyarakat sangat membutuhkan pemimpin yang mempunyai jiwa kepemimpinan besar untuk pembangunan masyarakat Gunungsitoli, PENTING untuk diketahui Pembangunan Gunungsitoli bukan hanya infrastruktur saja tetapi pembangunan kehidupan masyarakat dengan sendi-sendi Agama dan budaya juga menjadi tugas Walikota. Apakah Walikota Gunungsitoli telah memenuhi tugasnya membangun masyarakat Gunungsitoli? Melihat masih adanya daerah yang terisolir, dan tidak terpenuhinya janji-janji pada saat kampanye dulu, Masyarakat Gunungsitoli pasti bisa menjawab, TIDAK.

Memang untuk mendapatkan jiwa kepemimpinan pada Negara demokrasi yang kedaulatannya ada pada rakyat tetapi pencalonannya dari Rekomendasi Partau tidaklah mudah sebab ketika terpilih Prinsip Take and Give tidak akan hilang dalam sebuah hubungan politik.
Sebenarnya bila dikaji lagi Walikota itu untuk Rakyat dan sudah seharusnya ketika Walikota sudah terpilih maka haruslah mengutamakan kepentingan rakyat Gunungsitoli terlebih dahulu.

Adakah Politik seperti itu? Jawabnya Ada.
Hal itu dapat ditemukan dalam kolom kosong dalam pemilihan kepala daerah tanggal 9 Desember 2020 ini. Sebab jika Kolom Kosong Menang maka Pejabat Walikota yang memimpin Gunungsitoli tidak mempunyai Hutang politik sehingga dapat FOKUS MEMIMPIN GUNUNGSITOLI tanpa merusak integritas karena tumbuhnya sistem keterbukaan, kejujuran, ketertiban, dan keadilan dilingkungan Gunungsitoli.

Lihat disana kelompok, organisasi dan Lembaga Kemasyarakatan mendukung kolom kosong untuk Gunungsitoli.
Salam Kolom Kosong (Tim/red)
 
Ditulis oleh : Alfons Cahyadi Zebua

Label:

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda