Wakil Ketua DPRD: Hamba Tuhan Adalah Panutan, Bukan Untuk Dipermainkan - Gelora Hukum

Breaking

Kamis, 09 Juli 2020

Wakil Ketua DPRD: Hamba Tuhan Adalah Panutan, Bukan Untuk Dipermainkan

Herman Jaya Harefa (Wakil Ketua DPRD kota Gunungsitoli)
GUNUNGSITOLI, GELORA HUKUM - Wakil Ketua DPRD Kota Gunungsitoli Herman Jaya Harefa, mengukapkan rasa kesal atas penarikan dana bantuan covid 19 kepada para pendeta se-resort I Gunungsitoli yang sebelumnya telah di berikan oleh pemerintah kota Gunungsitoli melalui dinas sosial, tetapi malah tarik kembali dengan alasan tidak sesuai aturan, hal ini diungkapkan melalui via WA (9/7/2020)

Dilanjutkan, bantuan yang di berikan kepada bapak/ibu pendeta itu saya kira sudah tepat karena selama pandemi Covid-19 berlangsung hampir 3 bulan tanpa ibadah di gereja-gereja, pasti  dampaknya dialami lngsung oleh Bapak ibu pendeta.

Jika pun tidak masuk kriteria, jangan sampai di tarik, pemerintah kota harusnya menanggulangi nya mungkin berupa patung-patungan, bahkan saya sendiri siap mengambil bagian, tandas Herman.

Lanjut Herman, bahkan sebelumnya pada rapat pansus COVID-19 dengan Dinas Sosial, saya sudah sampaikan agar penyaluran yang tidak tepat sasaran termasuk kepada para pendeta jangan di tarik, jangan sampai pemerintah terkesan membukan aib dengan mempertontonkan birokrasi yang amburadul, itu bahasa saya kepada dinas sosial pada rapat pansus DPRD Kota Gunungsitoli. 

Ibarat pemberian kolekte, setelah di kasih lalu di ambil lagi dari dalam kantong persembahan dengan alasan tidak sesuai aturan, ini yang sangat saya sesali,  Bapak/ibu pendeta itu tadinya tidak pernah meminta BLT dari pemerintah, tapi pemerintah yang berinisiatif, harusnya pemberian itu tidak boleh terjadi penarikan, sebab para Bapak/Ibu Pendeta (hamba Tuhan) itu adalah Panutan bukan untuk dipermainkan dan dipermalukan, bahkan informasi yang saya dapatkan bahkan biaya materai sampai hati di bebankan kepada penerima, tegas Herman. 

Saya menyarankan, agar pemerintah kota Gunungsitoli hendaknya segera menyelesaikan masalah ini dengan cara menanggunglangi anggaran itu melalui kebijakan yang terukur dan kongkrit, demi menghindari berbagai interpretasi bahwa "Apa lagi masyarakat kecil, Perwakilan Tuhan saja yang ada di bumi bahkan berani dikibuli".

Oleh awak media tidak berhasil menguraikan klarifikasi dari pemerintah Kota Gunungsitoli, bahkan upaya melalui Via WA langsung kepada Walikota Gunungsitoli Lakhomizaro Zebua namun tidak ada jawaban sampai berita ini diterbitkan. (01)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SOSOK