Camat Sogae'adu Kab.Nias Eliman Mendrofa, Sebut Media Gila - Gelora Hukum

Breaking

Minggu, 22 September 2019

Camat Sogae'adu Kab.Nias Eliman Mendrofa, Sebut Media Gila

NIAS, GELORA HUKUM - Beredar pada  rekaman Visual bahwa camat Sogae'adu Kabupaten Nias Eliman Mendofa sebut "Media Gila" hal itu diungkapkan di aula kantor camat sogae'adu Kab.Nias (04/09). 

Pertemuan dikantor Camat itu adalah, dalam rangka membicarakan letak wilayah objek wisata bahomu di kec.sogaeadu
yang di hadiri oleh kepala desa  Tulumbaho, kades Sisarahili, kades Saitagaramba dan kades Sihare'o, serta tokoh para tokoh masyarakat, sekcam dan staf kantor camat.

Kemudian pada rekaman itu oleh Camat Sogae'adu melontarkan kata-kata  yang sangat mengganggu pekerjaan insan pers bahkan berulang-ulang mengatakan " media itu jangan dipercayai gila.! dan saya tidak suka dengan media karna media itu gila, sambil menyinggu pemberitaan media pada waktu sebelumnya. 

Ama gaweni buaya tokoh masyarakat kecamatan sogaeadu yang juga salah satu peserta pertemuan itu saat media melakukan konfirmasi melalui telpon selulernya (17/09) mengatakan, benar pak camat sudah mengakatan kata-kata itu pada saat pertemuan di kantor camat dengan menyebut "media itu jangan di percayai, media itu gila dan orang yang kasi-kasi di media itu stres" 

Lanjut ama gaweni, kami sebagai masyarakat kurang percaya lagi kepada media karna pak camat sogaeadu mengatakan kalian jangan percayai media, "ucap tokoh masyarakat itu

Atas perkataan camat tersebut, Media gelora hukum melakukan konfirmasi di kantor camat pada (05/09) tetapi camat tidak ada dikantornya, namun media melakukan konfirmasi kepada sekcam segaeadu

Sekcam mengatakan, memang benar sudah di katakan pak camat namun saya tidak bisa mengartikan dan menjelaskan maksud perkataan pak camat itu karena bukan saya yang mengatakannya, tapi sebenarnya seorang pemimpin itu tidak wajar mengatakan kata-kata seperti itu karena tanpa kehadiran media segala kegiatan dipemerintahan tak pernah di ketahui perkembangannya oleh pemerintah pusat, daerah  dan terlebih-lebih masyarakat "ungkap Sekcam.

Karna media tidak bertemu dengan camat pada saat itu media konfirmasi melalui via Whats app nya, namun dia tidak memberi jawaban apa-apa.

Bapak Ama Putra buaya, seorang tokoh masyarakat sogaeadu yang juga sebagai pengacara di saat media meminta tanggapannya tentang perkataan camat itu (17/09)

Dia mengatakan, saya sebagai tokoh masyarakat sogaeadu sangat menyesal sekali di mana seorang camat mengatakan media itu gila, maka dalam hal itu pak camat itu perlu belajar dulu lah, meskipun sudah beberapa kecamatan yang sudah dia pimpin

Menurut pak pengacara itu, camat sogaeadu perlu belajar dulu, karna mengungkapkan suatu kata itu harus di pertanggungjawabkan,

Lanjutnya, saya berharap agar camat sogaeadu meluruskan kata-katanya itu agar jangan menjadi bumerang dengan yang lain, " tegas bapak pengacara itu kepada media. (MG/Frys Zandroto)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SOSOK