Pelaksanaan Dana Desa Tarahoso Mandehe Utara, Warga Apresiasi - Gelora Hukum

Breaking

Senin, 25 Februari 2019

Pelaksanaan Dana Desa Tarahoso Mandehe Utara, Warga Apresiasi

Peterus Gulo Spd
(Kepala Desa Tarahoso)

NIAS BARAT, GELORA HUKUM - Pelaksanaan Dana Desa Tarahoso Mandrehe Utara Kab. Nias Barat berjalan tanpa masalah dan manfaatnya sangat terasa dan reaksi syukur berbasis kegembiraan dari masyarakat sulit terbantahkan.

Sejumlah masyarakat dan tokoh, mereka tidak segan  segan mengungkapkan apresiasi kepada. pemerintah daerah lebih khusus atas kinerja kepala Desa mereka Peterus Gulo Spd, karna dalam pengelolaan dana desa selama ini sang kades selalu bersikap netral dan  transparan, serta segala keputusan menyangkut sasaran kegiatan DD dan ADD selalu berpedoman pada hasil musyawarah mufakat kami masyarakat atas asas aturan yang ada.

Sungai yang membatasi
Dusun 2 dengan dusun 3
Desa Tandahoso
Sedikitnya bukti fisik alokasi dana desa yang membuat masyarakat bangga diantaranya bangunan kantor Desa, Gedung Paud, dan pos Kamling, walaupun sebagian kecil masih dalam proses perampungan, tetapi gedung Paud itu sangat bermanfaat bagi anak anak kami berusia dini, walaupun kepala Desa Desa kami masih baru, tetapi sungguh membuat kami bangga, ungkap sejumlah warga desa. 

Kepada awak media gelorahukum.com, Kepala Desa Tarahoso "Peterus Gulo Spd" mengatakan; Apresiasi masyarakat terhadap saya patuh saya ucapkan terima kasih, dan itu adalah beban moral yang patuh untuk dijaga, saya sadar jabatan kepala desa adalah amanat, tentu pengabdian untuk kepentingan masyarakat menjadi keharusan.

Dalam kesempatan ini juga perlu saya sampaikan bahwa ada satu hal kesulitan warga yang sangat mendesak dan sulit terjawab dengan menggunakan dana desa, yakni "Bangunan jembatan penghubung dusun 2 dengan dusun 3", harapan perhatian untuk jembatan ini karna penting sebagai sarana urat nadi perputaran ekonomi masyarakat desa khususnya dan masyarakat sekitar Nias barat pada umumnya, ungkap Kades.

Untuk itu dengan kerendahan hati saya sungguh mengharapkan perhatian dari pemerintahan Nias Barat, sudi kiranya dapat memberikan perhatian, karena sungai yang terbentang antara dusun itu, kalau musim hujan selain sangat terganggunya perputaran ekonomi masyarakat (menghambat warga di seberangnya untuk menjalankan aktifitas bertani) juga anak anak kami (anak sekolah) sering terlantar. (Efori Zai)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SOSOK